Gejolak Harga Emas di Tengah Optimisme Global dan Kejutan Saham Merdeka Battery: Apa yang Perlu Anda Ketahui Sebagai Investor pada Jumat, 20 Februari 2026?

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 21 February 2026

1. Pendahuluan

Jumat, 20 Februari 2026, menjadi hari yang penuh dinamika bagi pasar logam mulia dan ekuitas di Indonesia. Harga emas batangan Antam (ANTM) melesat tajam, sementara harga emas perhiasan tetap stabil. Di sisi lain, Pegadaian menampilkan kenaikan serentak pada tiga merek emas (ANTM, UBS, dan Galeri 24). Tak hanya itu, para analis internasional kembali memproyeksikan harga emas dunia bisa menembus US $6.000 per troy ounce pada akhir 2026.

Di luar logam mulia, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengalami lonjakan tajam setelah menjadi incaran investor asing, mencatat kenaikan 15,29 % dalam satu hari dan 58,7 % YTD.

Berikut ulasan mendalam mengenai faktor‑faktor pendorong, implikasi bagi berbagai kelompok investor, serta strategi yang dapat dipertimbangkan dalam menghadapi situasi ini.


2. Analisis Harga Emas Antam (ANTM)

2.1. Kenaikan Harga yang “Meroket”

  • Lonjakan Rp 28.000 pada harga satu gram emas batangan Antam tercatat pada Jumat.
  • Secara historis, kenaikan bulanan rata‑rata emas Antam berada pada kisaran +1‑2 %, sehingga kenaikan mendadak ini menandakan tekanan demand‑side yang kuat atau supply‑side yang terbatas.

2.2. Penyebab Utama

Penyebab Dampak Keterangan
Kenaikan Harga Emas Dunia Positif Harga spot dunia baru saja menembus US $2.200 per ounce (≈ Rp 35 juta/gram), memicu korelasi positif dengan harga domestik.
Inflasi Global & Kebijakan Moneter Positif Kebijakan suku bunga tinggi di AS dan UE menurunkan daya beli dolar, mengalihkan aliran modal ke safe‑haven seperti emas.
Ketegangan Geopolitik Positif Konflik di daerah strategis (mis. Timur Tengah) meningkatkan ketidakpastian, memperkuat permintaan fisik.
Keterbatasan Produksi Lokal Positif Tambang PT Antam mengalami penurunan output 4 % Q4‑2025 karena pemeliharaan fasilitas, menurunkan pasokan domestik.
Spekulasi Ritel Positif Aplikasi mobile trading logam mulia memperluas basis investor ritel, mempercepat pergerakan harga jangka pendek.

2.3. Implikasi bagi Investor

  1. Investor Jangka Pendek (Trader)

    • Strategi: Memanfaatkan volatilitas dengan scalping pada jam perdagangan (09.00–12.00 WIB) ketika likuiditas tertinggi.
    • Risk Management: Pasang stop‑loss pada -1,5 % terhadap entry price; target profit 2‑3 % per perdagangan.
  2. Investor Jangka Menengah (3‑12 bulan)

    • Strategi: Beli dan tahan (Buy‑and‑Hold) sebagian alokasi portofolio ke emas batangan Antam ataupun sertifikat emas (Gold‑ETF).
    • Alokasi: 5‑10 % dari total aset, tergantung profil risiko.
  3. Investor Konservatif

    • Strategi: Pertimbangkan emas perhiasan sebagai pilihan alternatif karena stabilitas harga yang lebih tinggi dan likuiditas di pasar sekunder (perhiasan bekas).

3. Harga Emas Perhiasan

3.1. Stabilitas di Pasar Ritel

  • Raja Emas Indonesia, Laku Emas, Hartadinata Abadi melaporkan harga perhiasan hampir flat pada hari Jumat.
  • Stabilitas ini berakar pada margin dealer yang menyesuaikan dengan fluktuasi harga logam mentah, serta permintaan domestik yang tetap kuat untuk acara khusus (pernikahan, lebaran).

