Harga Emas Perhiasan Turun di Raja Emas Indonesia, Stabil di Laku Emas & Hartadinata Abadi (Sabtu 28 Feb 2026) – Apa Arti Pergerakan Ini Bagi Pembeli dan Investor?

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 28 February 2026

Tanggapan Panjang dan Analisis Komprehensif

1. Ringkasan Situasi Pasar Hari Ini

Pada Sabtu, 28 Februari 2026, data yang dirilis oleh tiga pemain utama pasar emas perhiasan di Indonesia—Raja Emas Indonesia, Laku Emas (CMK Group), dan Hartadinata Abadi—menunjukkan pola yang berbeda:

Dealer 24 kt 23 kt 22 kt 21 kt 20 kt 19 kt 18 kt 17 kt 16 kt 15 kt 14 kt 13 kt 12 kt
Raja Emas Stabil 2.530.000 Turun 6.000 → 2.249.000 Turun 6.000 → 2.150.000 Turun 6.000 → 2.054.000 Turun 5.000 → 1.956.000 Turun 5.000 → 1.857.000 Turun 5.000 → 1.761.000 Turun 4.000 → 1.663.000 Turun 4.000 → 1.564.000 Turun 4.000 → 1.468.000 Turun 3.000 → 1.370.000 Turun 4.000 → 1.271.000 Turun 3.000 → 1.175.000
Laku Emas Stabil 2.620.000 Stabil 2.253.000 Stabil 2.154.000 Stabil 2.060.000 Stabil 1.960.000 Stabil 1.861.000 Stabil 1.761.000 Stabil 1.662.000 Stabil 1.562.000 Stabil 1.464.000 Stabil 1.366.000 Stabil 1.268.000 Stabil 1.169.000
Hartadinata (hanya sampel) Stabil 2.730.000 (22 kt) Stabil 2.677.000 (20 kt) Stabil 2.385.000 (17 kt) Stabil 2.253.000 (16 kt)
  • Raja Emas Indonesia: hampir semua varian turun, meski penurunan per gram berada pada level Rp 3.000 – Rp 6.000, yang secara persentase kecil (≈0,15‑0,30 %).
  • Laku Emas: seluruh varian tetap (stabil) pada harga yang relatif lebih tinggi dibanding Raja Emas.
  • Hartadinata Abadi: hanya menampilkan beberapa karat, semuanya stabil dan berada pada level harga tertinggi di antara ketiga dealer.

2. Apa Penyebab Pergerakan Harga yang Berbeda?

Faktor Dampak pada Raja Emas Dampak pada Laku Emas & Hartadinata
Kurs Rupiah vs USD Penurunan kurs (rupiah menguat) dapat menurunkan harga jual emas per gram. Raja Emas tampak merespons lebih cepat dengan penyesuaian kecil. Laku Emas & Hartadinata mungkin mengandalkan kontrak jangka menengah dengan margin yang lebih lebar, sehingga menunda penyesuaian sampai perubahan tren lebih signifikan.
Kebijakan Moneter Bank Indonesia Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi (BI 7‑8 %) menekan permintaan investasi emas, mengurangi premi perhiasan. Dealer yang memiliki stok besar atau perjanjian pembelian dengan produsen dapat menahan harga untuk melindungi margin.
Permintaan Musiman Menjelang Idul Fitri (Mei 2026) biasanya terjadi lonjakan permintaan perhiasan, namun data awal Februari masih dalam fase persiapan. Penurunan kecil di Raja Emas bisa mencerminkan ekspektasi permintaan yang belum pasti. Laku Emas & Hartadinata mungkin sudah mengamankan pasokan untuk musim Idul Fitri, jadi mereka menahan harga agar tidak mengganggu rantai pasokan.
Harga Spot Emas Internasional Pada akhir Februari 2026, harga spot emas berfluktuasi di kisaran US$1 900‑1 950 per troy ounce setelah penurunan pada minggu sebelumnya. Raja Emas menyesuaikan ke perubahan spot lebih cepat. Laku Emas dan Hartadinata cenderung menambahkan premium yang lebih stabil (biasanya 2‑4 % dari spot) dan tidak mengubahnya setiap hari.
Strategi Pemasaran Raja Emas menggunakan promosi volume untuk menarik pembeli ritel; penurunan kecil dapat menjadi “diskon terselip”. Laku Emas mengandalkan kepercayaan merek dan mengedepankan stabilitas harga sebagai nilai jual. Hartadinata menonjolkan premium layanan (kualitas tinggi, sertifikasi) sehingga mempertahankan harga tinggi.

