Gold vs. Silver 2024-2025: Ketidakpastian Tenaga Kerja AS, Kebijakan Fed, dan Lonjakan Pasokan Sekunder Perak Membentuk Lanskap Logam Mulia

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 17 February 2026

1. Ringkasan Pokok Berita

Aspek Inti Informasi Dampak Utama
Permintaan Bank Sentral (Gold) 19 ton dibeli Desember 2024 → total 328 ton 2025 (vs 345 ton 2024). Polandia +102 ton menjadi pembeli terbesar; Kazakhstan & Brasil diikuti. Singapura, Ghana, Rusia menjadi penjual bersih. Permintaan institusional tetap menjadi penopang harga emas, namun pertumbuhan tahunan menurun sedikit.
Data Tenaga Kerja AS NFP +130 rb (Januari 2024) – di atas ekspektasi. Revisi negatif pada bulan‑bulan sebelumnya & proyeksi penciptaan lapangan kerja 2025 turun >1 juta. Sinyal ganda: data headline mengurangi urgensi pemotongan suku bunga, namun revisi mengindikasikan kelemahan struktural pasar kerja.
Kondisi Pasar Obligasi Yield 2‑yr AS ≈ 3,5 % – berada di batas bawah zona target Fed. Ferdigmenetapkan kebijakan moneter pada rapat terdekat; kemungkinan “hold” lebih besar daripada “cut”.
Pasar Perak (China) Futures Shanghai dalam backward‑ation, persediaan gudang turun, open interest menurun menjelang Tahun Baru Imlek. Keterbatasan pasokan fisik jangka pendek memberi tekanan naik pada harga perak.
Pasokan Sekunder Perak (Amerika Utara) Penjualan ritel koin & perhiasan naik tajam; koin dolar AS pra‑1965 hampir tiga kali lipat volume tahun sebelumnya. Harga tinggi memicu arus pasokan sekunder; menambah likuiditas di pasar spot dan menurunkan premium atas logam fisik.

2. Analisis Mendalam

2.1. Emas: “Fundamental‑centric” vs. “Momentum‑centric”

  1. Sentimen Bank Sentral Masih Kuat

    • Alasan beli: Diversifikasi cadangan, lindung nilai inflasi, dan penurunan nilai fiat pasca‑pandemi.
    • Kendala: Angka pembelian 2025 (328 ton) lebih rendah 4,9 % dibandingkan 2024. Penurunan ini dapat menjadi sinyal bahwa bank sentral mulai menunda akumulasi sampai kebijakan moneter lebih jelas.
  2. Pengaruh Data Tenaga Kerja AS

    • Data utama (NFP +130 rb) → “Bullish” bagi dolar, “Bearish” bagi emas karena ekspektasi pemotongan Fed berkurang.
    • Revisi negatif & outlook 2025 → Menggerakkan sentiment ke arah “risk‑off” karena pertumbuhan ekonomi dipertanyakan. Ini dapat kembali menguatkan permintaan safe‑haven.
  3. Korelasi dengan Yield Obligasi

    • Yield 2‑yr berada di 3,5 % (batas bawah target Fed). Jika Fed menahan suku bunga, emas dapat tetap pada kisaran “flat‑to‑slightly‑up”.
    • Jika Fed terpaksa memotong (misalnya karena inflasi turun atau data lapangan kerja melemah lebih dalam), emas akan mendapatkan dorongan kuat, terutama bila bank sentral mempercepat akuisisi.

2.2. Perak: “Supply Shock + Investment Appetite”

  1. Backwardation di Shanghai Futures

    • Harga kontrak berjangka lebih tinggi daripada spot → menandakan kekurangan fisik. Penyebab utama: penurunan inventory gudang, pembatasan ekspor, dan permintaan industri (mesin, panel surya) yang masih kuat.
  2. Lonjakan Pasokan Sekunder di Amerika Utara

    • Kenaikan penjualan ritel (koin koleksi, perhiasan lama) berarti pasokan spot bertambah. Karena harga perak berada di level tinggi, para pemilik barang logam mulia menukarkannya ke pasar.
    • Dampak: Premium perak (selisih spot‑futures) dapat menyusut, mengurangi insentif spekulatif jangka pendek meski harga spot tetap tinggi.
  3. Faktor Investasi vs. Industri

    • Heraeus menyatakan investasi + likuiditas lebih dominan daripada penggunaan industri.
    • Analogi: Ketika harga naik, investor institusional (ETF, fund) menambah posisi, sementara industri (produksi elektronik, otomotif) tetap pada tingkat permintaan yang relatif stabil.

2.3. Interplay Antara Emas & Perak

Aspek Emas Perak
Volatilitas Lebih rendah, dipengaruhi kebijakan moneter & geopolitis. Lebih tinggi, dipicu oleh supply‑shock jangka pendek & arus sekunder.
Korelasi Harga Positif dengan perak, tapi korelasi sering menurun saat emas dipengaruhi Fed. Lebih sensitif pada sentimen risiko dan arus sekunder.
Strategi Investor Hedging & diversifikasi portofolio core. “Play‑the‑spread” antara futures & spot, serta eksploitasi arus sekunder.

