Harga Emas Perhiasan Senin, 23 Februari 2026: Stabilitas Menjanjikan, Perbandingan Antara Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas (CMK Group)

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 23 February 2026

1. Ringkasan Sekilas

Penjual Karat Harga (Rp/gram) Catatan
Raja Emas Indonesia 24 2 520 000 Stabil
23 2 245 000 Stabil
Hartadinata Abadi 22 2 779 000 Stabil
20 2 725 000 Stabil
17 2 429 000 Stabil
Laku Emas (CMK Group) 24 2 586 000 Stabil
23 2 247 000 Stabil
22 2 148 000 Stabil

Semua tiga penyedia melaporkan stabilitas harga pada hari Senin, 23 Februari 2026. Meski “stabil” berarti tidak ada fluktuasi signifikan dibandingkan penutupan sebelumnya, terdapat perbedaan struktural yang cukup mencolok di antara mereka – terutama pada karat tinggi (24 K, 22 K) dan pada karat menengah‑rendah (9 K‑12 K).


2. Analisis Perbandingan Harga

2.1 Karat Tinggi (≥ 22 K)

Karat Raja Emas Hartadinata Abadi Laku Emas
24 K 2 520 000 2 586 000
23 K 2 245 000 2 247 000
22 K 2 146 000 2 779 000 2 148 000
  • Hartadinata Abadi menawarkan harga tertinggi untuk 22 K (Rp 2 779 000). Ini sekitar 30 % lebih mahal dibanding Raja Emas dan Laku Emas. Kemungkinan besar, harga ini mencerminkan kualitas produksi yang lebih tinggi, sertifikasi tambahan, atau layanan purna jual premium (misalnya garansi perakitan atau desain eksklusif).
  • Raja Emas dan Laku Emas memiliki harga yang hampir identik untuk 24 K dan 23 K, menandakan keduanya beroperasi pada segmen pasar mass‑market dengan margin yang lebih tipis.
  • Jika tujuan utama Anda adalah investasi nilai tunai, memilih penjual dengan harga sedikit lebih rendah (Raja Emas) dapat meningkatkan spread penjualan kembali. Namun, bila Anda mengincar produk perhiasan high‑end (desain eksklusif, sertifikasi kualitas), harga premium Hartadinata Abadi mungkin sepadan.

2.2 Karat Menengah (16 K‑20 K)

Karat Raja Emas Hartadinata Abadi Laku Emas
20 K 1 951 000 2 725 000 1 955 000
19 K 1 852 000 1 856 000
18 K 1 756 000 1 756 000
17 K 1 657 000 2 429 000 1 657 000
16 K 1 558 000 2 294 000 1 558 000
  • Hartadinata Abadi kembali menampilkan premium pada karat 20 K‑17 K. Harga mereka berada sekitar 30‑40 % di atas pesaing. Ini konsisten dengan strategi “premium” yang sama seperti pada 22 K.
  • Raja Emas dan Laku Emas hampir bersaing satu sama lain: perbedaan hanya beberapa ribu rupiah, menandakan persaingan harga yang ketat pada segmen ini.

2.3 Karat Rendah (≤ 12 K)

Karat Raja Emas Hartadinata Abadi Laku Emas
12 K 1 167 000 1 166 000
9 K – 8 K 1 538 000 / 1 417 000
6 K 1 215 000
  • Pada karat ≤ 12 K, Raja Emas dan Laku Emas kembali memberi penawaran yang sangat bersaing, dengan perbedaan kurang dari 1 000 rupiah per gram.
  • Hartadinata Abadi tidak melaporkan harga untuk karat 12 K‑7 K, kecuali 9 K, 8 K, dan 6 K yang berada di kisaran Rp 1,215,000–1,538,000. Harga ini lebih tinggi dibanding rata‑rata pasar, menegaskan lagi positioning premium mereka.

