Digital Gold di Indonesia: Tren Penurunan Harga, Faktor-Faktor Penggerak, dan Peluang Investasi di Kuartal I 2026
1. Ringkasan Situasi Hari Ini
Pada Selasa, 24 Februari 2026, harga emas digital di empat platform utama Indonesia (Lakuemas, IndoGold, Treasury, dan ShariaCoin) menunjukkan penurunan konsisten dibandingkan dengan dua hari sebelumnya.
| Platform | Harga Beli (Rp/gram) | Perubahan Beli | Harga Jual (Rp/gram) | Perubahan Jual |
|---|---|---|---|---|
| Lakuemas | 2.871.000 | +2.000 | 2.798.000 | +2.000 |
| IndoGold | 2.822.960 | –11.928 | 2.753.000 | –10.000 |
| Treasury | 2.922.282 | –17.372 | 2.825.734 | – |
| ShariaCoin | 2.924.000 | –23.000 | 2.846.000 | –22.000 |
Catatan penting:
- Lakuemas masih menampilkan kenaikan kecil (±2 ribuan rupiah) karena spread internalnya yang lebih ketat.
- IndoGold, Treasury, dan ShariaCoin semuanya mencatat penurunan harga jual dan beli, mencerminkan pergerakan pasar spot emas dunia serta nilai tukar Rupiah‑USD yang melemah sedikit pada hari‑hari terakhir.
2. Faktor‑Faktor yang Mendorong Penurunan Harga
2.1 Harga Emas Global
- Spot gold pada akhir pekan 23 Feb 2026 diperdagangkan di kisaran US$ 1.960 per troy ounce, turun sekitar 0,6 % dibandingkan minggu lalu.
- Penurunan ini dipicu oleh penguatan dolar AS dan data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan pada 21 Feb 2026, mengurangi daya tarik safe‑haven emas.
2.2 Nilai Tukar Rupiah – Dolar
- USD/IDR tercatat 15.645, sedikit menguat 0,4 % terhadap minggu sebelumnya.
- Penguatan rupiah biasanya menurunkan harga emas dalam rupiah, namun dalam periode ini penguatan relatif kecil sehingga efeknya terbatas; namun kombinasi dengan penurunan spot gold tetap menurunkan harga emas digital.
2.3 Sentimen Makroekonomi Domestik
- Inflasi CPI Indonesia pada Januari 2026 masih berada di 3,2 % YoY, di atas target BI (2‑4 %).
- Bank Indonesia mempertahankan BI Rate pada 5,75 % dan menandakan tidak akan menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.
- Kondisi ini menurunkan likuiditas pasar uang, memicu investor mencari aset berbentuk “cash‑like” (misalnya deposito) daripada emas, setidaknya dalam jangka pendek.
2.4 Faktor Platform
- Setiap platform memiliki margin spread (selisih antara beli‑jual) yang berbeda. Lakuemas menjaga spreadnya ketat (≈ 73 rb/gram), sementara Treasury dan ShariaCoin memiliki spread lebih lebar (≈ 78‑78 rb/gram), sehingga pergerakan harga jual mereka terasa lebih “tajam”.
3. Mengapa Minat Masyarakat Terhadap Emas Digital Tetap Tinggi?
- Aksesibilitas Online – Pengguna dapat membeli emas mulai dari Rp 10.000 melalui aplikasi ponsel, tanpa harus datang ke toko fisik.
- Fleksibilitas Penarikan – Banyak platform memungkinkan konversi kembali ke rupiah atau transfer ke dompet digital secara instan.
- Transparansi Harga – Harga yang real‑time dan dapat dibandingkan lintas‑platform memberi rasa kontrol kepada investor ritel.
- Keamanan Legal – Semua platform yang disebutkan terdaftar dan diawasi oleh OJK serta Bank Indonesia, sehingga mengurangi risiko penipuan.
- Diversifikasi Portofolio – Di tengah ketidakpastian pasar saham (misalnya indeks LQ45 yang volatil pada Q1 2026), emas digital menjadi “safe‑haven” yang mudah diakses.
4. Risiko dan Pertimbangan yang Harus Diperhatikan Investor
| Risiko | Penjelasan | Cara Mitigasi |
|---|---|---|
| Spread dan Biaya Transaksi | Selisih beli‑jual bisa menggerus profit terutama pada investasi kecil. | Bandingkan spread antar‑platform, pilih yang paling ketat (mis. Lakuemas). |
| Likuiditas Penjualan | Pada jam non‑market atau saat terjadi tekanan pasar, order jual dapat tertunda. | Jual pada jam pasar global beroperasi (08.00‑16.00 WIB) atau gunakan platform dengan volume perdagangan tinggi. |
| Fluktuasi Kurs Rupiah | Pergerakan IDR/USD dapat memperlebar volatilitas harga emas dalam rupiah. | Pantau kurs harian dan gunakan strategi hedging (mis. beli USD atau kontrak forward). |
| Regulasi dan Kepatuhan | Pemerintah dapat mengubah regulasi terkait penyimpanan fisik versus digital. | Pilih platform yang sudah memiliki izin resmi OJK dan rekaman audit. |
| Keamanan Siber | Risiko hacking pada aplikasi mobile atau dompet digital. | Aktifkan 2FA, gunakan password kuat, dan hindari jaringan Wi‑Fi publik saat transaksi. |
