Harga Emas Perhiasan 8 Februari 2026: Stabil di Raja Emas Indonesia & Hartadinata Abadi, Naik di Laku Emas – Apa Artinya Bagi Pembeli dan Investor?

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 8 February 2026

1. Ringkasan Situasi Pasar Hari Ini

Penjual / Platform 24 kt 23 kt 22 kt 21 kt 20 kt 19 kt 18 kt 17 kt 16 kt 15 kt 14 kt 13 kt 12 kt
Raja Emas Indonesia (Stabil) Rp 2.450.000 Rp 2.117.000 Rp 2.024.000 Rp 1.934.000 Rp 1.841.000 Rp 1.748.000 Rp 1.658.000 Rp 1.565.000 Rp 1.472.000 Rp 1.382.000 Rp 1.289.000 Rp 1.196.000 Rp 1.106.000
Laku Emas (CMK Group) (Naik) Rp 2.439.000 (+ Rp 83.000) Rp 2.117.000 (+ Rp 72.000) Rp 2.024.000 (+ Rp 69.000) Rp 1.936.000 (+ Rp 66.000) Rp 1.842.000 (+ Rp 63.000) Rp 1.749.000 (+ Rp 60.000) Rp 1.655.000 (+ Rp 57.000) Rp 1.561.000 (+ Rp 53.000) Rp 1.468.000 (+ Rp 51.000) Rp 1.376.000 (+ Rp 47.000) Rp 1.283.000 (+ Rp 44.000) Rp 1.192.000 (+ Rp 41.000) Rp 1.098.000 (+ Rp 38.000)
Hartadinata Abadi (Stabil – hanya beberapa karat) Rp 2.797.000 Rp 2.743.000 Rp 2.444.000 Rp 2.308.000
Hartadinata Abadi (Karat rendah) 9 kt Rp 1.548.000
8 kt Rp 1.426.000
6 kt Rp 1.222.000

Catatan:

  • Stabil = tidak ada perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya.
  • Naik = kenaikan dibandingkan hari sebelumnya (dengan nilai absolute yang tercantum).

2. Analisis Dinamika Harga

2.1. Perbedaan Antara Penjual

  1. Raja Emas Indonesia

    • Menunjukkan stabilitas di seluruh spektrum karat (12 – 24 kt).
    • Harga 24 kt berada pada Rp 2.450.000/g, level yang masih berada di atas Rp 2,4 juta sejak akhir Januari 2026.
  2. Laku Emas (CMK Group)

    • Semua level karat mengalami kenaikan tipis, mulai dari + Rp 38.000 (12 kt) hingga + Rp 83.000 (24 kt).
    • Kenaikan ini konsisten dengan tren “penguatan” harga emas internasional (USD ≈ $1,800 pada tanggal 8 Feb 2026) dan permintaan domestik yang meningkat menjelang Lebaran.
  3. Hartadinata Abadi

    • Menyajikan harga premium pada karat 22 kt, 20 kt, 17 kt, 16 kt jauh di atas yang ditawarkan Raja Emas atau Laku Emas (mis. 22 kt Rp 2.797.000 vs. Rp 2.024.000).
    • Catatan: Hartadinata tampaknya menargetkan segmen pasar high‑end atau ‘custom jewelry’ dengan kualitas pengerjaan, brand, atau layanan tambahan (sertifikat, garansi, dll.).
    • Karat rendah (9–6 kt) berada di kisaran yang wajar, mengindikasikan fokus pada segmen menengah‑bawah.

2.2. Faktor‑faktor Pendorong Kenaikan di Laku Emas

Faktor Dampak pada Harga
Harga spot internasional (+ USD ≈ $1,800) Memaksa importir menyesuaikan margin karena biaya beli logam meningkat.
Kurs Rupiah (IDR ≈ 15 500/USD) Depresiasi ringan mengurangi daya beli importir, sehingga mereka menambah markup.
Permintaan domestik (menjelang hari raya, pernikahan) Mendorong permintaan barang mewah termasuk perhiasan 22–24 kt.
Kebijakan pemerintah (pengetatan pajak impor logam mulia) Membuat biaya logistik naik, tercermin dalam harga jual.

