Silver Breaks the $100 Barrier: Apa Makna Lonjakan Harga Ini bagi Investor, Industri, dan Kebijakan Global?
Tanggapan Panjang
1. Ringkasan Pergerakan Harga
Pada Jumat 23 Januari 2026, harga spot perak dunia menembus US $100 per troy ounce—sekali‑sekali dalam sejarah modern—dengan penutupan pada US $103,08 pada malam hari (waktu AS). Sebelumnya, pada Kamis 22 Januari, perak sempat mencapai rekor harian US $96,58. Dari mulai awal tahun, perak sudah mencatat kenaikan lebih dari 25 %, melanjutkan rally yang dimulai pada 2025 dan yang telah melipatgandakan nilai logam tersebut sejak awal 2024.
Data singkat (per 24 Jan 2026, Kitco):
- Harga pembukaan 2026: US $81,73 / oz (30 Des 2025)
- Harga tertinggi tahunan: US $103,08 / oz (23 Jan 2026)
- Volume perdagangan harian: ~ 22 juta oz (lebih tinggi 48 % dibanding rata‑rata 2025)
2. Faktor‑Faktor Pendorong Lonjakan
| Kategori | Penjelasan | Dampak Pada Harga |
|---|---|---|
| Fundamental Industri | Permintaan panel surya mencapai level tertinggi (lebih dari 150 GW dipasang global pada Q4 2025). Perak dipakai sebagai konduktor dalam sel surya kristal silicon (≈ 5‑7 % berat per sel). | Menyerap suplai physically, menambah tekanan beli. |
| Permintaan Retail / FOMO | Media sosial, platform broker bebas komisi, serta “silver‑ETF” (iShares Silver Trust) mencatat aliran masuk net + USD $1,8 miliar di Q4 2025. | Sentimen “quick‑gain” meningkatkan permintaan spekulatif. |
| Geopolitik | Ketegangan antara Amerika Serikat‑EU (tarif teknologi, sanksi Rusia) meningkatkan minat pelindung nilai non‑mata uang fiat. | Investor beralih ke logam mulia yang “lebih terjangkau” daripada emas. |
| Kondisi Makro‑Ekonomi | Inflasi AS tetap di kisaran 4‑5 % (meski menurun marginal), suku bunga Fed berada di 5,25 % (diperpanjang). Nilai dolar melemah 3 % YoY. | Logam mulia menjadi “safe‑haven” tradisional; dolar lemah meningkatkan harga dalam USD. |
| Supply Defisit | Produksi tambang perak global menurun 6 % tahun‑ke‑tahun (penutupan tambang utama di Meksiko & Peru karena regulasi lingkungan). Cadangan yang dapat ditambang diperkirakan menurun menjadi 2,2 billion oz pada 2026. | Tekanan upward pada harga jangka panjang. |
| Kebijakan Tarif AS | Proposal tarif 25 % pada impor perak mentah dari negara‑negara utama (Chile, Peru) – meski masih draft – menambah ekspektasi kekurangan pasokan. | Mendorong spekulasi “harga naik lebih lanjut”. |
3. Analisis Teknis Singkat
- Trend: Bullish kuat, garis tren 50‑day moving average (MA) kini berada di US $97, menandakan harga berada di atas MA, sinyal beli.
- Support Dinamis:
- $95 (level psikologis sebelumnya) – masih kuat karena volume pada level ini cukup tinggi.
- $90 (pivot zona 61,8% Fibonacci retracement dari low $62 pada 2024).
- Resistance:
- $105 (konsolidasi terdekat, zona 78,6% Fibonacci)
- $112 (previous high 2023).
- Indikator Momentum: RSI berada di 78 (overbought) namun terus meningkat, mengindikasikan masih ada tekanan beli signifikan.
4. Implikasi Bagi Berbagai Pemangku Kepentingan
a. Investor Institusional & Retail
- Diversifikasi Portofolio: Silver kini menawarkan kombinasi “safe‑haven” dan “industrial exposure”. Bagi investor yang menganggap emas terlalu mahal (US $2,050/oz), perak menjadi alternatif yang lebih terjangkau dengan potensi upside yang tinggi.
- Strategi Jangka Pendek: Trade‑off antara “momentum play” (short‑term swing) vs. “carry trade” (menahan posisi untuk benefit selisih suku bunga dan inflasi).
