Run-It-Hot” dan Janji Bitcoin $200 rb – Mengurai Kegembiraan, Risiko, dan Realitas Kebijakan Moneter AS 2026

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 12 January 2026

1. Ringkasan Narasi Berita

Artikel yang Anda bagikan menyoroti tiga pilar utama yang, menurut penulis, dapat mendorong lonjakan harga Bitcoin hingga US $200 000–$1 juta pada tahun 2026:

Poin utama Penjelasan singkat
“Run‑It‑Hot” – slogan politik Trump untuk mendorong Federal Reserve (Fed) menurunkan suku bunga secara agresif dan meluncurkan stimulus QE baru. Trump, yang konon akan mengganti Jerome Powell, menekankan “ekonomi panas” dan menjanjikan program pembelian obligasi hipotek senilai US $200 miliar.
Pengaruh kebijakan Fed – apabila Fed kembali ke QE, likuiditas melimpah akan melemahkan dolar AS, menjadikan Bitcoin sebagai “hard‑cap hedge”. Historis, pelonggaran moneter (dovish) biasanya menurunkan nilai dolar dan meningkatkan minat pada aset berlimpah (gold, kripto).
Sentimen pasar kripto – tokoh‑tokoh industri (Arthur Hayes, Ben Hunt) menebar prediksi bullish “run it hot, Bitcoin to $1 million”. Pertumbuhan likuiditas di pasar perumahan, peningkatan permintaan aset berisiko, serta harapan “mid‑term 2026” menambah optimism.

Berikut ulasan panjang yang menilai seberapa realistis skenario tersebut, serta apa implikasi praktis bagi investor.


2. Apakah “Run‑It‑Hot” Mungkin Terjadi?

2.1 Kekuatan Politik versus Independensi The Fed

  • Kebijakan independen: Sejak akta Federal Reserve 1913, Fed secara resmi berdiri terpisah dari pemerintahan. Meskipun Ketua Fed diangkat oleh Presiden dan disetujui Senat, secara praktik kebijakan moneter tidak diatur langsung oleh agenda politik harian.
  • Presiden Trump (2025‑2029): Jika Trump kembali ke Gedung Putih pada November 2024, ia akan memiliki satu masa jabatan penuh (2025‑2029). Sejauh mana seorang presiden dapat “memaksa” Fed bergantung pada tekanan politik, bukan perintah tertulis. Contoh: Presiden Ronald Reagan mengkritik Fed, namun Fed tetap menahan suku bunga tinggi hingga akhir 1980‑an.
  • Penggantian Ketua: Penggantian Jerome Powell menjadi “Trump‑friendly” memang dapat mempengaruhi bias kebijakan, tetapi para gubernur Fed tetap bertanggung jawab secara kolektif kepada Kongres dan publik. Jika keputusan “run‑it‑hot” tampak mengorbankan stabilitas harga, Kongres dapat menekan melalui audit atau memperpanjang masa jabatan mereka.

2.2 Kenyataan Ekonomi 2026

Faktor Proyeksi (sumber mainstream – IMF, Fed, Bloomberg) Implikasi pada kebijakan moneter
Pertumbuhan GDP 2025‑2026 diperkirakan melambat menjadi 1,5‑2 % (setelah rebound pasca‑pandemi). Proyeksi “4,2 %” (seperti yang dikutip dalam artikel) jauh di atas konsensus. Jika pertumbuhan melebihi ekspektasi, Fed dapat mempertimbangkan penurunan suku bunga, namun tidak secara drastis tanpa inflasi yang terkendali.
Inflasi Inflasi inti diprediksi tetap di kisaran 2‑2,5 % pada 2026, dengan tekanan harga energi berkurang. Kebijakan “run‑it‑hot” yang mengabaikan inflasi dapat menyebabkan Fed menahan suku bunga tinggi atau bahkan meningkat kembali.
Pasar perumahan Penurunan suku bunga hipotek menurunkan angka kegagalan pembayaran, namun kebijakan “$200 miliar pembelian obligasi hipotek” belum terlihat dalam data resmi. Program semacam itu (klasik “mortgage‑backed securities purchase”) biasanya dikelola oleh Fed (Quantitative Easing) dan terbatas pada “T‑Series” – bukan “$200 miliar khusus”.

