Emas Tetap dalam Tren Bullish Meski Menghadapi Koreksi Teknis – Analisis Mendalam Andy Nugraha (Dupoin Futures) dan Implikasi bagi Investor

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 11 February 2026

Tanggapan Panjang

1. Ringkasan Pokok Berita

Andy Nugraha, analis senior di Dupoin Futures, menyampaikan bahwa pergerakan harga emas (XAU/USD) masih berada dalam kerangka tren naik jangka menengah–panjang meskipun baru‑baru ini mengalami koreksi tajam. Dengan menggabungkan pola candlestick, Moving Average (MA), serta level support‑resistance yang signifikan, ia memperkirakan:

  • Bullish tetap terjaga – potensi pengujian resistance di sekitar US$ 5.232.
  • Support kunci – zona US$ 4.841 yang harus dipertahankan agar tren tetap positif.
  • Fundamental – dolar AS yang stabil, ketegangan geopolitik (AS‑Iran), serta data ekonomi AS (NFP & CPI) menjadi pendorong utama volatilitas jangka pendek.

2. Analisis Teknis

Aspek Observasi Implikasi
Candlestick Pola bullish (misalnya bullish engulfing) muncul pada sesi Asia setelah penurunan ke US$ 5.045. Menunjukkan pembalikan momentum jangka pendek.
Moving Average (MA) Harga berada di atas MA 50‑day dan MA 200‑day, dengan jarak yang cukup lebar (biasanya sinyal tren kuat). Konfirmasi tren naik; jika harga menembus MA 200‑day ke bawah, dapat menjadi sinyal peringatan.
Support utama US$ 4.841 – level psikologis & historis (kini ujung bawah channel naik). Jika terpelintir, kemungkinan terjadinya “downtrend” lebih luas.
Resistance utama US$ 5.232 – zona sebelumnya menjadi swing high dan area supply signifikan. Pecahan resistance memberi peluang target jangka menengah (US$ 5.30‑5.35).
RSI / Stochastic (tidak disebutkan, tapi penting) Asumsi RSI berada di zona 45‑55, belum overbought. Menunjukkan ruang “headroom” untuk kenaikan lebih lanjut.

Interpretasi: Kombinasi pola candlestick bullish + harga di atas kedua MA memberikan sinyal “golden cross” yang biasanya diikuti oleh fase akumulasi. Selama support US$ 4.841 tetap kuat, bullish dapat melanjutkan, terutama bila sentimen geopolitik tetap “risk‑off”.


3. Analisis Fundamental

  1. Dolar AS (DXY) stabil di 96,78

    • Hubungan terbalik antara dolar dan emas berarti setiap pelemahan dolar akan mendorong emas naik. Stabilitas saat ini menahan dorongan kuat, tetapi potensi pelemahan (misalnya karena kebijakan Fed yang dovish) bisa memberi bahan bakar tambahan.
  2. Geopolitik – Ketegangan AS‑Iran

    • Ketegangan ini meningkatkan permintaan safe‑haven. Bahkan pernyataan retoris President Trump dapat memicu “flight‑to‑quality”. Jika terjadi eskalasi, emas dapat melampaui US$ 5.30 dalam hitungan minggu.
  3. Data Ekonomi AS

    • Non‑Farm Payrolls (NFP): Proyeksi +70 rb, tetapi kualitas data (part‑time, sektor jasa) dapat mengubah persepsi pasar tentang kesehatan ekonomi.
    • CPI: Jika inflasi tetap di atas target Fed (≈2‑2.5 %), ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat akan menahan dolar dan memacu emas. Sebaliknya, data inflasi yang lebih lemah dapat mempercepat cycle penurunan suku bunga, memperkuat emas.
  4. Kebijakan Moneter Fed

    • Pasar masih memperkirakan Fed akan menjaga suku bunga pada 5.00‑5.25 % selama beberapa pertemuan ke depan, dengan kemungkinan pause atau cut pada akhir 2026. Skenario cut menjadi katalis utama kenaikan emas.

