Permintaan Emas India Menguat Menyambut Akshaya Tritiya, Sementara China M

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 11 April 2026

1. Gambaran Umum Pasar Emas saat ini

  • Harga spot: Menjelang pertengahan April 2026, harga emas spot berada  di atas US$ 2 100 per ons, menembus level tertinggi tiga minggu terakhir. 

  • Sentimen geopolitik: Penurunan ketegangan antara Amerika Serikat dan  Iran memberikan dukungan tambahan bagi sentimen bullish.

  • Kebijakan moneter: Kebijakan suku bunga yang masih relatif tinggi di  AS menahan aliran masuk modal ke emas, tetapi ekspektasi pelonggaran kebija kebijakan di tengah perlambatan inflasi tetap menjadi pendorong permintaan  keamanan.

2. India: Festival, Budaya, dan Dinamika Harga

2.1. Mengapa Akshaya Tritiya menjadi “pembelian emas‑musim”

Faktor Penjelasan
Kepercayaan tradisional Akshaya Tritiya dianggap hari keberuntungan

keberuntungan untuk investasi jangka panjang. Membeli emas pada hari ini di diyakini membawa “keberkahan tak terhenti”. | | Kebijakan keuangan keluarga | Bagi banyak rumah tangga kelas menengah menengah, emas tetap unit penyimpanan nilai yang paling mudah diakses, lebi lebih aman daripada simpanan bank pada saat suku bunga tinggi. | | Pengaruh media & e‑commerce | Pemasaran digital dan program pemesanan pemesanan (booking) mempermudah konsumen yang enggan berkunjung ke toko fis fisik karena harga yang masih tinggi. |

2.2. Kondisi Harga di India

  • Harga domestik: 152.800 rupee/10 gram (≈ Rp 28,04 juta) pada 10 April pada 10 April 2026, setelah puncak pada 154.934 rupee.
  • Diskon vs premi: Pedagang memberi diskon hingga US$ 6 per ons namun namun premi tetap bisa mencapai US$ 9, menandakan adanya ketegangan antar antara upaya menurunkan harga jual dan kebutuhan menjaga margin keuntungan. keuntungan.

2.3. Implikasi bagi Permintaan

  1. Pemesanan (booking) dominan – Konsumen memilih mengamankan harga har hari ini dengan pembayaran di muka, menunggu penyerahan fisik setelah festi festival. Ini menambah likuiditas pasar spot.
  2. Penurunan foot traffic – Meskipun permintaan “terlihat” meningkat, p penjualan di toko ritel tetap lesu. Hal ini menurunkan pangsa pasar fisik t tradisional dan meningkatkan peran platform daring.
  3. Kekuatan beli tertekan – Harga tinggi membuat konsumen menyesuaikan  ukuran pembelian (mis. emas 1 gram vs 5 gram) atau menunda pembelian hingga hingga harga stabil kembali.

3. China: Konsumsi Perhiasan Turun, Investasi Stabil

3.1. Penurunan Premi

  • Premi turun menjadi US$ 3‑5 per ons, jauh di bawah level US$ 12‑17 pada a awal tahun.
  • Penurunan ini dipicu oleh penurunan penjualan perhiasan (‑25 % YoY) y yang mencerminkan perubahan selera konsumen serta dampak kebijakan kredit d dan properti yang berlebih berat.

3.2. Sentimen Ritel vs Institusional

Segmen Tren Penjelasan
Ritel perhiasan Menurun drastis Kenaikan harga emas, tekanan pada
pada pendapatan rumah tangga, serta kebijakan pembatasan konsumsi mewah.
Investasi (logam mulia) Relatif stabil Investor institusional dan

dan individu dengan profil risiko tinggi tetap mengkonsolidasikan portofoli portofolio dengan emas sebagai safe‑haven. | | Bank Sentral (PBOC) | Pembelian berkelanjutan (bulan ke‑17) | Mempert Mempertahankan cadangan devisa dan memperkuat likuiditas pasar, yang menamb menambah permintaan institusional meski volume ritel lemah. |

3.3. Dampak pada Pasar Global

  • Penurunan permintaan China menurunkan tekanan beli global, namun in intervensi PBOC** mengurangi volatilitas tajam.
  • Karena China menyumbang hampir 30 % permintaan fisik dunia, kontraksi kontraksi 25 % pada sektor perhiasan menyebabkan oversupply di pasar spot spot, menurunkan premi pada hub internasional (Hong Kong, Singapura, Jepang Jepang).

