Emas Turun 1 % pada Hari yang Sepi: Dampak Penguatan Dolar, Likuiditas Rendah, dan Ketidakpastian Kebijakan Moneter
Tanggapan Panjang
1. Ringkasan Peristiwa
Pada perdagangan Senin (16 Feb 2026), harga emas spot dunia jatuh 1,04 % ke US$ 4.990,83 per ons, sementara kontrak berjangka bulan April melemah 0,66 % ke US$ 5.013,1. Penurunan ini terjadi di tengah pasar yang hampir tidak beraktivitas: bursa Amerika Serikat tutup untuk Presidents’ Day, dan banyak pasar Asia (termasuk China) sedang merayakan Tahun Baru Imlek. Kondisi “sepi” ini menurunkan likuiditas dan memperparah dampak faktor fundamental, terutama penguatan dolar AS.
2. Faktor‑faktor Penggerak
| Faktor | Penjelasan | Dampak Langsung |
|---|---|---|
| Penguatan Dolar AS | Dolar menguat karena data ekonomi AS yang beragam (inflasi konsumen lebih rendah, lapangan kerja lebih kuat) serta ekspektasi kebijakan Fed yang masih longgar. | Karena emas dipatok dalam dolar, setiap kenaikan nilai dolar membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, menurunkan permintaan. |
| Likuiditas Rendah | Penutupan pasar AS + libur di China + libur di beberapa negara Asia mengurangi volume perdagangan dan order flow. | Harga emas menjadi lebih sensitif terhadap order tunggal atau berita ekonomi, sehingga pergerakan 1 % menjadi wajar dalam sesi singkat. |
| Data Ekonomi AS | - Inflasi CPI Januari < perkiraan (menurunkan tekanan pada Fed). - Penambahan pekerjaan lebih kuat dari ekspektasi (menunjukkan ekonomi masih kuat). |
Kombinasi ini menciptakan ketidakpastian: inflasi masih terlalu tinggi di sektor jasa, namun tenaga kerja menguat. Pasar menunggu keputusan Fed selanjutnya (Rapat 18 Mar). |
| Sentimen Safe‑Haven | Dengan likuiditas terbatas, investor cenderung menahan posisi tunai atau mengalihkan ke aset lain yang lebih likuid (mis. Bitcoin, mata uang digital). | Permintaan safe‑haven berkurang, memperlemah emas. |
| Kondisi Logam Lain | Perak turun 1,05 % (US$ 76,61), platinum turun 1,05 % (US$ 2.045), namun palladium naik 2,11 % (US$ 1.727,87). | Pergerakan ini menunjukkan perbedaan sensitivitas di antara logam mulia: palladium masih didorong oleh permintaan industri (otomotif) sementara perak dan platinum lebih dipengaruhi oleh sentimen safe‑haven. |
3. Analisis Teknis Pendekatan
-
Level Kunci US$ 5.000 – Seperti disampaikan oleh analis UBS, emas telah “bermain di sekitar US$ 5.000”. Pada grafik harian, harga baru saja menembus zona support di US$ 5.000. Jika penurunan berlanjut, support selanjutnya berada di US$ 4.950 (level psikologis US$ 4.950‑5.000 pada minggu sebelumnya).
-
Moving Averages – 50‑day MA berada di sekitar US$ 4.980, sedangkan 200‑day MA di US$ 4.870. Penutupan di bawah 50‑day MA dapat memicu sell‑signal lebih kuat.
-
RSI – RSI 14‑hari berada di 38 (zona oversold ringan). Jika penurunan terus berlanjut, RSI dapat menyentuh 30, menandakan potensi rebound jangka pendek.
-
Volume – Volume perdagangan pada hari Senin jauh di bawah rata‑rata harian (≈ 30 % dari biasanya). Penurunan harga dengan volume rendah biasanya menandakan koreksi teknikal sementara, bukan fase bearish struktural.
Interpretasi: Kombinasi support kuat di US$ 5.000 dan RSI oversold menunjukkan peluang reversal dalam 1‑2 minggu, terutama bila likuiditas kembali normal setelah libur panjang. Namun, jika dolar terus menguat dan Fed menandakan kebijakan yang lebih hawkish, level support berikutnya (US$ 4.950‑4.900) dapat menjadi ujian berikutnya.
4. Implikasi bagi Investor
a. Strategi Jangka Pendek (1‑3 bulan)
- Posisi Sell‑on‑Pullback: Manfaatkan koreksi dengan menempatkan order sell di sekitar US$ 4.990‑4.970, target profit pada US$ 4.920‑4.900 (level 38,2% Fibonacci dari puncak US$ 5.250 kemarin).
- Stop‑Loss: Di atas US$ 5.020 untuk melindungi dari bounce cepat bila data ekonomi memperbaiki sentimen risk‑off.
b. Strategi Jangka Menengah (6‑12 bulan)
- Buy‑the‑Dip: Jika emas mampu menembus kembali US$ 5.000 dan menguji US$ 5.150‑5.200, ini bisa menandakan pemulihan permintaan safe‑haven menjelang pertemuan Fed (Mar‑Apr 2026). Posisi beli di level US$ 5.030‑5.050 dengan target US$ 5.350‑5.400 (area resistance sebelumnya).
