Harga Perak Menembus US$ 86, Menggoda Investor di Tengah Geopolitik Timur Tengah dan Kontroversi Tarif Trump – Apa Arah Selanjutnya?
Tanggapan Panjang
1. Ringkasan Peristiwa Utama
| Elemen | Detail |
|---|---|
| Harga perak | US$ 86,58 per troy ounce pada Minggu malam (22 Feb 2026), naik 2,44 % dibandingkan penutupan sebelumnya. |
| Faktor penggerak utama | • Ketegangan geopolitik antara AS‑Iran (potensi konflik di Laut Persian). • Putusan Mahkamah Agung AS (6‑3) menolak otoritas Presiden Trump untuk menerapkan Undang‑Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) sebagai dasar tarif tambahan. |
| Sudut pandang analis | Helen Amos (BMO Equity Research) – “Waspada, walaupun ada spekulasi ritel; perak tetap tertekan oleh volatilitas yang menodai reputasinya sebagai safe‑haven.” |
| Kondisi fundamental | Penurunan pasokan fisik (penambangan dan stok logam) dan permintaan industri (panel surya, elektronik, baterai) mulai mengencang. |
2. Analisis Penyebab Kenaikan Harga
2.1 Geopolitik Timur Tengah
- Risiko kerusakan jaringan pasokan: Iran merupakan produsen perak (meski tidak sebesar China, namun memiliki tambang skala menengah) dan pemasok logam ke negara‑negara Afrika Barat. Eskalasi militer dapat menghambat ekspor, memicu premi geostrategi pada logam mulia.
- Sentimen safe‑haven: Investor global sering beralih ke logam mulia ketika ketidakpastian geopolitik meningkat. Namun, perak memiliki dualitas – safe‑haven + logam industri – sehingga reaksi harga dapat lebih volatil dibanding emas.
2.2 Keputusan Tarik‑Tarik Tarif Trump
- Pengurangan ketidakpastian kebijakan perdagangan: Putusan SCOTUS menegaskan bahwa Presiden tidak dapat secara unilateral menambah tarif menggunakan IEEPA, memperkuat keyakinan pasar akan stabilitas kebijakan perdagangan AS.
- Dampak pada dolar AS: Sentimen bahwa kebijakan proteksionis akan dibatasi menurunkan tekanan pada dolar, yang biasanya memicu kenaikan logam mulia karena hubungan terbalik dengan nilai mata uang dolar.
2.3 Aktivitas Spekulatif & Opsi
- Volume opsi call perak pada platform CME meningkat tajam sejak Desember 2025, menandakan ekspektasi kenaikan jangka pendek di kalangan trader ritel.
- Open Interest (OI) pada kontrak futures COMEX perak kini berada di level tertinggi 12‑bulan terakhir, menandakan posisi terbuka yang besar dan potensi short‑squeeze bila harga melanjutkan tren naik.
3. Perspektif Fundamental
| Faktor | Dampak pada Harga |
|---|---|
| Supply (Penambangan) | - Tambang utama di Mexico, Peru, China, dan Australia mengalami penurunan produksi karena penurunan investasi dan kendala regulasi lingkungan. - Stok resmi (LME) turun 7 % dalam 6 bulan terakhir. |
| Demand Industri | - Panel surya: permintaan global diproyeksikan naik 15 % YoY pada 2026‑2028, menyerap ~25 % kebutuhan perak. - Elektro‑mobility (baterai, konektor): peningkatan 10 % YoY. - Koin & perhiasan: permintaan relatif stabil. |
| Rasio Emas‑Perak (Gold‑Silver Ratio) | Saat ini berada di 78 (sejarah rata‑rata 60‑70). Rasio tinggi biasanya menandakan perak undervalued relatif terhadap emas dan berpotensi rebound. |
| Inflasi & Suku Bunga | Inflasi AS berada di kisaran 3,2 % (lebih tinggi dari target Fed). Kebijakan suku bunga yang long‑term tinggi menurunkan daya tarik aset tanpa yield, memberi dukungan pada logam mulia. |
4. Analisis Teknis (Chart Minggu 23 Feb 2026)
| Aspek | Observasi |
|---|---|
| Trend | Harga berada di trend bullish sejak akhir Januari 2026 (maju 4 minggu berturut‑turut). |
| Moving Averages | - 20‑day EMA di US$ 84,9 – price above. - 50‑day EMA di US$ 81,7 – price still above, memperkuat trend naik. |
| Support / Resistance | - Support kuat: US$ 84,00 (level psikologis + 20‑day EMA). - Resistance pertama: US$ 88,00 (kisi kanan formasi bullish flag). |
| Pattern | Terbentuk Bull Flag pada 6‑12 Feb, menandakan potensi continuation bila volume mendukung. |
| RSI (14) | 62 – masih tidak overbought (dibawah 70), memberi ruang untuk kenaikan lebih lanjut. |
| MACD | Histogram menjadi positif pada 20 Feb, sinyal bullish yang masih berlanjut. |
Catatan: Jika harga menembus resistance US$ 88,00 dengan volume > 1,5× rata‑rata 10 hari, potensi target selanjutnya berada di US$ 93‑95 (level Fibonacci 61,8% retracement dari swing high 2025). Sebaliknya, penembusan ke bawah support US$ 84,00 dapat memicu koreksi ke US$ 80.
