Harga Emas Melonjak 1% Lebih, Nyaris Sentuh Level Tertinggi Sebulan

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 28 February 2026

1. Ringkasan Kejadian

Pada Jumat, 27 Februari 2026, harga emas spot naik 1,45 % menjadi US $5.260,2 per ons, hampir menyentuh level tertinggi satu bulan terakhir. Kontrak berjangka (April) melaju 1,66 % ke US $5.280,55. Kenaikan ini merupakan bagian dari tren bullish selama tujuh bulan berturut‑turut, dengan kenaikan kumulatif 7,6 % sepanjang Februari.

Pendorong utama:

  • Ketegangan geopolitik pasca perpanjangan pembicaraan AS‑Iran tentang program nuklir.
  • Penurunan yield obligasi Treasury 10 tahun ke level terendah tiga bulan, menurunkan opportunity cost kepemilikan emas.
  • Permintaan kuat dari China (impornya lewat Hong Kong naik 68,7 % YoY).

2. Analisis Faktor‑Faktor Fundamental

2.1. Geopolitik: AS‑Iran & Risiko Militer di Timur Tengah

  • Pembicaraan nuklir yang masih belum menghasilkan titik terang meningkatkan spekulasi tentang operasi militer pada akhir pekan.
  • Keputusan Kedutaan Besar AS di Yerusalem untuk mengevakuasi staf non‑esensial menandakan penurunan stabilitas keamanan Israel‑Palestina.
  • Risk‑off sentiment biasanya mengalir ke aset safe‑haven seperti emas; investor institusional dan hedge fund memperbesar posisi long pada logam mulia.

Implikasi: Selama ketegangan ini berlanjut, emas dapat berfungsi sebagai “asuransi” nilai portofolio. Jika konflik meluas, potensi rally lebih lanjut (10 %–15 % dalam 3‑6 bulan) tidak dapat diabaikan.

2.2. Kebijakan Moneter & Yield Obligasi

  • Yield Treasury 10 tahun turun ke 3,45 %, terendah sejak Juli 2025, menandakan penurunan ekspektasi inflasi dan permintaan likuiditas tinggi.
  • CME FedWatch Tool menilai probabilitas cut 25 bps pada Juni 2026 sebesar 42 %, yang masih cukup tinggi untuk menahan tekanan penurunan harga emas.
  • PPI AS pada Januari melampaui perkiraan, memberi sinyal inflasi core masih berada di atas target Fed, menambah volatilitas pasar uang.

Implikasi: Jika Fed memang memangkas suku bunga pada pertengahan tahun, daya tarik emas akan semakin kuat karena biaya peluang menurun. Sebaliknya, jika Fed tetap dovish atau malah menaikkan suku bunga, emas dapat kembali menghadapi tekanan penurunan.

2.3. Permintaan dari China

  • Impor bersih China via Hong Kong naik 68,7 % pada Januari, menandakan penyimpanan resmi (central bank) atau permintaan ritel yang kuat.
  • Kebijakan cadangan risiko yang dihapuskan oleh PBOC untuk kontrak forward FX memperlemah yuan, meningkatkan kebutuhan dolar AS dan pada gilirannya emasan (karena emas diperdagangkan dalam dolar).

Implikasi: China terus menjadi pendorong utama permintaan emas global. Jika yuan tetap lemah dan pertumbuhan domestik tetap moderat, permintaan emas China dapat menjadi motor penggerak utama bagi harga jangka menengah.


3. Analisis Teknikal

Parameter Level
Harga Spot Saat Ini US $5.260,2
Resistance Terdekat US $5.350 – US $5.400
Target Jangka Pendek (Streible) US $5.450
Support Penting US $5.120
Moving Average 20‑hari US $5.210 (dalam tren naik)
RSI (14) 68 (belum overbought, masih ruang naik)
  • Pattern: Harga menembus jalur resistance bulanan yang sebelumnya terbentuk di US $5.200, menandakan breakout yang kuat.
  • Trend: 200‑day SMA masih di bawah price, mengonfirmasi trend bullish jangka panjang.
  • Momentum: RSI pada 68 menunjukkan kekuatan beli yang masih berkelanjutan, belum mencapai zona overbought (>70).

Interpretasi: Secara teknikal, terdapat ruang naik hingga US $5.450 dalam minggu ke depan sebelum terjadi koreksi. Penurunan ke support US $5.120 dapat membuka peluang buy‑the‑dip bagi investor jangka menengah.


