Bitcoin Tetap Kokoh di US $83.000 Sementara Emas & Perak Mengalami Kehancuran: Apa Arti Bagi Pasar Kripto dan Risiko Makro-Ekonomi?

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 31 January 2026

Judul:

Bitcoin Tetap Kokoh di US $83.000 Sementara Emas & Perak Mengalami Kehancuran: Apa Arti Bagi Pasar Kripto dan Risiko Makro‑Ekonomi?


Tanggapan Panjang

1. Ringkasan Situasi dari Laporan

  • Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran US $83.744 (≈ Rp 1,4 miliar) pada 31 Januari 2026, naik +2,9 % dalam satu hari.
  • Pasar kripto secara keseluruhan menguat; kapitalisasi global mencapai US $2,84 triliun (+0,96 %) dan CoinDesk 20 Index naik +2,08 %.
  • Emas turun tajam dari puncak US $5.600/oz menjadi US $4.800/oz (−12 % dalam satu hari).
  • Perak mengalami penurunan drastis dari US $120/oz ke US $75/oz, hampir −35 % dalam satu sesi.
  • Logam mulia lainnya (platinum, palladium) juga mengalami koreksi >20 %.
  • Saham AS tertekan (Nasdaq −1,25 %, S&P 500 −0,9 %).
  • Sentimen pasar dipengaruhi oleh penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua Fed (dipandang hawkish).

Intinya: Pasar kripto bergerak horizontal‑ke‑atas, sementara logam mulia mengalami koreksi “crash” yang belum terlihat sejak era Hunt Brothers 1980.


2. Mengapa Bitcoin “Bertahan” Saat Logam Mulia Jatuh?

Faktor Penjelasan
Aliran Modal Risiko Selama beberapa bulan terakhir, aliran dana spekulatif terpusat pada logam mulia sebagai “safe‑haven” yang menjadi “risk‑on” ketika harga naik tajam. Penurunan tajam logam memaksa investor menarik kembali likuiditas dan mencari aset yang tetap “digital, terdesentralisasi, dan tidak terikat pada kebijakan moneter” – Bitcoin menjadi pilihan utama.
Korelasi Negatif Sementara Data historis menunjukkan korelasi negatif antara BTC dan komoditas safe‑haven (emas/perak) dalam periode volatilitas tinggi. Penurunan emas/perak memicu rebound relatif BTC karena investor mengalihkan dana ke aset yang dipandang sebagai “store‑of‑value” alternatif.
Dukungan Teknis Pada grafik harian Bitcoin, level US $80.000 menjadi support kuat (berdasarkan zona Fibonacci 61,8 % dan rata‑rata 200‑day). Penembusan di bawah US $78.000 masih belum terjadi, memberi psikologi “floor” bagi para trader.
Kepercayaan pada Infrastruktur Penunjukan Kevin Warsh, yang dianggap hawkish, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Hal ini biasanya menekan aset berisiko seperti saham, namun Bitcoin, yang tidak terikat pada suku bunga, sering dipandang “hedge” alternatif dalam skenario “tightening”.
Pertumbuhan Derivatif Aktivitas opsi call Bitcoin pada strike US $105.000 yang tinggi menunjukkan ekspektasi bullish dari institusi yang siap “ganda‑dolar” pada kenaikan harga di kuartal berikutnya. Ini menambah tekanan beli pada spot market.

3. Analisis Makro‑Ekonomi yang Menyertai

  1. Kebijakan Moneter AS

    • Fed dalam transisi kepemimpinan: Warsh diperkirakan lebih hawkish dibandingkan Powell. Pasar mengantisipasi kenaikan Fed Funds Rate menjadi 5,5 %–5,75 % pada akhir Q1 2026.
    • Dampak: Dollar kuat → emas/perak turun (karena dolar menguat mengurangi harga komoditas dalam USD). Bitcoin tidak sensitif terhadap dolar AS secara langsung, malah sering naik ketika dolar menguat (karena likuiditas global mengalir ke aset non‑fiatis).
  2. Inflasi & Permintaan Industri

    • Industri kendaraan listrik dan energi terbarukan mengalami penurunan belanja karena biaya kredit naik, menurunkan permintaan fisik untuk perak (komponen elektronik) dan platinum/palladium (katalis mobil).
    • Logam mulia kehilangan “fundamental demand” plus spekulasi yang dulu menggerakkan harga ke level rekor.
  3. Sentimen Pasar Risiko

    • Nasdaq turun karena ekspektasi ekspansi teknologi terbatas. Trader yang sebelumnya “risk‑on” pada saham teknologi beralih ke cryptocurrency yang memberi eksposur risiko tinggi dengan volatilitas lebih terukur pada level harga saat ini.

