10 Saham Penentu Pergerakan IHSG minggu 18-20 Februari 2026: Siapa yang Memimpin, Apa Artinya bagi Investor, dan Outlook Pasar Selanjutnya
1. Ringkasan Data Utama
| Peringkat | Kode Saham | Kontribusi ke‑IHSG (poin) | Kenaikan Harga | MCFF (Triliun Rp) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | AMMN (Amman Mineral Internasional) | 10,62 | +4,64 % | 106,5 |
| 2 | MDKA (Merdeka Copper Gold) | 9,71 | +11,49 % | 41,8 |
| 3 | BBRI (Bank Rakyat Indonesia) | 9,43 | +1,59 % | 268,3 |
| 4 | MBMA (Merdeka Battery Materials) | 8,54 | +17,93 % | 24,97 |
| 5 | FILM (MD Entertainment) | 6,78 | +12,78 % | 26,58 |
| 6 | EMAS (Merdeka Gold Resources) | 6,50 | +8,22 % | 38,04 |
| 7 | NSSS (Nusantara Sawit Sejahtera) | 5,04 | +31,21 % | 9,41 |
| 8 | BIPI (Astrindo Nusantara Infrastruktur) | 4,75 | +35,71 % | 8,02 |
| 9 | MORA (Mora Telematika Indonesia) | 4,33 | +7,64 % | 27,14 |
| 10 | GOTO (Goto Gojek Tokopedia) | 3,95 | +3,39 % | 53,52 |
IHSG naik 0,72 % menjadi 8.271,7 dan total market‑cap BEI menguat 0,35 % menjadi Rp 14.941 triliun.
Selain “top‑10”, saham‑saham lain yang mencatat kenaikan di atas 30 % meliputi AGII, RMKO, PART, ZATA, ARKO, MERI, ATAP.
2. Analisis Penyumbang Utama
2.1 Amman Mineral Internasional (AMMN)
- Poin kontribusi tertinggi (10,62) meskipun kenaikannya hanya 4,64 % karena kapitalisasi yang sangat besar (Rp 106,5 triliun).
- Makna: Pergerakan kecil pada saham dengan MCFF raksasa dapat mendominasi indeks. AMMN, sebagai perusahaan pertambangan batubara/energi, menunjukkan bahwa sektor sumber daya alam masih menjadi “anchor” IHSG.
2.2 Merdeka Copper Gold (MDKA)
- Kenaikan harga 11,49 % dengan MCFF Rp 41,8 triliun menghasilkan kontribusi hampir setara AMMN.
- Makna: Meningkatnya permintaan tembaga dan emas (pasca‑pemulihan industri) memberi dorongan kuat pada saham pertambangan logam. Ini menandakan sentimen bullish pada komoditas dasar.
2.3 Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
- Kontribusi 9,43 poin walau kenaikan hanya 1,59 % karena kapitalisasi terbesar kedua (Rp 268,3 triliun).
- Makna: Sektor perbankan tetap menjadi penopang indeks. Posisi BBRI sebagai “bank rakyat” menambah stabilitas, terutama di tengah suku bunga yang masih moderat.
2.4 Saham‑saham “growth” (MBMA, FILM, EMAS)
- MBMA mencatat kenaikan 17,93 %, mengangkat sektor battery‑materials yang sejalan dengan tren global kendaraan listrik (EV).
- FILM dan EMAS melengkapi narasi consumer‑discretionary (hiburan) dan gold‑mining yang masing‑masing menambah diversifikasi sumber penggerak IHSG.
2.5 Saham‑saham kecil yang melesat (NSSS, BIPI, MORA, GOTO)
- Kenaikan >30 % pada NSSS (kelapa sawit) dan BIPI (infrastruktur) memperlihatkan momentum spekulatif di segmen small‑cap.
- MORA (telematika) dan GOTO (e‑commerce) menegaskan bahwa digitalisasi tetap menarik bagi investor ritel.
