Harga Emas Antam Turun 43.000 Rupiah pada 13 Februari 2026 – Apa Makna Penurunan Ini bagi Investor dan Konsumen?

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 13 February 2026

Tanggapan Panjang

1. Ringkasan Pergerakan Harga pada 13 Februari 2026

  • Harga jual Antam (1 gram) menurun Rp 43.000 menjadi Rp 2.904.000/gram, turun dari level tertinggi Rp 2.947.000 pada 12 Februari 2026.
  • Harga buy‑back (harga Antam membeli kembali emas dari publik) jatuh Rp 53.000 menjadi Rp 2.688.000/gram.
  • Penurunan ini terjadi setelah sempat konsolidasi di kisaran Rp 2.947.000/gram selama dua hari berturut‑turut (11‑12 Feb).
  • Pada awal tahun (1 Jan 2026) harga Antam berada di Rp 2.488.000, artinya pada tanggal 13 Februari sudah mencatat kenaikan tahunan sekitar 16 %.
  • All‑time high (ATH) tercatat pada 29 Jan 2026 di Rp 3.168.000/gram, masih jauh di atas harga saat ini.

2. Analisis Penyebab Penurunan Harga

Faktor Penjelasan
Sentimen pasar global Harga emas dunia (USD/oz) pada minggu ke‑2 Feb 2026 mengalami koreksi ringan setelah kebijakan moneter AS (Fed) menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Yen menguat, dolar melemah, sehingga permintaan spekulatif pada logam mulia berkurang.
Kurs Rupiah terhadap USD Rupiah menguat sekitar 0,6 % terhadap dolar pada hari Rabu–Kamis (11‑12 Feb), menurunkan biaya konversi harga internasional ke dalam rupiah.
Kebijakan fiskal & pajak Penurunan tarif PPh 22 (0,45 % NPWP) pada transaksi pembelian emas batangan meningkatkan minat ritel, namun juga menambah volume penjualan Antam sehingga tercipta oversupply di pasar domestik dan memaksa penjual menyesuaikan harga jual.
Likuiditas pasar domestik Aktivitas pada platform Logam Mulia menunjukkan volume perdagangan menurun 12 % dibandingkan minggu sebelumnya, menandakan pelaku pasar menahan dana atau mengalihkan ke instrumen lain (mis. obligasi pemerintah).
Faktor musiman Januari‑Februari biasanya menjadi bulan “reset” setelah lonjakan akhir tahun (Desember) ketika investor mengamankan profit. Ini menimbulkan tekanan jual ringan pada emas fisik.

3. Implikasi Bagi Berbagai Pihak

a. Investor Ritel (Pembeli Emas Batangan)

  • Kesempatan beli murah: Penurunan Rp 43.000 (≈ 1,5 %) masih relatif kecil, namun jika terjadi tren penurunan berkelanjutan, harga bawah Rp 2,85 juta/gram dapat menjadi level psikologis penting.
  • Pertimbangan pajak: Bagi pemegang NPWP, tarif PPh 22 hanya 0,45 % (≈ Rp 13.068 per gram). Bagi non‑NPWP, tarif dua kali lipat (0,9 %). Ini mempengaruhi total biaya akuisisi, terutama pada lot besar (≥ 10 gram).
  • Strategi:
    1. Beli bertahap (cost‑averaging) pada level moderat (2,85‑2,90 juta) sambil menunggu potensi rebound.
    2. Manfaatkan batas minimal pembelian (0,5 gram) untuk diversifikasi portofolio kecil bila modal terbatas.
    3. Perhatikan buy‑back: Jika rencana menjual dalam jangka pendek, catat bahwa harga buy‑back kini Rp 2.688.000/gram – selisih ≈ 216.000/gram dari harga jual, sehingga margin kotor sekitar 7,5 % (sebelum pajak).

b. Investor Institusional & Pedagang Besar

  • Margin profitabilitas pada spread jual‑beli menurun, mengingat biaya logistik, penyimpanan, dan pajak.
  • Strategi lindung nilai (hedging): Menggunakan kontrak berjangka logam mulia (jika tersedia di IDX atau bursa internasional) untuk menutup risiko penurunan harga.
  • Diversifikasi aset: Menimbang alokasi sebagian ke emas digital (e‑gold) atau ETF emas untuk mengurangi beban fisik, terutama bila biaya penyimpanan meningkat.