- Diversifikasi Logam: Karena palladium naik, alokasikan sebagian kecil portofolio ke logam industri (palladium, platina) untuk menyeimbangkan eksposur terhadap pergerakan mata uang.
c. Manajemen Risiko
- Hedging dengan Futures: Investor institusional dapat menutup exposure dengan menjual kontrak futures bulan April (US$ 5.013) untuk mengunci harga.
- Currency Hedging: Di negara dengan mata uang lemah (IDR, TRY, TRY), pertimbangkan kontrak forward dolar untuk melindungi nilai riil.
5. Outlook Kebijakan Moneter
- Fed: Rapat 18 Mar 2026 sangat dinanti. Mayoritas pasar masih mengasumsikan tahan suku bunga (keputusan “hold”). Namun, Fed Chair Austan Goolsbee menyiratkan bahwa penurunan masih memungkinkan bila inflasi jasa tidak terlalu mengikat.
- Jika Fed menahan: Emas tetap berada di area US$ 5.000‑5.200**; volatilitas tetap tinggi karena likuiditas yang kembali normal.
- Jika Fed memotong pada pertemuan berikutnya (kemungkinan kecil, mengingat inflasi jasa tetap tinggi), emas dapat meluncur naik ke level US$ 5.400‑5.600** dalam 2‑3 bulan ke depan.
Risiko Kunci:
- Penguatan Dolar Lebih Lanjut – Jika data pekerjaan dan manufaktur AS tetap kuat, dolar dapat menembus US$ 105 per EUR, menekan emas lebih dalam.
- Geopolitik – Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah atau Asia dapat meningkatkan permintaan safe‑haven, mengangkat harga emas seketika.
- Data Inflasi – CPI bulan Februari (akan dirilis awal Maret) dapat memberikan sinyal final apakah inflasi jasa menurun atau tidak; hasilnya akan memperkuat atau melemahkan ekspektasi Fed.
6. Perspektif Logam Mulia Lain
| Logam | Pergerakan 16 Feb | Faktor Penggerak |
|---|---|---|
| Perak | -1,05 % (US$ 76,61) | Sensitif pada data industri; penurunan permintaan industri + dolar kuat. |
| Platinum | -1,05 % (US$ 2.045) | Diminati industri otomotif & kimia; terkena dampak dolar + likuiditas rendah. |
| Palladium | +2,11 % (US$ 1.727,87) | Permintaan industri otomotif yang kuat (catalyst) mengimbangi tekanan dolar. |
Kesimpulan:
- Emas: Masih berada di zona transisional. Penguatan dolar + likuiditas rendah memicu penurunan 1 %, namun tidak cukup kuat untuk menembus support struktural di US$ 5.000.
- Perak & Platinum: Ikuti pergerakan emas, karena mereka lebih dipengaruhi oleh sentimen safe‑haven.
- Palladium: Lebih dipengaruhi oleh faktor permintaan industri, jadi dapat menjadi “pemain out‑of‑phase” dan memberi peluang diversifikasi.
7. Rekomendasi Ringkas
- Pantau Dollar Index (DXY) – Setiap peningkatan > 0,5 % dalam 24 jam dapat memicu penurunan emas selanjutnya.
- Cek Kalender Likuiditas – Hindari membuka posisi signifikan pada hari-hari libur pasar (Presidents’ Day, Imlek) karena volatilitas yang tidak terduga.
- Gunakan Stop‑Loss Ketat – Karena pasar masih rapuh, stop‑loss 60‑80 pips di atas level support dapat melindungi modal.
- Diversifikasi ke Palladium – Jika investor mencari eksposur logam mulia dengan potensi upside lebih besar selama fase ekonomi kuat, alokasikan 5‑10 % portofolio ke palladium.
8. Penutup
Penurunan 1 % pada harga emas pada 16 Feb 2026 bukanlah sebuah crash melainkan koreksi teknikal yang dipicu oleh kombinasi likuiditas rendah (pasar libur) dan penguatan dolar. Dengan likuiditas yang diharapkan kembali normal setelah libur, serta keputusan kebijakan moneter Fed yang masih menunggu, pasar emas kemungkinan akan berayun di sekitar zona US$ 5.000‑5.200 dalam beberapa minggu ke depan. Investor yang mengerti dinamika makro‑ekonomi, memperhatikan level teknikal utama, dan menyesuaikan manajemen risiko secara cermat akan berada pada posisi yang lebih baik untuk memanfaatkan fluktuasi ini—baik dengan strategi sell‑on‑pullback jangka pendek maupun buy‑the‑dip jangka menengah.
Semoga analisis ini membantu dalam merumuskan keputusan investasi yang lebih informed.