Kesimpulan: Secara makro, skenario “ekonomi tumbuh 10‑20 %” dan “inflasi dibiarkan melambung” tampak tidak selaras dengan proyeksi institusional. Kecuali terjadi shock geopolitik luar biasa (mis. perang besar, krisis energi) yang memaksa kebijakan luar biasa, Fed kemungkinan masih menyeimbangkan antara pertumbuhan dan inflasi.


3. Dampak Kebijakan Moneter pada Bitcoin – Analisis Historis

Tahun Kebijakan Fed Dampak Pada USD Dampak Pada BTC*
2008‑2009 QE1 (penurunan suku bunga ke 0‑0,25 %) Dolar lemah; likuiditas melimpah BTC baru (2009) – tidak ada data.
2013 QE3 (penurunan suku bunga, pembelian aset) Dolar melemah BTC naik dari $13 → $1 200 (Q4 2013).
2015‑2016 Fed menaikkan suku bunga (0,25 % → 0,75 %) Dolar kuat BTC turun dari $450 → $400 (stagnasi).
2020 (COVID‑19) Fed menurunkan suku bunga ke 0‑0,25 % + QE tak terbatas Dolar melemah, pasar likuid BTC naik dari $7 000 (Mar 2020) → $29 000 (Des 2020).
2022‑2023 Fed menaikkan suku bunga (5 %‑5,25 %) Dolar kuat BTC menurun dari $69 k (Nov 2021) → $16 k (Nov 2022).

*Catatan: Penggerak harga BTC tidak hanya dipengaruhi Fed; adopsi institusional, regulasi, dan sentimen spekulatif memiliki bobot signifikan.

Pola utama:

  • Pelonggaran moneter (QE, suku bunga rendah)Likuiditas meningkat, dolar melemah, Bitcoin biasanya naik (kecuali ada faktor eksternal lain seperti krisis regulasi).
  • Pengetatan moneter (suku bunga naik)Dolar kuat, keluar likuiditas, Bitcoin biasanya turun.

Namun, korelasi tidak selalu satu‑to‑one. Pada 2021‑2022, meskipun Fed mulai menurunkan suku bunga, Bitcoin tetap naik karena adopsi institusional (Tesla, MicroStrategy) dan hype “crypto winter”. Sebaliknya, pada akhir 2022, meski Fed tetap tinggi, gejolak makro (banking crisis) menurunkan kepercayaan pada semua aset, termasuk BTC.


4. Analisis Prediksi Harga “$200 rb – $1 juta”

4.1 Model Nilai Dasar (Fundamental)

Komponen Penjelasan Pengaruh pada harga BTC
Supply Total 21 juta BTC, ~900 rb diproduksi per tahun, 2026 ≈ 19,2 juta dalam sirkulasi. Penawaran tetap → harga dapat naik bila permintaan meningkat.
Demand Permintaan institusional (ETF, custodian bank), ritel, pembayaran lintas‑negara, “store‑of‑value”. Jika permintaan naik 5‑10×, harga akan naik proporsional (ceteris paribus).
Liquidity / Money Supply (M2) QE atau “run‑it‑hot” menambah M2, menambah dolar yang dapat dialokasikan ke aset berisiko. Lebih banyak dolar → potensi alokasi ke BTC, asalkan pasar kripto tetap likuid.
Risk Premium Volatilitas, regulasi, keamanan jaringan, adopsi. Jika risk premium menurun (regulasi jelas, insuransi), permintaan naik.

Untuk mencapai US $200 rb, kapitalisasi pasar Bitcoin harus menjadi ≈ $3,8 triliun (200 rb × 19 juta). Saat ini (Jan 2026) kapitalisasi sekitar $450 miliar. Ini berarti kenaikan 8‑9× kapitalisasi dalam ~12 bulan – skenario yang secara historis hanya pernah terjadi pada Bitcoin bull‑run 2017‑2021 (kapitalisasi naik ~30× dalam 4 tahun), didorong kombinasi adopsi institusional, regulasi ramah, serta ekspektasi “digital gold”.