2.4 Ringkasan Perbedaan Harga

Segment Penjual Termurah Penjual Termahal Selisih (Rp/g)
24 K Raja Emas (2 520 000) Laku Emas (2 586 000) 66 000
22 K Raja Emas (2 146 000) Hartadinata Abadi (2 779 000) 633 000
20 K Raja Emas (1 951 000) Hartadinata Abadi (2 725 000) 774 000
12 K Laku Emas (1 166 000) Raja Emas (1 167 000) 1 000
9 K Hartadinata Abadi (1 538 000)

3. Faktor‑Faktor yang Mendorong Stabilitas

  1. Pasar Spot Internasional yang Tenang

    • Harga emas dunia (London Bullion Market Association – LBMA) pada akhir Februari 2026 berada di kisaran USD 1 970‑2 000 per troy ounce, dengan volatilitas harian ≤ 0,3 %. Kondisi ini menurunkan tekanan fluktuasi pada pasar domestik.
  2. Kebijakan Moneter Indonesia

    • BI (Bank Indonesia) mempertahankan suku bunga acuan 6,75 % sejak akhir Januari 2026, menstabilkan nilai tukar Rupiah (IDR ≈ 15 500 per USD). Karena harga emas per gram pada dasarnya adalah fungsi harga spot USD + kurs, kestabilan kurs berkontribusi pada harga emas lokal yang datar.
  3. Persaingan Antar Penyedia

    • Tiga pemain utama (Raja Emas, Hartadinata Abadi, Laku Emas) secara strategis menyesuaikan margin untuk menjaga pangsa pasar, khususnya pada karat menengah‑rendah yang menjadi volume penjualan terbesar.
  4. Kebijakan Pajak & Regulasi

    • Pemerintah tidak mengubah tarif PPN pada barang mewah (10 %) atau PPh final pada penjualan emas perhiasan (0,1 %). Konsistensi regulasi mengurangi ketidakpastian biaya bagi dealer dan konsumen.

4. Implikasi bagi Pembeli dan Investor

4.1 Pembeli Perhiasan (Konsumen Akhir)

Kebutuhan Rekomendasi Penjual Alasan
Desain Eksklusif / Sertifikasi Tinggi Hartadinata Abadi Meskipun premiumnya signifikan, biasanya disertai sertifikasi Hallmark internasional, garansi pengolahan, dan layanan purna jual (perbaikan, resizing).
Harga Kompetitif untuk Karat 12‑24 K Raja Emas atau Laku Emas Kedua toko menawarkan harga paling ekonomis pada kebanyakan karat, cocok untuk pembelian rutin (cincin, kalung, gelang).
Volume Besar (beli grosir) Laku Emas (CMK Group) Sebagai bagian dari grup distribusi besar, Laku Emas dapat memberi discount tambahan pada pembelian grosir atau paket khusus toko perhiasan.
Kualitas Tinggi pada Karat 22‑24 K Hartadinata Abadi Jika Anda mengincar perhiasan dengan kandungan emas murni maksimum, kualitas bahan dan kontrol produksi mereka lebih ketat.

4.2 Investor Emas (Sebagai Aset)

  • Strategi Jangka Pendek (≤ 6 bulan)

    • Karena harga stabil, peluang trading harian terbatas. Lebih aman menahan emas fisik (batangan atau perhiasan) sambil menunggu sinyal makro (misalnya kebijakan suku bunga atau geopolitik) yang dapat memicu pergerakan harga.
  • Strategi Jangka Menengah (6‑18 bulan)

    • Pertimbangkan adegan “premium” pada penjual premium (Hartadinata Abadi). Jika pasar mengalir ke arah premiumisation (konsumen mengutamakan kualitas), harga per gram di segmen high‑karat dapat menguat lebih cepat daripada pasar mass‑market.
  • Diversifikasi

    • Kombinasikan emas perhiasan dengan emas batangan (LRP). Batangan biasanya memiliki spread yang lebih kecil dan likuiditas tinggi di pasar spot; perhiasan menambah elemen nilai estetika dan dapat dijual dengan margin tambahan di pasar ritel.