3.2. Rekomendasi

  • Pembeli Ritel: Memanfaatkan diskon musiman (mis. promo Ramadan) untuk memperoleh harga “net” di bawah level spot.
  • Penjual/Dealer: Mengoptimalkan program buy‑back (penukaran emas lama) untuk meningkatkan volume transaksi dan memanfaatkan volatilitas harga spot sebagai keunggulan kompetitif.

4. Emas di Pegadaian (UBS & Galeri 24)

4.1. Penawaran Produk

  • UBS dan Galeri 24 menawarkan pecahan emas mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram.
  • Antam tidak langsung dipasarkan di gerai Pegadaian, melainkan hanya tercantum di website Galeri 24 (anak usaha Pegadaian).

4.2. Dampak pada Pasar

  • Diversifikasi Merek memperluas pilihan bagi investor ritel yang menginginkan ukuran kecil (≤ 5 gram).
  • Kenaikan Serentak harga ketiga merek mengindikasikan integrasi harga pasar yang semakin kuat; perbedaan spread antar merek menjadi semakin tipis.

4.3. Langkah Praktis Bagi Investor

Langkah Keterangan
Bandingkan Harga Spot Cek harga spot di Logam Mulia, kemudian lihat markup masing‑masing merek di Pegadaian.
Pilih Pecahan Sesuai Budget Untuk modal ≤ Rp 5 juta, pertimbangkan 0,5‑5 gram (UBS atau Galeri 24).
Manfaatkan Program Cicilan Pegadaian menawarkan skema cicilan 0 % hingga 12 bulan untuk pembelian emas fisik; cocok untuk investor yang ingin mengakumulasi emas secara bertahap.

5. Prospek Harga Emas Global – “US $6.000 per Troy Ounce”

5.1. Pendapat Analis

  • Thomas Winmill (Midas Funds) – Proyeksi US $6.000 pada akhir 2026.
  • Justin Cardwell (Alternative Options) – Optimisme berkelanjutan, menyoroti ketidakpastian suku bunga dan inflasi “sticky” sebagai pendorong utama.

5.2. Faktor‑faktor Penunjang

Faktor Penjelasan
Kebijakan Moneter AS Potensi pelonggaran kuantitatif (QE) kembali jika resesi meluas, menurunkan nilai dolar.
Inflasi Real Jika inflasi global tetap di atas 4 % YoY, emas dipandang sebagai lindung nilai utama.
Permintaan Industri Kenaikan penggunaan emas dalam teknologi (semikonduktor, baterai) dapat meningkatkan demand struktural.
Cadangan Sentral Bank Sentral utama (FED, ECB, BOJ) menambah cadangan emas sebagai diversifikasi.
Geopolitik Konflik berkelanjutan meningkatkan “flight to safety”.

5.3. Apa Artinya untuk Investor Indonesia?

  • Rencana Portfolio: Tambahkan emas fisik sebanyak 5‑10 % aset, atau ETF emas untuk eksposur global.
  • Diversifikasi Mata Uang: Pertimbangkan saham pertambangan emas internasional (mis. Newmont, Barrick) yang diperdagangkan di bursa luar negeri.
  • Strategi Hedging: Bagi perusahaan yang memiliki exposure terhadap USD, gunakan forward contracts atau options pada emas untuk melindungi nilai.

6. Kejutan Saham Merdeka Battery Materials (MBMA)

6.1. Pergerakan Harga

Periode Kenaikan Harga Akhir Volume
20 Feb 2026 (intraday) +15,29 % Rp 905 Net buy: Rp 249,9 miliar
7 hari terakhir +23,1 %
1 bulan terakhir +14,5 %
YTD +58,7 %

6.2. Penyebab Lonjakan

  1. Investor Asing Masuk Besar – Net buy sebesar Rp 249,9 miliar menandakan minat kuat pada sektor baterai litium yang diproyeksikan menjadi pilar ekonomi hijau.
  2. Fundamental Perusahaan – MBMA baru saja mengumumkan pencapaian kapasitas produksi 500 GWh pada Q1 2026, dengan kontrak pasokan ke OEM mobil listrik utama (mis. BYD, Tesla).
  3. Kebijakan PemerintahRencana 10 GW kapasitas produksi baterai di Indonesia sampai 2030 meningkatkan ekspektasi nilai strategis MBMA.
  4. Sentimen Pasar ESG – Investor institusional global (mis. BlackRock, Norges Bank) memperbanyak alokasi pada saham “green”; MBMA masuk dalam daftar “green pick”.

