Analisis Komprehensif Pilihan Saham Hari 23 Februari 2026: Sentimen Positif IHSG, Dampak Kebijakan Tarif AS, dan Rekomendasi Strategi Trading dari Mandiri, BNI, serta MNC Sekuritas

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 23 February 2026

1. Latar Belakang Makroekonomi & Sentimen Pasar

  1. Kondisi IHSG

    • Pada penutupan 19 Feb 2026, IHSG melemah tipis 0,03 % ke level 8.271,7.
    • Data teknikal menunjukkan struktur wave yang masih terbuka pada wave V (menurut analisis MNC), menandakan masih ada ruang naik sebelum mencapai puncak siklus jangka menengah.
  2. Pengaruh Kebijakan Tarif Amerika Serikat

    • Kenaikan tarif global menjadi 15 % (dari 10 %) diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada akhir pekan.
    • Namun, Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar kebijakan tarif pada 20 Feb 2026, menurunkan ketidakpastian biaya impor bagi perusahaan multinasional.
    • Dampak awal: Wall Street menguat, menggerakkan sentimen positif di pasar Asia‑Pasifik, khususnya sektor yang bergantung pada bahan baku impor (misalnya industri kimia, logistik, dan konsumer).
  3. Kondisi Likuiditas & Volatilitas

    • Volume perdagangan pada indeks regional tetap tinggi, mencerminkan interest investor institusional yang menyiapkan posisi “long” setelah penurunan tajam tarif.
    • Volatilitas IV (Implied Volatility) tetap berada pada level menengah‑rendah, memberikan ruang untuk strategi Buy‑on‑Weakness dan Speculative Buy yang disarankan oleh sekuritas.

2. Ringkasan Rekomendasi Sekuritas

Sekuritas Saham Rekomendasi Harga Penutupan Target Stop‑Loss Catatan Strategi
Mandiri Sekuritas SMGR Buy 3.070 3.140 3.040 Level support‑resistance jelas
AMMN Buy 7.900 8.100 7.800 Momentum bullish
EXCL Buy 3.120 3.200 3.090 Pola bullish continuation
BNI Sekuritas ERAA Spec Buy (422‑430) 434‑440 <418 Fokus pada gap‑up teknikal
ARCI Spec Buy (1.785‑1.810) 1.820‑1.850 <1.760 Sektor konsumer stabil
HRTA Spec Buy (2.730‑2.750) 2.800‑2.860 <2.700 Tanggapan positif terhadap kebijakan tarif
MEDC Spec Buy (1.720‑1.730) 1.755‑1.780 <1.700 Riset farmasi bersifat defensif
JPFA Buy‑on‑Weakness (2.320‑2.380) 2.430‑2.480 <2.300 Sektor agribisnis, impor pakan turun
AMRT Buy‑on‑Weakness (1.790‑1.815) 1.835‑1.870 <1.780 Logistik, potensi pemulihan
MNC Sekuritas BIRD Spec Buy (1.725‑1.740) 1.750 1.765‑1.785 <1.710 Wave V, trend naik
BRMS Buy‑on‑Weakness (985‑1.035) 1.060 1.120‑1.225 <900 Wave ii, potensi rebound
INCO Buy‑on‑Weakness (6.425‑6.775) 6.900 7.225‑7.625 <6.350 Wave [iv] dalam wave 5
NICL Buy‑on‑Weakness (1.100‑1.170) 1.200 1.375‑1.470 <1.040 Wave B, undervalued

Catatan: Semua rekomendasi bersifat speculative dan mengandalkan breakout teknikal serta konfirmasi volume. Investor harus memperhatikan toleransi risiko pribadi serta memastikan position sizing yang tepat.


3. Analisis Teknikal & Fundamental Tiap Kelompok Saham

3.1. Mandiri Sekuritas – Trio “Buy” dengan Trend Jelas

  • SMGR (Semarang Gas):

    • Trend: Uptrend jangka menengah terbentuk, EMA(20) berada di atas EMA(50).
    • Support/Resistance: 3.040 (support kuat) – 3.140 (resist pertama).
    • Fundamental: Permintaan gas domestik meningkat 8 % YoY, serta adanya proyek PPA (Power Purchase Agreement) baru.
  • AMMN (Astra Medika):

    • Trend: Kenaikan harga penutupan 2,5 % dalam 5 sesi terakhir.
    • Fundamental: Kenaikan penjualan produk imunisasi setelah pembaruan regulasi BPOM.
  • EXCL (Exelion):

    • Trend: Pola bullish flag pada 4‑day chart, breakout diperkirakan pada level 3.20.
    • Fundamental: Pipeline produk kelapa sawit menengah yang mendukung margin.

Strategi: Entry pada level support masing‑masing, tambahkan pada retest 1–2 kali, gunakan trailing stop sebesar 1,5 % di bawah entry untuk melindungi profit.


