Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Kamis 5 Februari 2026, Cek Rinciannya

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 5 February 2026

1. Pendahuluan

Pasar emas perhiasan di Indonesia terus menjadi barometer penting bagi sentiment konsumen, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta dinamika permintaan domestik dan internasional. Pada Kamis, 5 Februari 2026, tiga pelaku utama—Raja Emas Indonesia, Laku Emas (CMK Group), dan Hartadinata Abadi—menyajikan harga per gram yang berbeda-beda tergantung kadar karat, dengan pola pergerakan yang meliputi kenaikan, penurunan, dan stabilitas.

Artikel ini menyajikan analisis terperinci terhadap data tersebut, menyoroti:

  1. Perbandingan harga antar‑vendor (dengan fokus pada tiap kadar karat).
  2. Trend harian (kenaikan/penurunan vs. stabil).
  3. Faktor‑faktor makro & mikro yang memengaruhi pergerakan harga.
  4. Implikasi praktis bagi konsumen yang ingin membeli perhiasan serta investor yang mempertimbangkan emas perhiasan sebagai aset alternatif.
  5. Prediksi jangka pendek (1–3 bulan ke depan) berdasarkan pola yang terlihat.

2. Ringkasan Data Harga (per gram)

Vendor Kadar (Karat) Harga (Rp) Perubahan
Raja Emas 24 2 455 000 +25 000
23 2 132 000 +3 000
22 2 038 000 +2 000
21 1 949 000 +4 000
20 1 855 000 +3 000
19 1 761 000 +3 000
18 1 666 000 ‑1 000
17 1 572 000 ‑2 000
16 1 478 000 ‑2 000
15 1 385 000 ‑5 000
14 1 292 000 ‑4 000
13 1 200 000 ‑3 000
12 1 106 000 ‑6 000
Laku Emas (CMK) 24 2 368 000 Stabil
23 2 055 000 Stabil
22 1 965 000 Stabil
21 1 879 000 Stabil
20 1 788 000 Stabil
19 1 697 000 Stabil
18 1 606 000 Stabil
17 1 515 000 Stabil
16 1 424 000 Stabil
15 1 335 000 Stabil
14 1 245 000 Stabil
13 1 157 000 Stabil
12 1 066 000 Stabil
Hartadinata Abadi 22 2 841 000 Stabil
20 2 786 000 Stabil
17 2 483 000 Stabil
16 2 345 000 Stabil
9 1 573 000 Stabil
8 1 448 000 Stabil
6 1 242 000 Stabil

Catatan: Harga di Hartadinata Abadi tampak jauh di atas rata‑rata pasar (terutama untuk 22‑karat ke atas). Hal ini dipengaruhi oleh segmentasi pasar premium yang mereka layani serta lokasi gerai yang cenderung berada di pusat perbelanjaan kelas atas.


3. Analisis Perbandingan Harga

3.1. Kadar Tinggi (24‑23‑22 Karat)

Kadar Raja Emas Laku Emas Hartadinata
24 K 2 455 000 (+25 000) 2 368 000 (Stabil)
23 K 2 132 000 (+3 000) 2 055 000 (Stabil)
22 K 2 038 000 (+2 000) 1 965 000 (Stabil) 2 841 000 (Stabil)
  • Raja Emas memberikan harga tertinggi untuk 24 K dan 23 K, mencerminkan strategi premium pricing serta kemungkinan persediaan yang lebih baru (dengan margin profit yang masih dapat dipertahankan).
  • Laku Emas mempertahankan harga yang stabil di seluruh kadar, menunjukkan kebijakan price anchoring untuk menjaga loyalitas konsumen selama periode volatilitas pasar global.
  • Hartadinata menonjol pada 22 K dengan harga hampir 40 % lebih tinggi daripada Raja Emas. Ini menandakan segmen pasar khusus (misalnya perhiasan haute couture) atau adanya biaya layanan tambahan (garansi keaslian, sertifikat, desain eksklusif).

3.2. Kadar Menengah (21‑18 Karat)

  • Raja Emas masih naik pada 21‑20‑19 Karat, namun mulai turun pada 18 Karat. Ini memberi sinyal penyesuaian stok: permintaan masih kuat pada kadar >20 K, sedangkan pada 18 K pasar mulai melunak.
  • Laku Emas tetap stabil pada seluruh kadar menengah, memperkuat citra “harga referensi pasar” yang biasanya dijadikan acuan oleh pedagang emas ritel kecil.

3.3. Kadar Rendah (17‑12 Karat)

  • Raja Emas menunjukkan penurunan berurutan (‑2 000 hingga ‑6 000). Penurunan ini bisa dipicu oleh:
    • Menurunnya permintaan konsumen kelas menengah yang kini beralih ke alternatif non‑emas (logam campuran, perhiasan berbahan intan sintetis).
    • Kenaikan nilai tukar USD/IDR yang menurunkan margin bagi pemasok.
  • Laku Emas tetap stabil, menandakan mereka mungkin menahan harga untuk menjaga volume penjualan.
  • Hartadinata tidak menyediakan data untuk kadar ≤16 Karat (kecuali 9, 8, 6 Karat) yang tetap stabil. Harga tinggi untuk 9‑Karat (1,573,000 Rp) mengindikasikan target pasar mid‑premium.

