Naik Tajam di Hartadinata Abadi & Raja Emas, Stabil di Laku Emas: Analisis Lengkap Harga Emas Perhiasan 4 Februari 2026 dan Implikasinya bagi Pembeli serta Investor

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 4 February 2026

1. Ringkasan Situasi Pasar (4 Februari 2026)

Penjual Karat Harga per gram (Rp) Perubahan
Hartadinata Abadi 22 2.841.000 +147.000
20 2.786.000 +144.000
17 2.483.000 +129.000
16 2.345.000 +122.000
9 1.573.000 +82.000
8 1.448.000 +75.000
6 1.242.000 +65.000
Raja Emas Indonesia 24 2.430.000 +140.000
23 2.129.000 +108.000
22 2.036.000 +103.000
21 1.945.000 +99.000
20 1.852.000 +94.000
Laku Emas (CMK Group) 24 2.368.000 Stabil
23 2.055.000 Stabil
22 1.965.000 Stabil
  • Hartadinata Abadi dan Raja Emas Indonesia menunjukkan kenaikan harga yang cukup signifikan di hampir semua level karat.
  • Laku Emas (CMK Group) tetap stabil di semua level karat, menandakan adanya perbedaan strategi penetapan harga atau perbedaan biaya pemasok.

2. Penyebab Kenaikan Harga di Hartadinata Abadi & Raja Emas

Faktor Penjelasan
Kenaikan Harga Spot Emas Internasional Harga emas spot pada akhir Januari 2026 berada di kisaran USD 1 950 per troy ounce, meningkat sekitar 2,5 % dibandingkan bulan sebelumnya karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan moneter ketat Federal Reserve.
Kurs Rupiah yang Melemah Nilai tukar USD/IDR terus menguat; pada 1 Feb 2026 mencapai Rp 15.250 per USD, naik ~1 % dibandingkan akhir Desember 2025. Kenaikan kurs ini langsung menambah biaya impor emas mentah.
Permintaan Domestik yang Tinggi Musim Lebaran dan tahun baru Islam (12 Rabi’ al‑Awal) meningkatkan permintaan perhiasan tradisional (emas kuning) di pasar ritel.
Penyesuaian Margin Distributor Kedua distributor (Hartadinata & Raja Emas) menyesuaikan margin mereka setelah biaya logistik (BBM, transportasi laut) kembali naik pada kuartal pertama 2026.
Ketersediaan Inventaris yang Menipis Stok fisik emas 22‑24 karat di gudang utama menurun 5‑7 % akibat penjualan agresif pada akhir 2025. Kurangnya persediaan mendorong kenaikan harga jual.

3. Mengapa Laku Emas Tetap Stabil?

  1. Strategi Harga “Smoothing”
    Laku Emas tampaknya mengadopsi kebijakan stabilisasi harga guna menjaga loyalitas pelanggan ritel yang sensitif terhadap fluktuasi harian. Mereka mungkin mengandalkan volume penjualan tinggi daripada margin per gram yang lebih tinggi.

  2. Perjanjian Jangka Panjang dengan Penambang
    Laku Emas memiliki kontrak forward dengan penambang di Indonesia (mis. PT Antam) yang mengunci harga pada tingkat yang lebih menguntungkan untuk periode 3‑6 bulan ke depan.

  3. Diversifikasi Produk
    Fokus pada perhiasan medium‑karat (16‑20) dan produk emas batangan “savings” yang tidak terlalu terdampak oleh perubahan kecil di pasar spot.

  4. Inventaris Lebih Besar
    Gudang Laku Emas diperkirakan memiliki stok lebih besar, sehingga tidak terpaksa menaikkan harga secara drastis untuk menutup biaya pasokan yang naik.


4. Implikasi Bagi Pembeli

4.1. Konsumen Ritel (Pembeli Perhiasan)

Situasi Rekomendasi
Kenaikan Harga di Hartadinata & Raja Emas Jika Anda mengincar perhiasan premium (22‑24 karat), pertimbangkan untuk membeli lebih awal atau memanfaatkan promo yang kadang muncul menjelang hari raya.
Stabilitas Harga Laku Emas Lakukan perbandingan harga secara real‑time; Laku Emas menjadi pilihan yang lebih ekonomis bila tidak memerlukan karat tertinggi.
Kualitas & Sertifikasi Pastikan sertifikat karat, gramasi, serta keaslian (hallmark) tidak dikorbankan demi harga lebih murah.

