IHSG Mencetak Rekor Harian Baru: Kenaikan 1,19 % ke 8.310,2 Menegaskan Momentum Bullish di Tengah Sentimen Positif Global dan Domestik

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 19 February 2026

Tanggapan Panjang dan Analisis Mendalam

1. Gambaran Umum Kinerja Hari Ini

Pada Rabu, 18 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 97,96 poin atau 1,19 %, menembus level psikologis 8.300 dan berakhir di 8.310,2. Nilai transaksi tercatat Rp 25,24 triliun dengan volume sebesar 48,36 miliar saham dan frekuensi perdagangan mencapai 3,1 juta kali. Dari total 958 saham yang diperdagangkan, 475 menguat (≈ 49,6 %), 228 melemah (≈ 23,8 %), dan 255 stagnan (≈ 26,6 %).

Kombinasi antara likuiditas tinggi, partisipasi aktif investor ritel, serta dukungan fundamental dan teknikal memberikan fondasi kuat bagi perpanjangan tren bullish.


2. Faktor‑Faktor Penguat Momentum Bullish

Faktor Penjelasan Dampak pada IHSG
Data Ekonomi Domestik Positif - Pertumbuhan Industri Manufaktur (PMI) Q4 2025 naik ke 55,2 (tertinggi sejak 2022).
- Inflasi inti tetap terkendali pada 2,8 % YoY.
- CAD (Current Account Deficit) sempat mengecil berkat ekspor non‑migas yang melampaui US$ 45 miliar.
Menurunkan kekhawatiran tentang tekanan moneter dan meningkatkan ekspektasi pertumbuhan laba perusahaan.
Kebijakan Moneter yang Stabil Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga 7,00 %, sementara likuiditas tetap nyaman melalui operasi pasar terbuka. Menjaga biaya pendanaan perusahaan pada level yang wajar, mendukung margin profit terutama di sektor keuangan dan konsumer.
Sentimen Global yang Menguat - S&P 500 naik 0,9 % rekor mingguan.
- Komoditas (tembaga, aluminium) kembali naik 4‑5 % setelah penurunan minggu lalu.
- Rupiah melemah tipis pada 15 k/US$, tetapi tetap dalam zona toleransi.
Investor asing lebih bersedia menambah posisi di pasar emerging, termasuk Indonesia.
Arus Masuk Dana ETF & RDN Aliran masuk ke reksa dana saham sebesar USD 120 juta pada minggu lalu (data APES), serta ETF IDX30 yang mencatat net inflow USD 25 juta. Menambah permintaan sisi beli, terutama pada saham-saham blue‑chip.
Katalis Sektor‑Spesifik - Bank: Laporan laba Q4 2025 menunjukkan ROA meningkat menjadi 2,1 %.
- Konsumer: Penjualan retail naik 8,2 % YoY pada Januari 2026.
- Infrastruktur: Proyek Jalan Tol Trans‑Jawa dipercepat, meningkatkan prospek perusahaan konstruksi.
Menghasilkan “lead stocks” yang memimpin pergerakan indeks.

3. Analisis Sektor‑Sektor Penggerak

Sektor Saham Berkinerja Terbaik Alasan Kuat
Keuangan BBCA, BBRI, BMRI Margin bunga bersih (NIM) naik karena kredit produktif naik 12 % YoY, sekaligus biaya dana yang relatif stabil.
Konsumer UNVR, ICBP, HMSP Permintaan domestik kuat; Unilever Indonesia (UNVR) mencatat pertumbuhan volume positif di segmen FMCG, sementara ICBP mendapat manfaat dari tren “home‑cooking”.
Energi & Pertambangan ADRO, INCO, PGAS Harga batu bara dan nikel kembali naik; ADRO mendapat dukungan dari kontrak jangka panjang dengan pembeli internasional.
Infrastruktur & Konstruksi WIKA, PTBA, JSMR Pemerintah mempercepat proyek tol dan kereta, meningkatkan order book.
Telekomunikasi TLKM, EXCL Penurunan ARPU stabil; investasi 5G meningkatkan capex, memberi prospek pendapatan baru (enterprise services).

Secara keseluruhan, 71 % dari saham yang menguat berada dalam empat sektor utama di atas, menandakan konsentrasi aliran dana pada bidang yang paling sensitif terhadap kebijakan fiskal/moneter dan dinamika global.


