Harga Emas Digital Hari Ini, Selasa 17 Februari 2026

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 17 February 2026

1. Ringkasan Harga Digital Gold pada Selasa, 17 Feb 2026

Platform  Harga Beli (per gram) Perubahan Beli Harga Jual (per gram) Perubahan Jual
Lakuemas Rp 2.765.000 –Rp 8.000 Rp 2.692.000 –Rp 8.000
IndoGold Rp 2.760.338 –Rp 13.916 Rp 2.692.000 –Rp 14.000
Treasury Rp 2.797.905 –Rp 23.321 Rp 2.705.740 (tidak dicantumkan)
ShariaCoin Rp 2.801.000 –Rp 21.000 Rp 2.726.000 –Rp 20.000

Semua harga di atas mencerminkan penurunan dibandingkan pembacaan sebelumnya (biasanya dalam rentang 8‑23 ribu rupiah per gram).


2. Penyebab Penurunan Harga

2.1. Dinamika Harga Emas Global

  • US Dollar menguat: Pada minggu ini indeks DXY (Dollar Index) naik sekitar 0,6 % setelah data CPI AS Maret menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, memaksa pasar mengalihkan dana ke dolar sebagai safe‑haven. Karena emas diperdagangkan dalam dolar, setiap penguatan dolar secara otomatis menurunkan harga emas dalam rupiah.
  • Kenaikan suku bunga Fed: Sinyal Fed akan menaikkan federal funds rate pada bulan Juni meningkatkan biaya oportunitas memegang emas, yang tidak memberi imbal hasil. Investor institusional menyesuaikan portofolio ke aset fixed‑income yang kini lebih menarik.

2.2. Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar

  • Rupiah melemah: Pada 17 Feb 2026, kurs tengah BI mencatat Rp 15 300 per dolar, naik 0,3 % dari minggu sebelumnya. Meskipun lemah, penurunan dolar relatif (dengan penguatan di pasar luar negeri) memberikan tekanan tambahan pada harga emas yang dikonversi ke rupiah.

2.3. Sentimen Pasar Domestik

  • Kenaikan suku bunga BI: Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 7,00 % pada Februari 2026 untuk menahan inflasi. Kenaikan suku bunga domestik menambah daya tarik obligasi pemerintah, mengalihkan alokasi dana dari emas ke instrumen berbunga.
  • Pergerakan pasar saham: Indeks IDX naik 1,2 % pada sesi tersebut setelah laporan earnings positif di sektor keuangan, menurunkan “flight‑to‑safety” ke emas.

2.4. Faktor Platform Digital

  • Biaya layanan & spread: Platform digital menyesuaikan spread (selisih beli‑jual) agar tetap kompetitif. Penurunan harga beli di semua platform mencerminkan penyesuaian margin yang lebih ketat karena volume perdagangan menurun di tengah volatilitas global.

3. Implikasi Bagi Investor Ritel

3.1. Peluang Beli pada “Dip”

  • Harga Beli Lebih Murah: Dengan penurunan Rp 8.000‑23.000 per gram, investor yang mengandalkan strategi “dollar‑cost averaging” (DCA) dapat menambah posisi dengan biaya rata‑rata yang lebih rendah.
  • Cairnya Likuiditas: Platform seperti Lakuemas dan IndoGold tetap mempertahankan likuiditas tinggi sehingga investor dapat mengeksekusi order beli/jual secara cepat tanpa banyak slippage.

3.2. Risiko Jangka Pendek

  • Fluktuasi Nilai Tukar: Jika rupiah terus melemah lebih tajam, penurunan harga emas dalam rupiah dapat terbalik menjadi kenaikan meski harga spot emas dalam dolar tetap stabil atau menurun.
  • Sentimen “Safe‑haven” Kembali: Geopolitik (mis. ketegangan di Timur Tengah) atau data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat menyebabkan harga emas kembali naik tajam dalam hitungan minggu.

3.3. Strategi Diversifikasi

  • Mix Aset Digital & Fisik: Investor dapat mengalokasikan sebagian dana ke emas fisik (batangan, koin) untuk proteksi jangka panjang, sementara emas digital dipertahankan untuk fleksibilitas likuiditas dan biaya transaksi rendah.
  • Kombinasi Instrumen Syariah: Bagi investor yang memperhatikan prinsip syariah, ShariaCoin menawarkan alternatif yang sesuai dengan nilai-nilai keuangan Islam tanpa mengorbankan akses digital.

