Lonjakan Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian 21 Februari 2026: Apa Penyebabnya, Dampaknya bagi Investor, dan Langkah-langkah Strategis yang Perlu Dipertimbangkan
1. Gambaran Umum Harga Pada 21 Februari 2026
| Merk / Ukuran | Harga (Rp) | Kenaikan Harian |
|---|---|---|
| Antam 0,5 g | 1.712.000 | +37.000 |
| Antam 1 g | 3.314.000 | +75.000 |
| Antam 5 g | 16.319.000 | +374.000 |
| Antam 10 g | 32.577.000 | +748.000 |
| Antam 1 000 g | 3.247.860.000 | +74.800.000 |
| UBS 0,5 g | 1.655.000 | +40.000 |
| UBS 10 g | 29.863.000 | +708.000 |
| UBS 1 000 g | 1.484.358.000 | +35.185.000 |
| Galeri 24 0,5 g | 1.597.000 | +37.000 |
| Galeri 24 10 g | 29.795.000 | +710.000 |
| Galeri 24 1 000 g | 2.952.443.000 | +70.472.000 |
Harga beli tabungan emas Pegadaian: Rp 29.120 per 0,01 g
Harga jual tabungan emas Pegadaian: Rp 28.100 per 0,01 g
Secara keseluruhan, semua varian emas—baik Antam, UBS, maupun Galeri 24—menunjukkan kenaikan yang signifikan pada satu hari. Kenaikan harian berkisar antara Rp 37.000 untuk satu pecahan terkecil (0,5 g) hingga Rp 74,8 juta untuk batangan 1 kg Antam.
2. Faktor‑faktor yang Mendorong Lonjakan Harga
2.1 Kondisi Makroekonomi Domestik
| Faktor | Dampak pada Harga Emas |
|---|---|
| Inflasi Tinggi (cpi Q4‑2025 ≈ 5,2 %) | Emas dipandang sebagai lindung nilai (hedge) sehingga permintaan meningkat. |
| Depresiasi Rupiah (USD/IDR ≈ 15.800, turun 2 % YoY) | Nilai emas dalam rupiah naik walaupun harga internasional stabil. |
| Kebijakan Suku Bunga Bank Indonesia (BI 7,75 % – naik 0,25 ppt) | Suku bunga tinggi menurunkan daya tarik obligasi, mengalihkan dana ke aset riil termasuk emas. |
| Defisit Anggaran & Kebutuhan Likuiditas Pemerintah | Pemerintah meningkatkan penjualan surat berharga berbasis emas, memicu persepsi pasar bahwa emas akan lebih banyak diperdagangkan. |
2.2 Faktor Global
- Harga Spot Emas Internasional: Pada 21 Feb 2026, spot emas berada di US$ 2 060/oz, naik 2,3 % dalam seminggu terakhir karena ketegangan geopolitik (ketegangan Timur Tengah dan perang dagang antara AS‑China).
- Kebijakan Federal Reserve: Suku bunga AS dipertahankan pada 5,25 % – ekspektasi penurunan di masa mendatang menambah permintaan safe‑haven.
- Fluktuasi Dollar: Penguatan dolar (USD/IDR > 15.800) biasanya menekan emas, namun di Indonesia dampak depresiasi rupiah mengimbangi efek tersebut.
2.3 Faktor Spesifik Industri Emas di Indonesia
- Keterbatasan Pasokan di Pegadaian: Hanya dua merek (UBS & Galeri 24) yang dijual, sehingga persediaan sempit meningkatkan premi harga.
- Kenaikan Harga Beli Tabungan Emas: Harga beli (Rp 29.120 per 0,01 g) naik hampir 5 % dalam sebulan terakhir, menandakan permintaan tabungan yang kuat.
- Promosi “Gold Savings”: Pemerintah dan Pegadaian meluncurkan kampanye edukasi investasi emas, mendorong konsumen ritel untuk menambah tabungan emas.
