IHSG Rebound Kuat dengan Pendahuluan Saham Berbasis Hijau BEI

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 1 August 2026

IHSG Rebound Kuat dengan Pendahuluan Saham Berbasis Hijau BEI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja memorabel pada akhir Juli 2026, dengan posisi penutupan di level 6.236,126 - naik 0,8% atau 49,763 poin dari penutupan sebelumnya. Kenaikan ini menandakan pertama kalinya IHSG kembali ke zona hijau dalam tahun 2026, memutuskan streak penurunan bulanan yang berlangsung sejak Januari-Juni 2026.

Menurut analisis CNBC Indonesia Research, kinerja IHSG selama Juli 2026 mencapai +10,51%, menempatkannya sebagai Bursa Efek Terbaik Ke-4 di dunia setelah Hang Seng (Hong Kong), ZSE All Share (Zimbabwe), dan BET (Romania). Prestasi ini menorehkan prestasi Singapursk STI, Poland WIG, dan indeks major Eropa-Afrika.

Momentum positif ini didukung oleh peluncuran program Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mulai berlaku tanggal 31 Juli 2026. Sebagaimana dilaporkan Bisnis.com, program ini merupakan langkah konkret dari BEI untuk menghubungkan agenda keberlanjutan dengan kebutuhan pendanaan riil perusahaan tercatat.

Kriteria pemberian status Saham Berbasis Hijau mencakup tiga aspek utama: kontribusi kegiatan usaha terhadap aktivitas ekonomi hijau dan/atau transisi menuju ekonomi rendah karbon, pemenuhan aspek keuangan dan tata kelola perusahaan yang baik, serta keterbukaan informasi terkait keberlanjutan. Penilaian dilakukan oleh penyedia review eksternal yang independen, dengan proses evaluasi berkala untuk menjaga kredibilitas program.

Program inibenar-benar bukan merupakan inisiatif baru secara sepenuhnya - konsepnya telah diuji coba sejak 2025 melibatkan 4 perusahaan tercatat dan 3 penyedia review eksternal. Hasil pilot yang positif digunakan untuk menyempurnakan ketentuan sebelum penerapan resmi saat ini.

Dampak langsung dari kebijakan baru ini terlihat dari aliran pasar. Data terbaru menunjukkan bahwa IHSG mencatat kenaikan mingguan sebesar 0,64% ke level 6.196, sedangkan investor asing mencatat net buy sebesar Rp7,1 triliun. Hal ini menunjukkan respons positif dari pasar terhadap inisiatif keberlanjutan BEI.

Sektor yang menjadi penggerak kenaikan meliputi TLKM, BBCA, dan BBRI, menegaskan kembali fondamenta kuat dari blue-chip Indonesia. Dengan IHSG kembali di atas level 6.200 dan sentase pasar yang semakin optimist, Juli 2026 mungkin menjadi titik balik untuk pasar modal Indonesia setengah tahun yang penuh tantangan.

Investasi yang berkelanjutan bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi komponen integrasi dari strategi investasi modern. Saham Berbasis Hijau memberikan instrumen baru bagi investor untuk mensalkasikan portofolio dengan nilai-nilai ESG sekaligus tetap berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.