Analisis Harga Emas Antam 18 Februari 2026: Dinamika Penurunan, Faktor-Faktor Penggerak, Implikasi Pajak, dan Strategi Investasi Jangka Pendek-Menengah

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 17 February 2026

Judul:

Analisis Harga Emas Antam 18 Februari 2026: Dinamika Penurunan, Faktor‑Faktor Penggerak, Implikasi Pajak, dan Strategi Investasi Jangka Pendek‑Menengah


1. Ringkasan Pergerakan Harga Antam pada 16‑18 Februari 2026

Tanggal Harga Antam (per gram) Pergerakan vs. Hari Sebelumnya
14 Feb 2026 (Sabtu) Rp 2.954.000 Lonjakan +Rp 50.000 (≈ +1,73 %)
16 Feb 2026 (Senin) Rp 2.940.000 Anjlok –Rp 14.000 (≈ ‑0,48 %)
17 Feb 2026 (Selasa) Rp 2.918.000 Turun –Rp 22.000 (≈ ‑0,75 %)
18 Feb 2026 (Rabu) – Proyeksi Rp 2.890.000 Diperkirakan turun –Rp 28.000 (≈ ‑0,96 %)
  • Kenaikan YTD 2026: +17 % (dari Rp 2.488.000 pada 1 Jan 2026).
  • All‑Time‑High (ATH) 2026: Rp 3.168.000 pada 29 Jan 2026.

Meskipun secara tahunan emas Antam mencatat kenaikan yang cukup signifikan, dalam minggu pertama Februari muncul fluktuasi tajam—lonjakan singkat diikuti penurunan berturut‑turut yang diproyeksikan akan berlanjut hingga 18 Februari.


2. Faktor‑Faktor Penyebab Penurunan Harga pada 16‑18 Februari 2026

Faktor Penjelasan Dampak pada Harga Antam
Kurs Rupiah‑Dollar Rupiah menguat kembali terhadap USD sejak akhir Januari (USD/IDR ≈ 15 500 → 15 300). Harga emas dalam USD stabil, tetapi nilai konversi ke Rupiah turun, menurunkan harga lokal.
Kebijakan moneter Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) dari 5,75 % → 5,25 % untuk menstimulus pertumbuhan. Penurunan suku bunga menurunkan imbal hasil obligasi, meningkatkan daya tarik alternatif investasi, termasuk emas, tetapi efek jangka pendek dapat menurunkan permintaan spekulatif.
Data inflasi CPI Februari diproyeksikan turun menjadi 3,1 % (dari 3,6 % November). Jika inflasi menurun, ekspektasi “safe‑haven” emas berkurang.
Sentimen global Harga spot emas dunia pada 17 Feb 2026 turun 1,2 % menjadi US$ 1.860/oz (≈ Rp 2.86 juta per gram). Harga referensi internasional turun, langsung menurunkan harga batangan Antam.
Likuiditas pasar domestik Penurunan volume transaksi di bursa Logam Mulia karena investor beralih ke pasar uang dan saham. Permintaan dalam negeri berkurang, menambah tekanan penurunan.
Kebijakan pajak PPh 22 pada penjualan kembali (buy‑back) tetap 1,5 % (NPWP) atau 3 % (non‑NPWP). Investor memperhitungkan beban pajak, menurunkan niat beli kembali dalam jangka pendek. Menurunkan daya tarik jual‑beli cepat (flipping).

3. Analisis Teknis Singkat (Grafik Harian)

  • Moving Average (MA) 20‑hari berada di sekitar Rp 2.91 juta, berfungsi sebagai support kuat. Penurunan ke Rp 2.89 juta menguji batas tersebut.
  • RSI (Relative Strength Index) pada 17 Feburari menurun ke 38, mengindikasikan kondisi oversold ringan—potensi rebound jangka pendek.
  • Pattern Candlestick: 16 Feb 2026 menampilkan bearish engulfing (penurunan signifikan), sedangkan 17 Feb 2026 membentuk hammer (potensi pembalikan).

Interpretasi: Meskipun momentum bearish masih dominan, indikator oversold dan formasi hammer memberi ruang bagi koreksi naik dalam 2‑3 hari ke depan, terutama bila data ekonomi (inflasi & kurs) tetap stabil atau menguat.


4. Implikasi Pajak Bagi Investor Ritel

Transaksi Tarif PPh 22 (NPWP) Tarif PPh 22 (Non‑NPWP) Catatan
Pembelian batangan 0,45 % dari nilai transaksi (dipotong pada saat pembelian) 0,90 % Bukti potong harus disimpan sebagai dokumen pendukung pelaporan SPT.
Buyback (penjualan kembali ke Antam) 1,5 % (dipotong langsung dari nilai buyback) 3 % Berlaku bila nominal > Rp 10 juta.
Penjualan di pasar sekunder (bursa logam mulia atau dealer) 0,45 % (NPWP) – 0,90 % (non‑NPWP) Sama Pajak dipotong oleh perantara (bursa atau dealer).

Strategi Pajak:

  1. Gunakan NPWP – mengurangi beban pajak hampir setengah.
  2. Bundling transaksi – mengakumulasi pembelian hingga melebihi Rp 10 juta dapat menurunkan persentase pajak buyback (1,5 % vs 3 %).
  3. Catat biaya transaksi (biaya administrasi, storage) untuk mengurangi basis pengenaan pajak pada SPT.