4. Dinamika Regional Lain

Kota Premi (US$/oz) Catatan
Hong Kong ≈ 3 Premi tipis menandakan pasar yang sangat likuid, dipeng
dipengaruhi arus perdagangan internasional.
Jepang ≈ 1 Kekuatan yen relatif terhadap dolar menahan premi.
Singapura 1‑3 Volume perdagangan ritel tinggi, premi dipengaruhi oleh
oleh fluktuasi nilai tukar dan biaya logistik.

5. Implikasi bagi Harga Emas Global

  1. Tekanan naik jangka pendek – Festival India menambah permintaan spot spot pada minggu‑minggu pertama Mei, memberi dorongan pada harga spot yan yang sudah berada di level tinggi.
  2. Koreksi moderat – Penurunan premi di China dan kawasan Asia lainnya  berpotensi menurunkan futures dan forward premium, menjaga harga spot d dari lonjakan berlebih.
  3. Pengaruh kebijakan moneter – Jika Fed mulai memotong suku bunga atau atau inflasi melunak, daya tarik emas sebagai aset non‑kupon dapat meningka meningkat, menambah dukungan harga.
  4. Geopolitik – Kemungkinan eskalasi baru di Timur Tengah atau ketegang ketegangan trade US‑China dapat mengembalikan permintaan “safe‑haven” dan m memperkuat bullish trend.

6. Outlook dan Rekomendasi untuk Investor

Waktu Skenario Strategi
1‑3 bulan (Mei‑Juli 2026) Permintaan India puncak, China lemah 
Posisi netral‑long pada spot, pertimbangkan ETF emas atau kontrak f
futures dengan stop‑loss di level US$ 2 050 per ons.
4‑6 bulan (Agustus‑Oktober 2026) **Penurunan premi Asia, potensi pe
pelonggaran kebijakan Fed** Tambah eksposur pada emas fisik atau *gol
gold‑backed digital token sebagai diversifikasi portofolio.
>6 bulan Ketidakpastian geopolitik & kebijakan moneter **Hedg

Hedging dengan opsi put atau structured product yang menggabungkan em emas dan mata uang yang kuat (mis. USD, CHF). |

Catatan Tambahan

  • Diversifikasi geografis: Investor yang berfokus pada Asia sebaiknya m mengamati indeks ritel emas (mis. Gold Retail Demand Index – India vs Ch China Retail Demand Index*) untuk menilai momentum.
  • Risiko valuasi: Harga emas kini berada di atas rata‑rata historis 10‑ 10‑tahun; penurunan tajam dapat terjadi jika dolar AS menguat kembali atau  inflasi turun drastis.

7. Kesimpulan

  • India kembali menjadi pendorong utama permintaan emas pada periode fe festival, meskipun konsumen masih berwaspada pada level harga yang tinggi.  Mekanisme pemesanan (booking) memperpanjang efek permintaan ini ke minggu‑m minggu‑minggu berikutnya.
  • China mengirim sinyal penurunan permintaan ritel perhiasan, tetapi ak aksi beli berkelanjutan bank sentral menjaga permintaan institusional tetap tetap solid.
  • Pasar global berada pada persimpangan: tekanan beli musiman di India  vs tekanan penurunan premi di Asia lainnya, semuanya berada dalam kerangka  geopolitik yang semakin longgar dan kebijakan moneter yang masih berubah-ub berubah-ubah.

Dengan memahami dinamika tersebut, pelaku pasar dapat menyesuaikan eksposur eksposur mereka secara lebih terinformasi—memanfaatkan momentum kenaikan pe permintaan India sambil tetap memantau risiko penurunan premi di kawasan la lainnya.


Tulisan ini disusun berdasarkan laporan Reuters, data pasar spot pada 10 A 10 April 2026, serta analisis tren konsumen di India dan China.

Tags Terkait