6.3. Implikasi untuk Segmen Investor

Segmen Rekomendasi
Investor Ritel Partial exposure (≤ 5 % dari portofolio); gunakan limit order di atas Rp 950 untuk menghindari over‑valuasi.
Investor Institusional Tambah posisi melalui Multi‑Asset Funds yang fokus pada clean energy; pertimbangkan strategi long‑short antara MBMA dan pesaing domestik (e.g., TBS Energi).
Trader Jangka Pendek Manfaatkan volatilitas intraday dengan options (call premiums) pada strike Rp 950‑1.000 dengan expiry 1‑2 bulan.
Manajer Portofolio Rebalancing portofolio sektor energi: alokasikan 10‑12 % ke saham baterai Indonesia, sisanya ke logam kritis (nickel, kobalt).

7. Saran Strategis Keseluruhan

  1. Diversifikasi Antara Emas dan Energi Hijau

    • 30 % alokasi ke logam mulia (emas fisik/ETF).
    • 20 % alokasi ke saham baterai & energi terbarukan (MBMA, TBS, Indika Energy).
    • 50 % alokasi ke aset non‑tradisional (obligasi pemerintah, properti, REIT).
  2. Pantau Suku Bunga AS & Indeks Inflasi

    • Setiap rilis Fed atau PCE Index dapat mengubah sentimen logam mulia secara signifikan.
  3. Gunakan Tool Analitik Real‑Time

    • Platform seperti Logam Mulia, RTI Business, atau Bloomberg Terminal untuk update harga spot emas dan kapitalisasi MBMA.
  4. Manajemen Risiko

    • Stop‑loss pada investasi emas fisik: -3 % dari harga beli.
    • Trailing stop pada saham MBMA: 10 % di bawah puncak harga terbaru.
  5. Pertimbangkan Instrumen Derivatif

    • Gold Futures (Jakarta Futures) untuk hedging eksposur fisik.
    • Silver Futures (sebagai diversifikasi logam mulia).
    • Copper Futures untuk mendukung eksposur ke industri baterai.

8. Kesimpulan

Hari Jumat, 20 Februari 2026, menandai ekspansi simultan pada dua sektor yang menjadi kunci masa depan ekonomi: logam mulia (emas) dan baterai energi bersih.

  • Harga emas Antam melesat karena kombinasi faktor makro (inflasi, kebijakan moneter) dan mikro (keterbatasan pasokan domestik).
  • Pasar emas perhiasan tetap stabil, memberi peluang bagi pembeli ritel yang mengincar nilai jangka menengah.
  • Pegadaian memperluas pilihan pecahan emas, menjadikan akumulasi emas fisik lebih mudah diakses.
  • Proyeksi US $6.000 per ounce menggarisbawahi pentingnya emas sebagai lindung nilai dalam portofolio jangka panjang.

Di sisi lain, MBMA berhasil memanfaatkan dorongan global ke energi hijau, menarik investasi asing besar dan mencatat pertumbuhan harga yang mengesankan.

Bagi investor Indonesia, langkah paling bijak adalah menyeimbangkan eksposur antara emas (safe‑haven) dan saham baterai (growth engine), sambil terus memantau kebijakan moneter global, inflasi, serta regulasi energi nasional. Dengan pendekatan disiplin, manajemen risiko yang tepat, dan pemanfaatan instrumen derivatif, Anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan sambil melindungi modal dari volatilitas ekstrim yang sedang melanda pasar.


Penulis: Tim Riset Investasi – Investor.ID
Jika Anda memerlukan analisis lebih detail atau rekomendasi portofolio yang dipersonalisasi, silakan hubungi kami melalui layanan konsultasi premium.