1. Ringkasan Singkat Berita
| Hari |
Harga Antam (per gram) |
Pergerakan |
| Jumat, 6 Feb 2026 |
Rp 2.856.000 |
Turun Rp 100.000 (≈‑3,4 %) dari hari sebelumnya |
| Kamis, 5 Feb 2026 |
Rp 2.956.000 |
Turun Rp 17.000 |
| ATH (All‑Time‑High) |
Rp 3.168.000 |
Tercapai 29 Jan 2026 |
| Buy‑back (Jumat, 6 Feb 2026) |
Rp 2.571.000 |
Turun Rp 149.000 |
- Resistensi pertama: Rp 2.940.000
- Resistensi kedua: Rp 3.150.000
- Support terdekat (diprediksi kembali melemah): Rp 2.800.000
Selain itu, artikel memaparkan struktur harga per ukuran (0,5 g‑1 000 g) serta aturan perpajakan (PPh 22 0,45 % NPWP / 0,9 % non‑NPWP pada pembelian; 1,5 % NPWP / 3 % non‑NPWP pada buy‑back > Rp 10 jt).
2. Analisis Faktor‑faktor Penyebab Penurunan
| Faktor |
Penjelasan |
Dampak pada Harga Antam |
| Sentimen Pasar Global |
Harga emas dunia (spot) turun karena data inflasi AS dan Eurozone lebih baik‑daripada‑perkiraan, serta penguatan dolar AS. |
Penurunan import harga spot memaksa harga lokal (Antam) ikut turun. |
| Kekuatan Rupiah |
Pada minggu ini Rupiah menguat sekitar 0,7 % terhadap USD, menurunkan biaya impor logam mulia. |
Harga jual domestik menjadi lebih murah. |
| Likuiditas di Pasar Nasional |
Volume transaksi di toko‑toko fisik menurun, konsumen beralih ke platform digital atau menunggu harga lebih rendah. |
Penawaran berlebih relatif terhadap permintaan menurunkan harga. |
| Kebijakan Moneter BI |
Kebijakan suku bunga yang netral‑to‑tight (BI 7,25 %) menurunkan daya tarik emas sebagai safe‑haven. |
Memperlemah permintaan spekulatif. |
| Kondisi Politik & Ekonomi Domestik |
Tidak ada kejadian politik signifikan, namun prospek pertumbuhan Q1‑Q2 masih diprediksi melambat (GDP Q1 2025‑2026 ≈ 4,9 %). |
Investor institusi menahan alokasi emas, memperkecil permintaan. |
3. Implikasi Bagi Berbagai Pelaku Pasar
a. Investor Ritel (Pembeli Fisik)
- Kesempatan “Buy‑the‑Dip”
- Harga Rp 2.800.000‑Rp 2.850.000 masih di atas support teknikal (Rp 2.800.000).
- Jika perlambatan penurunan berlanjut, level Rp 2.750.000 dapat menjadi zona support kuat berikutnya.
- Perhatikan Beban Pajak
- Bagi pemegang NPWP, beban PPh 22 hanya 0,45 % (≈ Rp 12.690 per gram pada harga Rp 2.800.000).
- Non‑NPWP harus menanggung 0,9 % (≈ Rp 25 380 per gram).
- Strategi: bila memungkinkan, daftarkan NPWP sebelum melakukan pembelian untuk meminimalisir biaya.
b. Investor Institusional (Dana Pensiun, Reksa Dana)
- Diversifikasi Risiko: karena emas dalam jangka menengah‑panjang masih berfungsi sebagai penyimpan nilai, penurunan ini dapat dijadikan entry point untuk meningkatkan alokasi emas dalam portofolio.
- Penggunaan Derivatif: bila portofolio sudah memiliki eksposur fisik, dapat mempertimbangkan futures atau options pada kontrak berjangka Emas dalam rupiah untuk melindungi (hedge) nilai portofolio apabila harga kembali turun di bawah Rp 2.800.000.
c. Pedagang / Penjual (toko Antam, bank, e‑commerce)
- Margin Kecil: penurunan harga jual bersamaan dengan penurunan buy‑back dapat mengikis margin.
- Strategi Penjualan:
- Bundling: tawarkan paket emas + layanan (asuransi, penyimpanan) untuk menambah nilai.
- Promosi “Soft‑Landing”: beri insentif bagi pelanggan NPWP (diskon tambahan 0,1‑0,2 %) untuk meningkatkan volume.