3. Implikasi bagi Pembeli (Konsumen Ritel)

  1. Kesempatan Negosiasi di Raja Emas

    • Penurunan seragam pada hampir semua karat memberi ruang bagi konsumen untuk menawar atau meminta diskon tambahan, terutama pada karat 20‑22 yang paling banyak dipakai untuk perhiasan tradisional.
    • Karena perbedaan harga antara Raja Emas dan Laku Emas sekitar Rp 90.000‑100.000 per gram pada 24 kt, pembeli yang sensitif harga sebaiknya mempertimbangkan Raja Emas bila kualitas dan keaslian terjamin.
  2. Stabilitas Harga Laku Emas sebagai “Jaminan Kualitas”

    • Bagi konsumen yang mengutamakan konsistensi dan kepercayaan (misalnya pembeli korporat, toko perhiasan pengecer), stabilitas harga dapat mengurangi risiko overpay atau fluktuasi nilai pada saat pembayaran cicilan/jangka panjang.
  3. Hartadinata untuk Segmen Premium

    • Harga Hartadinata jauh di atas kompetitor (misalnya 22 kt Rp 2.730.000 vs Raja Emas Rp 2.150.000). Hal ini mencerminkan premium merek (sertifikasi, layanan after‑sales, desain eksklusif). Konsumen kelas atas yang mengutamakan brand image serta jaminan keaslian mungkin tetap memilih Hartadinata meski harganya lebih tinggi.
  4. Perencanaan Pembelian Menjelang Idul Fitri

    • Meskipun harga masih relatif stabil atau turun sedikit, permintaan perhiasan biasanya melonjak pada 2‑3 bulan sebelum lebaran. Menunda pembelian hingga Maret‑April dapat mengakibatkan kenaikan kembali harga karena tekanan permintaan.
    • Bagi yang mampu menyiapkan budget lebih besar, membeli sekarang (terutama di Raja Emas) dapat mengunci harga lebih rendah sebelum musim permintaan memuncak.

4. Implikasi bagi Investor Emas (Sebagai Aset Investasi)

Aspek Analisis
Korelasi dengan Harga Spot Penurunan marginal Raja Emas menandakan dealer tersebut menyesuaikan premium lebih responsif terhadap pergerakan spot internasional. Investor yang memperdagangkan gold futures atau ETF dapat memperkirakan bahwa premi pasar domestik kemungkinan akan mengikut tren global dalam 1‑2 minggu ke depan.
Arbitrase Antara Dealer Selisih ≈ Rp 90.000‑100.000 per gram antara Raja Emas (lebih murah) dan Laku Emas (lebih mahal). Investor berpotensi melakukan arbitrase dengan membeli emas fisik di Raja Emas dan kemudian menjual di Laku Emas (atau pada platform online yang mencerminkan harga Laku Emas), mengingat biaya storage dan transport yang relatif rendah. Risiko: perbedaan harga dapat menutup dalam 2‑3 hari karena penyesuaian pasar.
Strategi “Buy‑and‑Hold” di Karat Tinggi Harga 24 kt di Raja Emas Rp 2.530.000 vs Laku Emas Rp 2.620.000. Selisih ≈3,5 %; bila diprediksi spot emas global akan naik dalam 3‑6 bulan (misalnya karena penurunan suku bunga AS), nilai emas fisik berpotensi meningkat lebih dari selisih premium, sehingga buy‑and‑hold di dealer dengan premium lebih rendah (Raja Emas) menjadi strategi yang menguntungkan.
Diversifikasi Karat Karena perbedaan karat mempengaruhi kadar emas murni, investor bisa mempertimbangkan mix karat: 22 kt (lebih likuid, harga lebih tinggi) untuk short‑term trading, sekaligus 18‑19 kt (lebih murah, volume tinggi) untuk portofolio jangka panjang.

5. Outlook Harga Emas Perhiasan: Kuartal 2‑3 2026

Faktor Prediksi Dampak
Kenaikan Harga Spot Global (potensi US$2 000/oz pada akhir Mei) Premium per gram di Indonesia kemungkinan naik sekitar 1‑2 % (≈ Rp 20.000‑40.000 per gram). Dealer yang masih stabil (Laku Emas) kemungkinan menyesuaikan pada pertengahan Juni.
Kurs Rupiah Jika Rupiah melemah (misalnya 15 000 IDR/USD → 15.500 IDR/USD), premi akan menurun secara nominal, menyeimbangkan kenaikan spot; hasil akhir dapat netral pada harga jual per gram.
Musim Idul Fitri (Mei 2026) Permintaan konsumen meningkat 10‑15 % pada 2‑3 bulan menjelang lebaran; harga di semua dealer kemungkinan naik kembali ke level pre‑Februari atau bahkan lebih tinggi, terutama untuk karat 22‑24 yang paling diminati.
Regulasi Pemerintah (Pajak Penjualan Emas Perhiasan) Jika Pemerintah menambah pajak atau mengimplementasikan sertifikasi wajib (mis. SNI), premium dapat naik 1‑2 % lagi, terutama di dealer yang harus menanggung biaya sertifikasi.

