Harga Emas Perhiasan Menguat di Hartadinata Abadi & Raja Emas, Tetap Stabil di Laku Emas – Analisis Lengkap 19 Januari 2026
1. Ringkasan Pergerakan Harga (19 Jan 2026)
| Retailer | 24 K | 23 K | 22 K | 21 K | 20 K | 19 K | 18 K | 17 K | 16 K | 15 K | 14 K | 13 K | 12 K | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hartadinata Abadi (harga per gram) | – | – | 2 571 000 (+21 000) | – | 2 521 000 (+21 000) | – | – | 2 247 000 (+19 000) | 2 122 000 (+18 000) | – | – | – | 1 423 000 (+12 000) | 1 311 000 (+11 000) |
| Raja Emas Indonesia | 2 340 000 (+25 000) | 2 021 000 (+11 000) | 1 933 000 (+11 000) | 1 847 000 (+11 000) | 1 758 000 (+10 000) | 1 670 000 (+10 000) | 1 583 000 (+9 000) | 1 495 000 (+9 000) | 1 406 000 (+8 000) | 1 320 000 (+8 000) | 1 231 000 (+7 000) | 1 143 000 (+7 000) | 1 056 000 (+6 000) | |
| Laku Emas (CMK Group) | 2 224 000 (stabil) | 1 991 000 (stabil) | 1 904 000 (stabil) | 1 821 000 (stabil) | 1 732 000 (stabil) | 1 644 000 (stabil) | 1 556 000 (stabil) | 1 468 000 (stabil) | 1 380 000 (stabil) | 1 294 000 (stabil) | 1 207 000 (stabil) | 1 120 000 (stabil) | 1 032 000 (stabil) |
Catatan: “Stabil” berarti tidak ada perubahan harga dibandingkan sesi sebelumnya (biasanya 1 hari). “Naik” mencantumkan selisih dalam rupiah per gram.
2. Analisis Penyebab Kenaikan di Hartadinata Abadi & Raja Emas
2.1. Faktor Makroekonomi
| Faktor | Dampak pada Harga Emas Perhiasan |
|---|---|
| Harga Spot Emas Internasional (USD/oz) – naik ~0,6 % dalam 3 hari terakhir | Menyebabkan kenaikan biaya beli logam mentah bagi pedagang lokal, yang diteruskan ke konsumen. |
| Rupiah terhadap USD – melemah 0,4 % pada sesi perdagangan Asia | Nilai rupiah lebih lemah meningkatkan biaya impor emas (dalam dolar) sehingga harga jual naik. |
| Inflasi Domestik (CPI) – pindah ke kisaran 4,2 % YoY | Emas dipandang safe‑haven; permintaan perhiasan sebagai lindung nilai memperkuat tekanan naik. |
| Kebijakan Bank Indonesia – penurunan suku bunga acuan (BI 7‑day) sebesar 25 bps | Biaya pinjaman lebih murah, meningkatkan daya beli konsumen kelas menengah yang menjadi mayoritas pembeli perhiasan. |
2.2. Dinamika Permintaan Lokal
- Musik Lebaran & Puncak Pembelian Pernikahan: Meskipun masih jauh dari Ramadan, banyak pasangan mempersiapkan pernikahan di awal tahun; hal ini mendorong permintaan emas 22 K–24 K.
- Produk “Investasi + Fashion”: Produk perhiasan berlogam 22 K/24 K yang dikemas sebagai “emas investasi” (mis. cincin kembar, kalung dengan sertifikat) menjadi populer, menambah volume penjualan.
- Pergeseran ke Karat Lebih Rendah (16 K–18 K): Konsumen menyeimbangkan antara harga dan nilai estetika, sehingga harga per gram 16 K–18 K tetap naik, walaupun laju kenaikannya sedikit lebih lambat dibanding 22 K–24 K.
2.3. Kebijakan Harga Retailer
- Hartadinata Abadi memberi fokus pada emas 22 K, 20 K, 17 K, 16 K dan menambah margin kecil (10 000–21 000 Rupiah/gram). Strategi ini mencerminkan target pasar menengah‑atas yang sensitif pada perbedaan harga per gram kecil.