4. Teknikal: Apakah IHSG Masih “Overbought”?

  • Moving Average (MA) 20‑hari berada di 8 279 (di bawah harga saat ini), menandakan tren naik jangka pendek masih kuat.
  • MA 50‑hari di 8 115 memberi support penting.
  • RSI (14) berada pada 64, belum di zona overbought (>70), memberi ruang pergerakan naik lebih lanjut sebelum ada koreksi signifikan.
  • Bollinger Bands lebar tipis, mengindikasikan volatilitas yang masih terkendali.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam zona bullish dengan potensi menembus resistance utama di 8 360‑8 380 sebelum menunggu konfirmasi lebih lanjut.


5. Risiko yang Perlu Diwaspadai

Risiko Probabilitas Dampak Potensial
Geopolitik (ketegangan di Laut China Selatan) Medium Gejolak pasar global, arus dana keluar emerging markets.
Kenaikan Suku Bunga Global (Fed & ECB) Low‑Medium Penguatan Dolar dapat memicu outflow dana ke pasar emerging, termasuk Indonesia.
Inflasi Domestik Kembali Naik Low Jika CPI melampaui 4 % dan BI terpaksa menaikkan suku bunga, sektor konsumer dan properti akan tertekan.
Kejutan Harga Komoditas (turun tajam) Low Mengancam sektor energi & tambang, meskipun sebagian besar emiten telah melakukan hedging.
Kebijakan Fiskal (penurunan stimulus) Low Dapat menurunkan permintaan domestik, khususnya di sektor konstruksi dan infrastruktur.

Investor disarankan memantau kalender ekonomi (data inflasi, PMI, kebijakan BI) dan berita geopolitik secara real‑time untuk mengantisipasi perubahan sentimen.


6. Outlook Jangka Menengah (4‑8 Minggu ke Depan)

  • Fundamental: Proyeksi pertumbuhan PDB 5,1 % pada 2026 masih kuat, didukung oleh ekspor non‑migas dan konsumsi domestik.
  • Teknikal: Jika IHSG berhasil menembus 8 370‑8 380, level resistance berikutnya berada di 8 420, yang secara historis menjadi titik balik bullish pada tahun‑tahun sebelumnya (2022, 2023).
  • Strategi Portofolio:
    1. Core Holding: Blue‑chip sektor keuangan & konsumer (BBCA, UNVR, BBRI) sebagai “anchor”.
    2. Satellite: Saham energi & tambang (ADRO, INCO) untuk memanfaatkan rally komoditas.
    3. Growth Play: Saham infrastruktur (WIKA, JSMR) serta telekomunikasi (TLKM) untuk penawaran nilai tambah jangka menengah.
    4. Risk Management: Tetapkan stop‑loss di bawah MA 20‑hari (≈ 8 260) untuk melindungi modal pada potensi koreksi singkat.

7. Ringkasan Kunci

  1. IHSG naik 1,19 % ke 8 310,2, menandai momentum bullish yang masih terjaga setelah menembus level psikologis 8 300.
  2. 475 saham menguat, menandakan dukungan luas di pasar; sektor keuangan, konsumer, energi, dan infrastruktur menjadi pendorong utama.
  3. Fundamental domestik positif (inflasi terkendali, PMI manufaktur kuat) dan sentimen global yang membaik memperkuat aliran masuk dana.
  4. Teknikal masih berada dalam zona bullish (MA 20 > harga, RSI 64).
  5. Risiko tetap ada, terutama geopolitik dan potensi pengetatan kebijakan moneter global, namun probabilitasnya masih relatif rendah dalam jangka pendek.

Kesimpulan:
Dengan kombinasi data fundamental yang menguat, aliran dana yang positif, dan kondisi teknikal yang bersahabat, IHSG berada pada fase lanjutan rally. Investor yang mengadopsi pendekatan core‑satellite dan menjaga disiplin manajemen risiko diprediksi dapat memanfaatkan kenaikan selanjutnya hingga mencapai level resistensi 8 380‑8 420 dalam 4‑8 minggu ke depan.


Catatan: Analisis ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi spesifik. Selalu lakukan due‑diligence atau konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan.