CDIA Siap Menembus Level 1.090-1.120: Analisis Teknikal, Fundamentalisme, dan Strategi Trading yang Perlu Diperhatikan Investor

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 10 February 2026

1. Ringkasan Situasi Pasar Saat Ini

Keterangan Nilai / Persentase
Harga penutupan (10 Feb 2026) Rp 1.075
Pergerakan intraday +2,87 %
Target jangka pendek (BNI Sekuritas) Rp 1.090‑1.120
Area beli ≥ Rp 1.055
Stop‑loss (BNI) < Rp 1.020
Kinerja 1 minggu +0,93 %
Kinerja 1 bulan ‑33,5 %
YTD (Year‑to‑Date) ‑35 %
Net buy asing (9 Feb 2026) Rp 28,35 miliar
  • Saham CDIA kembali melesat setelah rebound teknikal yang kuat pada sesi pembukaan.
  • Sentimen asing masih positif, tercermin dari net buy sebesar lebih dari Rp 28 miliar pada hari sebelumnya.
  • Namun, tekanan bearish masih kuat secara fundamental (penurunan YTD ‑35 %) dan perlu dipertimbangkan dalam membangun posisi.

2. Analisis Teknikal – Mengapa Level 1.090‑1.120 Menjadi Target Realistis?

2.1. Struktur Harga Terkini

  • Support kuat di Rp 1.020 tercipta dari low mingguan yang belum teruji kembali sejak akhir Januari 2026.
  • Resistance pertama berada di sekitar Rp 1.055, yang sekaligus menjadi “area beli” menurut BNI Sekuritas. Penembusan di atas level ini memberi sinyal bullish.

2.2. Pola Candlestick dan Momentum

  • Pada sesi 10 Feb, muncul bullish engulfing di level Rp 1.050‑1.070, menandakan pembalikan momentum dari zona oversold.
  • RSI (14) berada di 57, masih di bawah zona overbought (70) – memberi ruang lanjutan kenaikan.
  • MACD menunjukkan histogram positif sejak 5 Feb, menegaskan divergence bullish.

2.3. Moving Averages (MA)

MA Posisi relatif
MA20 Harga berada di atas MA20 (Rp 1.030) – tren jangka pendek bullish
MA50 Harga masih di bawah MA50 (Rp 1.110) – batas atas target jangka pendek cukup realistis
MA200 Harga jauh di bawah MA200 (Rp 1.250) – menandakan tren jangka menengah masih bearish, sehingga target 1.090‑1.120 harus dipandang sebagai “bounce” dalam koreksi yang lebih besar.

2.4. Volume

  • Volume pada hari penembusan > 1.5× rata‑rata harian tiga minggu terakhir, mengindikasikan partisipasi kuat dari pembeli (termasuk aliran asing yang tercatat di Stockbit).

3. Analisis Fundamental – Adakah Dukungannya?

3.1. Profil Perusahaan

  • PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) bergerak di sektor pertambangan & jasa energi (termasuk kontraktor EPC).
  • Pendapatan 2025 menurun 23 %, terutama karena penurunan volume kontrak luar negeri dan fluktuasi harga komoditas.

3.2. Rasio Keuangan Utama (2025)

Rasio Nilai Interpretasi
ROE 4,2 % Rendah, menandakan nilai tambah yang terbatas bagi pemegang saham
DER (Debt‑to‑Equity) 1,8 Beban hutang tinggi, meningkatkan risiko pada saat suku bunga naik
Current Ratio 1,12 Likuiditas marginal – masih bisa menutup kewajiban jangka pendek
EPS (2025) Rp 435 Turun 38 % YoY
Dividend Yield 2,1 % Masih memberi imbal hasil yang layak, namun tidak cukup mengkompensasi penurunan harga saham

3.3. Prospek & Risiko

  • Prospek Positif:

    • Kebijakan pemerintah yang mendorong proyek infrastruktur energi terbarukan dapat membuka peluang kontrak EPC baru.
    • Aliran investasi asing yang masih kuat dapat menstabilkan harga saham dalam jangka pendek.
  • Risiko Utama:

    • Ketergantungan pada harga komoditas (batu bara, batu bara metallurgical) yang saat ini berada di level historis rendah.
    • Kepatuhan regulasi lingkungan yang semakin ketat dapat membatasi eksekusi proyek tradisional.
    • Beban hutang yang tinggi menambah beban bunga, terutama bila suku bunga global tetap tinggi.

4. Perspektif Makro – Kenapa Investor Harus Waspada?

  1. Sentimen Pasar Global: Kenaikan suku bunga di AS dan volatilitas nilai tukar rupiah dapat menekan profitabilitas perusahaan yang melakukan kontrak dalam USD.
  2. Kebijakan Pemerintah: Pemerintah Indonesia kini menyiapkan paket stimulus infrastruktur yang terfokus pada energi bersih. Jika CDIA berhasil mengalihkan kompetensinya ke bidang ini, valuasi dapat terangkat.
  3. Aliran Modal Asing: Net buy asing sebesar Rp 28,35 miliar menandakan minat institusi luar negeri, namun aliran ini dapat berbalik dengan cepat apabila data fundamental tidak menunjukkan perbaikan.

5. Rekomendasi Trading yang Praktis

Skenario Entry Target Stop‑Loss Rasio Risk‑Reward*
Bullish Breakout ≥ Rp 1.055 (order limit atau market setelah konfirmasi) Rp 1.090‑1.120 (partial take profit di 1.090, sisanya di 1.120) < Rp 1.020 (kirim order stop‑loss) ≈ 2.5‑3:1
Bearish Reversal (jika tidak tembus 1.055) ≤ Rp 1.015 (sell/short atau exit long) Rp 0.950 (target short) > Rp 1.055 (buy‑to‑cover) ≈ 2:1

*Perhitungan risk‑reward mengasumsikan volatilitas harian rata‑rata ≈ Rp 30 – Rp 35.

5.1. Manajemen Posisi

  • Ukuran posisi: Tidak lebih dari 5 % dari total modal trading per trade, mengingat volatilitas dan beban fundamental yang masih berat.
  • Trailing Stop: Jika harga melampaui Rp 1.090, pertimbangkan trailing stop 25‑30 poin untuk “lock‑in” profit.

5.2. Diversifikasi

  • Kombinasikan eksposur CDIA dengan saham sektor infrastruktur energi bersih (mis. PT PLN (Persero) atau PT Pertamina) untuk menyeimbangkan risiko sektor tradisional vs transisi energi.

6. Kesimpulan – Apakah CDIA Layak Masuk Portofolio?

  • Teknis: Saham berada dalam pola breakout bullish yang kuat, dengan support yang relatif solid di Rp 1.020 dan area beli di Rp 1.055. Target jangka pendek 1.090‑1.120 realistis apabila momentum pembeli terus terjaga.
  • Fundamental: Kinerja keuangan masih lemah, penurunan EPS, DER tinggi, dan ketergantungan pada komoditas tradisional menambah beban downside.
  • Makro & Sentimen: Aliran asing masih positif, tetapi potensi perubahan kebijakan makro dapat dengan cepat mengubah sentimen.

Rekomendasi akhir:

Jika Anda memiliki toleransi risiko menengah‑tinggi dan mengutamakan trading jangka pendek (1‑2 minggu), masuklah pada level ≥ Rp 1.055 dengan stop‑loss ketat di bawah Rp 1.020.

Jika fokus Anda pada investasi jangka panjang dengan memperhatikan fundamental, sebaiknya tunggu konfirmasi perbaikan profitabilitas atau diversifikasi ke perusahaan yang sudah lebih terlibat dalam energi terbarukan.

Dengan kata lain, CDIA saat ini lebih cocok sebagai peluang “swing trade” bagi trader yang siap memantau berita komoditas dan pergerakan aliran uang asing secara harian, bukan sebagai saham “core holding” dalam portofolio jangka panjang.


Penutup

Pasar saham Indonesia kerap dipengaruhi oleh kombinasi teknikal yang tajam dan fundamental yang masih lemah. CDIA mencerminkan dinamika tersebut; sebuah peluang yang menarik bila dicek dengan disiplin—menetapkan entry, target, dan stop‑loss secara jelas, serta menyesuaikan ukuran posisi dengan profil risiko Anda.

Semoga analisis ini membantu Anda membuat keputusan yang lebih terinformasi. Selamat berinvestasi dan tetap waspada!

Tags Terkait