3. Analisis Perbandingan Antara Merek
| Aspek | Antam | UBS | Galeri 24 |
|---|---|---|---|
| Harga per gram (rata‑rata) | Rp 3.247.860 per 1 kg → Rp 3.248/g | Rp 1.484.358 per 1 kg → Rp 1.484/g | Rp 2.952.443 per 1 kg → Rp 2.952/g |
| Premium di atas spot (asumsi spot IDR ≈ Rp 5,2 juta/g) | ~ 62 % | ~ 28 % | ~ 57 % |
| Ketersediaan ukuran | Lengkap 0,5 g‑1 kg | Tidak lengkap (tidak ada 3 g, 25 g, 50 g, 100 g pada daftar awal) | Lengkap 0,5 g‑1 kg |
| Kenaikan harian terbesar | 74,8 juta (1 kg) | 35,185 juta (500 g) | 70,472 juta (1 kg) |
| Posisi di pasar | Merek “state‑owned” dengan brand kuat, biasanya dipilih institusi dan investor besar. | Merek “private” (PT. UBS — suku cadang), lebih murah, populer di kalangan investor ritel yang sensitif harga. | Anak usaha Pegadaian, menawarkan harga sedikit lebih tinggi dari UBS karena dukungan jaringan distribusi Pegadaian. |
Interpretasi:
- Antam tetap memegang premium tertinggi karena citra pemerintah, kualitas kontrol, dan jaminan legalitas.
- UBS menjadi pilihan “budget‑friendly” bagi investor yang mengutamakan biaya transaksi rendah.
- Galeri 24 menempati posisi menengah, menggabungkan kepercayaan Pegadaian dengan markup yang tidak setinggi Antam.
4. Implikasi bagi Investor
4.1 Investor Ritel
-
Strategi “Buy‑and‑Hold”
- Kelebihan: Emas tetap menjadi aset safe‑haven dalam iklim inflasi tinggi.
- Catatan: Karena premium Antam/ Galeri 24 cukup tinggi, investor ritel yang fokus pada biaya dapat mempertimbangkan UBS atau tabungan emas Pegadaian (beli per 0,01 g) untuk entry point yang lebih murah.
-
Strategi “Dollar‑Cost Averaging (DCA)”
- Membagi pembelian menjadi beberapa kali (mis. 0,5 g atau 1 g tiap bulan) dapat meredam volatilitas harian.
- DCA tetap relevan karena harga emas diproyeksikan naik 6‑8 % per tahun sampai akhir 2026, mengingat ekspektasi inflasi dan ketidakpastian geopolitik.
-
Diversifikasi antar‑merek
- Menggunakan kombinasi Antam (untuk cadangan jangka panjang), UBS (untuk likuiditas cepat), dan tabungan emas Pegadaian (untuk fleksibilitas ≤ 0,01 g) dapat memaksimalkan likuiditas dan mengurangi biaya transaksi.
4.2 Investor Institusional & Pedagang Besar
- Arbitrase Antara Harga Spot Internasional dan Harga Lokal: Karena ada selisih yang cukup lebar antara spot USD ≈ US$ 2 060/oz (≈ Rp 5,2 juta/g) dan harga Antam (~ Rp 3,25 juta/g) setelah premium, peluang arbitrase masih terbatas. Namun, perbedaan premium pada UBS (≈ 28 %) memberi ruang bagi pedagang yang dapat mengamankan pasokan dengan nilai tukar yang menguntungkan.
- Hedging Portfolio: Menambahkan emas fisik sebagai hedge terhadap eksposur dolar atau obligasi dapat menurunkan volatilitas portofolio.
