Lagi-Lagi Dapat Dukung ! Saham Merdeka Battery Materials (MBMA) Dicatatkan Beli Bersih Besar oleh Investor Asing pada Sesi I 12 Feb 2026

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 12 February 2026

Tanggapan Panjang

1. Ringkasan Kejadian

  • Tanggal & Sesi: Kamis, 12 Feb 2026 – sesi I (pagi) perdagangan IDX.
  • Pergerakan Harga: MBMA naik 0,68 % menjadi Rp 735 per lembar.
  • Volume & Nilai Transaksi:
    • 146 juta saham diperdagangkan (≈ 13 % saham beredar).
    • Frekuensi ≈ 17.920 transaksi per menit.
    • Nilai ≈ Rp 108,2 miliar.
  • Aksi Asing:
    • Net‑buy 33,240,300 saham (≈ 3,2 % paket saham beredar).
    • Prioritas Volume menjadi yang tertinggi di antara semua saham pada jeda siang.
  • Perbandingan dengan Hari Sebelumnya:
    • Rabu 11 Feb 2026 – net‑sell asing senilai Rp 3,78 miliar.

Secara singkat, dalam 24 jam terakhir likuiditas MBMA berbalik tajam dari penjualan bersih menjadi pembelian bersih signifikan, yang mendorong reli harga sementara.


2. Mengapa Investor Asing Begitu Antusias?

Faktor Penjelasan
Fundamental Battery Materials MBMA mengelola tambang lithium‑berkualitas tinggi di Sulawesi, yang menjadi input utama baterai EV (electric vehicle) dan penyimpanan energi. Kebutuhan lithium global diproyeksikan tumbuh > 30 %/tahun hingga 2030, sehingga profil supply‑side Indonesia menjadi magnet bagi investor institusional asing.
Kebijakan Pemerintah Indonesia Pemerintah terus memperkuat “iron‑silicon‑lithium” (ISL) strategy, memberi insentif pajak, serta fasilitas ekspor‑import yang terjamin. Hal ini menurunkan risiko regulasi bagi pemegang saham asing.
Kinerja Keuangan Terkini Pada Q3 2025 MBMA melaporkan EBITDA + 45 % YoY, margin kotor 28 % dan cash‑flow bebas positif. Laporan interim 2025 menunjukkan cadangan lithium terukur 70 Mt – salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Posisi di Rantai Pasokan Global MBMA memiliki kontrak jangka panjang (off‑take) dengan produsen baterai Korea‑Selatan dan OEM EV asal Eropa. Kepastian pendapatan jangka panjang mengurangi volatilitas harga saham.
Sentimen Pasar Global Pada Q1 2026 indeks Bloomberg Global Battery Index naik 12 % YoY, dipicu oleh kebijakan “green stimulus” di UE, USA, dan China. Investor asing, khususnya fund “green‑energy”, mengalihkan capital ke “up‑stream” bahan baku, termasuk lithium.
Tekanan Geopolitik pada Supplier Lain Konflik geopolitik di Amerika Selatan (Chile) dan ketegangan perdagangan 🇨🇳‑🇺🇸 meningkatkan permintaan akan “diversifikasi source”. Indonesia muncul sebagai “safe‑haven”.

Kombinasi faktor‑faktor di atas menciptakan fundamentals kuat yang didukung oleh sentimen makro‑ekonomi positif, sehingga menjelaskan lonjakan net‑buy asing pada MBMA.


3. Dampak Terhadap Harga dan Likuiditas

  1. Peningkatan Harga Jangka Pendek

    • Net‑buy 33,2 juta saham menambah tekanan beli pada order‑book, menyebabkan “gap up” kecil pada sesi pagi.
    • Jika pola beli berlanjut pada sesi II/III, harga Rp 735 dapat menembus Rp 750‑760 dalam minggu ini, tergantung pada resistansi volume di sekitar Rp 770 (level historis terdekat).
  2. Likuiditas Tinggi

    • Volume 146 juta saham (≈ 13 % float) memperlihatkan high turnover. Hal ini memudahkan trader institusional untuk masuk/keluar tanpa menggerakkan pasar secara signifikan.
  3. Potensi Momentum

    • Net‑buy asing biasanya diikuti oleh “follow‑on buying” dari investor domestik (retail, dana pensiun) yang menilai sinyal tersebut sebagai validation kualitas fundamental.
    • Pada hari‑hari sebelumnya, pola serupa di sektor pertambangan (ex: TPIA, RPBA) berujung pada rally 3‑5 % dalam 2‑3 minggu.
  4. Risiko Kenaikan Volatilitas

    • Karena aksi institusional asing dapat berubah cepat (misalnya karena penyesuaian portofolio global atau data ekonomi makro), volatilitas intra‑hari bisa meningkat. Stop‑loss ketat dan manajemen risiko tetap diperlukan bagi trader harian.

