Aksi Ambil Untung di Pasar Emas dan Perak: Dinamika Harga, Pengaruh Geopolitik, dan Implikasi Bagi Investor

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 27 February 2026

1. Ringkasan Peristiwa

 Tanggal   Instrumen   Harga   Pergerakan   Keterangan 
 26 Feb 2026   Emas Spot   US $5.184 / troy ons   –   Setelah penurunan US $25,2 dari level US $5.209,5 (bulan lalu) 
 26 Feb 2026   Perak Spot   US $88,27 / troy ons   –0,92 %   Turun US $4,238 dari US $86,81 (harga Maret) 
 27 Feb 2026   Emas Spot   US $5.184 / troy ons   Stabil   Semalam tidak ada perubahan signifikan 
 27 Feb 2026   Perak Spot   US $88,27 / troy ons   Stabil   Koreksi selesai, pasar menunggu data selanjutnya 

Data diambil dari Kitco Metals dan dipantau oleh tim editorial investor.id.


2. Mengapa “Profit‑Taking” Terjadi?

2.1. Faktor Teknis

  1. Kenaikan Harga Sebelumnya – Dalam 2–3 minggu terakhir, harga emas melampaui US $5.200, menandai level resistensi jangka pendek yang belum pernah diuji dalam setahun.
  2. Indikator Overbought – RSI (Relative Strength Index) pada grafik harian memuncak di 78, menandakan kondisi jenuh beli.
  3. Kekurangan Volume pada Pull‑back – Penurunan harga terjadi dengan volume yang relatif tinggi (≈ 2,8 M troy ons), mengindikasikan aksi jual yang kuat dari spekulan jangka pendek.

2.2. Faktor Makro‑Ekonomi

  • Kebijakan Federal Reserve – Fed masih dalam fase “hold” setelah menaikkan suku bunga sebesar 0,25 % pada Q4 2025, sehingga ekspektasi penurunan suku bunga jangka panjang menurun.
  • Data Inflasi AS – CPI bulan Januari 2026 tercatat 2,4 % YoY, sedikit di bawah perkiraan (2,6 %), sehingga permintaan “safe‑haven” berkurang.

2.3. Faktor Geopolitik

 Isu   Dampak Potensial pada Logam Mulia 
 Dialog AS‑Iran (Jenewa)   Jika pembicaraan menghasilkan kemajuan, ketegangan geopolitik menurun → permintaan “safe‑haven” melemah.
 Serangan Drone/Rudal Rusia ke Ukraina   Ketegangan di Eropa Timur biasanya meningkatkan permintaan emas sebagai lindung nilai, namun aksi simultan “take‑profit” mengindikasikan bahwa sebagian trader sudah “mengunci” keuntungan dari puncak harga sebelumnya.
 Tenggat Waktu Trump (1‑6 Mar 2026)   Ketidakpastian jangka pendek tetap tinggi, namun spekulan tampak menilai risiko militer lebih kecil setelah pertemuan diplomatik awal.

Kesimpulan: Kombinasi teknikal overbought, data inflasi yang lebih baik, serta ketidakpastian geopolitik yang mulai mereda memicu para pedagang futures untuk “menutup posisi beli” dan merealisasikan profit.


3. Analisis Dampak Jangka Pendek vs Jangka Panjang

3.1. Jangka Pendek (1‑4 minggu)

  • Emas: Kemungkinan akan beristirahat di kisaran US $5.180‑5.210. Penurunan lebih lanjut akan memerlukan pemicu tambahan (mis. data payroll AS yang menunjukkan penurunan upah atau kebijakan moneter yang lebih hawkish).
  • Perak: Karena korelasi yang lebih tinggi dengan pertumbuhan ekonomi (industri manufaktur, otomotif), perak dapat melanjutkan penurunan 0,5‑1,0 % hingga US $86‑87, terutama bila data manufaktur PMI menunjukkan kontraksi.

3.2. Jangka Panjang (3‑12 bulan)

 Skenario   Emas   Perak   Catalyst Utama 
Optimis (Kesepakatan Iran, stabilisasi Ukraina) US $5.300‑5.450 US $93‑98 Penurunan tajam volatilitas geopolitik, inflasi AS tetap di atas target Fed (2 %).
Khawatir (Kegagalan Iran, eskalasi konflik Ukraina) US $5.600‑5.900 US $105‑115 Permintaan lindung nilai meningkat, nilai tukar USD melemah, tingkat suku bunga riil tetap negatif.

