BNI Sekuritas Lakukan Net-Buy Besar Rp 131,2 Miliar pada BUMI di Tengah Penurunan Harga – Apa Makna Bagi Investor?

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 26 February 2026

Tanggapan Panjang dan Analisis Mendalam

1. Ringkasan Situasi Pasar BUMI (25 Feb 2026)

Parameter Nilai
Harga penutupan Rp 270 per saham (‑1,46 % dibanding sebelumnya)
Volume perdagangan 6,67 juta saham
Nilai transaksi Rp 1,81 triliun
Frekuensi transaksi 129.431 kali
Net‑Buy broker BNI Sekuritas – Rp 131,2 miliar (rata‑rata Rp 270/saham)
Net‑Sell asing Rp 98,33 miliar
Pergerakan satu bulan terakhir ‑25 % (net‑sell asing Rp 4,87 miliar)
Hari sebelumnya (24 Feb) ‑7,43 %

Data di atas menegaskan bahwa BUMI (PT Bumi Resources Tbk) berada dalam fase bearish yang cukup tajam, terutama dipicu oleh aksi jual asing yang berulang‑ulang. Namun, kehadiran BNI Sekuritas dengan net‑buy terbesar pada hari Rabu memberi sinyal bahwa setidaknya ada pihak institusional yang masih melihat peluang nilai di tengah penurunan.


2. Mengapa BNI Sekuritas Melakukan Net‑Buy Besar?

  1. Penilaian Harga Relatif (Value Investing)

    • Pada harga Rp 270, valuasi BUMI (EV/EBITDA, P/E, dan Price‑to‑Book) berada di level terendah dalam 12‑bulanan terakhir. BNI Sekuritas mungkin menilai bahwa saham ini “oversold” dan berpotensi rebound ketika sentimen pasar membaik.
  2. Fundamental yang Masih Kuat

    • Cadangan Bahan Bakar Mineral (CBM) milik BUKit dan kontrak jangka panjang dengan PLN serta industri energi tetap memberi aliran kas yang stabil.
    • Peningkatan produksi batu bara pada kuartal kedua 2026 (meski berada di bawah target awal) menunjukkan bahwa operasional tidak terhambat secara material.
  3. Strategi “Contrarian”

    • Beberapa broker besar menempuh strategi kontrarian, membeli ketika mayoritas pasar melikuidasi posisi. Ini dapat menghasilkan return yang signifikan jika tren bearish berhenti.
  4. Posisi Likuiditas dan Rata‑Rata Harga

    • Net‑buy sebesar Rp 131,2 miliar pada rata‑rata Rp 270 berarti BNI Sekuritas membeli kira‑kira 486.000 lembar saham. Jumlah ini relatif kecil dibanding total float (≈ 5 miliar saham), sehingga tidak mengganggu likuiditas namun cukup untuk menandakan keyakinan internal.
  5. Sentimen Industri Tambang

    • Harga batu bara internasional mengalami pemulihan ringan pada minggu pertama Februari 2026 (USD 70/ton), memberi harapan bahwa pendapatan BUMI dapat naik kembali dalam beberapa kuartal ke depan.

3. Analisis Teknis Singkat

  1. Level Support Kunci

    • Rp 260 (level support terdekat) telah diuji beberapa kali dalam dua minggu terakhir. Penembusan di bawah level ini dapat memicu penurunan ke Rp 240 (support selanjutnya).
    • Di sisi atas, resistance terdekat berada di Rp 300, yang merupakan level rata‑rata harga H1 2026.
  2. Moving Average (MA) 20‑dan‑50 Hari

    • Harga berada di bawah MA20 (≈ Rp 285) dan MA50 (≈ Rp 295), menandakan momentum bearish jangka menengah.
    • Jika BNI Sekuritas atau investor lain berhasil menstabilkan harga di atas MA20, ini dapat menjadi sinyal pembalikan awal.
  3. RSI (Relative Strength Index)

    • RSI berada di 31 (oversold). Sebuah rebound teknikal dapat terjadi jika RSI kembali ke zona netral (≈ 45‑55).

4. Faktor-Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Sentimen

Faktor Dampak Positif Dampak Negatif
Harga Batu Bara Internasional Kenaikan harga dunia → margin lebih tinggi Penurunan harga dunia → tekanan profit
Kebijakan Pemerintah (PP 23/2025) Insentif bagi produsen batu bara dalam negeri Regulasi emisi & pajak karbon yang dapat meningkatkan biaya operasional
Kurs Rupiah/USD Rupiah lemah → nilai ekspor batu bara naik Rupiah lemah meningkatkan biaya impor (peralatan, bahan baku)
Laporan Keuangan Q4 2025 Peningkatan EBITDA 8 % YoY Utang jangka panjang masih tinggi (≈ IDR 6 triliun)
Sentimen ESG Program “Clean Coal” mulai beroperasi di PT Bumi Krakatau Risiko reputasi dari tekanan global terhadap energi fosil

5. Perspektif Jangka Pendek vs. Jangka Panjang

Jangka Pendek (1‑3 bulan)

  • Risiko utama: aksi jual berulang dari investor asing dan sentimen pasar yang masih dipengaruhi oleh fluktuasi harga batu bara global.
  • Skenario terbaik: harga tetap di atas Rp 260 dan berhasil menembus Rp 285 (MA20), mengindikasikan kemungkinan pembalikan teknikal.
  • Skenario terburuk: penembusan di bawah Rp 250, memicu stop‑loss dan tekanan jual lanjutan, menurunkan harga ke kisaran Rp 230‑240.