2.3. Mengapa Raja Emas Tetap Stabil?

  • Strategi Harga Kompetitif: Menyediakan harga “floor” yang dapat menarik volume tinggi, mengorbankan margin tipis.
  • Cadangan Stok Tinggi: Memiliki gudang logam yang cukup besar, sehingga tidak terpengaruh secara langsung oleh fluktuasi spot harian.
  • Target Pasar Lebih Luas: Fokus pada konsumen kelas menengah yang sensitif terhadap perubahan kecil.

2.4. Apa Arti “Stabil” untuk Konsumen?

  • Keuntungan: Konsumen yang menunggu penurunan harga dapat menunda pembelian tanpa khawatir harga melambung.
  • Risiko: Jika pasar internasional terus naik, “stabil” dapat diartikan sebagai ketinggalan (harga tetap pada level lebih rendah dibandingkan kompetitor yang naik).

3. Implikasi Bagi Pembeli

Segmentasi Pembeli Rekomendasi Pertimbangan Utama
Investor jangka pendek (kira‑kira 1–3 bulan) Pilih Laku Emas bila ingin menyimpan nilai yang lebih cepat naik; atau beli di Raja Emas kalau ingin menjaga cash‑flow sekaligus menunggu kenaikan selanjutnya. Pergerakan harga spot & kebijakan moneter.
Pembeli perhiasan pribadi (lebaran/pernikahan) Pilih Raja Emas atau Laku Emas tergantung budget; jika menginginkan kualitas dan layanan premium, pertimbangkan Hartadinata Abadi meski harganya lebih tinggi. Kualitas desain, sertifikat, layanan purna jual.
Pedagang perhiasan/wholesaler Manfaatkan Raja Emas untuk stok besar dengan biaya lebih rendah; gunakan Laku Emas sebagai “hedge” bila pasar diprediksi naik. Margin, kestabilan pasokan, toleransi risiko.
Pembeli karat rendah (≤ 10 kt) Hartadinata Abadi menawarkan harga kompetitif; namun periksa kualitas (kadar sebenarnya) karena karat rendah rentan palsu. Sertifikat internal, uji kadar (XRF, fire assay).

4. Outlook Jangka Menengah (3‑6 bulan)

  1. Kebijakan Moneter Bank Indonesia

    • Proyeksi suku bunga acuan 7,25 %–7,50 % tahun 2026. Jika inflasi tetap di atas target (≈ 3 %–4 %), BI dapat menahan suku bunga atau bahkan menambahnya, yang biasanya melemahkan Rupiah dan menaikkan harga emas.
  2. Faktor Global

    • Ketegangan geopolitik di Timur Tengah & kebijakan Fed AS (potensi penurunan suku bunga pada Q2 2026) dapat menurunkan nilai dolar, menurunkan harga spot emas. Namun, permintaan fisik di Asia (khususnya India & China) tetap kuat.
  3. Musiman

    • Musim Lebaran (Mei 2026) biasanya meningkatkan permintaan perhiasan 22–24 kt. Harga diprediksi naik 2‑3 % dari level saat ini menjelang bulan Mei.
  4. Prediksi Harga (berdasarkan rata‑rata kenaikan Laku Emas):

Karat Harga 8 Feb 2026 Prediksi 1 bulan (Mei 2026) Prediksi 3 bulan (Agustus 2026)
24 kt Rp 2.439.000 ≈ Rp 2.530.000 (+ 3,7 %) ≈ Rp 2.580.000 (+ 5,9 %)
22 kt Rp 2.024.000 ≈ Rp 2.105.000 (+ 4,0 %) ≈ Rp 2.150.000 (+ 6,2 %)
20 kt Rp 1.842.000 ≈ Rp 1.920.000 (+ 4,2 %) ≈ Rp 1.970.000 (+ 6,9 %)

Catatan: Prediksi mengasumsikan tren kenaikan harian sebesar rata‑rata + Rp 60.000 per gram pada Laku Emas, dikalibrasi dengan faktor musiman (+ 2 % pada bulan Lebaran).


