Kenaikan Tajam Harga Emas & Perak pada Februari 2026: Penyebab, Dampak, dan Skenario Prediksi untuk Pekan Depan

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 8 February 2026

Tanggapan Panjang

1. Ringkasan Pergerakan Pasar (6‑7 Februari 2026)

Instrumen Harga per ons (USD) Perubahan Mingguan Catatan Penting
Emas US $ 5 530  + 2,8 % (setelah penurunan ~‑4 % pada 5 Feb) Rebound dipicu “bargain hunting”, dolar lemah, dan geopolitik AS‑Iran yang masih bergejolak.
Perak US $ 69,5  + 3,1 % Pola yang hampir bersamaan dengan emas, didorong oleh spekulasi safe‑haven dan permintaan industri yang stabil.
  • Volatilitas tinggi tetap menjadi karakteristik utama: emas sempat menembus rekor US $ 5 500/ons pada awal pekan, lalu mengalami koreksi tajam sebelum kembali naik.
  • Dolar AS berada dalam fase “lemah tipis” (USD Index ≈ 101), memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia yang biasanya bergerak berlawanan arah dengan mata uang tersebut.
  • Geopolitik: Perbincangan mediatori Oman antara Washington dan Tehran meningkatkan kecemasan pasar, memicu permintaan aset safe‑haven.

2. Analisis Penyebab Kenaikan

Faktor Dampak Langsung Penjelasan
Bargain Hunting Memicu kenaikan permintaan spot Setelah penurunan tajam pada 5 Feb, trader ritel dan institusi melihat “diskon” relatif terhadap level US $ 5 500, sehingga menambah posisi beli.
Dolar AS Lemah Memperkuat harga logam Karena emas dan perak diperdagangkan dalam USD, setiap penurunan nilai dolar meningkatkan daya beli pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Ketegangan AS‑Iran Safe‑haven demand Kekhawatiran atas potensi konflik atau sanksi baru meningkatkan kecenderungan investor beralih ke aset yang tidak berkorelasi dengan pasar ekuitas.
Data Ekonomi AS Menurunkan momentum AS‑Dollar Beberapa data inflasi dan tenaga kerja yang lebih lemah dari ekspektasi memperlambat ekspektasi kenaikan suku bunga Fed, menurunkan daya tarik dolar.
Permintaan Industri (khusus perak) Menambah tekanan bullish Perak tetap penting bagi sektor elektronik, panel surya, dan kendaraan listrik; prospek produksi energi terbarukan yang kuat menambah dukungan harga.

3. Prediksi Harga Pekan Depan (10‑13 Februari 2026)

Skenario Harga Emas (US $/ons) Harga Perak (US $/ons) Probabilitas
Bullish – Dolar tetap lemah + eskalasi geopolitik 5 560‑5 580 70‑71 45 %
Neutral – Volatilitas mereda, data ekonomi campuran 5 520‑5 540 68‑69 35 %
Bearish – Dollar rebound tajam + penurunan tensi politik 5 480‑5 500 66‑67 20 %

Catatan: Prediksi bersifat indikatif dan bergantung pada faktor makro‑ekonomi serta peristiwa geopolitik yang dapat berubah secara cepat.


4. Implikasi Bagi Investor

Aspek Insight Rekomendasi Umum (bukan saran personal)
Portofolio Diversifikasi Logam mulia tetap menjadi penopang diversifikasi dalam situasi pasar yang tidak pasti. Pertimbangkan alokasi kecil‑menengah (mis. 5‑10 % total aset) ke emas/ perak, baik melalui fisik, ETF, atau kontrak berjangka, tergantung likuiditas dan toleransi risiko.
Risk Management Volatilitas dapat berbalik arah dalam hitungan hari. Gunakan stop‑loss atau level target profit yang jelas, terutama bagi trader jangka pendek.
Horizon Investasi Investor jangka panjang yang mengincar lindung nilai inflasi dapat menahan posisi. Evaluasi kembali ekspektasi inflasi Indonesia dan global; bila inflasi tetap tinggi, logam mulia dapat menambah nilai real.
Keterkaitan dengan Saham Kenaikan logam mulia biasanya berlawanan arah dengan saham berisiko tinggi. Pada hari‑hari geopolitik tegang, alihkan sebagian alokasi ke safe‑haven; pada fase pemulihan ekonomi, pertimbangkan rotasi ke sektor ekuitas.
Regulasi & Pajak Di Indonesia, pajak atas gold bullion (PPN 0 % untuk jual beli di bursa), namun ada PPh final 0,1 % untuk penjualan emas fisik. Pastikan kepatuhan perpajakan dan catat transaksi dalam catatan keuangan untuk audit.

5. Analisis Dampak pada Sektor Lain

  1. Sektor Pertambangan

    • PT Aneka Tambang (ANTM) dan PT Timah (TMHP) dapat merasakan peningkatan margin jika harga logam mulia terus naik. Namun, beban operasional dan fluktuasi nilai tukar rupiah tetap menjadi variabel penting.
  2. Bank & Sekuritas

    • Permintaan produk derivatif (futures, options) pada komoditas logam mulia naik, meningkatkan volume perdagangan di bursa berjangka (BM) serta pendapatan komisi bagi broker.
  3. Industri Manufaktur

    • Harga perak yang naik dapat menambah biaya produksi bagi industri elektronik, panel surya, dan kendaraan listrik. Namun, karena perak hanya ~10 % dari total biaya bahan baku, dampaknya relatif terbatas.
  4. Investasi Ritel

    • Produk tabungan emas digital (mis. aplikasi keuangan) mencatat lonjakan pendaftaran, menandakan minat konsumen untuk “hedge” nilai uang di tengah inflasi domestik yang masih tinggi (~5‑6 % YoY).

6. Catatan Penting & Peringatan

  • Tidak ada jaminan kesinambungan tren: Logam mulia sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter (mis. keputusan Fed), data ekonomi penting, serta peristiwa geopolitik yang tak terduga.
  • Kendalikan eksposur: Hindari menempatkan seluruh portofolio pada satu komoditas; diversifikasi dengan aset lain (obligasi, properti, ekuitas) tetap krusial.
  • Perhatikan biaya transaksi: Bagi investor ritel yang bertransaksi melalui platform digital, biaya spread dan biaya penyimpanan (jika fisik) dapat memakan sebagian return.
  • Konsultasi profesional: Sebelum menambah posisi signifikan, diskusikan dengan penasihat keuangan yang memahami profil risiko pribadi dan tujuan investasi Anda.

7. Ringkasan Keseluruhan

  • Kenaikan harga emas dan perak pada awal Februari 2026 didorong oleh kombinasi bargain hunting, pelemahan dolar AS, dan ketegangan geopolitik antara AS‑Iran.
  • Volatilitas tetap tinggi; pasar masih mencari arah definitif, namun sentimen safe‑haven masih kuat.
  • Prediksi pekan depan mengindikasikan kemungkinan pergerakan dalam kisaran US $ 5 520‑5 580 untuk emas dan US $ 68‑71 untuk perak, tergantung pada evolusi dolar dan geopolitik.
  • Bagi investor, logam mulia tetap menjadi komponen penting dalam strategi diversifikasi, terutama bila dipadukan dengan manajemen risiko yang disiplin dan pemahaman atas faktor makro yang mempengaruhi harga.

Dengan mengikuti perkembangan data ekonomi AS, pergerakan USD Index, serta berita geopolitik, investor dapat menyesuaikan alokasi logam mulia secara dinamis untuk menyeimbangkan potensi upside dan risiko downside pada portofolio mereka.


Tags Terkait