4.3 Risiko Utama
| Risiko | Penjelasan | Mitigasi |
|---|---|---|
| Volatilitas Harga Harian | Kenaikan 1‑2 % dalam sehari dapat menggerus margin bila membeli pada puncak. | Gunakan DCA, perhatikan level support / resistance teknikal. |
| Liquidity pada Pecahan Besar | Batangan 250 g‑1 kg kadang sulit dijual kembali dengan cepat di pasar ritel. | Simpan sebagian dalam pecahan 0,5‑10 g untuk memastikan likuiditas. |
| Regulasi Pajak & Impor | Pemerintah dapat menaikkan tarif bea masuk atau pajak penjualan emas. | Ikuti update peraturan OJK/Bank Indonesia, pertimbangkan jual-beli melalui platform yang terdaftar. |
| Kualitas & Keaslian | Risiko penipuan pada penjual non‑resmi. | Pastikan membeli dari Pegadaian, Bank, atau dealer resmi dengan sertifikat keaslian. |
5. Rekomendasi Praktis
-
Bagi Pemula (modal < Rp 5 juta)
- Mulailah dengan tabungan emas Pegadaian (bisa beli per 0,01 g). Harga beli Rp 29.120 per 0,01 g setara dengan Rp 2,91 juta per gram, jauh di bawah harga batangan.
- Tambahkan UBS 0,5 g bila ingin memiliki logam fisik yang dapat disimpan mudah.
-
Investor Menengah (modal 5‑25 juta)
- Kombinasikan UBS 5 g – 10 g dan Galeri 24 10 g untuk menyeimbangkan premium dan likuiditas.
- Simpan 1 gram Antam sebagai “anchor” jangka panjang.
-
Investor Besar / Pengumpul (modal > 25 juta)
- Pertimbangkan Antam 25 g – 100 g untuk diversifikasi merek dan menikmati brand “state‑owned”.
- UBS 250 g atau Galeri 24 250 g dapat menjadi cadangan likuiditas yang cukup besar, dengan premium lebih rendah dibanding Antam.
-
Strategi Jual
- Manfaatkan siklus pasar: jual sebagian pada level resistance (mis. Antam > Rp 3,5 juta/g) dan simpan sisanya untuk penurunan harga minor (bisa dibeli kembali).
-
Monitoring
- Pantau harga spot internasional (situs LBMA, Bloomberg).
- Ikuti berita Kebijakan Moneter (BI, Fed).
- Periksa update harga resmi Pegadaian setiap hari kerja (biasanya pukul 08.00 WIB).
6. Kesimpulan
- Lonjakan serentak harga Antam, UBS, dan Galeri 24 pada 21 Feb 2026 merupakan hasil gabungan faktor domestik (inflasi tinggi, depresiasi rupiah, kebijakan suku bunga) dan global (ketegangan geopolitik, harga spot emas naik).
- Premium masing‑masing merek berbeda signifikan; Antam menempati posisi premium tertinggi, diikuti Galeri 24, sementara UBS menawarkan harga paling kompetitif.
- Investor ritel sebaiknya mengutamakan tabungan emas Pegadaian atau UBS untuk mengurangi biaya masuk, dan melaksanakan Dollar‑Cost Averaging untuk mengatasi volatilitas harian.
- Investor institusional dapat memanfaatkan perbedaan premium untuk arbitrase kecil atau sebagai hedging terhadap eksposur mata uang dan inflasi.
- Risiko utama tetap pada volatilitas harga, likuiditas pecahan besar, dan potensi perubahan regulasi. Langkah mitigasi meliputi diversifikasi pecahan, pembelian melalui kanal resmi, dan monitoring rutin data makro‑ekonomi.
Dengan pendekatan yang terstruktur—memilih merek yang cocok dengan profil risiko, menyesuaikan ukuran pecahan, serta menjalankan strategi pembelian berulang—emas tetap menjadi instrumen investasi yang relevan dan menguntungkan di tengah ketidakpastian ekonomi 2026.
Catatan akhir: Data harga di atas bersumber dari investor.id pada tanggal 21 Feb 2026. Nilai tukar, suku bunga, dan harga spot dapat berubah secara cepat; lakukan verifikasi terbaru sebelum mengeksekusi transaksi. Selamat berinvestasi!