Harga Perak Antam Menembus Rp 51.450/gram: Apa Makna Lonjakan Ini bagi Investor dan Pasar Logam Mulia Indonesia?

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 10 February 2026

Tanggapan Panjang

1. Ringkasan Pergerakan Harga Terbaru

  • Selasa, 10 Feb 2026: Harga perak Antam (ANTM) naik Rp 1.500 menjadi Rp 51.450/gram.
  • Senin, 9 Feb 2026: Sebelumnya tercatat Rp 50.250/gram, naik Rp 750 dibandingkan hari sebelumnya.
  • Sabtu, 7 Feb 2026: Peningkatan Rp 4.000 ke Rp 49.500/gram setelah sempat melemah.

Di pasar internasional, silver spot pada hari yang sama menurun 1,57 % menjadi US$ 81,94/troy ounce (data Kitco). Pada hari Senin, kontrak Maret sempat diperdagangkan di kisaran US$ 83,18.


2. Analisis Penyebab Lonjakan Harga Antam

Faktor Penjelasan
Permintaan Domestik Musim pernikahan dan tradisi perayaan Hari Raya di Indonesia biasanya meningkatkan kebutuhan perhiasan perak serta pembelian koin/emas perak sebagai tabungan.
Kebijakan Pemerintah Kenaikan tarif impor logam mulia atau dukungan pada produsen dalam negeri (mis. insentif pajak untuk PT Antam) dapat mengurangi pasokan luar negeri, mendorong harga lokal naik.
Fluktuasi Nilai Rupiah Rupiah yang melemah terhadap dolar (meskipun tidak tajam pada periode ini) mengakibatkan harga perak dalam Rupiah menjadi lebih tinggi, meski harga spot global turun.
Siklus Spekulatif Investor ritel yang melihat penurunan harga spot sebagai “peluang beli murah” bisa beralih ke produk domestik yang lebih likuid (perak Antam) sehingga menciptakan tekanan beli.
Sentimen Geopolitik Ketegangan di pasar logam mulia (mis. ketegangan di Timur Tengah, kebijakan moneter AS) meningkatkan permintaan safe‑haven, walaupun pada hari Selasa harga spot turun, masih ada aliran modal ke logam mulia secara umum.

Kombinasi faktor‑faktor di atas menjelaskan mengapa harga Antam bisa naik meskipun harga spot dunia melemah. Harga logam domestik tidak semata‑mata mengikuti spot, melainkan dipengaruhi oleh kurs, kebijakan, dan permintaan lokal.


3. Implikasi bagi Berbagai Pemangku Kepentingan

a. Investor Ritel

  • Peluang Jangka Pendek: Lonjakan harga dapat dimanfaatkan untuk trading harian (buy‑low‑sell‑high) terutama pada hari‑hari volatilitas tinggi (Senin‑Selasa).
  • Strategi Jangka Panjang: Jika tren permintaan domestik tetap kuat, perak Antam dapat menjadi aset diversifikasi portofolio, terutama untuk melindungi nilai dari inflasi dan fluktuasi rupiah.
  • Risiko: Harga spot yang menurun menandakan kemungkinan overbought di pasar lokal; koreksi kembali ke level yang lebih selaras dengan pasar internasional bisa terjadi dalam 1‑3 bulan ke depan.

b. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

  • Revenue Boost: Setiap kenaikan Rp 1.000/gram berarti tambahan pendapatan signifikan mengingat volume penjualan perak yang cukup besar.
  • Brand Positioning: Antam dapat memanfaatkan momentum ini dengan kampanye “Investasi Logam Mulia Lokal”, memperkuat citra sebagai produsen terpercaya.
  • Kebutuhan Operasional: Kenaikan harga dapat memicu perusahaan untuk meningkatkan produksi atau penjualan stok yang ada, namun harus memperhatikan kapasitas pertambangan dan persediaan cadangan.