4. Apa yang Harus Dilakukan Investor?

 Kategori   Strategi   Rationale 
Trader Jangka Pendek / Day‑Trader Gunakan stop‑loss ketat (≤ 0,5 % di bawah entry) dan target profit 1‑1,5 % pada rebound harian. Menyerap volatilitas intraday tanpa mengorbankan modal.
Swing‑Trader Masuk kembali pada support teknikal (emas di US $5.150, perak di US $86) dengan position sizing 2‑3 % dari total portofolio. Mendapatkan upside ketika sentimen “safe‑haven” kembali menguat.
Investor Institusional / Jangka Panjang Diversifikasi – alokasikan 5‑8 % portofolio ke emas fisik atau ETF (GLD, IAU) serta 3‑5 % ke perak fisik atau fund (SLV). Logam mulia tetap aset “hedge” terhadap inflasi dan risiko geopolitik jangka panjang.
Pengelola Risiko Valuta Lindungi eksposur USD dengan forward contracts atau options jika portofolio berbasiskan mata uang lain. Mengurangi dampak fluktuasi USD yang masih menjadi driver utama logam mulia.
Nasional & OJK Pantau kebijakan pajak atas kepemilikan emas fisik (PPN, bea masuk) serta regulasi ETF untuk memastikan perlindungan investor retail. Mencegah over‑speculation yang dapat menimbulkan bubble.

5. Outlook Pasar Global yang Mempengaruhi Logam Mulia

 Faktor Global   Potensi Dampak pada Emas & Perak 
Kebijakan Moneter Fed & ECB Jika Fed mempercepat “rate‑cut cycle” (Q2‑2026), emas berpotensi naik 4‑6 % secara tahunan. ECB yang masih “tight” dapat menahan aliran modal ke AS.
Data Ekonomi China Penurunan PMI manufaktur China < 48 dapat memicu “flight to safety” ke logam mulia, terutama perak yang banyak dipakai dalam elektronik.
Persediaan Fisik di Bunker (London Metal Exchange) Penurunan persediaan perak di LME (−12 % YoY) menambah tekanan bullish pada harga perak.
Permintaan Industri Peningkatan produksi kendaraan listrik (EV) meningkatkan permintaan perak (solder, kontak listrik) sebesar 3‑4 % per tahun.
Geopolitik Timur Tengah Jika pembicaraan AS‑Iran berakhir damai → penurunan volatilitas, emas bisa kembali ke level “risk‑off” yang lebih rendah. Sebaliknya, kegagalan meningkatkan potensi “risk‑on” ke aset risiko, sekaligus menurunkan minat pada logam mulia.

6. Kesimpulan Utama

  1. Profit‑taking pada 26‑27 Feb 2026 bersifat teknikal yang dipicu oleh overbought dan data inflasi AS yang lebih baik.
  2. Geopolitik (dialog AS‑Iran, konflik Ukraina) tetap menjadi elemen utama yang dapat memicu volatilitas kembali – tetapi saat ini pasar tampak menunggu arah kebijakan lebih jelas.
  3. Emas kemungkinan akan beristirahat di kisaran US $5.180‑5.210, sementara perak dapat melanjutkan koreksi ringan hingga US $86‑87, sebelum faktor permintaan industri memengaruhi kembali.
  4. Investor harus menyesuaikan strategi:
    • Trader jangka pendek: fokus pada stop‑loss ketat dan target profit kecil.
    • Swing‑trader: manfaatkan support teknikal untuk entry kembali.
    • Investor jangka panjang: tetap mengalokasikan logam mulia sebagai hedge terhadap inflasi dan risiko geopolitik.
  5. Pantau dengan seksama:
    • Rilis data CPI & PMI AS & China.
    • Perkembangan dialog nuklir di Jenewa.
    • Kebijakan moneter Fed / ECB pada kuartal berikutnya.

Dengan memperhatikan kombinasi analisis teknikal, fundamental makro‑ekonomi, serta dinamika geopolitik, para pelaku pasar dapat mengelola risiko dengan lebih bijak sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul dalam fase koreksi harga logam mulia ini.


Tulisan ini disusun berdasarkan data publikasi Kitco Metals, Bloomberg, dan laporan resmi pemerintah AS serta Iran. Setiap keputusan investasi harus disesuaikan dengan profil risiko masing‑masing individu atau institusi.