4. Analisis Teknis Bitcoin (BTC)

Indikator Nilai (per 31 Jan 2026, 09:27 WIB) Interpretasi
Harga Spot US $83.744 Di atas zona support US $80k, di bawah resistance US $85.5k
RSI (14) ≈ 58 Masih di zona “neutral‑bullish”, belum overbought
MACD Histogram positif, crossover bullish pada 1‑hari Momentum naik sedang terjaga
Bollinger Bands Harga berada di middle‑upper band (≈ US $84.2k) Potensi breakout atau retracement ringan
Moving Averages 50‑day EMA = US $81.3k, 200‑day EMA = US $78.9k Semua EMA berada di bawah harga → tren bullish jangka menengah

Kesimpulan Teknis: Secara keseluruhan, struktur pasar masih bullish. Risiko utama adalah breakdown di bawah US $78.000 (support 200‑day EMA) yang dapat memicu koreksi 10‑15 %. Namun, pada kondisi saat ini, bias ke atas masih dominan.


5. Implikasi Bagi Investor Kripto

Segmen Investor Rekomendasi Strategi
Retail (short‑term trader) Manfaatkan range trading antara US $81k–US $86k. Perhatikan sinyal volume spike pada breakout di atas US $85.5k untuk entry long.
Institutional / Hedge Fund Pertimbangkan position sizing pada long‑biased dengan stop‑loss di US $78k. Eksposur opsi call pada strike US $105k dapat menjadi “asymmetric upside” bila BTC melanjutkan bullish.
Long‑term holder (HODLer) “Dollar‑cost averaging” (DCA) masih relevan, terutama pada retracement ke US $78‑80k. Tetap pertahankan alokasi sekitar 5‑10 % dari portofolio total aset berisiko.
Trader opsi Volatilitas masih tinggi; delta‑hedged strategies (gamma scalping) pada ATM / OTM calls dapat menghasilkan theta positif sambil menyiapkan long gamma jika terjadi rally cepat.

6. Risiko dan Skenario “What‑If”

Risiko Skenario Dampak Potensial pada BTC
Kebijakan Fed lebih agresif Suku bunga naik >6 % dalam 2‑3 bulan Penguatan dolar lebih tajam → tekanan sell‑off pada semua aset risiko termasuk BTC (bias bearish).
Geopolitik (mis. ketegangan Asia‑Pasifik) Eskalasi konflik → volatilitas pasar meningkat BTC dapat fungsi sebagai aset “flight‑to‑digital”, sehingga harga naik meskipun ada penurunan pasar saham.
Regulasi Kripto Pengetatan regulasi di AS/EU (mis. larangan stablecoin) Sentimen negatifkeluar dana dari BTC, penurunan 5‑10 % dalam minggu pertama.
Krisis likuiditas logam Kegagalan lembaga keuangan terkait komoditas Penjualan besar-besaran aset berisiko termasuk BTC, tetapi efeknya dapat terbalik jika investor mencari “store‑of‑value” alternatif.
Kegagalan teknologi (exchange hack) Hacking besar pada exchange utama Kepercayaan jangka pendek menurun → penurunan volatilitas, namun fundamental demand tetap kuat.

7. Outlook Jangka Pendek vs Jangka Menengah

Horizon Prediksi Harga BTC Alasan
1‑2 minggu US $84‑86k (range) Momentum bullish tetap, tetapi koreksi teknikal kecil diharapkan sebelum breakout.
1‑3 bulan US $92‑100k (potensi breakout) Jika inflasi berlanjut menurun, Fed tetap hawkish, dan logam mulia tidak kembali pulih, aliran dana ke BTC dapat mengakselerasi.
6‑12 bulan US $120‑150k (jika adopsi institusional meningkat) ETF Bitcoin, produk derivatif lebih luas, serta digitalisasi keuangan global memperkuat permintaan. Namun, risiko regulasi tetap menjadi faktor penentu.

8. Kesimpulan Utama

  1. Bitcoin menunjukkan ketahanan di level US $83k meskipun logam mulia mengalami korek tajam yang belum terjadi sejak 1980.
  2. Aliran modal dari logam ke kripto berperan penting; sentimen “risk‑on” kembali mengalir ke aset digital yang tidak bergantung pada kebijakan moneter tradisional.
  3. Faktor fundamental (penunjukan Kevin Warsh, ekspektasi kenaikan suku bunga, penurunan demand industri logam) dan teknikal (support kuat di US $80k, momentum positif) bersama‑sama menciptakan bias bullish jangka menengah untuk BTC.
  4. Investor harus tetap mengelola risiko dengan stop‑loss yang disiplin, memanfaatkan opsi untuk menambah asymmetric upside, dan memantau berita makro (kebijakan Fed, gejolak geopolitik, serta regulasi kripto).
  5. Kondisi pasar masih dinamis; perubahan kebijakan atau kejadian gejolak makro dapat dengan cepat menggoyang sentimen, sehingga pemantauan harian diperlukan.

Pesan inti: Bitcoin saat ini berada di “zona aman” di atas support utama, sementara logam mulia terperosok. Selama arus modal tetap mengalir ke aset digital sebagai alternatif “safe‑haven”, Bitcoin berpotensi melanjutkan rally menuju level US $100k dalam kuartal berikutnya. Namun, awas pada kejutan kebijakan Fed atau regulasi—kedua faktor ini tetap menjadi katalis utama yang dapat membalikkan tren.


Semoga tanggapan ini memberi gambaran lengkap tentang dinamika pasar saat ini, serta membantu Anda dalam merumuskan strategi investasi yang lebih terinformasi.

Tags Terkait