4. Dampak Terhadap Logam Mulia Lain

Logam Perubahan Harga (Hari Ini) Trend Bulanan
Perak +6,3 % → US $93,86/oz +9,7 %
Platinum +3,64 % → US $2.367,19/oz +5,2 %
Palladium +0,1 % → US $1.785,62/oz +2,8 %
  • Perak menjadi penerus alami emas dalam konteks safe‑haven, dengan kenaikan lebih tajam karena likuiditas yang lebih tinggi.
  • Platinum dan palladium masih dipengaruhi oleh sentimen industri (otomotif, teknologi), tetapi mereka tetap berada dalam jalur kenaikan bulanan, menandakan permintaan diversifikasi diantara logam mulia.

Strategi Portofolio: Alokasikan 30‑40 % ke emas, 15‑20 % ke perak, sisanya dapat dipertimbangkan untuk platinum/palladium sebagai hedge terhadap risiko produksi (kelaparan energi, kebijakan lingkungan).


5. Pertimbangan Investasi & Risiko

Faktor Positif Negatif
Geopolitik Safe‑haven demand meningkat Eskalasi konflik dapat memicu volatilitas ekstrem
Moneter Yield turun → biaya peluang emas turun Kemungkinan Fed’s “hawkish” kembali jika inflasi tak terkendali
China Permintaan impor tinggi Kebijakan capital controls atau repatriasi dapat mengurangi pembelian
Teknikal Momentum kuat, support kuat Overbought dalam 1‑2 minggu dapat memicu retracement cepat
Makro Inflasi PPI naik → ekspektasi inflasi Data ekonomi AS (non‑farm payroll, GDP) dapat memunculkan surprise positif

Rekomendasi Praktis:

  1. Posisi Long Emas – Tambah eksposur sebanyak 5‑10 % dari alokasi total aset bila harga tetap di atas US $5.150.
  2. Stop‑Loss – Tempatkan pada US $5.050 (di bawah support 50‑day SMA) untuk melindungi downside.
  3. Partial Take‑Profit – Secara bertahap realisasikan keuntungan pada US $5.400 dan US $5.600, tergantung pada perkembangan geopolitik.
  4. Diversifikasi – Sisipkan perak (15 %) dan platinum (5‑10 %) untuk menyeimbangkan risiko sektoral.
  5. Pemantauan Rasio Dollar‑Gold – Karena emas berharga dalam dolar, setiap penguatan USD (mis. karena data kerja AS kuat) dapat menekan harga emas meskipun faktor lainnya tetap bullish.

6. Outlook 2026: Skenario Kemungkinan

Skenario Harga Emas (ujung 2026) Catalysts
Base‑Case (Geopolitik Stabil, Fed Cut Juni) US $5.800‑6.100 Pemotongan suku bunga 25 bps, melunasinya ketegangan di Timur Tengah, permintaan China tetap kuat
Bull (Eskalas Konflik, Yield Turun Lebih Dalam) US $6.300‑6.800 Konflik militer terbuka, yield Treasury <3,2 % selama 3‑4 bulan, inflasi PPI >3,0 %
Bear (Fed Hawkish, Resolusi Konflik & Dollar Kuat) US $4.900‑5.200 Fed menaikkan suku bunga 25 bps pada Q2, resolusi diplomatik mengurangi safe‑haven demand, dollar menguat >3 % YoY

Kondisi Base‑Case tampak paling realistis mengingat kombinasi faktor geopolitik yang masih belum terpecahkan dan kebijakan moneter Fed yang cenderung dovish. Namun, investor harus siap menyesuaikan posisi secara dinamis bila terjadi kejutan geopolitik atau data ekonomi AS yang signifikan.


7. Kesimpulan

  • Gold telah memperkuat diri sebagai aset safe‑haven utama di tengah ketegangan AS‑Iran, penurunan yield Treasury, dan permintaan kuat dari China.
  • Teknikal menunjukkan masih banyak ruang naik ke level US $5.450 sebelum mencapai resistance bulanan yang lebih tinggi.
  • Kebijakan Fed dan pergerakan dolar tetap menjadi variabel kunci; pemotongan suku bunga pada Juni 2026 dapat menjadi katalis terbesar bagi rally lanjutan.
  • Diversifikasi ke perak dan platinum dapat menambah aspek perlindungan terhadap fluktuasi sektor industri sekaligus menambah peluang upside.

Rekomendasi akhir: Bagi investor institusional maupun ritel yang mengutamakan perlindungan nilai dan potensi upside, alokasikan porsi signifikan ke emas (30‑40 % dari total alokasi logam mulia) sambil menjaga stop‑loss yang disiplin. Pantau terus berita geopolitik dan data kebijakan moneter – karena keduanya dapat memindahkan kurva harga dalam hitungan hari.


Semoga analisis ini membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih informatif dan terukur.

Tags Terkait