- Raja Emas menyesuaikan semua karat, termasuk 24 K, dengan peningkatan margin 7 000–25 000 Rupiah/gram, menandakan komitmen untuk menyeimbangkan profitabilitas tanpa mengejar volume tinggi.
- Laku Emas memilih stabilitas: kemungkinan mereka menunggu konfirmasi tren global atau memiliki kontrak pasokan jangka panjang yang mengunci harga, sehingga tidak perlu mengubah harga jual harian.
3. Perbandingan Spread Harga Antara Retailer
| Karat | Hartadinata Abadi (Rp) | Raja Emas (Rp) | Laku Emas (Rp) | Selisih (Hartadinata – Laku) | Selisih (Raja – Laku) |
|---|---|---|---|---|---|
| 24 K | – (tidak dipasarkan) | 2 340 000 | 2 224 000 | N/A | +116 000 |
| 22 K | 2 571 000 | 1 933 000 | 1 904 000 | +667 000 | +29 000 |
| 20 K | 2 521 000 | 1 758 000 | 1 732 000 | +789 000 | +26 000 |
| 18 K | – | 1 583 000 | 1 556 000 | N/A | +27 000 |
| 16 K | 2 122 000 | 1 406 000 | 1 380 000 | +742 000 | +26 000 |
| 12 K | 1 311 000 | 1 056 000 | 1 032 000 | +279 000 | +24 000 |
- Interpretasi: Hartadinata Abadi menawarkan premium yang jauh lebih tinggi pada karat menengah‑atas (22 K–20 K). Ini bisa disebabkan oleh:
- Lokasi gerai premium (pusat perbelanjaan kelas atas) dengan biaya sewa tinggi.
- Strategi “high‑margin, low‑volume” – menargetkan pembeli yang bersedia membayar lebih untuk kualitas atau desain eksklusif.
- Raja Emas berada di mid‑range; selisih dibanding Laku Emas hanya sekitar 20‑30 k per gram, menandakan kebijakan harga kompetitif yang menyesuaikan dengan kontrak pasokan yang lebih fleksibel.
- Laku Emas berada di posisi harga terendah (stabil), cocok untuk konsumen price‑sensitive atau pembeli grosir.
4. Implikasi Bagi Pembeli & Investor
4.1. Pembeli Ritel (Perhiasan)
| Skenario | Rekomendasi |
|---|---|
| Mencari emas 22 K‑24 K dengan desain eksklusif | Bandingkan harga Hartadinata Abadi dengan Raja Emas; perbedaan hingga +667 000 R/gram dapat menjadi faktor penentu jika budget terbatas. |
| Mengutamakan nilai per gram | Laku Emas memberikan harga paling ekonomis; cocok untuk pembelian dalam jumlah besar (mis. cincin kawin, gelang keluarga). |
| Fleksibilitas karat (16 K‑18 K) | Selisih harga relatif kecil (≈ +20 k–30 k), sehingga keputusan dapat didasarkan pada desain, layanan purna jual, atau lokasi toko. |
| Mengejar lindung nilai (investasi) | Pilih emas 24 K atau 22 K dengan sertifikat resmi; pertimbangkan biaya premium vs. keamanan cadangan fisik. |
4.2. Investor Emas (Non‑Perhiasan)
- Spot vs. Perhiasan: Harga per gram perhiasan biasanya lebih tinggi 5‑15 % dari harga spot karena biaya produksi, desain, dan margin ritel.
- Strategi Arbitrase: Jika investor memiliki akses ke pasar spot (mis. lewat PT. Pegadaian Gold atau kontrak futures), dapat membeli spot dan menjual ke retailer (terutama Laku Emas) saat harga stabil, memperoleh margin 30 k‑70 k per gram. Namun, perhatikan biaya transport, penyimpanan, dan regulasi.
- Waktu Penjualan: Mengingat tren kenaikan di Hartadinata Abadi & Raja Emas, menunggu koreksi kecil (biasanya 0,5‑1 % setelah hari‑hari naik beruntun) dapat meningkatkan profit. Namun, pasar dapat berbalik tiba‑tiba bila dollar menguat atau inflasi turun.