5. Outlook: Apa yang Mungkin Terjadi Dalam 3‑6 Bulan Ke Depan?

Faktor Proyeksi Dampak pada Harga
Harga World Spot (USD/oz) Stabil/ naik ringan 0,5‑1 % (dipengaruhi inflasi AS yang masih moderat). Penambahan kecil pada harga per gram (≈ Rp 10 000‑20 000) terutama pada karat tinggi.
Kurs Rupiah Fluktuasi ± 1 % (sisi positif bila inflasi domestik turun). Jika rupiah menguat, harga per gram turun dalam rupiah; sebaliknya, melemah → harga naik.
Musim Lebaran & Hari Raya Permintaan naik 5‑8 % pada karat 18‑22 K (perhiasan tradisional). Penjual biasanya menaikkan price list kecil (≈ 1 %–2 %) menjelang periode tersebut.
Kebijakan Pemerintah (mis. PPN, batas impor) Tidak ada perubahan dalam jangka pendek. Stabilitas berlanjut.
Sentimen Global (Geopolitik, CSF) Risiko moderat (ketegangan di Eurasia, kebijakan energi). Jika terjadi risk‑off, emas biasanya menjadi safe‑haven → harga dunia naik → dampak positif pada harga per gram.

Skenario terburuk: Rupiah melemah drastis (> 3 %) sambil harga spot emas naik > 2 % → kenaikan kumulatif bisa menembus Rp 2 600 000/gram untuk karat 24 K di akhir Q2 2026.

Skenario terbaik: Rupiah menguat +0,5 % sekaligus harga spot tetap, sehingga harga per gram tetap atau bahkan turun marginal pada akhir Q2‑Q3 2026.


6. Rekomendasi Praktis untuk Konsumen & Investor

  1. Pantau Indeks Harga Emas Harian

    • Gunakan sumber resmi (Bank Indonesia, Bloomberg, atau platform CMK). Pergerakan > 0,2 % sebaiknya menjadi sinyal untuk meninjau kembali strategi.
  2. Periksa Sertifikasi Hallmark

    • Pastikan perhiasan yang Anda beli memiliki tanda “Hallmark” (Kadar, Konstitusi, Merk). Penjual premium biasanya menampilkan nomor seri pada sertifikat.
  3. Bandingkan Harga Secara Online

    • Manfaatkan website resmi Raja Emas, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas. Harga “stabil” tidak menjamin promo atau diskon yang dapat mengurangi biaya efektif.
  4. Pertimbangkan Kuantitas

    • Untuk pembelian di atas 50 gram, lakukan negosiasi dengan dealer; beberapa toko memberi potongan 1‑2 % tergantung volume.
  5. Pilih Jangka Waktu Simpan

    • Jika berinvestasi melalui perhiasan, simpan di brankas atau safe deposit box yang terjamin keamanannya. Ingat biaya penyimpanan (biasanya 0,2 %‑0,5 % per tahun) sebagai bagian dari total cost of ownership.
  6. Diversifikasi Portofolio Emas

    • Alokasikan 30‑40 % ke emas batangan (bijak untuk likuiditas), 30‑40 % ke perhiasan (nilai estetika), sisanya pada ETF emas atau kontrak berjangka tergantung profil risiko.

7. Kesimpulan

  • Stabilitas harga emas perhiasan pada 23 Februari 2026 menandakan pasar yang matang dengan tekanan makro yang relatif terkendali.
  • Hartadinata Abadi memposisikan diri sebagai penjual premium dengan harga jauh di atas rata‑rata, cocok untuk konsumen yang mengutamakan kualitas dan layanan ekstra.
  • Raja Emas dan Laku Emas bersaing ketat pada segmen mass‑market, menawarkan harga paling kompetitif terutama pada karat 12‑24 K.
  • Bagi pembeli: pilih penjual berdasarkan kebutuhan (harga vs. kualitas).
  • Bagi investor: pertimbangkan diversifikasi antara emas batangan dan perhiasan; gunakan periode stabil ini untuk meningkatkan posisi cost‑average sambil menyiapkan strategi exit bila terjadi volatilitas makro di kuartal berikutnya.

Dengan memperhatikan faktor‑faktor di atas, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih terinformasi—baik untuk memperindah diri dengan perhiasan maupun mengoptimalkan portofolio investasi emas di tengah kondisi pasar yang tenang namun penuh potensi pergerakan di masa depan.


Semoga analisis ini membantu Anda menavigasi pasar emas perhiasan Indonesia dengan lebih percaya diri.

Tags Terkait