4. Proyeksi Harga Jangka Pendek (7 Feb – 21 Feb 2026)
| Skenario |
Asumsi Utama |
Target Harga (per gram) |
Probabilitas |
| Bullish |
Dolar AS melemah > 1 % dan inflasi global menurun, sentimen safe‑haven kembali meningkat. |
Rp 2.940.000 – Rp 3.000.000 (menembus resistensi pertama) |
30 % |
| Neutral |
Kondisi pasar tetap stabil, tidak ada kejutan ekonomi makro. |
Rp 2.800.000 – Rp 2.870 000 (berkonsolidasi di zona support) |
45 % |
| Bearish |
Data ekonomi AS/Eurozone kuat, BI mempertahankan kebijakan ketat, dan Rupiah menguat lebih lanjut. |
Rp 2.650.000 – Rp 2.750.000 (menembus support) |
25 % |
Catatan: Proyeksi di atas menggunakan analisis teknikal sederhana (support/resistance) dan fundamental (FX, suku bunga). Pergerakan spekulatif di pasar futures dapat mempercepat perubahan harga.
5. Rekomendasi Praktis
5.1. Untuk Pembeli Ritel
| Langkah |
Penjelasan |
| 1. Evaluasi Kebutuhan |
Jika tujuan Anda untuk proteksi nilai (inflasi, stabilitas) – beli sekarang di kisaran Rp 2.800 – 2.860 k. |
| 2. Manfaatkan Diskon Pajak |
Pastikan memiliki NPWP. Jika tidak, daftarkan secara daring (e‑filling) – proses biasanya selesai dalam 1–2 hari kerja. |
| 3. Hedging Kecil |
Beli emas fisik 0,5‑1 gram secara bertahap (misalnya tiap minggu). Ini meminimalkan risiko “timing”. |
| 4. Simpan Bukti Potong |
Simpan bukti potong PPh 22 untuk klaim pajak atau laporan SPT tahunan. |
5.2. Untuk Investor Institusional
| Langkah |
Penjelasan |
| 1. Review Alokasi |
Naikkan eksposur emas fisik atau ETF hingga 6‑8 % dari total aset jika belum tercapai. |
| 2. Deploy Derivatif |
Gunakan futures pada BMEX (Bursa Malaysia) atau options di ICE (International Commodity Exchange) untuk melindungi nilai beli pada Rp 2.800.000. |
| 3. Monitoring Ekonomi Makro |
Buat sistem alert pada data inflasi AS/EU, nilai tukar USD/IDR, dan kebijakan moneter Bank Indonesia. |
| 4. Lakukan “Stress Test” |
Simulasi skenario penurunan hingga Rp 2.650.000 untuk memastikan likuiditas dan batas risiko. |
5.3. Untuk Penjual / Dealer
| Langkah |
Penjelasan |
| 1. Penyesuaian Harga Jual |
Reduksi margin sebesar 0,2‑0,3 % pada gram kecil (0,5‑1 g) untuk menjaga volume. |
| 2. Bundling & Value‑Add |
Tawarkan asuransi kehilangan atau penyimpanan gratis 1 tahun bila pembelian > Rp 10 jt. |
| 3. Edukasi Pajak |
Buat materi ringan (infografis) tentang pembebasan PPh 22 dan cara mengklaim kembali pada SPT. |
| 4. Diversifikasi Produk |
Tambahkan emas koin atau perak pada rangkaian produk untuk menarik segmentasi yang lebih sensitif pada harga. |
6. Kesimpulan Utama
- Harga Antam sedang berada di zona teknikal yang sensitif – support Rp 2.800.000, resistensi Rp 2.940.000.
- Faktor eksternal (dolar, inflasi global) dan internal (nilai tukar Rupiah, kebijakan BI) menjadi pendorong utama penurunan.
- Pajak masih menjadi beban signifikan bagi non‑NPWP; mengoptimalkan status NPWP dapat menurunkan biaya total pembelian hingga ≈ 0,45 %.
- Bagi investor, ada peluang “buy‑the‑dip” bila bersedia menahan posisi dalam jangka menengah (3‑6 bulan).
- Dealer perlu menyesuaikan margin, menawarkan nilai tambah, dan meningkatkan edukasi pajak untuk menjaga volume penjualan.
Dengan memperhatikan kombinasi analisis teknikal, fundamental, dan regulasi perpajakan, pelaku pasar dapat mengambil keputusan yang lebih terinformasi dan mengoptimalkan risiko serta potensi keuntungan di tengah volatilitas harga emas Antam pada tanggal 7 Februari 2026.