IHSG Pekan Pertama Agustus 2026 Menguat 2,78% Dipicu Sentimen Domestik dan Aliran Asing Net Buy

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 10 August 2026
IHSG Pekan Pertama Agustus 2026 Menguat 2,78% Dipicu Sentimen Domestik dan Aliran Asing Net Buy

IHSG Pekan Pertama Agustus 2026 Menguat 2,78% Dipicu Sentimen Domestik dan Aliran Asing Net Buy

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama pekan pertama Agustus 2026 (3–7 Agustus) menunjukkanMomentum positif yang konsisten, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan pada level 6.409,654. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 2,78% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya pada level 6.236,126, menurut data IDX Weekly Statistics yang dikutip oleh RRI.co.id.

Gerakan naik ini dimulai pagi Senin, 3 Agustus, ketika IHSG bereksekusi di level 6.324,497 setelah menggain 1,42% dari tutupan pekan lalu. Selasa lalu terjadi koreksi kecil sebesar 0,08% menutup di 6.319,613, sebelum indeks kembali bergerak naik Rabu (0,50% ke 6.351,139) dan cukup stabil pada Kamis (6.343,711). Momentum pembuyaran akhirnya kembali kuat pada Jumat, 7 Agustus, dengan IHSG melesat 1,04% dalam satu sesi perdagangan dan menutup di level puncak pekan tersebut.

Data dari BEI menunjukkan volume perdagangan selama periode 3–7 Agustus 2026 mencapai sekitar 199,739 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp76,89 triliun. Aktivitas perdagangan harian naik signifikan sebesar 32,98% sementara frekuensi transaksi meningkat 27,62%, menurut laporan Bisnis.com yang diterbitkan 7 Agustus.

Sisi investor manca negara menunjukkan dinamika yang menarik. Meski secara kumulatif sejak awal 2026 investor asing masih mencatat net sell sebesar Rp71,29 triliun, pada Jumat (7 Agustus) mereka tercatat net buy sebesar Rp1,24 triliun — aliran masuk iniMenjadi salah satu pendorong utama penutupan pekan yang positif. Analis dari Pasardana.id menyoroti bahwa support IHSG saat ini berada di kisaran 6.300–6.320 dan resistensi di 6.380–6.420, dengan indikator teknikal masih menguat jika indeks mampu menahan level di atas 6.300.

Dalam konteks makroekonomi, data terkini menunjukkan stabilitas nilai tukar rupiah yang mulai membaik. Kompas melaporkan bahwa pada penutupan perdagangan Jumat, 7 Agustus, rupiah berhasil berbalik menguat terhadap dollar AS sebesar 26 poin (0,15%) ke level Rp17.897 per dollar AS. Pergerakan ini sesuai dengan data Bank Indonesia yang menyatakan indeks harga konsumen (IHK) Juli 2026 mengalami deflasi bulanan sebesar 0,14%, sehingga inflasi tahunan (year-on-year) tercatat 2,88% — masih berada dalam kisaran sasaran BI sebesar 2,5±1%.

Deflasi bulanan yang dialami dua kali dalam tahun ini (Januari dan Juli 2026) mengurangi tekanan inflasi dan memberikan ruang bagi kebijakan moneter yang lebih accommodatif, yang pada gilirannya menambah minat investor terhadap aset berisiko seperti saham. Meskimi tantangan global seperti fluktuasi harga minyak dan ketidakpastian di pasar utama masih ada, kombinasi data domestik yang lebih baik dan aliran asing net buy harian telah menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk pasar modal Indonesia pada awal Agustus 2026.

Dalamjat pekan berikutnya, investor disarankan tetap memantau data inflasi bulanan, beslut suku bunga BI, serta perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi aliran dana asing. Untuk الآن, tren IHSG yang menguat selama tiga hari beruntun (Senin–Jumat) memberikan optimisme jangka pendek bahwa indeks dapat menguji level resistensi sekitar 6.400–6.420 jika momentum pembeli bertahan.

Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan data terkini dari sumber-sumber belajar publikasi incluindo RRI.co.id, Bisnis.com, Pasardana.id, Kompas, dan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Bank Indonesia, semua terbitan bulan Agustus 2026.

Tags Terkait