SRS WOW HD v1.2.10.0
headline »
Tue, 10/11/09 – 9:48 | No Comment

Kompresi digital musik, dan teknik pemrosesan audio yang digunakan dalam jalur transmisi penyiaran untuk mengurangi kejelasan direproduksi audio.Hal ini yang paling jelas dalam produk-produk seperti digital audio player dan televisi.
Untuk mengatasi tantangan ini, telah dikembangkan …

Read the full story »
Informasi

Berisi tentang pernak pernik kehidupan

Jaringan

Jaringan komputer, Sosial ataupun semacamnya

Komputer

Hardware, software dengan segala uneg unegnya

Operating System

Seputar tentang OS komputer maupun HP

Tips & Trik

Trik khusus yang dibutuhkan dalm keseharian

Home » Tips & Trik

Jangan sering cium Bayi

Submitted by admin on Saturday, 12 September 2009No Comment

bayi
Banyak ibu yang saking sayang, mencium bayinya berulangkali di semua bagian pipi. Tingkah bayi yang lucu memang terkadang membuat gemas dan ingin melampiaskannya lewat ciuman. Namun ternyata, kebiasaan mencium bayi terbukti membahayakan kesehatan bagi sang bayi sendiri.

Pasalnya, banyak kuman atupun virus penyebab penyakit yang dapat ditularkan melalui percikan ludah dan menyebar di udara sehingga terhirup oleh bayi. “Yang ditakutkan dari cium itu adanya air ludah yang mengandung banyak sekali virus yang akan tertular lewat udara. Kalau di luar negeri, orang akan melarang anak-anaknya untuk dicium sembarang orang,” tutur Product Manager PT Wyeth Indonesia dr. Theresia Adhitirta, disela-sela seminar imunisasi, di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Sabtu (12/9).

Menurut dr. Theresia, kebiasaan mencium berpotensi menyebabkan bayi terkena penyakit Invasive Pneumococcal Disease (IPD), yaitu sekelompok penyakit infeksi pneumokokus seperti radang paru (pneumonia), infeksi darah (bakteremia), dan radang selaput otak (meningitis).

Bahayanya, penyakit ini termasuk penyebab kematian tinggi dan kecacatan pada balita. “Tingkat kematian penyakit ini cukup tinggi hingga 50 persen,” ujarnya.

Menurut dr. Theresia, banyak kasus ditemukan penyakit ini menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Di samping itu, anak-anak yang dititipkan di tempat penitipan anak atau play group cenderung lebih berisiko tinggi terpapar penyakit ini.

Kemudian, bayi yang lahir prematur, tidak mendapatkan ASI, tinggal di tingkat polusi, lingkungan asap rokok, serta tempat hunian padat termasuk di sekolah dan mall juga beresiko tinggi. “Sebaiknya anak-anak jangan sering dibawa jalan-jalan ke mall,” ujarnya.

Sumber:kompas.com

Popularity: 2% [?]

Artikel lainnya

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.