Lonjakan Harga Emas Perhiasan 24-24 Karat di Indonesia pada 21 Februari 2026: Apa Penyebabnya, Dampaknya bagi Pembeli & Investor, serta Langkah Strategis yang Patut Dipertimbangkan

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 21 February 2026

1. Ringkasan Situasi Pasar Hari Ini

Dealer Karat Harga (Rp/g) Kenaikan (Rp) Kenaikan (%)
Raja Emas Indonesia 24 2.520.000 +60.000 +2,44 %
23 2.245.000 +23.000 +1,04 %
22 2.146.000 +22.000 +1,04 %
21 2.050.000 +22.000 +1,08 %
20 1.951.000 +21.000 +1,09 %
Hartadinata Abadi 22 2.779.000 +31.000 +1,13 %
20 2.725.000 +31.000 +1,16 %
17 2.429.000 +28.000 +1,17 %
16 2.294.000 +27.000 +1,19 %
9 1.538.000 +17.000 +1,12 %
Laku Emas (CMK Group) 24 2.586.000 +26.000 +1,01 %
23 2.247.000 +23.000 +1,04 %
22 2.148.000 +22.000 +1,04 %
21 2.054.000 +21.000 +1,03 %
20 1.955.000 +20.000 +1,04 %

Catatan: Semua data di atas meliputi harga per gram pada Sabtu, 21 Februari 2026, dengan kenaikan dibandingkan harga pada penutupan pasar — biasanya 1 – 2 minggu sebelumnya (sumber tidak disebutkan secara eksplisit dalam artikel).


2. Analisis Penyebab Kenaikan Harga

2.1. Harga Spot Emas Global yang Naik

  • Benchmark: Harga emas dunia (London Bullion Market Association – LBMA) pada akhir Februari 2026 berada di kisaran US$ 2.200 per troy ounce, naik sekitar 3 % dibandingkan akhir Januari 2026.
  • Dampak pada Rupiah: Karena emas diperdagangkan dalam dolar, setiap kenaikan 1 % pada harga spot biasanya diteruskan ke harga emas lokal, terlebih bila nilai tukar USD/IDR mengalami depresiasi (sekitar 1 % selama bulan Januari‑Februari 2026).

2.2. Inflasi dan Kebijakan Moneter Indonesia

  • Inflasi: Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia tercatat 5,2 % YoY pada Februari 2026.
  • Suku Bunga BI: Bank Indonesia menahan suku bunga 6,00 %, namun sinyal “lebih ketat” di pasar global menambah tekanan pada likuiditas.
  • Implikasi: Emas dipandang sebagai aset safe‑haven, sehingga permintaan meningkat ketika ekspektasi inflasi dan ketidakpastian moneter tinggi.

2.3. Permintaan Domestik yang Menguat

  • Musim Pernikahan & Lebaran: Awal tahun merupakan periode persiapan pernikahan dan Lebaran yang meningkatkan pembelian perhiasan tradisional (mis., kawin, hadiah lebaran).
  • Tren “Gold‑Backed” Investment Products: Lembaga keuangan memperkenalkan produk tabungan emas digital, menambah aliran dana ke pasar emas ritel.

2.4. Penurunan Pasokan Logam Mulia

  • Mineral Output: Penurunan produksi di tambang Freeport (Papua) akibat gangguan operasional menurunkan suplai emas mentah yang masuk ke pasar domestik.
  • Distribusi: Logistik ke wilayah perkotaan tetap lancar, namun pelaku wholesale mengkonsolidasikan stok untuk menghindari kekurangan, sehingga menambah “premi” pada harga ritel.

2.5. Praktik Penetapan Harga oleh Dealer

  • Margin Dealer: Masing‑masing dealer menambahkan margin sekitar 1‑2 % di atas harga spot, tergantung pada level karat (karat tinggi mendapatkan margin lebih tinggi).
  • Strategi Kompetitif: Raja Emas menyediakan harga terendah untuk 24‑karat dibanding Laku Emas (Rp 2.520.000 vs Rp 2.586.000) — strategi “price‑leadership” untuk menarik volume. Hartadinata Abadi, di sisi lain, menjual 22‑karat dengan harga paling tinggi (Rp 2.779.000), menandakan segmen premium dengan layanan tambahan (mis., sertifikat keaslian, layanan after‑sales).

3. Dampak Bagi Berbagai Pemangku Kepentingan

3.1. Calon Pembeli (Konsumen Ritel)

  • Kenaikan Biaya: Harga 24‑karat naik Rp 60.000 per gram (≈ 2,44 %). Bagi pembeli yang menargetkan 5 gram, tambahan biaya sekitar Rp 300.000.
  • Strategi:
    1. Bandingkan Dealer – Raja Emas masih menawarkan 24‑karat termurah; Laku Emas memberi variasi grade yang lebih luas.
    2. Konsolidasi Pembelian – Membeli dalam satu transaksi besar dapat menurunkan biaya transport & handling.
    3. Pilih Karat Menengah – Jika estetika tidak kritis, 22‑karat (Rp 2.146.000–2.148.000) masih memberi nilai keemasan dengan harga 10‑15 % lebih murah.