3. Implikasi bagi Investor & Pelaku Pasar

3.1. Strategi Emas

Skenario Tindakan Rekomendasi
Fed “Hold” (kemungkinan tertinggi 2‑3 pertemuan ke depan) - Posisi net long melalui spot atau ETF (GLD, IAU).
- Alokasikan 5‑10 % portofolio untuk kontrak futures jangka menengah (6‑12 bulan) – menargetkan breakout di atas USD 1 950/oz.
Fed “Cut” (jika data NFP revisi negatif signifikan) - Tambah exposure via opsi call atau futures.
- Pertimbangkan diversifikasi ke logam lain (silver, platinum) untuk memanfaatkan korelasi positif.
Bank Sentral memperlambat akuisisi - Perkuat posisi cash atau obligasi AAA sebagai buffer volatilitas.
- Monitor WTI/ Brent; penurunan energi dapat menurunkan inflasi dan menekan harga emas.

3.2. Strategi Perak

Faktor Kunci Rekomendasi Operasional
Supply Shock Jangka Pendek di China - Beli spot atau kontrak futures (SIL) sebelum persediaan berkurang lebih jauh.
- Hedging melalui opsi put untuk melindungi dari penurunan premium bila pasokan sekunder melambat.
Arus Pasokan Sekunder di Amerika Utara - Manfaatkan penurunan premium: beli koin atau perhiasan lama dengan diskon, kemudian jual kembali ketika premium menormalisasi.
- Perhatikan kualitas (mint‑year, kondisi) karena nilai sekunder sangat dipengaruhi faktor estetika.
Investasi Institutional yang Meningkat - Ikuti pergerakan ETF perak (SLV); aliran masuk/keluar dapat memberi sinyal jangka menengah.
- Pantau rasio “inventory‑to‑open‑interest” di SHFE; jika backwardation melebar, ekspektasi kenaikan lebih kuat.

3.3. Manajemen Risiko

  1. Stop‑Loss dan Take‑Profit

    • Emas: stop‑loss pada ‑2 % di bawah level entry; take‑profit berjenjang pada USD 2 000, USD 2 150, dan USD 2 300 per ons.
    • Perak: stop‑loss pada ‑3 %; target pada USD 30, USD 35, dan USD 40 per troy ounce (berdasarkan tren backwardation).
  2. Diversifikasi Geografis

    • Tambahkan eksposur ke Gold‑producing stocks (Newmont, Barrick) dan Silver‑mining stocks (Fresnillo, Pan American) untuk mendapatkan leverage pada operasional produksi.
  3. Pantau Kalender Makro

    • Rilis NFP (biasanya first Friday tiap bulan).
    • FOMC Meeting (biasanya 6–8 minggu).
    • Data Inventori Perak (SHFE) (akhir tiap bulan).

4. Outlook 2024‑2025

Tahun Emas (USD/oz) Perak (USD/oz) Faktor Penentu
2024 (sisa) 1 950 – 2 050 (fluktuatif) 28 – 35 (mencapai puncak di Q3)
2025 2 050 – 2 250 (asumsi Fed “hold” + penguatan permintaan bank sentral) 30 – 45 (tergantung kelanjutan backwardation & arus sekunder)
  • Jika data ketenagakerjaan AS terus revisi negatif dan inflasi menurun, Fed dapat menurunkan suku bunga pada 2025, yang akan mendorong emas dan perak ke level lebih tinggi.
  • Jika geopolitik (mis. konflik Timur Tengah, kebijakan proteksionis China) meningkat, kedua logam mulia akan mendapat dorongan “safe‑haven” tambahan, terutama emas.
  • Jika kebijakan China tentang ekspor logam mulia tetap ketat, perak akan tetap dalam kondisi backwardation, memperkuat premium jangka pendek.

5. Kesimpulan Utama

  1. Emas masih dipimpin oleh bank sentral, namun pertumbuhan pembelian menurun. Kebijakan Fed menjadi penentu utama arah harga menengah‑panjang.
  2. Perak berada di persimpangan antara kekurangan fisik di China (menyebabkan backwardation) dan ledakan pasokan sekunder di Amerika Utara (menurunkan premium). Kedua kekuatan ini menciptakan volatilitas tinggi yang dapat dimanfaatkan oleh trader yang terampil.
  3. Investor harus menyeimbangkan antara posisi hedging (emas) dan spekulatif (perak), sambil terus memantau data tenaga kerja AS, agenda FOMC, dan laporan persediaan SHFE.
  4. Diversifikasi lintas kelas aset logam (emas, perak, saham tambang) serta pemanfaatan instrumen derivatif (futures, opsi, ETF) memberikan rangka kerja terbaik untuk mengelola risiko sambil menyiapkan potensi upside di tahun‑tahun mendatang.

Catatan Penulis: Analisis ini bersifat informatif dan tidak dapat dianggap sebagai saran investasi. Selalu lakukan due‑diligence pribadi dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau investasi.

Tags Terkait