- Risiko: Volatilitas tinggi (daily range > $5/Oz) dapat menimbulkan kerugian cepat bagi yang tidak menggunakan stop‑loss atau tidak memiliki likuiditas yang memadai.
b. Industri Manufaktur (Panel Surya, Elektronik)
- Biaya Produksi: Kenaikan harga perak dapat menaikkan biaya produksi panel surya sebesar 4‑6 % (perkiraan 0,2 g per Watt). Potensi penyesuaian harga jual akhir, namun permintaan energi terbarukan masih kuat sehingga margin dapat tetap terjaga.
- Strategi Pasokan: Perusahaan besar (First Solar, JinkoSolar) kemungkinan memperpanjang kontrak forward dengan produsen perak atau mengamankan cadangan fisik melalui “metal‑leasing”.
c. Pemerintah & Kebijakan Perdagangan
- Tarif & Regulasi: Kebijakan tarif AS potensial dapat mengubah alur pasokan global, meningkatkan ketergantungan pada produsen domestik atau alternatif (mis. daur ulang perak elektronik).
- Cadangan Strategis: Beberapa negara (Kanada, Australia) dapat memanfaatkan lonjakan harga untuk meningkatkan “strategic metal reserves”, mirip dengan cadangan emas.
5. Skenario Ke Depan
| Skenario | Asumsi Utama | Proyeksi Harga 2026‑2027 |
|---|---|---|
| Bullish Lanjutan | Permintaan surya +20 % YoY, tidak ada kebijakan tarif, dolar tetap lemah. | $115‑$130/oz pada Q4 2027. |
| Stabilisasi | Pemerintah AS menegosiasikan tarif, suplai tambang kembali stabil, inflasi turun di bawah 3 %. | $100‑$110/oz, volatilitas menurun. |
| Koreksi Teknis | Overbought ekstrem, aksi profit‑taking massal, ECB dan Fed menurunkan suku bunga. | Penurunan 10‑15 % ke $90‑$95/oz dalam 3‑4 bulan, lalu stabil. |
6. Rekomendasi Praktis
-
Posisi Awal (Entry) untuk Retail:
- Buy‑the‑dip pada pull‑back ke $95‑$97 (level support dinamis).
- Gunakan stop‑loss di $91 (di bawah 50‑day MA).
- Target pertama $108‑$110 (resistance pertama).
-
Strategi Institusional / ETF:
- Tambahkan alokasi Silver‑ETF (SLV) pada skala 3‑5 % dari total alokasi logam mulia, dengan hedge menggunakan futures bulan Juli‑Desember 2026.
- Pertimbangkan physical allocation (bars/coins) untuk melindungi terhadap risiko counterparty pada ETF.
-
Hedging Industri:
- Perusahaan panel surya dapat mengunci harga perak melalui forward contracts atau options (PUT strike $100/oz) untuk melindungi margin.
-
Monitoring Faktor Eksternal:
- Tarif AS – perhatikan setiap rilis resmi Komisi Dagang (USTR).
- Data Produksi Tambang – laporan BCI (British Geological Survey) tiap kuartal.
- Kebijakan Moneter – pengumuman Fed, ECB, dan PBOC.
7. Kesimpulan
Lonjakan harga perak melampaui US $100 per troy ounce bukan sekadar fenomena pasar singkat; ia mencerminkan konvergensi antara permintaan industri yang meningkat (terutama energi terbarukan), sentimen investor ritel yang dipicu FOMO, serta dinamika geopolitik dan kebijakan perdagangan.
Bagi para investor, perak kini menawarkan peluang dualisasi: sekaligus sebagai aset safe‑haven yang lebih terjangkau dibanding emas, dan sebagai komoditas industri dengan fundamental pertumbuhan jangka panjang. Namun, karena harga berada dalam zona overbought, pergerakan selanjutnya sangat tergantung pada bagaimana faktor‑faktor eksternal—tarif, produksi, dan kebijakan moneter—berkembang.
Jika Anda berencana memperluas eksposur logam mulia, perhatikan entry pada retracement teknikal, kelola risiko dengan stop‑loss, dan diversifikasi antara produk fisik, ETF, serta kontrak berjangka. Pada saat yang sama, pelaku industri harus memikirkan strategi pasokan jangka pendek untuk mengurangi dampak volatilitas harga pada biaya produksi.
Secara makro, silver kini berperan sebagai “bridge” antara tren de‑karbonisasi global dan pencarian perlindungan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. Seiring dunia menambah kapasitas energi bersih, permintaan struktural terhadap perak diproyeksikan akan terus menguat—menjadikannya logam strategis yang patut dipantau secara kontinu.
Disclaimer: Analisis ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Harap melakukan due‑diligence pribadi serta konsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan perdagangan.