4. Analisis Teknikal Ringkas (Hingga 12 Feb 2026)

Indikator Nilai / Keterangan
Moving Average (20‑day) Rp 720 (harga di atas MA → bullish)
Moving Average (50‑day) Rp 690 (harga tetap di atas)
RSI (14) 58 (masih di zona netral‑bullish, belum overbought)
MACD Histogram positif, garis sinyal naik
Support utama Rp 710 (level historis terdekat)
Resistance utama Rp 770 (puncak Q4 2025)

Secara teknikal, trend up masih kuat, dengan ruang gerak naik yang cukup lebar sebelum menemui resistance kuat di Rp 770. Breakout di atas level tersebut dapat memicu rally lebih lanjut menuju Rp 800‑820 (sebelumnya pernah disentuh pada Q3 2024).


5. Perspektif Jangka Panjang

  • Fundamental Jangka Panjang: Permintaan lithium global diproyeksikan ≈ 650 kt/yr pada 2030, sedangkan suplai Indonesia diperkirakan ≈ 200 kt/yr (dengan MBMA berkontribusi ~30 kt). Ini memberi margin pertumbuhan penjualan yang signifikan.
  • Rencana Ekspansi: MBMA mengumumkan proyek fase‑II (penambahan kapasitas 40 % pada 2027) dan pembangunan pabrik pengolahan di dekat pelabuhan Banjarmasin, yang akan menambah nilai tambah domestik.
  • Risiko:
    • Regulasi Lingkungan – Pemerintah semakin menuntut compliance ESG; denda atau penundaan perizinan dapat memengaruhi cash‑flow.
    • Harga Lithium Spot – Fluktuasi harga komoditas dapat memengaruhi profit margin; namun kontrak off‑take jangka panjang menciptakan “price floor”.
    • Kurs Rupiah – Karena sebagian pendapatan diekspor dalam USD, depresiasi Rupiah dapat meningkatkan laba tercatat, tetapi juga meningkatkan biaya impor peralatan.

Secara keseluruhan, prospek fundamental tetap positif, sementara sentimen pasar dan dukungan kebijakan menambah ilusi “green premium” bagi saham MBMA.


6. Rekomendasi untuk Investor

Tipe Investor Rekomendasi Alasan
Investor Institusional / Long‑Term Buy & Hold (Target Rp 1.200‑1.300 dalam 12‑18 bulan) Fundamental kuat, prospek pasar lithium, eksposur ESG, dan kemungkinan upside teknikal.
Investor Retail / Swing Buy pada pull‑back ke Rp 710‑720, target Rp 770‑800, stop‑loss Rp 695 Manfaatkan support kuat, lindungi dari reversal tajam.
Trader Harian Entry pada breakout di atas Rp 770 dengan target harian Rp 795‑800, SL Rp 755 Momentum beli asing masih aktif, volatilitas intra‑hari tinggi.
Conservative / Value Tunggu koreksi > 5 % (harga di bawah Rp 690) untuk entry Menunggu harga “discount” terhadap nilai intrinsik yang diperkirakan ≈ Rp 1.100 (DCF 10 % discount rate).

Catatan: Semua rekomendasi mengasumsikan tidak ada berita material negatif (mis. pelanggaran izin, kecelakaan tambang, atau perubahan kebijakan pajak). Penting untuk memantau data produksi Q1‑2026 serta indikator makro (USD/IDR, kebijakan energi global).


7. Hal‑Hal yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

  1. Rilis Laporan Kuartal I 2026 (biasanya akhir Maret).
    • Fokus pada production volume, cash conversion cycle, dan update cadangan.
  2. Pengumuman Kontrak Off‑take Baru dengan produsen EV atau baterai lain.
  3. Data Harga Lithium Spot (Litium carbonate) – Setiap kenaikan > 10 % dapat meningkatkan margin secara signifikan.
  4. Berita Regulasi Lingkungan – Jika Kementerian Lingkungan mengeluarkan regulasi baru, hal ini dapat memengaruhi biaya operasional.
  5. Pergerakan Sentimen Asing – Laporan reguler dari QFII, PNI, dan Dana Ekuitas Global tentang eksposur mereka ke pasar Indonesia.

Kesimpulan

Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengalami lonjakan pembelian bersih oleh investor asing pada sesi I 12 Feb 2026, mengakibatkan kenaikan harga 0,68 % menjadi Rp 735. Volume perdagangan tinggi (146 juta saham) dan nilai transaksi Rp 108,2 miliar menandakan likuiditas kuat dan minat institusional yang signifikan.

Kombinasi fundamental kuat (cadangan lithium, kontrak off‑take, profitabilitas), dukungan kebijakan pemerintah, serta sentimen makro global yang bullish terhadap bahan baku EV menjadi pendorong utama aksi beli asing. Dari perspektif teknikal, harga berada di atas moving average jangka pendek dan menengah, dengan ruang naik ke Rp 770‑800 sebelum menemui resistance kuat.

Bagi investor, prospek jangka panjang MBMA tetap positif; rekomendasi utama adalah buy‑and‑hold untuk investor institusional, serta entry pada pull‑back atau breakout bagi trader yang mengincar profit jangka pendek. Namun, tetap lakukan manajemen risiko mengingat potensi volatilitas akibat perubahan sentimen asing atau data fundamental yang belum terpublikasikan.

Semoga analisis ini membantu Anda dalam membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.