4. Risiko‑Risiko yang Perlu Diperhatikan

Risiko Skenario Negatif Dampak pada Harga Emas
Penguatan Dolar Fed mengumumkan kenaikan suku bunga atau data ekonomi sangat kuat (NFP > 200 rb). Emas dapat turun ke zona US$ 4.800 atau lebih rendah.
Resolusi Geopolitik Terjadi de‑eskalasi mendadak (mis. perjanjian damai atau penurunan ketegangan AS‑Iran). Permintaan safe‑haven berkurang, tekanan jual muncul.
Sentimen Risiko Tinggi Pasar saham global menguat tajam, likuiditas beralih ke aset berisiko. Emas kembali ke fase koreksi, menguji support 4.841.
Kebijakan Fiskal/Moneter Lain Jepang atau UE meluncurkan stimulus agresif (menguatkan yen/euro). Dolar melemah, emas naik—ini justru positif, tetapi dapat menyebabkan “overshoot”.

5. Outlook Jangka Pendek vs Jangka Menengah

Jangka Kemungkinan Harga Faktor Penentu
1‑2 minggu US$ 5.045 – US$ 5.080 Data NFP, reaksi pasar terhadap CPI, pergerakan DXY.
1‑2 bulan US$ 5.150 – US$ 5.240 Konsolidasi di atas 5.00, kegagalan breakout resistance 5.232 tetap “offline”.
3‑6 bulan US$ 5.300 – US$ 5.400 Penguatan sentimen risiko, potensi Fed “pause” atau “cut”, kelanjutan ketegangan geopolitik.
>6 bulan US$ 5.500+ (jika inflasi terus tinggi & dolar melemah) Kebijakan moneter long‑term, dinamika geopolitik global, diversifikasi portofolio institusional ke logam mulia.

6. Rekomendasi Praktis untuk Investor

Tipe Investor Strategi Catatan Penting
Investor Ritel (Risk‑Averse) Long pada spot XAU/USD atau ETF (GLD) dengan stop‑loss di US$ 4.800 (di bawah support 4.841). Manfaatkan koreksi jangka pendek untuk menambah posisi (average down).
Trader Harian / Swing Buy‑the‑dip pada pull‑back ke area 4.950‑5.000, target pertama 5.150 – 5.230. Jika gagal, short pada break di bawah 4.850. Gunakan indikator volatilitas (ATR) untuk menyesuaikan ukuran posisi.
Investor Institusional / Portofolio Diversifikasi Alokasi 5‑10 % ke emas (fisik atau futures) sebagai hedge terhadap inflasi & geopolitik. Pertimbangkan kontrak futures dengan rollover bulanan untuk menghindari biaya penyimpanan fisik.
Pedagang Opsional Call Options dengan strike US$ 5.250 – 5.300, expiry 3‑6 bulan; Put Options untuk melindungi di bawah 4.800. Opsional memberi leverage tanpa harus menanggung margin tinggi.

Tip Tambahan:

  • Pantau DXY secara real‑time; setiap penurunan >0.5 % dapat menjadi sinyal entry cepat.
  • Ikuti kalender ekonomi (NFP, CPI, FOMC minutes). Jika data meleset signifikan, pertimbangkan penyesuaian stop‑loss atau take‑profit.
  • Jaga eksposur: jangan lebih dari 2‑3 % dari total equities ke emas bagi investor dengan profil risiko moderat.

7. Kesimpulan

Andy Nugraha menyajikan analisis yang seimbang antara teknikal dan fundamental, menegaskan bahwa tren bullish emas masih kuat meskipun saat ini berada dalam fase konsolidasi. Support kunci di US$ 4.841 dan resistance di US$ 5.232 menjadi patokan utama untuk menilai arah selanjutnya.

  • Jika dolar melemah atau ketegangan geopolitik meningkat, emas berpotensi menembus level US$ 5.30 dalam beberapa bulan ke depan.
  • Sebaliknya, data ekonomi AS yang sangat kuat atau kebijakan Fed yang hawkish dapat memaksa harga kembali ke zona support 4.841, membuka peluang penurunan lebih lanjut.

Bagi investor ritel, strategi “buy‑the‑dip” dengan stop‑loss disiplin sangat cocok. Bagi trader aktif, peluang swing pada level resistance/support dapat dimanfaatkan dengan teknik manajemen risiko yang ketat. Dan bagi institusi, emas tetap menjadi aset safe‑haven yang relevan dalam portofolio diversifikasi di tengah ketidakpastian global.

Dengan memperhatikan indikator teknikal, sentimen geopolitik, dan data ekonomi utama, para pelaku pasar dapat mengambil keputusan yang lebih terinformasi dan meminimalkan risiko dalam menghadapi volatilitas jangka pendek sekaligus memanfaatkan potensi kenaikan jangka menengah‑panjang.


Semoga analisis di atas membantu Anda menilai posisi dan strategi investasi pada logam mulia di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Tags Terkait