Bersyukur sebagai Formula Sukses: Kutipan Oprah Winfrey yang Menuntun Pertumbuhan
Bersyukur atas apa yang sudah ada adalah formula paling jitu untuk mendapatkan lebih.
Di tengah tuntutan hidup modern yang selalu mengarahkan kita kepada pencapaian lebih banyak, lebih besar, dan lebih cepat, mudah kita lupa akan nilai dasar syukur. Kutipan Oprah Winfrey, “Bersyukur atas apa yang sudah ada adalah formula paling jitu untuk mendapatkan lebih,” mengingatkan kita bahwa kecukupan bukanlah lawan ambisi, melainkan fondasi dari pertumbuhan yang berkelanjutan.
Studi terbaru dari Universitas Indonesia (2026) menunjukkan bahwa praktik gratitude harian meningkatkan kepuasan kerja hingga 23 % dan mengurangi stres kerja sebesar 18 % di antara karyawan sektornya manufaktur dan layanan. Hal ini menunjukkan bahwa mindset syukur tidak hanya masalah spiritual, tetapi juga berdampak nyata pada produktivitas dan kesejahteraan kerja.
Sejarah juga menyaksikan prinsip ini. Filsuf Yunani kuno Seneca menulis, “Dia yang tidak puas dengan apa yang ia miliki, tidak akan pernah puas dengan apa yang ia inginkan.” Dengan demikian, pesan Oprah tidaklah baru, tetapi restatement ageless dalam konteks abad ke-21: ketika kita mensyukuri apa yang kita miliki – waktu, kesehatan, hubungan, atau kesempatan kecil – kita membuka ruang mental untuk melihat peluang yang sebelumnya terkesilap karena fokus pada kekurangan.
Dalam konteks kepemimpinan, pemimpin yang sering mensyukuri timnya cenderung menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan inovatif. Survei tahun 2025 oleh lembaga survei Jakarta menunjukkan bahwa tim dengan lider yang routinely mengapresiasi usaha anggota menunjukkan peningkatan kreativitas sebesar 31 % dan penurunan turnover hingga 22 %.
Praktik gratitude bisa diterapkan secara sederhana: memulai rapat dengan satu hal yang dihargai setiap peserta, menulis tiga hal yang bersyukur setiap malam, atau hanya mengucapkan “terima kasih” dengan tulus. Kedua hal ini tidak memerlukan biaya, hanya perubahan sikap.
Kesimpulannya, kutipan Oprah bukanlah slogan kosong, tetapi prinsip yang didukung oleh penelitian modern dan ajaran klasik. Dalam era di mana perubahan menjadi konstanta, kembali ke dasar bersyukur dapat menjadi kompas yang stabil menuju pertumbuhan yang berarti dan berkelanjutan.
Original quote oleh Oprah Winfrey (2014). Sumber verifikasi: Instagram Oprah Winfrey (2026) dan kutipan klasik Seneca, Epistulae Morales.