5. Prediksi Tren 1‑3 Bulan Kedepan
| Faktor | Proyeksi | Dampak pada Harga Perhiasan |
|---|---|---|
| Harga Spot Emas Internasional | Diperkirakan stabil hingga naik 0,8 % (skenario moderat) karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan moneter Fed yang masih akomodatif. | Kenaikan 0,8 % berarti +~20 000‑30 000 R/gram untuk 22 K‑24 K (setara pada margin retailer). |
| Rupiah | Diprediksi melemah 0,2‑0,3 % per bulan, tergantung kebijakan BI. | Penambahan +5 000‑8 000 R/gram pada semua karat. |
| Permintaan Musiman | Menjelang Idul Fitri (Mei‑Juni 2026) permintaan emas tradisional (12 K‑22 K) akan melonjak ≈ 10‑12 %. | Retailer likely akan menambah margin 10‑15 k lagi, terutama pada 22 K‑24 K. |
| Kebijakan Pemerintah | Kemungkinan penurunan bea masuk untuk logam mulia (rencana revisi PP) – masih belum final. Jika disetujui, biaya impor turun 2‑3 %. | Dampak jangka menengah (2‑3 bulan) dapat menurunkan harga atau setidaknya menahan kenaikan. |
Kesimpulan Prediksi:
- Jangka Pendek (1‑2 minggu): Harga cenderung stabil atau naik tipis (≤ +5 000 R/gram) karena retailer masih menyesuaikan diri dengan data pasar akhir minggu.
- Jangka Menengah (1‑2 bulan): Harga naik 0,8‑1,2 % terutama untuk karat tinggi (22 K‑24 K) menjelang Ramadan/Lebaran.
- Jangka Panjang (>3 bulan): Skenario penurunan bea masuk dapat menghasilkan koreksi negatif ±5 000‑10 000 R/gram, tergantung pada realisasi kebijakan.
6. Rekomendasi Praktis
- Pantau Harga Spot dan Kurs USD/IDR secara real‑time (mis. Bloomberg, CNBC Indonesia). Setiap perubahan > 0,3 % dapat menjadi sinyal penyesuaian harga ritel.
- Gunakan Aplikasi atau Platform “Gold Tracker” yang mengintegrasikan harga tiga retailer (Hartadinata, Raja Emas, Laku Emas) untuk melihat perbedaan spread secara otomatis.
- Negosiasikan Harga untuk Pembelian Besar: Pada karat 22 K‑24 K, mintalah diskon “bulk‑price” terutama ke Laku Emas yang kini stabil, karena mereka lebih fleksibel menyesuaikan margin.
- Evaluasi Sertifikasi: Pastikan perhiasan bersertifikasi (mis. PT. Logam Mulia atau Lembaga Pengujian Logam) untuk menghindari risiko kualitas palsu, terutama bila membeli pada harga premium.
- Diversifikasi Investasi: Jika tujuan utama adalah lindung nilai, pertimbangkan pembagian antara emas spot (via Emas Tomorrow/ETF), emas fisik 24 K (batang), dan perhiasan. Kombinasi ini menyeimbangkan likuiditas dan estetika.
- Pertimbangkan Penjualan di Musim Idul Fitri: Historis, harga perhiasan naik 5‑7 % pada 2‑3 bulan sebelum Idul Fitri karena permintaan tradisional. Jual pada puncak permintaan dapat memberi margin tambahan.
7. Penutup
Pergerakan harga emas perhiasan pada Senin, 19 Januari 2026 menunjukkan konsistensi kenaikan di dua retailer utama (Hartadinata Abadi dan Raja Emas) sementara Laku Emas memilih stabilitas. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi faktor internasional (harga spot emas, nilai tukar rupiah) serta faktor domestik (inflasi, musim pernikahan, kebijakan moneter).
Bagi pembeli ritel, penting untuk menilai nilai per gram versus desain dan memanfaatkan perbedaan spread antara retailer. Bagi investor, peluang arbitrase masih ada, terutama dengan mengakses harga spot dan memperhatikan jadwal musiman.
Dengan memantau indikator makroekonomi, tren musiman, dan kebijakan perdagangan logam mulia, Anda dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi—baik untuk mempercantik penampilan dengan perhiasan atau melindungi nilai kekayaan melalui emas.
Selalu verifikasi harga terkini di toko fisik atau platform resmi sebelum melakukan transaksi.