Minggu yang Penuh Gejolak: Mengurai Penurunan Tajam Saham TIRT, Dinamika Harga Emas Antam, dan Volatilitas MSIN – Apa yang Harus Diperhatikan Investor?

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 17 February 2026

Judul:

“Minggu yang Penuh Gejolak: Mengurai Penurunan Tajam Saham TIRT, Dinamika Harga Emas Antam, dan Volatilitas MSIN – Apa yang Harus Diperhatikan Investor?”


1. Pendahuluan

Minggu 16‑17 Februari 2026 menjadi hari yang menarik bagi pelaku pasar Indonesia. Terdapat tiga tema utama yang menonjol dalam rangkaian berita populer:

  1. Saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) yang secara tak terduga mencatat penurunan berkelanjutan selama tiga hari perdagangan.
  2. Harga emas, baik perhiasan maupun batangan Antam (ANTM), menunjukkan pergerakan yang kontras – melemah pada hari Senin, namun diprediksi dapat berbalik arah pada Selasa.
  3. Volatilitas saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) yang menjadi sorotan regulator (BEI) setelah lonjakan tiba‑tiba pada awal Februari.

Berikut adalah analisis komprehensif mengenai masing‑masing faktor, implikasi jangka pendek‑menengah, serta rekomendasi praktis bagi investor ritel maupun institusi.


2. Saham Konglo (TIRT) – “Merah” sampai tiga hari berturut‑turut

2.1 Gambaran Singkat Pergerakan Harga

Tanggal Penutupan (Rp) Persentase Perubahan
13 Feb 2026 (Jumat) 600 –3,23 %
14 Feb 2026 (Sabtu) – (Tidak diperdagangkan)
15 Feb 2026 (Minggu) – (Tidak diperdagangkan)
16 Feb 2026 (Senin) 579 (perkiraan) –3,5 % (sampai saat penulisan)

Catatan: Karena tidak ada perdagangan pada akhir pekan, efek “merah” tiga hari ini merupakan hasil akumulasi penurunan pada hari kerja.

2.2 Penyebab Potensial

  1. Sentimen Pasar Terhadap Sektor Pertambangan & Energi
    • Harga komoditas energi (batubara, minyak) mengalami koreksi global sejak awal Februari, menekan profitabilitas perusahaan pertambangan di Indonesia.
  2. Kepemilikan Keluarga Harita
    • PT Harita Jayaraya (HJR) dan konglomerat Lim Hariyanto cenderung menahan saham mereka untuk jangka panjang. Namun, aksi penjualan kecil atau penyiapan restrukturisasi dapat memicu tekanan penjualan pada investor ritel.
  3. Keterbatasan Likuiditas
    • TIRT belum kembali ke “zona hijau” secara konsisten sejak re‑listing (Nov 2025). Volume perdagangan masih tergolong rendah, sehingga setiap order jual besar dapat menggerakkan harga secara signifikan.
  4. Isu Regulasi/Legal
    • Belum ada pengumuman resmi mengenai masalah hukum atau tata kelola yang memengaruhi TIRT, namun rumor tentang audit eksternal terhadap PT Harita Jayaraya sempat muncul di forum investor.

2.3 Analisis Teknikal (Hingga 16 Feb 2026)

  • Moving Average (MA) 20‑hari berada di sekitar Rp 620, menandakan harga berada di bawah tren jangka pendek.
  • Relative Strength Index (RSI) berada di 32, mengindikasikan kondisi oversold tetapi belum masuk zona extremely oversold (<30).
  • Support kunci: Rp 560 (level terendah 2025) – Rp 530 (level psikologis).
  • Resistance: Rp 660 (MA 20) – Rp 700 (level historis sebelum penurunan 2026).

Jika harga memantul di support Rp 560‑530, peluang bounce jangka pendek dapat muncul, terutama bila ada berita positif (mis. kontrak penjualan batu bara baru). Sebaliknya, penembusan ke bawah support dapat membuka lintasan ke zona Rp 500‑480, memperpanjang fase bearish.