4. Outlook Harga Emas Digital 2026‑2027

Faktor Proyeksi Dampak Terhadap Harga
Kebijakan Moneter Fed Kemungkinan pembekuan atau penurunan suku bunga pada akhir 2026 (jika inflasi terkendali). Mengurangi tekanan bearish pada emas global → harga emas digital berpotensi stabil atau naik.
Kebijakan BI Suku bunga diperkirakan tetap pada 7‑7,5 % sampai akhir 2026, kemudian turun bila inflasi turun di bawah target. Penurunan BI → arus modal kembali ke emas digital, memperkuat permintaan domestik.
Kurs Rupiah Proyeksi fluktuatif; skenario moderat: Rp 15.000‑15.500 per dolar. Bila Rupiah menguat, harga emas dalam rupiah akan turun meski harga spot dolar stabil; sebaliknya, melemah → kenaikan.
Adopsi Platform Digital Pertumbuhan 10‑15 % YoY pada pengguna baru (generasi milenial & Gen‑Z). Peningkatan volume perdagangan meningkatkan likuiditas dan dapat menurunkan spread, membuat harga beli lebih kompetitif.
Geopolitik & Krisis Potensi ketegangan di zona konflik (Ukraina‑Rusia, Laut China Selatan). Jika terjadi “flight‑to‑safety”, harga emas global dapat lonjakan 3‑5 % dalam hitungan hari.

Kesimpulan Outlook: Dalam skenario “normal” (tidak ada guncangan geopolitik besar), harga emas digital cenderung bergerak datang‑balik ke zona stabil (Rp 2,73 – 2,78 juta per gram) pada kuartal ketiga 2026, sejalan dengan penurunan spread dan peningkatan adopsi. Namun, kondisi makroekonomi global tetap menjadi faktor utama yang dapat memicu volatilitas tajam.


5. Rekomendasi Praktis untuk Investor Ritel

  1. Gunakan Strategi DCA (Dollar‑Cost Averaging):

    • Alokasikan sejumlah tetap (mis. Rp 1‑2 juta) setiap bulan ke emas digital. Penurunan harga hari ini akan menurunkan rata‑rata biaya akumulasi Anda.
  2. Pantau Kurs Rupiah dan Spread Platform:

    • Buat spreadsheet sederhana yang menampilkan harga beli vs kurs USD/IDR tiap hari. Ini membantu mengidentifikasi “sweet spot” ketika kombinasi keduanya paling menguntungkan.
  3. Diversifikasi Antara Platform:

    • Karena spread dan biaya penarikan bervariasi, sebaiknya bagi dana antara Lakuemas (biaya rendah, likuiditas tinggi), IndoGold (tarif kompetitif untuk pembelian besar), Treasury (kualitas layanan institusional), dan ShariaCoin (jika menginginkan produk syariah).
  4. Setel Stop‑Loss/Take‑Profit Virtual:

    • Meskipun emas digital tidak memiliki “stop‑loss” otomatis, Anda dapat menetapkan notifikasi pada aplikasi (mis. “notify me when price beli ≤ Rp 2.70 juta”). Ini membantu mengunci keuntungan atau membatasi kerugian.
  5. Pertimbangkan Split Investasi dengan Emas Fisik atau ETF:

    • Jika Anda memiliki modal lebih dari Rp 10 juta, alokasikan 30 % ke emas fisik (batangan 10 gram) untuk proteksi jangka panjang, 50 % ke emas digital untuk likuiditas, dan 20 % ke ETF emas internasional (mis. GLD) guna diversifikasi geografis.
  6. Perhatikan Faktor Makroekonomi Mingguan:

    • Ikuti rilis data inflasi AS, pernyataan Fed, dan laporan PMI Indonesia. Biasanya, hari Selasa–Kamis merupakan periode volatilitas tinggi karena data ekonomi utama dirilis.

6. Kesimpulan Utama

  • Penurunan harga emas digital pada 17 Feb 2026 dipicu oleh kombinasi penguatan dolar, kenaikan suku bunga Fed, serta nilai tukar rupiah yang masih lemah.
  • Bagi investor ritel, penurunan ini menciptakan kesempatan masuk dengan biaya lebih rendah, terutama bagi mereka yang mengadopsi strategi DCA.
  • Outlook jangka menengah (2026‑2027) tetap tergantung pada kebijakan moneter global dan nilai tukar rupiah; secara umum, pasar emas digital diperkirakan akan menemukan level stabil di kisaran Rp 2,73 – 2,78 juta per gram.
  • Diversifikasi platform dan monitoring makroekonomi adalah kunci untuk mengoptimalkan hasil investasi digital gold di tengah ketidakpastian.

Dengan memahami faktor‑faktor di atas, investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi, meminimalkan risiko, dan memanfaatkan momen penurunan harga sebagai titik masuk strategis ke dalam portofolio emas digital mereka.


Semoga analisis ini membantu Anda menilai situasi pasar emas digital hari ini serta merencanakan langkah selanjutnya dengan lebih percaya diri.