Bitcoin Merosot Tipis di Tengah Gelombang Akumulasi Besar dan Sinyal CME-Gap $80-84 rb: Analisis Teknis, On-Chain, dan Implikasi Bagi Investor

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 17 February 2026

1. Ringkasan Situasi Pasar (17 Feb 2026)

Item Nilai Keterangan
Harga BTC US $68 585 (-0,49 %) Penurunan tipis di sesi pagi, setara Rp 1,15 miliar
Kapitalisasi Pasar Crypto US $2,35 triliun (-0,06 %) Menurut CoinMarketCap 06:05 WIB
CoinDesk‑20 Index ‑0,19 % Menunjukkan koreksi kecil pada 20 aset terbesar
Performing Altcoins ETH +1,15 % (US $1 989)
BNB +1,62 % (US $625)
SOL +0,63 % (US $85,7)
Doge –2,65 % (US $0,10)
Order‑book (Bid vs Ask) Bid US $596 jt vs Ask US $297 jt (rasio ≈2:1) Terbanyak dalam 2 tahun terakhir
Akumulasi On‑Chain 372 000 BTC (rekor baru) Dari “akumulator” pada Minggu
Distribusi LTH (30 hari) < 100 000 BTC Turun drastis dari rata‑rata > 1 juta BTC (Nov 2025)

2. Analisis Teknis: CME‑Gap $80‑84 rb

  1. Definisi CME‑Gap
    – Gap terbentuk ketika futures BTC di CME ditutup pada akhir pekan dan dibuka kembali pada harga yang berbeda. Gap ini tidak diisi dengan volume perdagangan pada pasar futures, sehingga menjadi “lubang” yang secara historis cenderung diisi kembali pada pergerakan spot.

  2. Sejarah Penutupan Gap
    – Sejak Agustus 2025, 9 dari 10 gap telah terisi, menandakan pola yang kuat. Penutupan gap biasanya memicu momentum bullish karena trader melihat “harga harus kembali” untuk menyeimbangkan order‑book futures‑spot.

  3. Posisi Harga Saat Ini
    – BTC berada ~12 % di bawah level gap terendah ($80 000). Jika tekanan jual tidak kembali kuat, gelombang akumulasi dapat mendorong harga naik kembali ke zona $80‑84 k, dengan potensi breakout jika volume beli berlanjut.

  4. Indikator Tambahan

    • RSI (14‑hari): berada di kisaran 38‑42, masih di zona oversold, memberi ruang “bounce”.
    • MACD: histogram masih negatif namun menanjak, menandakan potensi cross bullish dalam 3‑5 hari ke depan.
    • Bollinger Bands: harga berada di bawah band tengah (MA20), mendekati lower band – sinyal kembali ke rata‑rata jangka pendek.

3. Analisis On‑Chain: Akumulasi vs Distribusi

Metode Data Interpretasi
Akumulator (addr > 1 BTC) 372 k BTC (rekor) Kenaikan tajam 37× dibanding September 2024 → indikasi bullish sentiment institusional/whale
Long‑Term Holder (LTH) Net Flow (30 hari) ‑100 k BTC (net outflow) Penurunan distribusi mengurangi tekanan jual, mengindikasikan “hold‑and‑wait” dari investor besar
Supply on‑Chain (Uptick pada usia < 1 tahun) ↑ 1,8 % Lebih banyak koin baru masuk ke pasar, biasanya menandakan akumulasi oleh spekulan jangka pendek
HODL Waves (Koin > 4 tahun) Stagnan Pemilik lama masih menahan, memberikan dukungan jangka panjang pada level psikologis $70k‑$80k

Kesimpulan On‑Chain:

  • Permintaan agresif pada level $60‑68k (bid $596 jt vs ask $297 jt) menunjukkan ketidakseimbangan yang belum pernah terjadi dalam dua tahun terakhir.
  • Akumulasi krusial pada akun “akumulator” mengindikasikan bahwa institusi atau “whale” menyiapkan posisi panjang, kemungkinan bersiap untuk mendorong harga ke gap CME.

4. Sentimen Pasar dan Faktor Eksternal

Faktor Dampak Potensial
Data Ekonomi AS (Inflasi, Fed) Jika Fed tetap hawkish, aliran likuiditas ke aset risiko (crypto) dapat tertekan, memperlambat rally.
Regulasi Indonesia (BI, OJK) Kebijakan yang memperketat KYC/AML atau menurunkan VAT pada crypto dapat menurunkan minat retail domestik.
Adopsi Institusional (ETF, Custody) Peluncuran ETF BTC di AS/EU dapat meningkatkan permintaan institusional, memperkuat pressure buy.
Event Geopolitik (konflik, sanksi) Kripto sering menjadi “safe‑haven” alternatif ketika fiat tertekan; geopolitik yang tidak menentu dapat mendorong aliran masuk ke BTC.
Kondisi Crypto‑Derivatives (CME, Binance Futures) Volume futures yang tinggi dapat menambah likuiditas dan menguatkan gerakan ke arah gap.

