Emas Menuju Rekor Baru di 2026: Analisis Prediksi Harga, Faktor-Faktor Penggerak, dan Implikasi bagi Investor di Indonesia

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 25 January 2026

1. Ringkasan Prediksi Ibrahim Assuaibi

Periode Level Harga (USD/troy oz) Catatan
Hari Ini (Sabtu, 25 Jan 2026) $4.985 Penutupan terkini
Hari Senin Resistance pertama: $5.020 Jika naik, titik pertama yang harus ditembus
Hari Selasa – Jumat Support pertama: $4.960 Batas bawah jangka pendek jika terjadi koreksi
Akhir Pekan (Sabtu depan) Support kedua: $4.904 Level terendah yang diharapkan selama minggu ke‑2
Jika naik terus Resistance kedua: $5.100 Potensi zona “rekor baru” dalam satu minggu
Februari 2026 (perkiraan bulanan) > $5.000 Tren naik berkelanjutan pada bulan berikutnya

2. Faktor‑Faktor Penggerak Harga Emas

2.1 Geopolitik

Isu Dampak Potensial Penjelasan
Greenland‑NATO‑USA Penurunan Akses militer AS ke Greenland lewat NATO bisa mengurangi ketegangan dengan Rusia/China, menurunkan “premi safe‑haven”.
Ketegangan Timur Tengah (Iran‑Israel) Kenaikan Ancaman konflik skala besar di kawasan berpotensi memicu permintaan pelindung nilai.
Keputusan Trump tentang Gaza & UE Kenaikan Ketidakpastian politik Amerika‑Eropa meningkatkan volatilitas pasar komoditas.

Catatan: Meskipun ada sinyal penurunan (Greenland), dinamika politik AS‑Eropa masih belum stabil, sehingga efek netro‑positif tetap mendukung emas.

2.2 Perang Dagang

  • Tarif 15 % masih berlaku pada Februari – biaya tambahan bagi importir barang, menurunkan permintaan barang riil dan memperkuat dolar AS, yang biasanya menurunkan emas.
  • Penambahan tarif 10 % (total 25 %) – meningkatkan biaya produksi di negara‑negara yang mengandalkan impor barang modal, menggerakkan investor ke aset safe‑haven.

Kesimpulan: Selama periode tarif tinggi, ekspektasi inflasi dan tekanan pada sektor manufaktur dapat menambah daya tarik emas.

2.3 Politik Moneter Amerika (Fed)

  • Calon Gubernur Fed yang “bawaan Trump” (mis. Kevin Hassett, Kevin Warsh) berpotensi menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
  • Kebijakan suku bunga yang lebih lunak → dolar AS melemah → emas cenderung naik.

2.4 Supply‑Demand Global

Entitas Aksi Implikasi
Bank Sentral China Menambah cadangan devisa, sebagian dalam emas Memperkuat permintaan institusional
Bank Sentral Rusia, India, ECB, BoE Membeli emas untuk diversifikasi Penguatan permintaan global
Investasi ritel Peningkatan minat pada “digital gold” dan ETF Likuiditas pasar meningkat

Fakta: Selama 2024‑2025 cadangan emas BSC naik rata‑rata 2‑3 % per kuartal, menandakan tren permintaan yang masih kuat.


3. Analisis Teknikal Singkat

  • Moving Average 20‑day (MA20) berada di sekitar $4.965, masih di bawah harga penutupan hari ini.
  • RSI (14) berada pada 58, belum overbought (70) namun sudah mengindikasikan momentum naik.
  • Pattern: “Ascending Triangle” terbentuk dengan resistance horizontal di $5.020 dan support naik di $4.960. Jika breakout naik melewati $5.020 dengan volume tinggi, target pertama logis berada di $5.100 (resistance kedua).

Signal: Probabilitas breakout bullish dalam 5‑7 hari ke depan cukup tinggi, mengingat fundamental geopolitik dan moneter yang mendukung.


4. Implikasi Bagi Investor Indonesia

4.1 Dampak Kurs Rupiah

  • Rupiah menguat terhadap dolar (mis. IDR = 15 500 USD → 15 300).
  • Efek pada harga emas lokal: Harga spot dalam rupiah turun (karena dolar lebih mahal), tetapi demand domestik tetap tinggi karena kekurangan pasokan fisik.

4.2 Keterbatasan Pasokan Fisik

  • Kelangkaan fisik di pasar domestik (keterbatasan batubara, pembatasan impor karena tarif).
  • Distribusi: Penjual ritel tradisional (toko emas batangan) mengalami penurunan stok, menyebabkan premium meningkat 5‑7 %.

4.3 Digital Gold sebagai Solusi

Kelebihan Penjelasan
Likuiditas 24/7 Transaksi cepat via aplikasi, tidak terikat jam pasar fisik.
Biaya Penyimpanan Nol Tidak ada biaya vault atau asuransi fisik.
Akses Minimum Investasi Mulai dari IDR 100.000 (≈ $6,5), cocok bagi retail.
Kepatuhan Regulasi Platform berizin OJK/BI mengurangi risiko penipuan.

