„Emas Melonjak 1-1,5 % di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kebijakan Tarif AS – Apakah Bullish Trend Masih Terus Berlanjut?

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 19 January 2026

Tanggapan Panjang

1. Ringkasan Pergerakan Harga

  • Kenaikan: Pada Senin 19 Januari 2026, harga spot emas dunia naik 1,48 % menjadi US $4.663,05/oz, sementara futures New York (COMEX) melaju 1,61 % menjadi US $4.670,16/oz.
  • Faktor Pendorong Utama:
    1. Ketidakpastian geopolitik – rencana tarif 10 % Presiden Donald Trump terhadap delapan negara Eropa (Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris, Norwegia).
    2. Sentimen safe‑haven yang klasik: investor beralih ke aset yang dianggap “tidak terpengaruh” oleh fluktuasi ekonomi dan politik.

2. Analisis Teknis dari Andy Nugraha (Dupoin Futures)

Aspek Teknis Penjelasan
Candlestick Pola bullish (mis. hammer, engulfing) muncul di sesi Asia‑Pacific dan Eropa, menandakan tekanan beli kuat.
Moving Average (MA) Harga tetap di atas MA 20 dan MA 50; jarak relatif ke MA 200 masih positif, memperkuat sinyal tren naik jangka menengah.
Level Resistance US $4.750/oz – zona psikologis penting (kelipatan 500) serta titik di mana sebelumnya harga sempat menolak.
Level Support US $4.565/oz – level terdekat yang pernah menahan penurunan pada akhir 2025, sekaligus zona teknik Fibonacci 0,382 dari penurunan 2024‑2025.
Konvergensi Indikator RSI berada di zona 55‑60 (tidak overbought), MACD menunjukkan histogram positif yang meningkat.

Interpretasi: Kombinasi pola candlestick yang bullish, harga yang tetap di atas MA utama, dan tidak adanya sinyal overbought memberi Andy kepercayaan bahwa bullish bias masih valid. Namun, ia menekankan bahwa volatilitas tinggi tetap menjadi “wildcard”.

3. Faktor Fundamental yang Membentuk Sentimen

a. Geopolitik – Tarif Trump vs UE

  • Tarif 10 % pada barang industri dan agrikultur dari delapan negara UE dapat memicu trade war yang lebih luas.
  • Respon UE: Perjanjian diplomatik awal menunjukkan kemungkinan langkah balasan (tarif timbal balik, pembatasan investasi). Pasar masih menilai risiko escalation > de‑escalation.
  • Implikasi bagi emas: Setiap sinyal meningkatnya konflik perdagangan biasanya meningkatkan permintaan safe‑haven, terutama bila pasar mata uang (EUR/USD) melemah.

b. Kebijakan Moneter AS

  • Data pasar tenaga kerja (non‑farm payroll, unemployment rate) menunjukkan tightening; tingkat pengangguran berada di level terendah 4‑5 % sejak 2022.
  • Ekspektasi Fed: Futures Fed Funds mengindikasikan penurunan suku bunga pertama kali tidak akan terjadi sebelum Juni 2026, dengan kemungkinan penurunan kedua di September 2026.
  • Dampak pada emas: Suku bunga tinggi meningkatkan carry cost (biaya menahan emas karena tidak menghasilkan bunga). Dollar AS yang kuat (kini hovering di 103‑105 terhadap EUR) menurunkan permintaan emas dalam denominasi dolar.

c. Kondisi Pasar Obligasi

  • Imbal hasil Treasury 10‑yr kembali naik ke 4,25 % setelah menurun pada kuartal I 2026, menandakan ekspektasi inflasi yang masih moderat namun tidak turun drastis.
  • Hubungan invers: Ketika imbal hasil obligasi naik, emas cenderung tertekan karena investor beralih ke aset dengan pendapatan tetap.

4. Skenario Harga ke Depan

Skenario Kondisi Pemicu Target Harga Probabilitas (kira‑kira)
Bullish lanjutan Tarik‑tarik tarif meningkat, dolar melemah, atau Fed menurunkan ekspektasi suku bunga lebih cepat dari jadwal US $4.750‑4.800/oz (resistensi psikologis + histori penolakan) 35‑40 %
Koreksi moderat Data kerja AS tetap kuat, dolar AS stabil atau menguat, dan imbal hasil Treasury tetap di atas 4 % US $4.560‑4.590/oz (support teknikal MA 50/200) 30‑35 %
Penurunan tajam Eskalasi tarif berubah menjadi full‑blown trade war yang memicu penurunan ekuitas global, atau munculnya geopolitical shock (mis. konflik militer) yang memaksa penarikan likuiditas secara drastis < US $4.400/oz (level penting pada April‑Mei 2025) 20‑25 %

Catatan: Probabilitas bersifat perkiraan dan dapat berubah dengan cepat tergantung pada rilis data ekonomi (CPI, PMI) dan pernyataan resmi Fed atau Presiden AS.

