Analisis Pilihan Saham untuk Trading 10 Februari 2026: Rekomendasi Mandiri, BNI & MNC Sekuritas dalam Konteks Sentimen Global dan Teknis IHSG

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 10 February 2026

Judul:

“Analisis Pilihan Saham untuk Trading 10 Februari 2026: Rekomendasi Mandiri, BNI & MNC Sekuritas dalam Konteks Sentimen Global dan Teknis IHSG”


1. Gambaran Umum Pasar pada 10 Februari 2026

Indeks Pergerakan Terbaru Catatan Penting
IHSG +1,22 % (naik 96,61 poin) → 8.031,8 Momentum bullish berlanjut setelah penutupan kuat kemarin.
Nikkei 225 Rekor tertinggi baru Menunjukkan dukungan kuat dari pasar Asia pasca‑pemilu Jepang.
S&P 500 & Dow Jones Kedua indeks naik, Dow mencetak ATH “Risk‑on” sentiment menguat; sektor teknologi menjadi driver utama.

Implikasi bagi Indonesia:

  • Arus modal asing kembali mengalir ke ekuitas Asia, memperkuat likuiditas pasar domestik.
  • Sentimen global yang positif menurunkan “risk‑off” premium, sehingga saham-saham yang bersifat defensif (mis. konsumen, utilitas) dan pertumbuhan (teknologi, infrastruktur) sama-sama mendapat dukungan.
  • Fundamental macro (inflasi yang masih moderat, kebijakan suku bunga global yang stagnan) memberi ruang bagi trader untuk menargetkan short‑to‑medium term rally sambil tetap memperhatikan level support teknikal yang kuat.

2. Rekomendasi Mandiri Sekuritas (3 Saham – “Buy”)

Saham Harga Penutupan Target Stop‑Loss Analisis Teknis
UNVR (Unilever Indonesia) 2.300 2.350 (+2,2 %) 2.270 - Harga berada di atas MA 20 dan MA 50.
- Formasi ascending channel dengan support di 2.270.
- Volume beli meningkat pada penurunan kecil, mengindikasikan akumulasi.
DEWA (Djarum Water) 500 515 (+3,0 %) 494 - Menembus zona resistance 505, menguatkan breakout.
- RSI masih di 55 (belum overbought).
- Pola bullish flag rata‑2 hari terakhir.
SCMA (Sampoerna Mitra Adiperkasa) 256 268 (+4,7 %) 252 - Breakout dari pola cup‑with‑handle pada 254.
- MACD bullish crossover pada sesi sebelumnya.
- Support kuat di 252 (level pivot harian).

Kelebihan & Risiko

  • Kelebihan: Ketiga saham berada dalam trend up jangka menengah, didukung oleh fundamental kuat (UNVR – brand konsumen global; DEWA – eksposur ke green water trend; SCMA – distributor produk FMCG yang resilient).
  • Risiko: Karena semua berada di zona buy on weakness, penurunan tajam di sesi pembukaan (mis. akibat berita geopolitik) dapat memicu stop‑loss dalam hitungan menit. Investor harus siap dengan order stop‑market atau trailing stop.

3. Rekomendasi BNI Sekuritas (6 Saham – “Spec Buy”)

Saham Area Beli Cut‑Loss Target Near
INDF (Indofood) 6.800‑6.825 < 6.775 6.900‑6.975
CDIA (Ciputra Development) Break > 1.055 < 1.020 1.090‑1.120
BUVA (Bukit Ventura) 1.075‑1.100 < 1.060 1.200‑1.240
INDY (Indika) 3.360‑3.380 < 3.330 3.430‑3.480
MBMA (Mitra Bumi Marlina) 635‑655 < 615 675‑695
EMAS (Emas Berlian) 7.350‑7.500 < 7.200 7.800‑8.000

Catatan Analitis

  1. INDFConsumer staple dengan margin stabil. Volume rata‑rata meningkat setelah rilis EPS Q4 yang melampaui ekspektasi. Area beli di range consolidation 6.800‑6.825 menunjukkan accumulation oleh institusi.
  2. CDIAProperty yang masih sensitif pada rate hike. Breakout di atas 1.055 menjadi sinyal bullish, namun tetap perhatikan interest‑rate spread US‑Indonesia.
  3. BUVA – Memiliki exposure ke logistics dan industrial estate yang diproyeksikan naik 8‑10 % YoY. Target 1.200‑1.240 menuntut breakout signifikan di atas 1.100.
  4. INDY – Petrokimia yang mendapat manfaat dari commodity rally (naphtha, petro‑chemical feedstock). Patokan stop‑loss di 3.330 mengantisipasi koreksi teknikal lintas MA 50.
  5. MBMAReal estate regional yang mengandalkan infrastructure funding. Area beli 635‑655 dekat level Fibonacci retracement 61,8%.
  6. EMAS – Logam mulia sebagai safe‑haven. Pada fase risk‑on, emas biasanya melemah, namun target 7.800‑8.000 masih realistis bila nilai USD/IDR melemah atau inflasi global tetap tinggi.