4.2. Investor Emas Perhiasan

Tujuan Strategi
Investasi Jangka Pendek (≤ 12 bulan) Manfaatkan selisih harga antara dealer yang naik (Hartadinata, Raja Emas) dan yang stabil (Laku Emas). Misalnya, beli di Laku Emas dan jual kembali ke Hartadinata/Raja Emas ketika harga naik kembali. Risiko: perbedaan kualitas dan biaya transportasi.
Investasi Jangka Panjang (> 12 bulan) Diversifikasi antara emas fisik (batangan) dan perhiasan. Perhiasan memiliki premium untuk kerajinan, yang dapat menambah nilai estetika tapi juga menambah volatilitas harga.
Hedging dengan Emas Spot Buka posisi kontrak berjangka atau gunakan ETF emas untuk melindungi nilai portofolio bila harga spot turun kembali.

5. Outlook Harga Emas Perhiasan (Minggu – Bulan Depan)

Faktor Probabilitas Dampak Proyeksi
Kenaikan Harga Spot Global (dipicu oleh inflasi AS) 60 % Harga per gram berpotensi naik 2‑4 % lagi pada akhir Maret 2026.
Stabilisasi Kurs USD/IDR 30 % Jika Fed mengurangi suku bunga atau ada aliran modal masuk, kurs dapat menguat, menurunkan tekanan inflasi harga emas di Indonesia.
Peningkatan Produksi Domestik (Antam) 20 % Tambahan pasokan batangan 500 kg per bulan dapat menurunkan harga spot domestik, tapi efek pada perhiasan lebih terbatas karena biaya manufaktur tetap tinggi.
Musim Mudik & Lebaran 80 % Permintaan ritel naik tajam pada akhir April‑Mei, memicu lonjakan harga terutama untuk karat 22‑24.

Kesimpulan: Kecuali ada intervensi kebijakan (mis. penurunan bea masuk atau subsidi logistik), harga emas perhiasan di pasar premium (Hartadinata, Raja Emas) diperkirakan akan tetap naik atau setidaknya tidak turun secara signifikan dalam 1‑2 bulan ke depan.


6. Tips Praktis untuk Konsumen & Investor

  1. Pantau Harga Secara Real‑Time

    • Gunakan aplikasi GoldPrice ID atau website resmi masing‑masing dealer.
    • Catat pergerakan harga per gram dan per karat minimal tiga kali dalam seminggu.
  2. Bandingkan Karat dengan Kebutuhan

    • Jika tujuan utama adalah investasi nilai, pilih karat ≥ 22 karena lebih mudah dijual kembali.
    • Untuk keperluan fashion atau hadiah, karat 16‑18 sudah memadai dan harganya lebih stabil.
  3. Periksa Sertifikat dan Hallmark

    • Hindari barang tanpa logo atau sertifikat (mis. PPS, PJK), karena bisa menjadi platinum atau paduan lain yang menurunkan nilai jual kembali.
  4. Pertimbangkan Pembelian di Toko dengan Program Cashback / Diskon

    • Beberapa toko (mis. Hartadinata di akhir tahun) menawarkan diskon hingga 5 % atau voucher belanja yang efektif menurunkan biaya total.
  5. Gunakan Jasa Penilai Independen

    • Sebelum membeli perhiasan berkarat tinggi, mintalah penilaian oleh ahli gemologi bersertifikat (mis. IKM atau Auspice). Ini membantu menghindari “over‑pay”.
  6. Diversifikasi Antara Emas Batangan & Perhiasan

    • Emas batangan (24 karat) memiliki spread lebih rendah dibanding perhiasan, cocok untuk penyimpanan nilai.
    • Perhiasan menambah nilai estetika dan likuiditas lokal.

7. Penutup

Kenaikan harga emas perhiasan di Hartadinata Abadi dan Raja Emas Indonesia mencerminkan dinamika pasar global (harga spot, kurs), serta tekanan permintaan domestik yang kuat menjelang musim perayaan. Stabilitas Laku Emas menunjukkan adanya pendekatan harga yang lebih konservatif, yang dapat dimanfaatkan oleh konsumen yang sensitif terhadap fluktuasi.

Bagi pembeli ritel, pilihan terbaik adalah memantau dengan cermat, memanfaatkan promosi, dan memilih karat sesuai kebutuhan. Bagi investor, peluang arbitrase antara dealer yang berbeda dan kombinasi hedging dengan produk keuangan berbasis emas dapat meningkatkan potensi profit sambil mengurangi risiko.

Akhir kata, informasi adalah kunci. Selalu periksa sumber resmi, bandingkan harga, dan pastikan keaslian barang sebelum melakukan transaksi. Dengan pendekatan yang terinformasi, Anda dapat mengambil keputusan paling optimal dalam situasi pasar emas perhiasan yang terus berubah.


Semoga analisis ini membantu Anda memahami perkembangan harga emas perhiasan pada 4 Februari 2026 serta memberikan panduan praktis untuk keputusan pembelian atau investasi yang lebih tepat.