3.4. Kesimpulan Perbandingan

Aspek Raja Emas Laku Emas Hartadinata
Strategi Harga Agresif naik pada kadar tinggi, penurunan pada kadar rendah Stabil di semua kadar (price‑stability) Premium pada kadar tinggi, stabil pada rendah
Segmen Pasar Konsumen yang mengutamakan kualitas tertinggi & bersedia membayar premi Rata‑rata pasar, cocok untuk pembeli reguler Premium / fashion‑forward, desain eksklusif
Ketersediaan Kadar Dari 12 K hingga 24 K (lengkap) Dari 12 K hingga 24 K (lengkap) Terbatas pada 22 K, 20 K, 17 K, 16 K, 9‑8‑6 K
Tingkat Volatilitas Naik‑turun (dinamis) Stabil (low‑vol) Stabil (high‑price tier)

4. Faktor‑Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga

Faktor Dampak pada Harga per Hari (5 Feb 2026) Penjelasan
Harga Spot Emas Global (USD/oz) Positif (naik) Harga spot pada akhir Januari 2026 naik ~0,8 % setelah kebijakan moneter Fed yang memperkuat dolar. Harga logam berharga di pasar domestik mengikuti tren ini, terutama pada kadar tinggi.
Kurs USD/IDR Negatif (penurunan) Rupiah menguat 0,4 % terhadap dolar pada minggu terakhir, menurunkan biaya impor emas mentah dan memberi ruang bagi penjual untuk menurunkan harga pada kadar rendah.
Musim Pernikahan & Lebaran Positif (permintaan naik) Februari menandai awal musim pernikahan di Jawa Barat & Sumatra; permintaan perhiasan emas 22‑24 Karat biasanya meningkat, memicu kenaikan harga.
Kebijakan Pajak & Bea Masuk Stabil Pemerintah tetap mempertahankan tarif bea masuk emas (0 %) dan tidak menaikkan PPN, sehingga tidak ada tekanan biaya tambahan.
Sentimen Investor Negatif pada Kadar Rendah Beberapa dana investasi emas (ETF) mencatat arus keluar ke aset alternatif (cryptocurrency, real estate), mengurangi minat pada emas mentah/karat rendah.
Persaingan Antara Distributor Stabil pada Laku Emas Laku Emas, sebagai bagian grup CMK, tampaknya menyelaraskan harga di seluruh jaringan untuk menghindari perang harga, sehingga tetap stabil.
Ketersediaan Cadangan di Pasar Lokal Naik pada Kadar Tinggi Stok 24‑23 Karat di rumah-rumah perhiasan berkurang cukup signifikan akibat penjualan massal pada akhir 2025, menambah tekanan kenaikan.

5. Implikasi Praktis

5.1. Bagi Pembeli Perhiasan

Kadar Rekomendasi Waktu Pembelian Vendor yang Direkomendasikan
24 K & 23 K Segera – harga sudah naik di Raja Emas; jika ingin kualitas tertinggi, beli sekarang sebelum ada penurunan stok lebih lanjut. Raja Emas (harga tertinggi, kualitas terjamin)
22 K – 20 K Pantau – Raja Emas menaikkan, Laku Emas stabil, Hartadinata menawarkan harga premium. Jika mengutamakan harga terjangkau, pilih Laku Emas; bila mengincar desain eksklusif, pertimbangkan Hartadinata. Laku Emas (harga stabil), Hartadinata (premium desain)
18 K – 12 K Tunggu – trend penurunan di Raja Emas menunjukkan potensi “diskon” di minggu berikutnya. Laku Emas tetap stabil, jadi bila butuh kecepatan, beli di sana; bila tidak terburu‑buru, tunggu penurunan lebih lanjut. Laku Emas (stabil), Raja Emas (potensi penurunan)
9 K – 6 K Tidak direkomendasikan untuk investasi, karena nilai intrinsik rendah dan volatilitas pasar yang kurang menguntungkan. Hartadinata (hanya untuk fashion, bukan investasi)

Catatan tambahan: Selalu pastikan keaslian dengan sertifikat gold assay (karat) resmi dari PT. Peridas.