5. Skenario Harga yang Mungkin Terjadi (30‑90 hari ke depan)

Skenario Deskripsi Probabilitas (perkiraan) Target Harga
Bullish Breakout Akumulasi tetap kuat, CME‑gap terisi, sentimen positif (ETF, regulasi ramah). 45 % $81‑84 k (capaian pertama) → $85‑90 k (lanjutan)
Sideways Consolidation Harga bergerak dalam range $66‑72 k, mengumpulkan likuiditas sebelum tes gap. 35 % $68‑70 k (trading range)
Bearish Retracement Kejutan makro (inflasi tinggi, suku bunga naik), order‑book bid melemah, penjualan institusional. 20 % $60‑64 k (support kuat di $58 k)

Catatan: Probabilitas bersifat indikatif dan dapat berubah dengan cepat tergantung data on‑chain dan berita fundamental.


6. Rekomendasi Strategi Trading / Investasi

6.1 untuk Trader Jangka Pendek (1‑2 minggu)

Aksi Alasan Risiko
Long Entry pada pull‑back ke $66‑68 k Bid‑ask imbalance 2:1 + akumulator meningkat, memberi peluang “buy the dip”. Jika penurunan melampaui $60 k, stop‑loss harus ketat.
Set Stop‑Loss di $64 k (sekitar 2 % di bawah entry) Melindungi dari breakdown tambahan. Risiko terkena stop‑loss pada fluktuasi volatilitas normal.
Target First Profit di $72‑74 k Near resistance di atas EMA 20, area “gap‑pre‑fill”. Jika tidak terisi, pertahankan posisi atau scale‑out sebagian.

6.2 untuk Swing Trader (2‑6 minggu)

Aksi Alasan Risiko
Buy‑on‑Break (Bollinger bounce) pada penembusan $78 k Mengonfirmasi momentum bullish dan potensi entry ke CME‑gap. Jika breakout palsu, bisa terjebak dalam “fake out”.
Trailing Stop 3‑4 % di bawah level tertinggi Mengunci profit jika rally berlanjut ke $84‑90 k. Jika harga berbalik tajam, trailing stop dapat menutup terlalu dini.
Diversifikasi ke Altcoin yang menguat (ETH, BNB) Correlation positif antara BTC dan altcoin saat bull trend. Altcoin lebih volatil, risiko downside lebih besar.

6.3 untuk Investor Jangka Panjang (>6 bulan)

Aksi Alasan Catatan
DCA (Dollar‑Cost Averaging) pada kisaran $65‑70 k Memanfaatkan level support kuat dan akumulasi on‑chain. Jangan menaruh seluruh alokasi pada satu entry.
Simpan sebagian di hardware wallet Perlindungan terhadap risiko exchange hack / regulasi ketat. Pastikan keamanan fisik dan backup seed phrase.
Pantau metrik on‑chain (NVT, MVRV, SOPR) Mengidentifikasi fundamental over‑/under‑valuation. Kombinasikan dengan analisis fundamental macro.

7. Outlook Jangka Panjang (6‑12 bulan)

  • Fundamental: Penurunan distribusi LTH dan akumulasi “whale” mengindikasikan base demand yang kuat. Bila regulasi global tetap netral/positif, kapitalisasi pasar dapat kembali ke $3 triliun dalam setahun.
  • Teknikal: Gap CME $80‑84 k diperkirakan akan terisi paling lambat Q2 2026, menjadi motorik utama bagi rally selanjutnya ke $100 k (support psikologis) atau selanjutnya ke $120 k (historical high 2025).
  • Risiko Kritis: Skenario “hard fork” atau “regulatory crackdown” di AS/UE dapat menurunkan likuiditas secara signifikan, memicu koreksi tajam. Investor harus siap menyesuaikan alokasi ke aset non‑crypto (emisi obligasi pemerintah, logam mulia) sebagai hedge.

8. Kesimpulan

  • Bitcoin sedang berada di titik “tipping point”: penurunan harga tipis disertai gelombang akumulasi terbesar dalam dua tahun, serta order‑book bid yang sangat dominan.
  • CME‑gap $80‑84 k berfungsi sebagai level teknikal yang secara historis bersifat “magnet” bagi pergerakan harga; penutupan gap dapat memicu rally bullish dalam minggu‑minggu berikutnya.
  • Data on‑chain menegaskan bahwa institutional whales sedang menumpuk posisi, sementara Long‑Term Holders mengurangi tekanan jual. Kombinasi ini menciptakan fundamental bullish bias meskipun sentimen jangka pendek masih cenderung hati‑hati.
  • Bagi trader, strategi entry pada pull‑back ke $66‑68 k dengan stop‑loss ketat, atau menunggu breakout ke $78‑80 k, dapat memanfaatkan volatilitas ini.
  • Investor jangka panjang sebaiknya melanjutkan DCA pada level support saat ini, sambil menjaga keamanan aset (hardware wallet) dan memantau perkembangan regulasi.

Inti: Jika order‑book bid tetap menguasai pasar dan akumulasi on‑chain terus melaju, Bitcoin memiliki peluang tinggi menembus kembali ke area CME‑gap $80‑84 k dalam 2‑4 minggu ke depan, membuka jalur menuju zona $100 k pada paruh pertama 2026.


Semoga analisis ini membantu Anda menilai peluang dan risiko di pasar Bitcoin yang dinamis.