5. Rekomendasi Praktis untuk Investor

Tipe Investor Rekomendasi Posisi Entry (jika ada) Exit / Take‑Profit Stop‑Loss
Investor jangka pendek (day‑trader) Long bila harga menembus US $4.700 dengan volume di atas rata‑rata 20‑day; gunakan order limit untuk menghindari slippage. US $4.710‑4.720 TP pada US $4.770‑4.800 atau 50‑pips di atas entry. SL di US $4.640‑4.650 (di bawah level support MA 20).
Swing trader (2‑4 minggu) Long atau partial hedging. US $4.660‑4.680 (setelah pull‑back ke MA 50). TP pada US $4.750‑4.770 atau 80‑pips di atas entry. SL di US $4.560 (support MA 200).
Investor jangka panjang (≥ 6 bulan) Dolar cost averaging (DCA) – beli secara periodik (mis. weekly) untuk mengurangi risiko timing. Tidak spesifik – beli pada setiap penurunan ≥ 2 % dari rata‑rata 30‑day. Target jangka panjang US $5.200‑5.500 (kondisi inflasi global moderat + Fed menurunkan suku bunga secara signifikan). Stop‑loss tidak disarankan pada posisi DCA; gunakan rebalancing jika alokasi ke emas melebihi batas target portofolio (mis. > 15 % total aset).

Tips Manajemen Risiko

  1. Hedging dengan USD‑JPY atau EUR/USD – Dolar yang menguat dapat menurunkan profit emas; posisi short pada EUR/USD dapat melindungi nilai portofolio.
  2. Penggunaan Options – Beli call option dengan strike US $4.750 dan expiry 3‑4 bulan untuk mengunci upside dengan premi relatif rendah.
  3. Diversifikasi ke Logam Mulia Lain – Silver (XAG) dan platinum dapat memberikan korelasi terbalik pada saat volatilitas pasar ekuitas meningkat tajam.

6. Perspektif Jangka Menengah (6‑12 Bulan)

  • Jika tarif tetap dan tidak memicu perang dagang penuh, pasar kemungkinan akan “menetralisasi” risiko geopolitik setelah bulan pertama. Pada saat itu, faktor fundamental (moneter AS) akan menjadi penentu utama.
  • Jika Fed menurunkan suku bunga pada Juni 2026 (dengan satu kali penurunan 25 bps), yield curve akan melandai, dolar AS berpotensi melemah ke kisaran 100‑101, memberi dorongan tambahan bagi emas.
  • Inflasi masih menjadi kekhawatiran meski perlahan menurun; jika CPI tetap di atas 2,5 % YoY, investor akan tetap menilai emas sebagai “inflation hedge”.

7. Kesimpulan

  • Bullish trend emas saat ini masih kuat, didorong oleh sentimen safe‑haven yang dipicu tarif Trump‑EU dan tekanan geopolitik.
  • Tekanan dari kebijakan moneter AS (suku bunga tinggi, dolar kuat, yield obligasi naik) memberikan batas atas yang jelas; hal ini dapat menyebabkan koreksi atau bahkan penurunan apabila data ekonomi AS terus menguat.
  • Level teknikal kunci: US $4.750 (resistensi), US $4.565 (support), MA 200 sekitar US $4.530.
  • Bagi trader aktif, peluang entry long di zona US $4.660‑4.690 dengan stop‑loss ketat di US $4.610‑4.620 dapat menghasilkan risk‑reward yang menarik (≥1.5).
  • Bagi investor jangka panjang, strategi DCA tetap relevan; emas dapat menjadi komponen penyimpan nilai yang mengimbangi volatilitas pasar ekuitas dan kebijakan moneter di masa depan.

Kata Kunci: Tarif Trump, Geopolitik, Fed, Dollar Strength, Technical Bullish, Support/Resistance, Risk Management.

Semoga analisis ini membantu Anda dalam menilai arah pergerakan emas ke depan dan merumuskan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing‑masing. Selamat berinvestasi!

Tags Terkait