Kelebihan & Risiko

  • Diversifikasi sektor (consumer, property, logam, industri) memperkecil risiko konsentrasi.
  • Strategi “Spec Buy” menuntut swing‑trading dengan toleransi volatilitas tinggi; trader harus siap menyesuaikan posisi bila terjadi gap down sebelum pasar buka.
  • Risiko utama adalah sentimen risk‑off yang tiba‑tiba (mis. krisis likuiditas global), yang dapat menurunkan semua aset berisiko bersamaan.

4. Rekomendasi MNC Sekuritas (4 Saham – “Buy on Weakness”)

Saham Buy‑on‑Weakness Zone Target 1 Target 2 Stop‑Loss
ARCI (Archimedes) 1.600‑1.660 1.745 1.980 < 1.540
BBCA (BCA) 6.975‑7.325 7.750 8.525 < 6.750
HRUM (Harum Energy) 885‑995 1.085 1.190 < 870
JPFA (Japfa) 2.380‑2.490 2.670 2.840 < 2.320

Interpretasi “Buy on Weakness”

Strategi ini mengasumsikan bahwa koreksi minor menghasilkan overselling pada saham yang masih berada dalam tren naik jangka panjang. Jika harga kembali ke zona “weakness” (biasanya di atas support dinamis), maka entry long dapat dilakukan dengan risiko terbatas pada level stop‑loss yang berada di bawah support terdekat.

Ulasan Singkat Tiap Saham

  • ARCI – Sektor consumer (fast‑moving consumer goods). Volume beli tiba‑tiba pada penurunan 5 % menandakan institutional accumulation. Target pertama 1.745 (kembali ke MA 50), target kedua 1.980 (pendekatan MA 200).
  • BBCA – Salah satu bank terbesar. Meskipun mengalami koreksi 2,28 %, fundamental kredit tetap kuat, dan NIM diproyeksikan naik. Target 8.525 hampir mencapai level previous high sebelum penurunan.
  • HRUM – Energi terbarukan, didorong oleh kebijakan pemerintah terkait green energy. Penurunan 2,99 % memicu aksi beli pada level 885‑995; target 1.190 menandakan potensi breakout ke zona resistance 1.200.
  • JPFA – Agro‑industri, menguasai rantai pasokan pakan ternak. Kenaikan 2 % disertai buy‑the‑dip pada level 2.380‑2.490; target 2.840 mengarah pada psychological level 2.900.

Kelebihan & Risiko

  • Kelebihan: Pendekatan berbasis price action yang memungkinkan entry pada level harga yang lebih menguntungkan dibandingkan “buy‑on‑breakout”.
  • Risiko: Jika momentum downtrend berlanjut (mis. data ekonomi Indonesia melemah), support dapat pecah dan stop‑loss aktif. Pilihan ini sangat bergantung pada konfirmasi volume dan kebijakan likuiditas di pasar.

5. Analisis Komparatif & Penyusunan Portofolio 1‑Hari (Intraday / Swing)

Kriteria Mandiri (Buy) BNI (Spec Buy) MNC (Buy‑on‑Weakness)
Strategi Waktu 1‑3 hari (short‑term swing) 2‑7 hari (speculasi) 1‑5 hari (momen reversal)
Profil Risiko Moderat – support jelas Tinggi – area beli di range breakout Moderat‑tinggi – bergantung pada rebound
Sektor Dominan Consumer (UNVR), Utilities (DEWA), FMCG (SCMA) Consumer, Property, Logam, Industri, Energi Banking, Consumer, Energi, Agro
Keterkaitan Makro Sensitif pada risk‑on global Bantalan pada trend domestik (inflasi, suku bunga) Dipengaruhi pada sentimen reversal setelah koreksi pasar

Contoh Kombinasi Portofolio (USD 10 k)

Alokasi Saham Kuantitas (dalam % modal) Alasan
30 % UNVR 30 % Fundamentally kuat, volatilitas terbatas, target realistis.
20 % BBCA 20 % Bank besar, likuiditas tinggi, target jangka menengah.
15 % INDF 15 % Consumer staple, area beli di range consolidasi.
15 % HRUM 15 % Eksposur energi terbarukan, potensi breakout.
10 % ARCI 10 % Buy‑on‑weakness, target dua level, bagus untuk penambahan posisi pada retrace.
10 % EMAS 10 % Hedge dalam portofolio, diversifikasi ke safe‑haven.

