Antam Gold 2026: Analisis Prediksi Harga, Level Teknis, dan Implikasi Pajak bagi Investor
1️⃣ Ringkasan Berita
-
Prediksi Ibrahim Assuaibi (16 Feb 2026):
- Support 1: Rp 2.920.000/gram
- Support 2 (global): US$ 4.818/t oz ≈ Rp 2.860.000/gram
- Resistance 1: Rp 3.000.000/gram
- Resistance 2: Rp 3.150.000/gram
-
Pergerakan terbaru (14‑15 Feb 2026):
- 14 Feb: naik Rp 50.000 → Rp 2.954.000/gram
- 13 Feb: turun Rp 43.000 → Rp 2.904.000/gram
-
All‑Time‑High (ATH): Rp 3.168.000/gram (29 Jan 2026).
-
Buy‑back (14 Feb): Rp 2.741.000/gram (+Rp 53.000).
-
Kebijakan Pajak:
- Buy‑back > Rp 10 jt: PPh 22 22 % = 1,5 % (NPWP) / 3 % (non‑NPWP).
- Pembelian: PPh 22 0,45 % (NPWP) / 0,9 % (non‑NPWP).
2️⃣ Analisis Teknis (Technical)
| Level | Kategori | Signifikansi |
|---|---|---|
| Rp 2.860.000 | Support 2 (global) | Jika harga turun di bawah level ini, tekanan jual global (USD 4 818) dapat memperdalam koreksi. |
| Rp 2.920.000 | Support 1 (lokal) | Zona kepercayaan investor domestik; penurunan di bawahnya menandakan kegagalan menjaga likuiditas pasar Indonesia. |
| Rp 3.000.000 | Resistance 1 | Titik psikologis “tiga juta”. Breakout di atasnya biasanya diikuti oleh volume beli yang signifikan. |
| Rp 3.150.000 | Resistance 2 | Area konsolidasi sebelum menargetkan level berikutnya (≈ Rp 3.300.000) jika momentum bullish kuat. |
| Rp 3.168.000 | ATH | Barrier psikologis terakhir; penembusan menunjukkan tren naik jangka menengah. |
2.1 Pola Harga Terbaru
- 14 Feb: Candle bullish dengan body hijau besar (↑ 50 rb) menandakan momentum kuat menembus level Rp 2.950.000.
- 13 Feb: Candle bearish kecil (↓ 43 rb) menandakan pull‑back alami di dalam range Rp 2.90–2.95 jt.
Interpretasi: Harga berada dalam zona “range‑bound” antara Support 1 dan Resistance 1. Jika volume beli pada 14 Feb dipertahankan, peluang breakout di atas Rp 3.000.000 meningkat. Sebaliknya, penurunan tajam di bawah Rp 2.860.000 akan memicu aksi stop‑loss massal.
3️⃣ Faktor Fundamental yang Mempengaruhi
| Faktor | Dampak pada Harga Antam |
|---|---|
| Harga Emas Dunia (USD/oz) | Kenaikan USD 4 818 (≈ Rp 2,86 jt) memberikan floor kuat; pergerakan USD 4 700‑4 900 akan menciptakan fluktuasi harian. |
| Kurs Rupiah/USD | Depresiasi Rupiah menurunkan harga rupiah per ons, memberi ruang naik pada harga lokal meskipun harga global stagnan. |
| Kebijakan Moneter Indonesia (BI) | Kebijakan suku bunga tinggi menurunkan permintaan spekulatif; sebaliknya, pelonggaran memberi dorongan investasi pada logam mulia. |
| Inflasi dan Sentimen Risiko | Tingginya inflasi memaksa investor mencari aset safe‑haven; emas menjadi pilihan utama. |
| Persediaan dan Produksi Antam | Penurunan output tambang atau penundaan pengiriman dapat menambah kelangkaan di pasar domestik. |
| Regulasi Pajak | Beban PPh 22 pada buy‑back dan pembelian menurunkan margin keuntungan bagi investor ritel, terutama non‑NPWP. |
3.1 Outlook Global (Feb 2026)
- Harga emas dunia berada di level US$ 4 818/t oz, dekat level support jangka panjang.
- Ketidakpastian geopolitik (konflik di Eropa, ketegangan Asia‑Pasifik) serta kebijakan moneter AS yang masih hawkish membuat logam mulia tetap populer.
3.2 Outlook Domestik
- Rupiah diprediksi menguat tipis di kuartal pertama 2026 (perkiraan Rp 15 200/USD) akibat ekspor komoditas yang kuat.
- Kebijakan Antam yang memperluas jaringan retail (toko resmi, e‑commerce) meningkatkan likuiditas batangan, menurunkan spread antara harga beli dan jual.
4️⃣ Implikasi Pajak bagi Investor Ritel
-
Pembelian Batangan
- NPWP: 0,45 % PPh 22 → untuk 1 gram (Rp 2.954.000) pajak = Rp 13.293.
- Non‑NPWP: 0,9 % → pajak = Rp 26.586.