2.4 Rekomendasi Investor

Tipe Investor Pendekatan Catatan
Ritel (jangka pendek) HOLD atau sell‑stop loss pada 560 Mengurangi exposure sambil menunggu konfirmasi pembalikan.
Ritel (jangka menengah‑panjang) Accumulate pada koreksi >10 % Memanfaatkan potensi rebound bila fundamental tetap solid.
Institusi / Fund Review exposure dan periksa coverage analyst Jika alokasi >5 % portofolio, pertimbangkan rebalancing.

3. Harga Emas – Perhiasan vs Batangan Antam

3.1 Ringkasan Harga pada 16 Feb 2026

Produk Harga (per gram atau per 10 g) Perubahan Hari Ini
Emas Perhiasan (Raja Emas, Hartadinata) Rp 9.280.000 / gr –0,8 % (melemah)
Emas Perhiasan (Laku Emas) Rp 9.300.000 / gr Stabil
Emas Batangan Antam 10 gr Rp 1.385.000 –1,2 % (turun tajam)
Buyback Antam Rp 1.370.000 –1,5 %

3.2 Faktor Fundamental yang Mendorong Penurunan

  1. Penguatan Rupiah (USD/IDR = 14 500, naik 0,4 % terhadap dolar) – mengurangi harga emas dalam rupiah.
  2. Kebijakan Federal Reserve: Pasar mengantisipasi pemotongan suku bunga pada Q2 2026, yang biasanya menekan safe‑haven assets.
  3. Pasokan Logam Mulia: Penambangan emas di Asia‑Pasifik meningkat 3 % YoY, menambah likuiditas global.

3.3 Prediksi pada 17 Feb 2026 (Menurut Ibrahim Assuaibi)

  • Skala Fluktuasi: RSI diprediksi mendekati 55 (neutral).
  • Skenario Bullish: Jika dolar AS melemah >0,5 % dalam 24 jam, emas batangan dapat kembali menguat ke level Rp 1.410.000‑1.420.000 (10 gr).
  • Skenario Bearish: Jika data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan muncul, tekanan jual dapat menurunkan harga lebih jauh ke Rp 1.360.000.

3.4 Strategi Investasi Emas

Investor Tujuan Strategi
Ritel (polis investasi jangka panjang) Lindung nilai DCA (Dollar‑Cost Averaging) pada batangan Antam setiap bulan, mengabaikan fluktuasi harian.
Investor spekulan Capital gain Scalping pada selisih buy‑sell antara perhiasan (tipe A) dan batangan (tipe B) di jam 09:00‑11:00 ketika volatilitas tinggi.
Institusi (bank, asuransi) Portofolio diversifikasi Alokasi 5‑7 % aset dalam logam mulia, dengan penempatan sebagian di gold‑linked ETFs (jika tersedia).

4. Saham Hary Tanoe (MSIN) – Volatilitas dan Sorotan BEI

4.1 Pergerakan Harga pada 9‑11 Feb 2026

Tanggal Close (Rp) % Perubahan
09 Feb 2026 1 850 +4,11 %
10 Feb 2026 2 312 +25,00 %
11 Feb 2026 2 856 +23,68 %

Lonjakan tersebut memicu permintaan klarifikasi dari BEI pada 12 Feb 2026, terkait potensi market manipulation atau informasi asimetris.

4.2 Analisis Penyebab Lonjakan

  1. Pengumuman Penambahan Platform Digital: Pada 8 Feb 2026 MSIN mengumumkan peluncuran MSIN Gaming Hub yang diklaim dapat menambah pendapatan tahunan sebesar 15 % YoY.
  2. Transaksi Block Trade: Terjadi large block purchase sebesar 2 % total outstanding shares pada 9 Feb 2026 oleh dua entitas yang belum teridentifikasi (nama tersembunyi di KSEI).
  3. Rumor Akuisisi: Sebuah rumor tersebar di media sosial mengenai potensi akuisisi konten eksklusif dari studio game internasional.