5. Strategi Investasi Jangka Pendek & Menengah

5.1 Jangka Pendek (≤ 3 bulan)

Skenario Tindakan Alasan
Harga tetap turun (≤ Rp 2.880.000) Beli kembali (buyback) pada level support dan tahan hingga harga mendekati MA 20 atau muncul sinyal rebound (RSI < 30, hammer). Memanfaatkan penurunan untuk menurunkan rata‑rata biaya (average cost).
Kurs Rupiah menguat lebih lanjut Kurangi eksposur atau jual sebagian untuk mengunci keuntungan yang sudah didapat (misal, jual 0,5‑gram pada harga ≥ Rp 2.95 juta). Nilai tukar yang menguat membuat emas relatif lebih mahal dalam Rupiah.
Volatilitas tajam Gunakan stop‑loss pada level Rp 2.860.000 (≈ ‑5 % dari harga beli saat ini). Menghindari kerugian besar bila harga turun lebih dalam.

5.2 Jangka Menengah (3‑12 bulan)

Skenario Tindakan Alasan
Inflasi kembali naik (> 4 %) Tambah alokasi emas (10‑15 % portofolio) karena emas berfungsi sebagai lindung nilai. Emas cenderung naik seiring inflasi tinggi.
Kebijakan moneter global (FED / ECB) melonggarkan Meningkatkan posisi di emas karena kebijakan akumulasi likuiditas menurunkan daya beli dolar, menguatkan permintaan emas dunia. Harga spot emas biasanya naik dalam fase pelonggaran moneter.
Rendemen obligasi RI naik Kurangi eksposur dan pertimbangkan diversifikasi ke obligasi atau saham dividend. Obligasi menjadi alternatif lebih menarik bila imbal hasil naik.

6. Outlook Harga Antam hingga Akhir 2026

Bulan Proyeksi Harga (per gram) Faktor Penentu Utama
Maret‑April Rp 2.860‑2.880.000 Sentimen global (harga spot emas) stabil, kurs rupiah tetap kuat.
Mei‑Juli Rp 2.900‑2.950.000 Musim Idul Fitri & Lebaran meningkatkan permintaan domestik; potensi kenaikan inflasi.
Agustus‑Oktober Rp 3.000‑3.070.000 Peluncuran produk investasi emas digital, serta perkiraan ATH baru bila USD melemah signifikan.
November‑Desember Rp 3.050‑3.150.000 Penutup tahun biasanya menampilkan pembelian akhir tahun untuk diversifikasi portofolio.

Catatan penting: Proyeksi di atas bersifat scenario‑based dan sangat dipengaruhi oleh:

  • Fluktuasi nilai tukar USD/IDR (keluar dari kisaran 15 300‑15 600).
  • Perubahan kebijakan pajak (misalnya, penurunan tarif PPh 22).
  • Kondisi geopolitik (konflik, kebijakan proteksionis) yang dapat memicu lonjakan permintaan safe‑haven.

7. Rekomendasi Praktis untuk Investor Ritel

  1. Audit Dokumen Pajak – Pastikan NPWP terdaftar dan simpan semua bukti potong PPh 22.
  2. Diversifikasi Produk Antam – Pertimbangkan membeli pecahan (0,5 gram, 1 gram) untuk fleksibilitas likuiditas, sambil menyiapkan alokasi pada batangan 10‑25 gram untuk mengurangi biaya administrasi per gram.
  3. Manfaatkan Platform Digital – Beberapa fintech kini menawarkan e‑gold dengan settlement instant; biaya transaksi biasanya lebih rendah dibanding dealer tradisional.
  4. Pantau Indikator Makro – Fokus pada:
    • USD/IDR (target ≤ 15 400).
    • CPI bulanan (target ≤ 3 %).
    • Harga Spot Emas Dunia (trend bullish > US$ 1 850/oz).
  5. Rencanakan Exit Strategy – Tetapkan target jual (misalnya, Rp 3.050.000) dan stop‑loss (misalnya, Rp 2.820.000) sehingga keputusan tidak bersifat emosional.

8. Kesimpulan

  • Kondisi jangka pendek (16‑18 Feb 2026) menunjukkan tekanan penurunan harga Antam, dipicu oleh kombinasi penguatan Rupiah, penurunan harga spot emas dunia, serta data inflasi yang mulai melunak.
  • Namun, secara tahunan emas Antam masih mencatat kenaikan 17 %, dengan ATH tercapai pada 29 Jan 2026 (Rp 3.168.000).
  • Faktor fundamental (kurs, inflasi, kebijakan moneter) dan faktor teknikal (MA 20, RSI, candlestick) menunjukkan peluang rebound dalam 2‑4 hari ke depan, asalkan tidak ada kejutan makro yang besar.
  • Pajak tetap menjadi elemen penting bagi profitabilitas; penggunaan NPWP dan strategi bundling transaksi dapat mengurangi beban PPh 22 hingga setengah.
  • Strategi investasi yang seimbang – membeli pada level support, menahan hingga ada sinyal rebound, serta menambah posisi bila inflasi kembali menguat – akan memaksimalkan peluang keuntungan sambil menjaga risiko.

Dengan memperhatikan analisis makro‑mikro, indikator teknikal, dan implikasi pajak, investor ritel dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi mengenai pembelian, penahanan, atau penjualan emas Antam di tengah volatilitas pasar Februari 2026.


Semoga analisis ini membantu Anda dalam merencanakan langkah investasi emas yang lebih cerdas dan menguntungkan.

Tags Terkait