Catatan: Gunakan order limit pada zona beli masing‑masing dan stop‑loss tepat di bawah level support yang disebutkan. Jika posisi bergerak ke arah target pertama, pertimbangkan partial take‑profit dan geser stop‑loss ke breakeven.


6. Faktor‑Faktor Eksternal yang Perlu Dipantau

Faktor Dampak Potensial Tindakan Selanjutnya
Data Inflasi & Kebijakan Bank Indonesia Jika inflasi naik > 4, suku bunga dapat naik, menekan saham consumer & bank. Perketat stop‑loss pada UNVR & BBCA; move to defensive/utility.
Rilis EPS Q1 2026 Surplus atau defisit profit dapat memicu volatilitas besar pada saham‑saham yang direkomendasikan. Siapkan news‑based exit (misalnya, jika EPS turun > 5 %).
Geopolitik (Konflik Timur Tengah, Ketegangan Asia‑Pasifik) Bisa memicu risk‑off tiba‑tiba, membuat semua ekuitas turun. Jika volatilitas VIX/IDVIX > 25, kurangi exposure dengan menambah cash atau gold (EMAS).
Kurs USD/IDR Penguatan Rupiah dapat memperbaiki margin importers (UNVR) dan menurunkan beban utang luar negeri. Pantau level 14.800 & 15.000; jika Rupiah menguat > 15.200, pertimbangkan penambahan posisi defensif.
Flow Dana Global (ETF, DM) ke Asia Influx dana meningkatkan likuiditas dan price support pada IHSG. Jika Net Foreign Inflow > 2 M USD per hari, tingkatkan alokasi pada saham-saham large‑cap (BBCA, UNVR).

7. Kesimpulan & Rekomendasi Umum

  1. Sentimen pasar saat ini berada dalam fase “risk‑on” yang didorong oleh pemulihan global setelah pemilu Jepang dan data ekonomi positif di AS. Ini menciptakan bias bullish pada indeks saham utama, termasuk IHSG.
  2. Mandiri Sekuritas menyasar saham blue‑chip dengan support kuat; cocok bagi trader yang menginginkan risk‑reward terkontrol (target 2‑5 %).
  3. BNI Sekuritas menawarkan speculative buy di range breakout; cocok untuk swing‑trader yang siap menahan volatilitas lebih tinggi demi potensi upside 5‑12 %.
  4. MNC Sekuritas mengadopsi strategi buy‑on‑weakness; cocok untuk epoch‑trader yang mengandalkan konfirmasi volume dan rebound cepat setelah koreksi kecil.

Rekomendasi Praktis:

  • Mulai Trade: Tempatkan order limit di zona beli masing‑masing (contoh: UNVR @2 310, INDF @6 810, ARCI @1 620).
  • Manajemen Risiko: Gunakan position sizing tidak lebih dari 3‑5 % modal per trade; selalu pasang stop‑loss di bawah support terdekat.
  • Monitoring Harian: Periksa hour‑by‑hour chart untuk sinyal volume surge atau candlestick reversal (hammer, engulfing) sebelum mengeksekusi entry.
  • Take‑Profit: Skalakan profit dengan partial exit pada target pertama; sisakan sebagian posisi untuk menunggu target kedua.

Dengan pendekatan kombinatif antara saham defensif (UNVR, BBCA) dan spekulatif (ARCI, HRUM, EMAS), investor dapat memanfaatkan kekuatan pasar global sambil melindungi diri dari penurunan tiba‑tiba yang mungkin muncul. Selalu perbarui analisis seiring dengan perkembangan data ekonomi dan aliran dana, serta bersikap disiplin pada aturan manajemen risiko.


Semoga analisis ini membantu Anda dalam merancang strategi trading 10 Februari 2026. Selamat berinvestasi dengan bijak!