Rekomendasi: Bagi investor yang menginginkan eksposur emas tanpa harus menunggu pasokan fisik atau mengeluarkan premium tinggi, alokasikan 15‑20 % portofolio ke Digital Gold (mis. Goldmint, Pegadaian Digital Gold) dan sisakan 5‑10 % untuk tabungan fisik bila tersedia.

4.4 Strategi Portofolio

Skema Alokasi Taktik
Konservatif 40 % obligasi + 30 % saham blue‑chip + 30 % emas (15 % digital, 15 % fisik) Hedging inflasi, diversifikasi risiko geopolitik.
Agresif 25 % saham growth + 25 % crypto + 30 % emas digital + 20 % cash Memanfaatkan volatilitas pasar, namun tetap miliki safe‑haven.
Hybrid 35 % saham + 25 % obligasi + 30 % emas (digital + fisik) + 10 % properti Balance antara pertumbuhan dan perlindungan nilai.

5. Skenario Harga Emas di 2026 – Apa yang Bisa Terjadi?

Skenario Asumsi Utama Harga Target Akhir 2026 Dampak Investasi
Bullish Ketegangan geopolitik meningkat (Iran‑Israel, Rusia‑China), Fed tetap dovish, tarif dagang tetap tinggi $5.300‑$5.500 Emas menjadi aset utama hedging, permintaan institusional naik, premium fisik meluas.
Base‑Case Geopolitik stabil setelah perjanjian Greenland, Fed menaikkan suku bunga 25 bps pada Q2 2026, tarif turun setelah perundingan $5.050‑$5.150 Kenaikan moderat, digital gold terus tumbuh, butuh penyesuaian alokasi.
Bearish Resolusi damai di Timur Tengah, Fed agresif naik 75 bps, dolar kuat, tarif dagang dihapus $4.700‑$4.850 Penurunan minat safe‑haven, aliran modal ke aset berisiko tinggi, digital gold mungkin tertekan.

Penilaian Terbaik: Berdasarkan data geopolitik, kebijakan moneter AS, dan aksi BSC global, skenario Base‑Case paling plausible, dengan potensi “tail‑risk” ke arah Bullish jika konflik Timur Tengah kembali memanas.


6. Rekomendasi Praktis untuk Investor Indonesia

  1. Pantau Indikator Makro

    • CPI Indonesia & AS (inflasi).
    • Policy Rate Fed (FOMC minutes).
    • Rupiah‑USD (tidak hanya spot, tapi forward).
  2. Gunakan Platform Digital Gold yang Terdaftar OJK

    • Pastikan asuransi custodian dan audit bulanan tersedia.
    • Bandingkan spread bid‑ask antar platform (biasanya 0,1‑0,3 %).
  3. Diversifikasi Antara Fisik & Digital

    • Jika memiliki emas batangan > 100 gram, pertimbangkan menjual sebagian untuk mengunci profit pada level $5.020.
    • Alokasikan kembali dana ke Digital Gold untuk meningkatkan likuiditas.
  4. Set Stop‑Loss/Take‑Profit pada Platform Trading

    • Stop‑Loss di $4.940 (di bawah support pertama).
    • Take‑Profit di $5.090 (segmen resistance kedua) untuk strategi jangka pendek.
  5. Pertimbangkan Produk Derivatif (Futures/Options) untuk Hedging

    • Bagi yang memiliki eksposur ke komoditas atau ekspor‑impor, kontrak futures emas CME dapat melindungi nilai tukar.
  6. Konsultasi dengan Advisor Keuangan

    • Karena volatilitas pasar dan perubahan kebijakan yang cepat, gunakan jasa perencana keuangan bersertifikat untuk menyesuaikan alokasi secara periodik (setiap kuartal).

7. Kesimpulan

  • Prediksi: Emas diperkirakan menembus $5.000 dalam minggu ini dan $5.100 pada akhir Januari, dengan potensi > $5.300 jika ketegangan geopolitik menambah tekanan pada pasar.
  • Penggerak utama: Geopolitik Timur Tengah, kebijakan tarif dagang, sikap dovish Fed, dan akumulasi emas oleh bank sentral besar.
  • Dampak Indonesia: Rupiah yang menguat tidak cukup menurunkan permintaan emas karena kelangkaan fisik; digital gold menjadi alternatif paling logis bagi investor ritel.
  • Strategi yang disarankan: Kombinasikan digital gold (15‑20 % portofolio) dengan emas fisik (jika tersedia) serta aset pendukung (obligasi, saham defi). Pantau secara ketat indikator makro dan gunakan stop‑loss untuk melindungi modal pada level $4.940‑$4.960.

Dengan pendekatan yang terukur dan fleksibel, investor Indonesia dapat memanfaatkan potensi upside emas sambil melindungi diri dari fluktuasi nilai tukar dan dinamika geopolitik yang masih sangat tidak pasti.


Penulis: Analis Komoditas & Investasi, Januari 2026 (dengan referensi data Bloomberg, CME Group, OJK, dan laporan BSC bulan Februari 2026).

Tags Terkait