6. Rekomendasi Praktis untuk Konsumen dan Investor

  1. Cek Sertifikat & Kebijakan Pengembalian

    • Pastikan emas dibeli bersertifikat Lembaga Pengawas Perhiasan (mis. Bapelmitra). Dealer dengan harga “sangat murah” kadang mengorbankan kualitas (mis. pencampuran logam lain).
  2. Bandingkan Premium Secara Transparan

    • Hitung premium per gram dengan rumus:
      [ \text{Premium (\%)} = \frac{\text{Harga Dealer} - (\text{Spot (IDR)} \times \text{Kadar})}{\text{Spot (IDR)} \times \text{Kadar}} \times 100 ]
    • Ini memberi gambaran objektif apakah perbedaan harga disebabkan oleh premium atau kurs.
  3. Manfaatkan Waktu Pengiriman

    • Dealer yang memberi pengiriman dalam 24‑48 jam biasanya menambah biaya logistik kecil. Bila tidak terburu‑buruan, pilih dealer dengan pembatalan gratis untuk menunggu peluang penurunan harga.
  4. Strategi Arbitrase Ringan

    • Beli emas 22 kt di Raja Emas (Rp 2.150.000) dan jual kembali dalam 2‑3 minggu di platform online yang mengacu pada harga Laku Emas (≈ Rp 2.154.000). Selisih kecil, tetapi bila ditambah biaya transport dan fee platform, dapat menghasilkan margin 0,2‑0,4 %. Cocok untuk trader berkapital kecil.
  5. Perencanaan Jangka Panjang

    • Jika tujuan utama adalah menyimpan nilai, pertimbangkan emas 24 kt dengan penyimpanan di safe deposit box atau lembaga vault yang diasuransikan. Pada kuartal mendatang, kenaikan spot diperkirakan lebih menguntungkan daripada perubahan premium.
  6. Pantau Sumber Berita Ekonomi

    • Ikuti update BI, Kurs USD/IDR, serta data inflasi secara mingguan. Keputusan penyesuaian suku bunga oleh Fed (AS) atau kebijakan moneter Indonesia sangat memengaruhi pergerakan spot emas, yang pada gilirannya memengaruhi premium perhiasan dalam minggu-minggu berikutnya.

7. Kesimpulan

  • Raja Emas Indonesia menunjukkan penurunan harga yang modest di hampir seluruh karat, menandakan penyesuaian premium yang responsif terhadap kondisi pasar global dan domestik.
  • Laku Emas (CMK Group) tetap stabil, mengindikasikan strategi penahanan premi yang lebih konservatif atau adanya kontrak pasokan jangka menengah.
  • Hartadinata Abadi menempati posisi premium tinggi, menargetkan segmen pasar high‑end dengan layanan nilai tambah.

Bagi konsumen ritel, pekan ini merupakan moment opportunistik untuk bernegosiasi di Raja Emas, terutama bila ingin membeli karat 20‑22 kt sebelum lonjakan permintaan Idul Fitri. Bagi investor, perbedaan premium membuka ruang arbitrase kecil dan memberikan indikator arah tren premium yang akan bergerak seiring perubahan harga spot internasional dan kurs Rupiah.

Rekomendasi utama:

  1. Gunakan data premium untuk membandingkan dealer, bukan hanya harga nominal.
  2. Pantau perkembangan kurs dan spot emas global agar dapat memperkirakan kapan premium akan naik kembali.
  3. Pertimbangkan tujuan akhir (konsumsi ritel vs investasi jangka panjang) sebelum memutuskan dealer mana yang paling menguntungkan.

Dengan pendekatan yang terinformasi, pembeli dan investor dapat memaksimalkan nilai dari fluktuasi harga emas perhiasan yang saat ini masih dalam fase penyesuaian kecil, sekaligus memposisikan diri untuk mengambil keuntungan pada musim permintaan tinggi yang akan datang.