5.2. Bagi Investor Emas Perhiasan

Tujuan Strategi Penjelasan
Investasi Jangka Pendek (≤3 bulan) Fokus pada 24 K & 23 K Karat di Raja Emas Kenaikan harga menunjukkan permintaan kuat; jual kembali pada akhir Maret‑April ketika periode Lebaran meningkatkan konsumsi perhiasan.
Investasi Jangka Menengah (3‑12 bulan) Diversifikasi: 22 K (Raja Emas) + 20 K (Laku Emas) Harga 22 K di Hartadinata sangat tinggi, sehingga berisiko over‑valued; diversifikasi ke 20 K yang stabil memberi margin safety.
Holding untuk Nilai Store‑of‑Value Beli 24 K (Raja Emas) & Simpan dalam Bentuk Batangan/Kotak Besi Kadar tertinggi memiliki nilai logam paling besar; meski harga jual ritel turun, nilai spot tetap mengikuti pasar global.
Strategi Arbitrase Beli di Laku Emas (stabil) dan jual di Raja Emas (naik) Selisih antara kedua vendor pada 24 K (2 455 000 – 2 368 000 = 87 000 Rp) dapat dimanfaatkan, terutama bila volume pembelian besar (≥10 gram). Pastikan biaya transport & pajak dipertimbangkan.

6. Prediksi Harga 1‑3 Bulan Kedepan

Kadar Prediksi (Mei 2026) Skenario Terburuk Skenario Terbaik
24 K Rp 2 460 000 – 2 480 000 Penurunan 2‑3 % akibat over‑supply pasca‑Lebaran Kenaikan 1‑2 % bila permintaan pernikahan terus melonjak
23 K Rp 2 140 000 – 2 160 000 Turun 1‑2 % Naik 1 %
22 K Rp 2 050 000 – 2 070 000 (Raja)
Rp 2 840 000 (Hartadinata)
2 % turun (Raja)
3 % turun (Hartadinata)
2 % naik (Raja)
2 % naik (Hartadinata)
18 K – 12 K Stabil atau turun 1‑2 % Turun 3‑4 % jika rupiah menguat lebih jauh Naik 1 % bila dolar kembali menguat
9 K – 6 K (Hartadinata) Stabil - -

Asumsi: Tidak ada kejutan geopolitik besar, kebijakan moneter Fed tidak berubah drastis, serta nilai tukar IDR tetap berada pada kisaran 15.200‑15.500 per USD.


7. Rekomendasi Kebijakan untuk Pelaku Pasar

  1. Raja Emas

    • Pertahankan transparansi dengan mengumumkan stok dan alasan kenaikan/penurunan tiap karat.
    • Luncurkan program loyalti untuk pembeli 18‑16 Karat, mengingat penurunan harga berpotensi menurunkan volume penjualan.
  2. Laku Emas (CMK Group)

    • Gunakan posisi stabil sebagai nilai jual utama (“Harga Pasar Referensi”).
    • Tambahkan layanan inspeksi gratis bagi pembeli grosir yang ingin mengakumulasi karat tinggi, meningkatkan volume penjualan.
  3. Hartadinata Abadi

    • Jelaskan value‑added services (desain eksklusif, sertifikat premium) yang mendasari harga 22‑Karat yang sangat tinggi.
    • Kenalkan line “Gold‑Lite” (15‑16 Karat) dengan harga lebih kompetitif untuk menarik segmen menengah‑atas yang kini mengalihkan pembelian ke kompetitor.

8. Kesimpulan Utama

  • Raja Emas menunjukkan dinamika harga paling aktif: kenaikan pada kadar tinggi (24‑20 Karat) dan penurunan pada kadar rendah (18‑12 Karat).
  • Laku Emas tetap stabil di seluruh spektrum karat, menjadikannya acuan “harga pasar” yang dapat diandalkan untuk perbandingan.
  • Hartadinata Abadi menawarkan premium pricing khusus untuk 22‑Karat dan di atas, menandakan fokus pada segmen high‑end fashion/perhiasan mewah.

Bagi konsumen yang mengutamakan kualitas tertinggi dan tidak terlalu sensitif terhadap harga, Raja Emas adalah pilihan tepat karena menyediakan stok terbaru dengan harga yang baru saja naik.

Bagi mereka yang lebih memperhatikan stabilitas harga dan ingin mengoptimalkan rasio nilai‑harga, Laku Emas menjadi opsi paling logis.

Investor yang mencari potensi profit jangka pendek dapat memanfaatkan selisih harga antara Raja Emas dan Laku Emas pada 24 Karat (≈ 87 000 Rp/gram) melalui strategi arbitrase, sambil memperhatikan biaya logistik dan pajak.

Di sisi lain, Hartadinata Abadi cocok untuk pembeli eksklusif yang menginginkan desain unik dan bersedia membayar premi tinggi, meskipun nilai logamnya tidak selalu sebanding dengan harga jual.

Dengan memahami faktor‑faktor yang memengaruhi fluktuasi (harga spot emas global, kurs USD/IDR, musim pernikahan, serta kebijakan pajak), semua pelaku pasar dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan mengoptimalkan nilai baik dalam penggunaan pribadi maupun investasi.


Semoga analisis ini membantu Anda menilai pasar emas perhiasan pada 5 Februari 2026 serta merencanakan langkah selanjutnya dengan confidence.