5. Rekomendasi Praktis untuk Konsumen dan Investor

  1. Pantau Harga Spot & Kurs

    • Gunakan platform finansial (Bloomberg, Investing.com) untuk mengikuti pergerakan USD/IDR dan harga emas spot (USD/oz). Setiap USD + $10 pada spot biasanya berarti Rp ≈ 1,5 juta pada harga 24 kt per gram.
  2. Bandingkan Penjual Secara Real‑Time

    • Sebagian besar penjual (Raja Emas, Laku Emas) memperbaharui harga setiap jam. Simpan screenshot atau catat timestamp untuk menghindari “price‑jacking” di toko offline.
  3. Periksa Sertifikat Kadar

    • Khusus untuk karat rendah (≤ 12 kt) atau pembelian dalam jumlah besar, minta sertifikat resmi (Prisma, IGI, atau badan nasional) dan/atau lakukan test metal dengan laboratorium independen.
  4. Gunakan Mekanisme ‘Buy‑Back’

    • Beberapa toko (mis. Laku Emas) menawarkan buy‑back dengan selisih 1‑2 % dari harga jual. Ini mengurangi risiko penurunan nilai di masa depan.
  5. Strategi “Dollar‑Cost Averaging” (DCA)

    • Jika tujuan utama investasi, alokasikan dana secara berkala (mis. tiap dua minggu) pada karat 22 kt atau 24 kt untuk meratakan risiko volatilitas harian.
  6. Manfaatkan Promo Musiman

    • Selama periode promo (Umrah, Lebaran, Natal) beberapa toko memberikan diskon 0,5 %–1,0 % atau tambahan cincin/kalung gratis. Pastikan diskon tidak mengorbankan kualitas (cek logam secara visual).

6. Kesimpulan

  • Stabilitas di Raja Emas menunjukkan strategi harga yang lebih konservatif, cocok untuk pembeli yang mengutamakan volume dan kestabilan biaya.
  • Kenaikan di Laku Emas menandakan respons cepat terhadap harga spot internasional dan kebijakan moneter, memberi sinyal bagi investor yang ingin “menangkap” kenaikan nilai.
  • Hartadinata Abadi menargetkan segmen premium dengan harga jauh lebih tinggi pada karat menengah‑atas, sehingga hanya relevan bagi pembeli yang mengutamakan eksklusivitas dan layanan tambahan.

Bagi pembeli perhiasan pribadi di minggu-minggu mendekati Lebaran, pertimbangkan Raja Emas untuk harga stabil atau Laku Emas bila bersedia menanggung sedikit kenaikan demi potensi nilai jual kembali yang lebih tinggi.

Bagi investor yang memandang logam mulia sebagai lindung nilai inflasi, strategi DCA pada karat 22 kt melalui toko dengan harga kompetitif (Raja Emas) sambil memantau naik‑turunnya Laku Emas adalah taktik yang seimbang antara cost efficiency dan capital appreciation.

Akhir kata, pantau terus indikator global (USD, harga spot, kebijakan moneter) dan lokal (kurs IDR, kebijakan pajak impor). Kombinasi data ini akan membantu Anda mengambil keputusan yang paling tepat—baik membeli untuk keperluan pribadi, mempercantik koleksi, atau menambah portofolio investasi logam mulia.


Disclaimer: Analisis di atas bersifat informatif dan tidak menggantikan nasihat keuangan profesional. Selalu lakukan due‑diligence pribadi sebelum melakukan transaksi.