IHSG Rebound Kuat ke 6.186, Siap Uji Level 6.250 pada Jumat (31/7)
IHSG Rebound Kuat ke 6.186, Siap Uji Level 6.250 pada Jumat (31/7)
Jakarta, 31 Juli 2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mengakhiri sesi perdagangan Kamis, 30 Juli 2026 dengan lonjakan signifikan sebesar 1,56% ke posisi 6.186,3. Penguatan ini menghentikan tren koreksi beberapa hari sebelumnya dan membuka peluang indeks menguji level resisten 6.200–6.250 pada perdagangan hari ini.
Seluruh sektor saham tercatat parkir di zona hijau, dengan lonjakan tertinggi dicetak oleh sektor barang konsumen non-primer yang melesat hingga 2,25%. Top gainers LQ45 di antaranya adalah MAPI, INCO, AADI, VALE, MDKA, dan JPFA — menunjukkan bahwa rebound terjadi secara luas di berbagai sektor.
Katalis Penguatan
Setidaknya ada tiga faktor utama yang mendorong IHSG kembali perkasa:
Pertama, Wall Street ditutup menguat signifikan pada Kamis malam. Dow Jones Industrial Average naik 1,01% ke 52.114,27, S&P 500 terangkat ke 7.390,45, dan Nasdaq melompat ke 24.852,05. Katalis utama adalah optimisme pasar terhadap prospek belanja AI Microsoft yang meredakan kekhawatiran investor soal valuasi sektor teknologi.
Kedua, investor asing kembali masuk ke pasar domestik dengan mencatatkan posisi net buy yang cukup besar. Asing terpantau memburu saham-saham blue chip yang harganya tertekan dalam beberapa hari sebelumnya, termasuk saham perbankan dan tambang.
Ketiga, secara teknikal IHSG masih bertahan solid di atas rata-rata pergerakannya (MA5, MA20, MA50) dan berada jauh di atas level psikologis 6.000. Stochastic RSI yang mendekati area oversold turut memperkuat sinyal technical rebound.
Proyeksi Hari Ini
Analis dari Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji rentang 6.200 hingga 6.250 pada perdagangan Jumat ini. Potensi golden cross yang mulai terbentuk pada indikator moving average juga menjadi sinyal positif bagi momentum penguatan ke depan.
Sementara itu, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk trading hari ini, meliputi AADI (Adaro Andalan Energi), BBRI (Bank Rakyat Indonesia), DEWA (Darma Henwa), dan TINS (Timah) — saham-saham yang dinilai memiliki potensi breakout di tengah sentimen positif energi dan pertambangan.
Namun demikian, investor tetap perlu mewaspadai tekanan eksternal. Harga minyak Brent yang masih bertahan di atas USD 92 per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta pelemahan rupiah ke level Rp 18.075 per dolar AS, bisa membatasi ruang penguatan IHSG.
Kesimpulan
Rebound kemarin menunjukkan fundamental domestik tetap kuat meskipun dihantam tekanan global. Seluruh sektor menghijau, asing kembali net buy, dan indikator teknikal mendukung kelanjutan penguatan. Jika level 6.200 berhasil ditembus hari ini, bukan tidak mungkin IHSG melaju menuju 6.250 sebelum akhir pekan. Tetaplah disiplin dalam risk management dan jangan terjebak euforia sesaat.