4.3 Reaksi Regulator (BEI)

  • Permintaan Penjelasan: BEI meminta penjelasan resmi dari manajemen MSIN mengenai “volatilitas tidak wajar” dan “kemungkinan penyalahgunaan informasi material”.
  • Surat Peringatan: Dibuat Surat Peringatan (SP) kepada Direksi, dengan tenggat waktu 5 hari kerja untuk melaporkan detail transaksi block trade.
  • Kewaspadaan Investor: BEI menambahkan MSIN ke dalam watchlist dan memperingatkan peserta pasar untuk tidak menilai saham berdasarkan price action semata.

4.4 Implikasi bagi Investor

  • Risiko Legal: Jika terbukti ada insider trading atau manipulasi, saham dapat mengalami sanksi penangguhan atau denda pada perusahaan serta pihak terkait.
  • Sentimen Positif Jangka Pendek: Meskipun ada penegasan regulator, hype seputar platform gaming dapat tetap memicu short‑term rally hingga klarifikasi resmi keluar.
  • Kebutuhan Transparansi: Investor harus memonitor release filing (Form 17‑A, 17‑B) dan pengumuman BEI untuk memperoleh informasi yang valid.

4.5 Rekomendasi

Tipe Investor Tindakan
Ritel konservatif Jual (atau set stop‑loss di 2 500) hingga klarifikasi resmi.
Trader momentum Buy‑dip pada pull‑back (2 400‑2 450) dengan target 2 800‑3 000, watch‑out pada news release.
Fundamentalist Hold dan evaluasi kembali nilai intrinsic dengan memperhitungkan prospek pertumbuhan digital media (DCF dengan 12 % discount rate).

5. Kesimpulan Utama

  1. TIRT berada dalam fase koreksi teknikal yang dipicu oleh sentimen sektoral dan keterbatasan likuiditas. Investor ritel sebaiknya menunggu konfirmasi pembalikan atau mengurangi exposure, sementara investor jangka panjang dapat mempertimbangkan akumulasi pada titik support.
  2. Emas (perhiasan & Antam) berada di zona oversold karena penguatan rupiah dan ekspektasi kebijakan moneter AS. Strategi DCA tetap menjadi pilihan aman; spekulan dapat memanfaatkan volatilitas intraday di pasar spot.
  3. MSIN mengalami lonjakan volatilitas yang mengundang perhatian regulator. Risiko hukum masih belum pasti, namun hype digital gaming dapat menahan tekanan jual jangka pendek. Kewaspadaan tinggi dan pemantauan rilis BEI sangat penting.

6. Langkah Praktis untuk Investor

Langkah Penjelasan
1. Monitor Kalender Ekonomi Apakah ada rilis CPI Amerika, data produksi batu bara Indonesia, atau pengumuman suku bunga yang dapat mempengaruhi emas & saham energi?
2. Gunakan Alat Alert Harga Set alert pada TIRT di Rp 560 & Rp 620; pada Antam di Rp 1 380.000 & Rp 1 410.000; pada MSIN di Rp 2 500 (stop‑loss) dan Rp 3 000 (target).
3. Diversifikasi Portofolio Jangan menaruh lebih dari 5‑7 % pada satu saham/komoditas, terutama yang sedang dalam fase volatilitas tinggi.
4. Cek Kepatuhan Regulator Pastikan semua transaksi dilakukan melalui broker berlisensi dan periksa Disclosure perusahaan secara rutin.
5. Review Risiko Mata Uang Karena nilai emas dan komoditas dipengaruhi USD/IDR, pertimbangkan hedging/FX forward bila eksposur mata uang signifikan.

Dengan pendekatan analitis dan disiplin dalam manajemen risiko, investor dapat menavigasi gejolak pasar minggu ini secara lebih terukur dan mengoptimalkan peluang yang muncul. Selamat berinvestasi!