-
Buy‑back (Penjualan) > Rp 10 jt
- NPWP: 1,5 % → contoh penjualan 1 kg (Rp 2.894.600.000) → potongan Rp 43.419.000.
- Non‑NPWP: 3 % → potongan Rp 86.838.000.
Catatan: PPh 22 dipotong langsung oleh Antam, sehingga investor tidak perlu melakukan pelaporan mandiri, kecuali memiliki NPWP dan ingin mengkonsolidasikan dengan SPT tahunan.
Strategi Pajak:
- Registrasi NPWP sangat menguntungkan, terutama bagi investor yang rutin melakukan buy‑back atau mengakumulasi emas lebih dari Rp 10 jt.
- Manfaatkan batas Rp 10 jt bila berencana menjual sebagian kecil (misalnya 2 gram = Rp 5,9 jt) untuk menghindari tarif PPh 22 1,5 %/3 %.
- Catat bukti potong sebagai dasar pengurangan pajak di SPT Tahunan, terutama bila ada kerugian modal pada tahun sebelumnya.
5️⃣ Risiko dan Skenario Harga
| Skenario | Trigger | Target Harga | Probabilitas (perkiraan) |
|---|---|---|---|
| Bullish Breakout | Volume beli kuat pada support 1 + konfirmasi bullish candlestick (piercing line) | Rp 3.050.000 – Rp 3.150.000 (resistance 1‑2) | 45 % |
| Consolidation | Harga berulang di antara Rp 2.90‑3.00 jt selama 2‑3 minggu | Flat di rentang Rp 2.96‑3.01 jt | 35 % |
| Bearish Reversal | Penurunan USD 4 818 → USD 4 650 + Rupiah menguat > Rp 15 300 | Rp 2.80.000 – Rp 2.85.000 (di bawah support 2) | 20 % |
Catatan Risiko Makro:
- Kenaikan suku bunga Fed atau krisis geopolitik dapat menggerakkan harga dunia ke atas (≥ US$ 5 000), memaksa harga Antam menembus Resistance 2.
- Kenaikan signifikan Rupiah dapat menurunkan nilai rupiah per ons, menurunkan harga Antam ke bawah Support 1, terutama jika terjadi intervensi pasar mata uang.
6️⃣ Rekomendasi untuk Investor
| Tipe Investor | Pendekatan | Alasan |
|---|---|---|
| Investor Jangka Pendek (trading harian) | Swing trade pada rentang Rp 2.90‑3.05 jt; gunakan stop‑loss ketat di Rp 2.86 jt. | Volatilitas harian masih tinggi; profit target dapat diambil pada resistance 1. |
| Investor Jangka Menengah (3‑6 bulan) | Beli di pull‑back ke Support 1 (≈ Rp 2.92 jt) dengan target Resistance 2 (≈ Rp 3.15 jt). | Memanfaatkan tren bullish global sambil mengantisipasi kemungkinan koreksi. |
| Investor Jangka Panjang (≥ 1 tahun) | Acummulate secara periodik (DCA) dengan batas atas Rp 3.00 jt; pertimbangkan diversifikasi ke ETF emas untuk likuiditas lebih tinggi. | Harga emas cenderung naik dalam jangka panjang; strategi DCA mengurangi risiko timing. |
| Investor Ritel (non‑NPWP) | Daftar NPWP terlebih dahulu, atau gunakan platform fintech yang sudah memotong pajak otomatis. | Penghematan pajak hingga 0,45 % vs 0,9 % pada pembelian serta 1,5 % vs 3 % pada sell‑back. |
| Institusi/Corporate | Lock‑in forward contract dengan Antam untuk mengamankan harga di Rp 3.00 jt/gram, mengurangi risiko fluktuasi. | Mengamankan cost of goods bagi perusahaan yang menggunakannya dalam produksi atau cadangan. |
7️⃣ Kesimpulan
- Harga Antam berada di zona transisional antara support kuat (Rp 2.86‑2.92 jt) dan resistance psikologis (Rp 3.00‑3.15 jt).
- Kondisi makro (harga emas dunia @ US$ 4 818, Rupiah stabil, inflasi tinggi) memberi dukungan fundamental untuk mempertahankan atau bahkan menembus resistance pertama.
- Pajak menjadi faktor penting: memiliki NPWP dapat mengurangi beban PPh 22 hampir setengah pada pembelian dan setengah pada penjualan di atas Rp 10 jt.
- Strategi terbaik tergantung pada horizon investasi: trader harian dapat memanfaatkan volatilitas di antara support‑resistance, sementara investor jangka menengah‑panjang sebaiknya mengakumulasi di level support dan menunggu breakout ke resistance 2 atau lebih.
Dengan memantau indikator volume, candle pattern, serta pergerakan USD/IDR, investor dapat menyesuaikan posisi secara dinamis dan mengoptimalkan keuntungan sekaligus meminimalkan beban pajak.
Semoga analisis ini membantu Anda membuat keputusan yang lebih terinformasi dalam menghadapi pergerakan harga emas Antam di tahun 2026.