Emas di Titik Tepi – Antara Penguatan Dolar, Ekspektasi Pelonggaran Kebijakan Fed, dan Geopolitik yang Membara

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 16 February 2026

Judul:

“Emas di Titik Tepi – Antara Penguatan Dolar, Ekspektasi Pelonggaran Kebijakan Fed, dan Geopolitik yang Membara”


1. Ringkasan Situasi Pasar (16 Feb 2026)

Aspek Nilai / Kondisi Keterangan
Harga Spot XAU/USD US$ 4.993 per ons (konsolidasi) Berada di bawah level psikologis US$ 5.000
Dolar AS (USDX) Menguat ~0,3 % dalam sesi Asia Tekanan utama pada emas
Data Inflasi AS CPI bulan Januari 2026: 2,5 % YoY (lebih rendah dari ekspektasi 2,8 %) Menambah harapan pemotongan suku bunga Fed
Volumen Trading Lebih tipis akibat Presidents’ Day (holiday) Likuiditas terbatas, volatilitas dapat meningkat bila ada kejutan
Sentimen Geopolitik Ketegangan nuklir US‑Iran, kehadiran militer AS di Teluk Menjaga emas sebagai safe‑haven

Secara singkat, emas berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan teknikal dari dolar yang menguat, tetapi dukungan fundamental tetap ada karena ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan ketidakpastian geopolitik.


2. Analisis Fundamental

2.1 Dolar AS & Hubungan Terbalik dengan Emas

  • Korelasi historis: -0,70 (rata–rata 12‑bulan). Penguatan dolar AS menurunkan daya beli investor non‑dolar terhadap emas, sehingga menekan harga.
  • Penyebab penguatan terkini: Sentimen pasar yang memposisikan dolar sebagai “safe‑haven” sementara indeks saham global masih tertekan oleh risiko geopolitik.

2.2 Kebijakan Moneter Fed

  • Inflasi lebih rendah dari perkiraan meningkatkan probabilitas cut pada pertemuan FOMC Juni 2026 (kalkulasi Bloomberg mengindikasikan 45 % peluang pemotongan 25 bps).
  • Opportunity cost memegang emas menurun: bila suku bunga Fed turun, imbal hasil obligasi AS (especially 2‑yr & 10‑yr) akan menurun, membuat emas lebih menarik relatif terhadap aset berbunga.

2.3 Geopolitik

  • Ketegangan US‑Iran (negosiasi nuklir, kehadiran militer) menambah premi risiko. Historis, lonjakan “risk‑off” mengangkat emas 1‑3 % dalam periode ketegangan tinggi.
  • Kondisi global lainnya: Ketidakpastian di Eropa (energi, inflasi) dan Asia (pertumbuhan China) masih menjadi faktor pendukung permintaan safe‑haven.

2.4 Permintaan Fisik vs. Investasi Keuangan

  • Permintaan fisik (perhiasan & ETB) turun 2 % YoY pada Q4 2025 karena harga tinggi, namun permintaan investasi (ETF, futures) meningkat 5 % dalam dua minggu terakhir, terutama di Asia‑Pasifik.
  • Stok resmi (official holdings) tetap stabil, memberi sinyal tidak ada likuidasi besar-besaran oleh bank sentral.

3. Analisis Teknikal

3.1 Struktur Harga Terbaru

  • Trend jangka pendek: Bearish – emas gagal menahan di atas resistensi US$ 5.028 (level bulat + 0,5 % dari level psikologis US$ 5.000).
  • Support kunci: US$ 4.970 (pivot point harian) & US$ 4.940 (level psikologis sebelumnya).

3.2 Indikator

Indikator Nilai (16 Feb) Interpretasi
RSI (14) 42 Masih di zona oversold minor, memberi ruang “bounce” dalam 2‑4 hari ke depan.
MACD Histogram negatif, garis MACD di bawah sinyal Momentum bearish tetap, tapi histogram mulai “narrow” → kemungkinan side‑way.
Bollinger Bands (20, 2) Harga berada di band tengah, band bawah belum teruji Volatilitas rendah, potensi breakout bila data FOMC Minutes mengubah ekspektasi.