5. Implikasi untuk Investor & Trader
5.1 Investor Institusional (Long‑Term)
- Diversifikasi portofolio: Perak menawarkan exposure ke logam industri sekaligus safe‑haven.
- Fundamental kuat: Penurunan pasokan fisik + permintaan energi terbarukan menjadikan perak berpotensi undervalued.
- Strategi: Alokasikan 5‑10 % dari alokasi logam mulia ke perak, dengan stop‑loss di US$ 80 untuk melindungi downside.
5.2 Trader Ritel (Mid‑Term)
- Cermin pola bullish flag: Posisi long pada retest support US$ 84,00 dengan stop‑loss di US$ 82,50. Target pertama US$ 88,00, target sekunder US$ 93‑95.
- Opsional: Gunakan call options ATM (at‑the‑money) dengan expiry 3‑4 bulan untuk memanfaatkan volatilitas, namun batasi eksposur dengan max 2 % dari equity per trade.
5.3 Hedging & Portfolio Risk Management
- Correlation: Perak biasanya berkorelasi positif dengan emas (≈0,6) tetapi lebih sensitif pada sentimen risiko. Gunakan ETF perak (e.g., SLV) atau futures untuk menyesuaikan beta portofolio.
- Currency Exposure: Karena perak diperdagangkan dalam dolar, hijaukan eksposur mata uang (mis. EUR, JPY) jika dolar AS diprediksi menguat kembali lewat kebijakan moneter Fed.
6. Outlook 2026‑2027
| Skenario | Keterangan | Probabilitas (perkiraan) |
|---|---|---|
| Bullish berkelanjutan | - Geopolitik tetap tegang tetapi tidak berujung konflik berskala besar. - Permintaan industri naik >12 % YoY. - Stok resmi turun <5 % lagi. |
45 % |
| Koreksi menengah | - Harga menembus resistance US$ 88,00, kemudian retrace ke support US$ 84,00. - Volatilitas opsi menurun, spekulan keluar. |
35 % |
| Bearish / Penurunan tajam | - Penyelesaian diplomatik mengurangi premi geostrategi. - Dollar AS menguat signifikan setelah Fed naik 0,25 % lagi. - Penurunan permintaan industri karena oversupply energi fosil. |
20 % |
Rekomendasi akhir: Pada saat ini, bias bullish masih lebih kuat karena kombinasi fundamental supply‑demand yang menguat dan sentimen risiko geopolitik yang belum terpecahkan. Namun, waspada terhadap volatilitas tinggi – terutama pada minggu‑minggu menjelang rilis data inflasi AS atau perkembangan diplomatik di Timur Tengah.
7. Ringkasan Praktis (Take‑aways)
- Harga perak US$ 86,58 menandai level teknikal kunci; support pertama di US$ 84,0, resistance pertama di US$ 88,0.
- Faktor penggerak: ketegangan AS‑Iran + putusan SCOTUS yang menurunkan ancaman tarif tambahan.
- Fundamental: pasokan menurun, permintaan industri naik, rasio emas‑perak tinggi → potensi upside.
- Strategi:
- Institusional: alokasi 5‑10 % logam mulia ke perak, stop‑loss US$ 80.
- Trader: long pada retest US$ 84,0, target US$ 88‑95, stop‑loss di US$ 82,5.
- Risiko: volatilitas opsi tinggi, kemungkinan koreksi jika geopolitik mereda atau dolar menguat tajam.
Dengan menimbang faktor‑faktor di atas, investor dapat menyesuaikan eksposur pada perak secara lebih terinformasi, memanfaatkan peluang kenaikan sementara tetap siap menghadapi koreksi mendadak yang sering menyertai logam dengan karakteristik ganda seperti perak.