c. Pemerintah & Regulator

  • Cadangan Devisa: Peningkatan nilai ekspor logam mulia berpotensi menambah devisa, terutama bila ekspor perak fisik atau produk bernilai tambah (koin, perhiasan).
  • Stabilitas Pasar: Otoritas perlu mengawasi spekulasi berlebihan agar tidak menimbulkan gelembung harga yang dapat membahayakan konsumen (mis. kenaikan harga perhiasan).
  • Kebijakan Pajak: Penyesuaian tarif atau insentif untuk produsen logam mulia dapat menyeimbangkan supply‑demand dan menjaga harga tetap wajar bagi pasar domestik.

d. Konsumen (Industri Perhiasan, Manufaktur)

  • Biaya Produksi Naik: Kenaikan harga perak berdampak pada margin produsen perhiasan atau barang elektronik yang menggunakan perak (mis. solder, konektor).
  • Pengalihan ke Alternative: Jika tren kenaikan berkelanjutan, beberapa produsen dapat beralih ke bahan lain atau mengoptimalkan desain untuk mengurangi porsi perak.

4. Proyeksi Harga ke Depan (3‑6 Bulan)

Skenario Asumsi Utama Perkiraan Harga Antam (Rp/gram)
Bullish Rupiah tetap stabil/meningkat, permintaan domestik terus menguat, kebijakan impor logam mulia tetap ketat Rp 53.000 – Rp 55.000
Base Case Kombinasi antara penurunan harga spot dunia dan demand domestik yang moderat, kurs rupiah sedikit melemah Rp 50.500 – Rp 52.000
Bearish Koreksi tajam pada harga spot (mis. US$ 78/oz) + rupiah melemah signifikan, serta munculnya pasokan impor baru Rp 48.000 – Rp 49.500

Kunci utama untuk menilai arah pergerakan adalah korelasi antara kurs rupiah–dolar dan volume perdagangan perak Antam di bursa logam mulia domestik.


5. Rekomendasi Praktis untuk Investor

  1. Pantau Kurs USD/IDR secara real‑time. Setiap 1 % perubahan nilai tukar dapat menggeser harga perak domestik lebih tinggi atau lebih rendah dari trend global.
  2. Gunakan Indikator Teknis pada grafik harga Antam (mis. moving averages 20‑hari & 50‑hari, RSI). Pada saat penulisan, RSI berada di zona overbought (~71), menandakan potensi koreksi jangka pendek.
  3. Diversifikasi dengan Produk Lain: Pertimbangkan alokasi pada emas Antam, logam mulia lain (platinum, palladium) atau ETF logam mulia global untuk mengurangi risiko konsentrasi pada satu logam.
  4. Set Stop‑Loss & Target Profit: Misalnya, beli pada Rp 51.300, pasang stop‑loss di Rp 49.800 (≈3 % di bawah entry) dan target profit pertama di Rp 53.200 (≈4 % di atas entry).
  5. Ikuti Berita Makro: Kebijakan moneter AS, indikator inflasi global, serta data produksi Antam (laporan kuartalan) dapat memberi sinyal perubahan tren.

6. Kesimpulan

Lonjakan harga perak Antam ke Rp 51.450/gram pada 10 Februari 2026 mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang unik di Indonesia: permintaan domestik yang kuat, fluktuasi nilai tukar, serta kebijakan pemerintah berperan lebih dominan daripada harga spot dunia yang justru menurun. Bagi investor, kondisi ini menawarkan peluang spekulatif jangka pendek sekaligus potensi pertumbuhan jangka panjang, asalkan tetap memperhatikan indikator teknikal, pergerakan nilai tukar, dan kebijakan makro.

Pemantauan yang cermat terhadap kurs USD/IDR, volume perdagangan Antam, serta berita geopolitik dan kebijakan fiskal akan menjadi kunci untuk menentukan apakah harga ini akan terus menanjak, stabil, atau mengalami koreksi dalam beberapa bulan ke depan.


Semoga analisis ini membantu Anda mengambil keputusan yang lebih informatif dan terukur dalam berinvestasi di pasar perak maupun logam mulia lainnya.

Tags Terkait