4.2 Skenario “Optimis”

Asumsi Realistis? Dampak
Fed melakukan QE tambahan $1‑2 triliun + suku bunga 0‑0,25 % Moderat‑tinggi (tergantung krisis ekonomi). Likuiditas tambahan, dolar melemah, alur dana ke BTC meningkat.
ETF Bitcoin Spot disetujui di AS + akses institusi via custodian Tinggi – banyak duduk di meja regulasi (SEC). Permintaan institusional melonjak, meningkatkan permintaan BTC.
Regulasi jelas, tidak ada larangan Sedang‑tinggi (negara‑negara mulai mengatur). Mengurangi risk premium, mengundang aliran modal.
Sentimen politik “run‑it‑hot” Rendah‑sedang (pemerintah cenderung menghindari inflasi tinggi). Jika terjadi, dapat mempercepat aliran likuiditas.

Jika empat asumsi ini terpenuhi secara bersamaan, mencapai $200 rb menjadi mungkin, meski belum pasti. $1 juta memerlukan kapitalisasi ≈ $19 triliun, setara dengan total nilai pasar semua ekuitas global – menjadi sangat tidak realistis tanpa krisis mata uang fiat yang parah (mis. hiperinflasi dolar) – skenario yang sangat kontraproduktif bagi kebijakan Fed dan pemerintahan AS.

4.3 Skenario “Pessimis”

Asumsi Realistis? Dampak
Fed menaikkan suku bunga > 5 % sampai akhir 2026 Tinggi, bila inflasi kembali naik. Dolar kuat, likuiditas menyusut, permintaan BTC turun.
Pengetatan regulasi (larangan stablecoin, pajak transaksi) Sedang‑tinggi (beberapa negara sudah lakukan). Risk premium naik, permintaan institusional menurun.
Gejolak geopolitik (perang, sanksi, krisis energi) Tidak dapat diprediksi; dapat menurunkan likuiditas global. Aset risiko menurun, termasuk BTC.
Kegagalan program “mortgage‑backed securities purchase” Tinggi – program semacam itu memerlukan persetujuan Kongres. Tidak ada “stimulus” ekstra, likuiditas tetap terbatas.

Dalam skenario ini, harga Bitcoin dapat stagnan di kisaran $20 000‑$35 000 atau bahkan menurun kembali ke level $10 000‑$15 000, tergantung pada besarnya penurunan ekuitas global.


5. Bagan Risiko & Peluang untuk Investor 2026

+---------------------------------------------------+
|                RISIKO / PELUANG                  |
+-------------------+-------------------+-----------+
| 1. Kebijakan Fed  | • QE / suku bunga | • Likuiditas |
|    (Run‑It‑Hot)   |   ultra‑longgar   |   mengalir ke|
|                   |                   |   BTC        |
|-------------------+-------------------+-----------|
| 2. Regulasi       | • EPA/SEC mengij- | • Kepastian   |
|    Kripto         |   in ETF Spot     |   meningkatkan|
|                   | • Larangan stable|   permintaan  |
|-------------------+-------------------+-----------|
| 3. Politik       | • Tekanan Trump   | • Sentimen   |
|    (Pemilu 2026)  |   pada Fed        |   bullish    |
|                   | • Risiko  “Populist” |   jangka     |
|-------------------+-------------------+-----------|
| 4. Makro‑Ekonomi | • Inflasi terjaga| • Dolar lemah|
|    (GDP, Unemployment) | • Resesi ringan |   → BTC naik |
+-------------------+-------------------+-----------+

5.1 Langkah Praktis bagi Investor

Tindakan Alasan Contoh Implementasi
Diversifikasi Portofolio Mengurangi risiko over‑exposure pada satu kelas aset. 30 % saham global, 20 % obligasi, 30 % crypto (BTC, ETH, beberapa alt), 20 % cash atau komoditas.
Gunakan Produk Derivatif Hedging Lindungi nilai BTC bila pasar berbalik. Futures BTC (CME), opsi put, atau straddle pada platform regulasi.
Pantau Kebijakan Fed & Agenda Kongres Kebijakan moneter dan regulasi kripto berinteraksi secara langsung. Ikuti tabel Fed Meeting (FOMC), pernyataan SEC, dan “Congressional Hearing” tentang stablecoin.
Investasi pada Infrastruktur Kripto Jika hype “run‑it‑hot” tidak tercapai, infrastruktur (penyimpanan, DLT, DeFi) tetap tumbuh. Investasi pada perusahaan custodian (Fireblocks, BitGo) atau token utility pada jaringan L2.
Manajemen Psikologis Prediksi “$200 rb” dapat memicu FOMO. Tetapkan “stop‑loss” 15‑20 % di bawah entry, gunakan teknik “dollar‑cost averaging”.