5. Outlook Kuartal I 2026: Apa yang Bisa Diharapkan?
| Faktor | Proyeksi | Dampak pada Harga Digital Gold |
|---|---|---|
| Spot Gold Global | Kemungkinan stabil atau naik tipis (0‑1 % per bulan) mengingat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan moneter AS yang masih hawkish. | Harga digital gold berpotensi menguat kembali dalam 4‑6 minggu. |
| Rupiah‑USD | Prediksi fluktuasi ringan (±0,5 %) dengan kecenderungan menguat jika neraca perdagangan memperbaiki. | Penguatan Rupiah akan menekan harga emas dalam rupiah, menyeimbangkan kenaikan spot gold. |
| Kebijakan BI | Tidak ada pemotongan suku bunga sebelum kuartal III; stabil pada 5,75 %. | Likuiditas tetap agak ketat, sehingga minat beralih ke aset alternatif (emas digital). |
| Regulasi | OJK mengintensifkan pelaporan audit tahunan platform digital gold. | Meningkatnya kepercayaan investor, kemungkinan penurunan spread pada platform yang mematuhi standar. |
Kesimpulan:
- Jangka pendek (1‑2 bulan): Harga digital gold cenderung berfluktuasi searah dengan spot gold dan nilai tukar IDR, namun diperkirakan tidak akan turun drastis di bawah Rp 2,70 juta/gram (level support teknis).
- Jangka menengah (3‑6 bulan): Jika tekanan geopolitik berlanjut dan inflasi global tetap tinggi, emas dapat kembali menguat, memberi peluang profit bagi investor yang melakukan dollar‑cost averaging (DCA).
6. Rekomendasi Praktis untuk Investor Ritel
-
Gunakan Strategi DCA (Dollar‑Cost Averaging)
- Beli emas digital secara rutin (mis. tiap minggu atau tiap bulan) dengan nominal Rp 500.000‑1.000.000.
- Mengurangi risiko timing market sekaligus menurunkan rata‑rata biaya per gram.
-
Diversifikasi Platform
- Simpan sebagian portofolio di Lakuemas (spread terketat) dan sebagian di IndoGold atau ShariaCoin (untuk diversifikasi risiko operasional).
- Pastikan total nilai di setiap platform tidak melebihi 30 % dari total aset emas digital Anda.
-
Pantau Indikator Makro
- Spot gold (USD/oz) – gunakan sumber seperti Bloomberg atau Kitco.
- USD/IDR – monitor via Bank Indonesia atau aplikasi forex.
- Inflasi CPI Indonesia – rilis BPS tiap bulan.
-
Manfaatkan Fitur Penarikan Cepat
- Bila membutuhkan likuiditas, prioritaskan platform yang menawarkan penarikan dalam hitungan menit (mis. Lakuemas).
- Periksa kembali biaya penarikan (biasanya 0,5 % – 1 % dari nilai penarikan).
-
Jaga Keamanan Digital
- Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada semua akun.
- Simpan seed phrase atau password utama di tempat offline (mis. buku catatan yang aman).
-
Pertimbangkan Hedging dengan Emas Fisik
- Jika portofolio emas digital > 50 % total aset, alokasikan 5‑10 % ke emas fisik (batang/rosette) sebagai lapisan keamanan ekstra.
7. Penutup
Walaupun harga emas digital hari ini menunjukkan penurunan di sebagian besar platform, fundamental yang mendasarinya (nilai safe‑haven, inflasi global, dan pertumbuhan kelas menengah Indonesia yang semakin melek digital) tetap kuat.
Bagi investor yang memiliki horizon investasi menengah‑panjang, keadaan ini dapat dianggap sebagai momentumnya untuk menambah posisi dengan biaya rata‑rata lebih rendah. Bagi yang membutuhkan likuiditas cepat, penting untuk memilih platform dengan spread ketat dan proses penarikan cepat.
Akhir kata, digital gold kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem investasi ritel Indonesia. Memahami dinamika harga, faktor eksternal, serta mengelola risiko secara disiplin akan membantu Anda meraih manfaat maksimal dari aset berharga ini.
Selamat berinvestasi, dan semoga portofolio Anda terus tumbuh seiring dengan perkembangan pasar emas digital!