3. Implikasi Bagi Investor
| Kategori Investor | Tindakan yang Direkomendasikan | Alasan |
|---|---|---|
| Investor institusional / dana pensiun | Mempertahankan eksposur pada BBRI dan AMMN sebagai “core holdings”. | Stabilitas kapitalisasi dan likuiditas tinggi. |
| Fundamental‑oriented investor | Menambah posisi pada MDKA, MBMA, EMAS karena fundamental komoditas yang menguat serta prospek pertumbuhan jangka menengah. | Harga masih dapat naik seiring permintaan logam dan emas. |
| Growth‑oriented / youth investor | Alokasi kecil‑menengah ke FILM, MORA, GOTO. | Sektor hiburan, telekomunikasi, e‑commerce masih dalam fase ekspansi. |
| Trader/short‑term | Memanfaatkan swing pada NSSS, BIPI, AGII yang mengalami volatilitas tinggi (>30 % naik). | Potensi pull‑back yang tajam memberi peluang profit cepat. |
| Risk‑averse | Diversifikasi dengan menambah exposure ke ETF IDX30/IDX70 atau saham defensif (BBRI, BTPN, JSMR). | Mengurangi risiko konsentrasi pada small‑cap yang sangat volatile. |
Catatan penting: Semua saham di atas berada dalam regime pasar bullish (IHSG +0,72 %). Namun, bila inflasi atau kebijakan suku bunga berubah, sektor komoditas (AMMN, MDKA) dapat menjadi sensitif. Investor harus memantau data ekonomi makro (CPI, NER, kebijakan BI).
4. Outlook Pasar Selanjutnya (Maret–April 2026)
-
Kebijakan Moneter & Inflasi
- Jika inflasi tetap di bawah target 2‑3 % dan BI mempertahankan suku bunga 3,5 %, likuiditas akan tetap mendukung risk‑on dan saham‑saham komoditas serta digital akan melanjutkan kenaikan.
- Kenaikan suku bunga tiba‑tiba (>0,25 ppt) dapat menekan BBRI dan AMMN, serta memicu flight to quality ke obligasi pemerintah.
-
Sentimen Global Komoditas
- Permintaan tembaga dan lithium diproyeksikan tumbuh 8‑10 % YoY karena EV dan renovasi energi hijau. Jika harga tembaga kembali di atas US$9,500/ton, MDKA & MBMA dapat menambah margin.
- Harga emas yang stabil di sekitar US$1,950/ounce mendukung EMAS.
-
Digitalisasi & Infrastruktur
- Pemerintah diperkirakan meluncurkan paket “Infra 2026‑2030” dengan alokasi Rp 150 triliun untuk jalan, pelabuhan, dan data center. BIPI dan GOTO akan menjadi benefisiari utama.
-
Risiko Geopolitik
- Ketegangan di Laut China‑Selatan atau fluktuasi nilai tukar rupiah dapat mengganggu aliran modal asing ke BEI. Investor harus menyiapkan stop‑loss pada saham‑saham kecil yang sangat volatil.
5. Kesimpulan
- AMMN, MDKA, dan BBRI tetap menjadi pilar penggerak IHSG karena kombinasi kapitalisasi besar dan fundamental yang kuat.
- Saham‑saham growth (MBMA, FILM, MORA, GOTO) memberikan peluang upside yang signifikan, terutama bila kebijakan pemerintah terus mendukung digitalisasi dan energi terbarukan.
- Small‑cap “explosif” (NSSS, BIPI, AGII, RMKO) menawarkan peluang high‑reward, namun harus diperlakukan dengan manajemen risiko yang ketat.
Bagi investor yang menginginkan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan, portofolio yang menggabungkan core‑holdings (BBRI, AMMN), mid‑cap komoditas (MDKA, MBMA, EMAS) serta eksposur terbatas pada high‑beta small‑cap (NSSS, BIPI) dapat memaksimalkan potensi return sambil mengendalikan volatilitas di tengah pasar yang masih mengarah bullish.
Disclaimer: Analisis ini bersifat informatif dan tidak merupakan rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi harus didasarkan pada penilaian risiko pribadi, tujuan keuangan, serta konsultasi dengan penasihat keuangan yang berlisensi.