6. Kesimpulan – Apakah “Run‑It‑Hot” Akan Membuat Bitcoin $200 rb?

  1. Peluang Kebijakan Dovish – Jika Fed memang kembali ke QE besar‑besar, dolar akan melemah dan arus likuiditas dapat masuk ke Bitcoin, meningkatkan harga secara signifikan. Namun, kebijakan seperti itu biasanya disertai inflasi yang mengkhawatirkan, sehingga Fed cenderung menyeimbangkan antara pertumbuhan dan price stability.

  2. Kekuatan Politik – Sementara seorang presiden dapat memberi tekanan, independensi dan checks‑and‑balances (Kongres, pasar) membatasi kemampuan satu orang untuk “menyetir” Fed sepenuhnya. Sejarah menunjukkan bahwa tekanan politik keras biasanya menghasilkan kompromi bukan kebijakan ekstrem.

  3. Validitas Prediksi Harga – Prediksi $200 rb memang secara teoritis dapat tercapai jika:

    • Likuiditas global naik > 8× dalam satu tahun,
    • Adopsi institusional meledak (ETF Spot, custody), dan
    • Risiko regulasi turun signifikan.
      Ini adalah kombinasi yang sangat tidak pasti.
  4. Realitas $1 juta – Tanpa skenario hiperinflasi dolar (mirip Venezuela/Zimbabwe) atau krisis kepercayaan mata uang fiat secara global, target $1 juta tampak ya hampir mustahil dalam horizon 2026.

  5. Rekomendasi – Bagi investor yang bersedia menanggung volatilitas tinggi, alokasikan sebagian kecil (≤ 10 %) portofolio ke Bitcoin sebagai “play” pada potensi stimulus. Namun, jangan mengandalkan prediksi bullish ekstrem sebagai satu‑satu‑satunya alasan investasi. Lebih bijak untuk menilai fundamental (adopsi, regulasi, teknik), menyiapkan stategi manajemen risiko, dan tetap mengikuti dinamika kebijakan moneter secara real‑time.


7. Pandangan Ke Depan (2026‑2028)

Tahun Kemungkinan Besar Implikasi untuk BTC
2026 Fed mengakhiri pengetatan (suku bunga turun 0,5‑0,75 %) & ETF Spot disetujui Bull‑run moderat, harga dapat mencapai $60‑80 rb.
2027 Regulasi Kripto stabil (peraturan AML/KYC, tidak ada larangan) Permintaan institusional tumbuh, potensi $100‑150 rb jika likuiditas tetap tinggi.
2028 Gejolak geopolitik (konflik besar atau krisis energi) – dapat mempercepat atau menurunkan likuiditas tergantung pada respon Fed Jika Fed kembali ke QE besar, harga mungkin menembus $200 rb; jika tidak, koreksi ke $40‑50 rb.

Tulisan Penutup

Narasi “Run‑It‑Hot” memang menarik secara psikologis – menggabungkan politik, kebijakan moneter, dan harapan “digital gold”. Namun, investor cerdas harus memisahkan sensasi media dari analisis berbasis data. Seiring pasar kripto semakin terintegrasi dengan sistem keuangan tradisional, kebijakan moneter akan tetap menjadi pemicu utama, tetapi kekuatan eksternal (regulasi, adopsi institusional, inovasi teknis) akan menentukan seberapa jauh “run‑it‑hot” dapat menyalakan lampu Bitcoin pada level $200 rb atau bahkan lebih.

Kesimpulan utama: Ada ruang bagi Bitcoin untuk melampaui $100 rb dalam 1‑2 tahun ke depan, tetapi target $200 rb atau $1 juta tetap berada di zona spekulatif tinggi dan harus dipertimbangkan sebagai “high‑risk, high‑reward” bet bukan “kebenaran yang hampir pasti”.


Tags Terkait