Jangka Panjang (6‑12 bulan)

  • Fundamental mendasar tetap kuat – aset cadangan batu bara, kontrak penjualan jangka panjang, dan diversifikasi menuju energi terbarukan (pembangunan PLTU berbasis biomass di wilayah Jawa).
  • Valuasi akan tetap menarik jika harga batu bara global stabil atau naik sedikit (≥ USD 70/ton).
  • Risiko ESG semakin signifikan; perusahaan perlu menunjukkan progres dalam de‑karbonisasi untuk menjaga akses ke pembiayaan internasional.

6. Rekomendasi untuk Investor

Tipe Investor Rekomendasi Alasan
Retail (dengan toleransi risiko rendah) Hold atau wait-and-see. Jangan menambah posisi sekarang kecuali harga turun ke ≤ Rp 250, yang memberikan margin keamanan lebih besar. Harga masih volatile; aksi beli BNI Sekuritas belum cukup memperbaiki sentimen pasar secara keseluruhan.
Retail (toleransi risiko menengah‑tinggi) Partial buy pada level Rp 250‑260 dengan stop‑loss Rp 235. Memanfaatkan oversold (RSI 31) sambil melindungi modal jika tekanan jual berlanjut.
Institusional / Trading‑Desk Scale‑in secara bertahap, monitor volume pada break‑out MA20 (≈ Rp 285) dan volume net‑buy asing. Gunakan covered call untuk menambah pendapatan jika saham tetap di kisaran Rp 270‑285. BNI Sekuritas memberi sinyal adanya minat beli; institusi dapat menambah posisi secara terukur sambil mengunci premi melalui opsi.
Investor Jangka Panjang (≥ 3 tahun) Buy‑and‑hold pada rata‑rata biaya (DCA) dengan target valuasi P/E < 8 dan EV/EBITDA < 4. Fundamental jangka panjang (cadangan, kontrak, diversifikasi energi) tetap kuat; penurunan harga memberi entry point yang menarik.

7. Langkah‑Langkah Pantau Selanjutnya

  1. Data Net‑Buy / Net‑Sell Asing Harian – perhatikan apakah aksi jual asing terus meningkat atau mulai berbalik. Jika asing kembali membeli (net‑buy) dalam 2‑3 sesi, ini dapat menjadi katalis pembalikan.
  2. Rilis Laporan Kuartalan Q1 2026 (perkiraan akhir Maret). Fokus pada margin EBIT, produksi batu bara, dan perkembangan proyek “Clean Coal”.
  3. Pengumuman Kebijakan Pemerintah terkait tarif ekspor batu bara atau insentif energi bersih.
  4. Pergerakan Harga Batu Bara Internasional – terutama pada kontrak Brent dan Coal Futures (ICE).
  5. Level Volume – jika volume naik tajam pada penurunan harga (mis. di bawah Rp 250), pertimbangkan “panic sell” dan peluang beli.

Kesimpulan

  • BNI Sekuritas mengambil langkah berani dengan net‑buy Rp 131,2 miliar pada BUMI di tengah penurunan harga. Ini menandakan adanya keyakinan nilai di balik sentimen bear yang dominan.
  • Investor asing masih menjadi penggerak utama tekanan jual, namun volume net‑sell mereka menurun dibandingkan minggu‑minggu sebelumnya (dari –Rp 4,87 miliar dalam sebulan ke –Rp 98,33 miliar hari ini), memberi ruang bagi pembalikan.
  • Secara teknikal, saham berada di zona oversold dengan potensi rebound jika berhasil menembus MA20 (≈ Rp 285) dan menahan support di Rp 260.
  • Dari sisi fundamental, cadangan batu bara yang melimpah, kontrak jangka panjang, dan inisiatif ESG memperkuat prospek jangka panjang, walaupun masih ada risiko regulasi dan volatilitas harga komoditas.
  • Rekomendasi bervariasi tergantung profil risiko: bagi investor konservatif, menunggu penurunan lebih signifikan; bagi yang berani, melakukan partial buy di level Rp 250‑260 sambil menyiapkan stop‑loss yang ketat; bagi institusi, meningkatkan eksposur secara bertahap dan memanfaatkan instrumen derivatif untuk melindungi volatilitas.

Dengan memantau aliran dana institusional (seperti BNI Sekuritas) dan pergerakan asing, serta menjaga kewaspadaan pada indikator teknikal utama, investor dapat menilai apakah penurunan BUMI saat ini hanyalah fase koreksi sementara atau memang menandakan trend bearish yang lebih dalam.


Catatan: Analisis ini bersifat informatif dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi perdagangan atau nasihat keuangan yang spesifik. Selalu lakukan riset independen dan pertimbangkan profil risiko pribadi sebelum mengambil keputusan investasi.