c. Konsumen (Pembeli untuk Kebutuhan Pribadi)

  • Penurunan harga per gram secara langsung menurunkan biaya pembelian per ukuran (contoh: 1 gram kini Rp 2.904.000 dibandingkan Rp 2.947.000 minggu sebelumnya).
  • Pertimbangan pajak: Pastikan memiliki NPWP untuk mengurangi tarif PPh 22 menjadi 0,45 %; ini bisa menghemat hingga ≈ Rp 13.000 per gram pada pembelian 10 gram (≈ Rp 130.000).

4. Proyeksi Jangka Pendek & Menengah

Faktor Proyeksi Dampak ke Harga Antam
Kebijakan moneter AS Jika Fed menahan atau menurunkan suku bunga, emas dunia dapat stabil atau naik kembali, mendorong harga Antam naik lagi. Potensi kenaikan 2‑4 % dalam 2‑4 minggu.
Rupiah Jika Rupiah kembali menguat > 1 % terhadap USD, harga Antam dapat mengalami penurunan lebih lanjut (karena biaya konversi turun). Penurunan tambahan 0,5‑1 % dalam 1‑2 minggu.
Sentimen domestik Kebijakan pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan emas (mis. melalui program pensiun atau tabungan) dapat meningkatkan permintaan, menstabilkan harga. Harga dapat berfluktuasi di kisaran 2,85‑2,95 juta selama sisa kuartal I.
Pajak Jika pemerintah menurunkan tarif PPh 22 lebih jauh (mis. menjadi 0,3 % NPWP), daya tarik beli fisik meningkat. Potensi penyusutan tekanan jual, sehingga harga dapat menyatu kembali ke level Rp 2.95 juta.

5. Rekomendasi Praktis

  1. Cek NPWP – Pastikan Anda terdaftar sebagai wajib pajak. Tarif PPh 22 yang lebih rendah meningkatkan nilai “bersih” dari investasi fisik.
  2. Perhatikan ambang buy‑back – Jika Anda berencana menjual kembali ke Antam, targetkan harga jual ≥ Rp 2.95 juta untuk memperoleh margin setidaknya ≈ 7‑8 % setelah pajak.
  3. Gunakan platform terpercaya – Situs Logam Mulia, Antam Official Store, atau bank yang bermitra mengurangi risiko penipuan dan memastikan penerbitan bukti potong yang sah.
  4. Diversifikasi – Jangan menaruh seluruh dana pada satu ukuran emas. Kombinasikan 0,5‑1 gram (likuiditas tinggi) dengan 10‑25 gram (efisiensi biaya per gram).
  5. Pantau indikator makro – Nilai tukar USD/IDR, kebijakan Fed, dan inflasi Indonesia menjadi variabel kunci yang biasanya memengaruhi harga emas dalam jangka pendek.

6. Kesimpulan

Penurunan Rp 43.000 pada harga jual Antam pada 13 Februari 2026 menandakan koreksi ringan setelah periode kenaikan tajam pada awal tahun. Secara makro, faktor global (kebijakan moneter AS) dan domestik (kurs Rupiah, kebijakan pajak) menjadi pendorong utama.

Bagi investor ritel, saat ini masih menjadi momentum beli yang relatif menguntungkan, khususnya bagi yang memiliki NPWP sehingga dapat memanfaatkan tarif PPh 22 yang rendah. Bagi institusi, penting untuk memperhatikan spread jual‑beli dan menyiapkan strategi hedging guna melindungi margin.

Ke depan, harga Antam diprediksi akan bergerak dalam rentang Rp 2,85‑2,95 juta per gram selama kuartal pertama 2026, kecuali terjadi perubahan signifikan pada kebijakan moneter global atau fluktuasi nilai tukar rupiah yang luar biasa. Memantau berita ekonomi secara real‑time dan menyesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko pribadi akan menjadi kunci sukses dalam memanfaatkan dinamika harga emas Antam ke depan.

Tags Terkait