3.3 Pola Chart | Timeframe

  • H4: “Descending Triangle” yang terbentuk sejak akhir Januari 2026. Breakout bullish di atas US$ 5.028 akan menandakan target US$ 5.080 (koreksi menyusul resistensi historis 2024).
  • D1: “Flat Base” antara US$ 4.970‑4.995; jika support US$ 4.970 ditembus, level selanjutnya US$ 4.900 dapat menjadi area “stop‑loss” bagi trader long.

4. Risiko yang Perlu Diwaspadai

Risiko Probabilitas Dampak (Δ Harga)
Data FOMC Minutes (18 Feb) Sedang‑tinggi Jika Minutes menegaskan “hawks”, emas dapat turun 0,8‑1,2 % ke US$ 4.930.
Gejolak geopolitik mendadak (mis. insiden militer di Teluk) Rendah‑sedang Emas berpotensi melonjak 1‑2 % ke US$ 5.050‑5.080.
Surge likuiditas setelah libur Amerika Tinggi Volatilitas harian naik >0,5 %, memperbesar peluang scalp maupun break‑out.
Kebijakan fiskal/moneter negara emerging (mis. China mengurangi cadangan emas) Sedang Tekanan jual tambahan, penurunan hingga US$ 4.910.

5. Outlook & Skenario Harga

Skenario Kondisi Pemicu Target Harga (30‑90 hari)
Bullish (Optimis) FOMC Minutes “dovish”, atau eskalasi geopolitik US$ 5.080‑5.150 (pelanggaran resistensi US$ 5.028 & 5.050)
Neutral (Side‑way) Data ekonomi campur (inflasi turun, dolar tetap kuat) + geopolitik stabil US$ 4.970‑5.020 (kelanjutan pola Descending Triangle)
Bearish (Pesimis) Fed menegaskan “no cut”, dolar menguat >0,5 % US$ 4.890‑4.930 (break support US$ 4.970)

6. Rekomendasi Trading

  1. Positioning Jangka Pendek (1‑2 minggu)

    • Long pada pull‑back ke support US$ 4.970, target US$ 5.020 (risk‑reward ≈ 1 : 2).
    • Stop‑loss di US$ 4.925 (di bawah level support psikologis US$ 4.900).
  2. Positioning Jangka Menengah (1‑3 bulan)

    • Jika Minutes dovish → tambah posisi long dengan entry di US$ 5.010‑5.030, target US$ 5.080‑5.120.
    • Jika Minutes hawkish → pertimbangkan short pada breakout di bawah US$ 4.970, target US$ 4.880.
  3. Strategi Hedging

    • Bagi portofolio saham atau komoditas berisiko tinggi, alokasikan 2‑3 % ke ETF emas (GLD/SLV) atau futures untuk melindungi nilai aset riil.
  4. Pengelolaan Risiko

    • Karena volume tipis selama libur Presidents’ Day, gunakan order limit dan hindari eksekusi market order pada jam volatilitas tinggi.
    • Pantau USD Index dan CPI US secara real‑time; perubahan >0,2 % dapat memicu pergerakan emas >0,4 %.

7. Kesimpulan

  • Fundamental: Emas masih didukung oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Fed dan ketidakpastian geopolitik yang belum terselesaikan.
  • Teknikal: Harga berada di zona konsolidasi, dengan resistance utama di US$ 5.028 dan support kritis di US$ 4.970. Pola descending triangle menandakan potensi breakout, baik bullish maupun bearish, tergantung pada hasil FOMC Minutes.
  • Sentimen Pasar: Dolar AS masih menjadi faktor penahan utama, namun tekanan pada dolar diperkirakan bersifat sementara bila data inflasi terus menunjukkan penurunan.
  • Rekomendasi: Trader dapat mengambil posisi long pada pull‑back ke US$ 4.970 dengan target US$ 5.020, sambil menyiapkan short bila ada konfirmasi hawkish dari Fed. Pada jangka menengah, pergerakan emas akan bergantung pada katalis makro (FOMC Minutes, CPI, data kerja) dan geopolitik.

Dengan menggabungkan analisis fundamental yang kuat, indikator teknikal yang jelas, serta manajemen risiko yang disiplin, para pelaku pasar dapat memanfaatkan peluang yang masih terbuka pada fase transisi ini.


Catatan: Semua proyeksi harga bersifat perkiraan dan tidak menjamin hasil. Setiap keputusan investasi harus disesuaikan dengan profil risiko masing‑masing.