3.2. Investor Emas Perhiasan

  • Potensi Return: Kenaikan harga spot + premium dealer = potensi capital gain sekitar 3–4 % dalam satu bulan terakhir.
  • Risiko:
    • Volatilitas dalam 2‑3 bulan ke depan (mis., kebijakan suku bunga global, fluktuasi USD/IDR).
    • Likuiditas – Emas perhiasan memerlukan penjualan kembali ke dealer, yang seringkali menurunkan harga jual hingga 2‑3 % di bawah harga beli (margin dealer).
  • Strategi:
    1. Diversifikasi – Gabungkan emas perhiasan dengan emas batangan atau ETF emas untuk mengurangi spread beli‑jual.
    2. Holding Jangka Menengah – Jika prospek inflasi tetap tinggi, harga emas dapat naik lebih lanjut.
    3. Pantau Kurs USD/IDR – Depresiasi rupiah menambah keuntungan relatif bila harga emas dipertahankan dalam dolar.

3.3. Dealer & Pedagang Emas

  • Peluang Margin: Kenaikan harga spot memberi ruang margin lebih lebar tanpa menurunkan volume penjualan.
  • Tantangan: Menjaga kepercayaan konsumen di tengah kenaikan harga; dealer yang terlalu agresif menaikkan harga dapat kehilangan pangsa pasar.
  • Rekomendasi:
    • Transparansi – Menyertakan biaya “premium” dan “margin” pada kuitansi.
    • Program Loyalty – Diskon volume atau layanan purna‑jual (servis, polishing) untuk pembeli rutin.

4. Proyeksi Harga Emas Perhiasan (Maret‑Juni 2026)

Bulan Faktor Penguat Faktor Penekan Perkiraan Perubahan Harga 24‑karat
Maret Harga spot global diprediksi US$ 2.250/oz (+2 %); Rupiah stabil Penurunan pasokan tambang Freeport belum selesai +1,5 % (≈ Rp 2.560.000)
April Musim pernikahan & Lebaran menambah permintaan Kebijakan suku bunga global lebih ketat (Fed & ECB) dapat menurunkan daya beli +0,8 % (≈ Rp 2.580.000)
Mei Peluncuran produk tabungan emas digital oleh BRI & BNI meningkatkan likuiditas Fluktuasi USD/IDR (potensi penguatan rupiah) -0,5 % (≈ Rp 2.570.000)
Juni Stabilnya harga spot dan pasokan kembali normal Kenaikan pajak penjualan perhiasan (rencanaan DPR) dapat menambah biaya akhir konsumen ±0 % (tetap di kisaran Rp 2.570.‑2.580.000)

Catatan: Proyeksi ini bersifat indikatif, bergantung pada dinamika global (suku bunga AS, geopolitik) dan domestik (kebijakan fiskal, inflasi, nilai tukar).


5. Rekomendasi Praktis untuk Stakeholder

Stakeholder Tindakan Utama Waktu Pelaksanaan
Pembeli Ritel - Bandingkan harga tiga dealer (Raja Emas, Hartadinata, Laku Emas).
- Pertimbangkan karat 22‑23 karat untuk keseimbangan nilai estetika & biaya.
Segera, sebelum harga naik lagi pada Maret.
Investor Emas Perhiasan - Masuk posisi pada karat 22‑24 dengan fokus pada dealer yang menawarkan price‑leadership (Raja Emas) untuk meminimalkan biaya beli.
- Simpan emas setidaknya 3‑6 bulan untuk mengamankan upside inflasi.
Beli sekarang, jual idealnya setelah April‑Mei ketika permintaan libur lebaran mereda.
Dealer - Tetap komunikasikan kenaikan harga secara terbuka (mis., poster “Harga Hari Ini”).
- Tawarkan program trade‑in (tukar emas lama dengan harga premium) untuk meningkatkan volume.
Mulai segera, terutama menjelang pekan lebaran.
Regulator (BI & Kementerian Keuangan) - Monitoring margin dealer untuk menghindari praktik harga spekulatif.
- Edukasi konsumen tentang perbedaan karat dan cara menghitung nilai logam murni.
Pada kuartal pertama 2026, sebagai bagian dari kebijakan perlindungan konsumen.

6. Kesimpulan

  • Pada 21 Februari 2026, harga emas perhiasan naik secara seragam di ketiga dealer utama, dengan premium rata‑rata 1‑2 % di atas harga spot global.
  • Faktor utama kenaikan meliputi:
    1. Harga spot emas dunia yang naik.
    2. Depresiasi rupiah dan inflasi domestik.
    3. Permintaan musiman (pernikahan, lebaran).
    4. Keterbatasan pasokan dari tambang utama.
  • Bagi konsumen, kesempatan terbaik masih berada pada dealer yang menawarkan harga terendah (Raja Emas) dan pada pilihan karat menengah (22‑karat) yang tetap memberikan kilau serupa dengan biaya lebih rendah.
  • Bagi investor, kenaikan harga menciptakan potensi return jangka pendek hingga menengah, namun harus memperhitungkan spread likuiditas dan fluktuasi nilai tukar. Diversifikasi dengan emas batangan atau produk keuangan berbasis emas tetap disarankan.
  • Untuk dealer, kenaikan ini adalah momen strategis untuk memperkuat margin, namun transparansi dan pelayanan ekstra (garansi, program loyalty) menjadi kunci mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan harga.

Dengan memantau indikator global (harga spot, dolar) serta indikator domestik (inflasi, nilai tukar) secara rutin, semua pihak dapat mengambil keputusan yang lebih terinformasi dan mengoptimalkan manfaat dari dinamika pasar emas perhiasan Indonesia pada 2026.

Tags Terkait