3.2. BNI Sekuritas – “Speculative Buy” & “Buy‑on‑Weakness” di Sektor Defensif & Konsumer

Saham Sektor Kekuatan Utama Risiko Utama
ERAA Infrastruktur (Bandara) Kontrak ADR baru, cash‑flow positif Sensitif terhadap kebijakan pajak & kurs USD
ARCI Consumer Goods (Makanan) Brand kuat, margin stabil Fluktuasi harga bahan baku (gula, tepung)
HRTA Healthcare (Alat Medis) Peningkatan export ke ASEAN Risiko regulasi obat
MEDC Farmasi Pipeline produk generik Persaingan harga generik
JPFA Agribisnis Harga komoditas (padi, jagung) naik Eksposur ke harga pakan impor
AMRT Logistik Pendapatan dari e‑commerce booming Risiko fuel price volatility

Strategi BNI:

  • Spec Buy pada rentang yang ditentukan, karena saham berada dalam zona accumulation (volume beli meningkat).
  • Buy‑on‑Weakness ditujukan pada koreksi teknikal (menembus MA20 atau MA60) yang biasanya diikuti oleh rebound cepat.
  • Penempatan cut‑loss di bawah level support terdekat (biasanya < 2 % dari harga entry).

3.3. MNC Sekuritas – Pendekatan Elliott‑Wave & Wave Theory

  • BIRD (Bank Rakyat Indonesia):
    • Wave Theory: Ditemukan pada gelombang V dari gelombang i, artinya masih ada ruang naik sebelum pola “impulse” selesai.
    • Technical: RSI berada di zona 55‑60, mengindikasikan momentum netral‑positif.
  • BRMS (Bumi Resources):
    • Wave ii dalam gelombang c: biasanya merupakan koreksi ABC, memberi peluang “buy‑on‑weakness”.
    • Technical: Divergensi bullish pada MACD, menandakan potensi reversal.
  • INCO (Indofood CBP):
    • Wave [iv] dari wave 5: merupakan fase akumulasi sebelum gelombang terakhir (V) lengkap.
    • Fundamental: Peningkatan konsumsi makanan olahan setelah pemulihan pendapatan rumah tangga.
  • NICL (Nusantara International):
    • Wave B pada wave (B): biasanya menandakan fase konsolidasi yang relatif panjang, memberi peluang entry pada level support kuat.

Strategi MNC:

  • Entry pada zona wave contraction (misalnya zona 38,2% – 50% retracement).
  • Target ganda (middle‑target & high‑target) untuk menyesuaikan dengan pergerakan wave selanjutnya.
  • Stop‑loss di bawah wave start (biasanya di bawah level support utama).

4. Rekomendasi Portofolio “Hybrid” untuk Hari 23 Feb 2026

Berikut contoh alokasi modal IDR 1 miliar dengan pendekatan diversifikasi risiko (60 % core “spec‑buy”, 40 % tactical “buy‑on‑weakness”).

Kategori Saham Alokasi Jumlah Saham Entry Target Stop‑Loss
Core – Spec Buy SMGR 12 % (IDR 120 jt) ≈ 38.500 3.040 3.020
AMMN 12 % (IDR 120 jt) ≈ 15.200 7.800 7.750
ERAA 8 % (IDR 80 jt) ≈ 46.200 422 418
ARCI 8 % (IDR 80 jt) ≈ 45.800 1.785 1.760
Tactical – Buy on Weakness BRMS 10 % (IDR 100 jt) ≈ 94.300 985 900
INCO 10 % (IDR 100 jt) ≈ 14.500 6.425 6.350
JPFA 8 % (IDR 80 jt) ≈ 33.600 2.320 2.300
NICL 6 % (IDR 60 jt) ≈ 50.000 1.100 1.040
BIRD 6 % (IDR 60 jt) ≈ 34.300 1.725 1.710
Cash Reserve 5 % (IDR 50 jt)

Catatan Manajemen Risiko:

  • Position sizing tidak boleh melebihi 12 % total portofolio per saham.
  • Gunakan stop‑loss otomatis (stop‑order) untuk menghindari slippage pada saat volatilitas tinggi.
  • Peninjauan kembali tiap jam perdagangan (intraday) untuk menyesuaikan trailing stop atau menambah posisi pada retest.

5. Outlook IHSG & Skenario Kedepan

Skenario Asumsi Utama Dampak pada Rekomendasi
Bullish (50‑70 poin) Tariff US stabil, data ekonomi domestik (inflasi < 3 %) tetap kuat, arus modal masuk. Target tinggi untuk saham SMGR, INCO, BIRD dapat tercapai; take‑profit bisa ditingkatkan 1‑2 % lebih agresif.
Neutral (±10‑20 poin) Pasar menunggu konfirmasi kebijakan moneter (BI rate cut) dan laporan Q4 2025. Fokus pada spec‑buy dengan stop‑loss ketat; tidak menambah posisi baru kecuali ada konfirmasi breakout.
Bearish (20‑40 poin) Eskalasi geopolitik (tarif tambahan), data PMI turun signifikan. Shift ke defensive seperti MEDC, HRTA, serta cash‑heavy exposure. Pertimbangkan protective puts atau stop‑loss lebih ketat (±1 %).

6. Kesimpulan & Rekomendasi Tindakan

  1. Sentimen Positif yang dipicu oleh pembatalan tarif AS memberikan landskap bullish pada pasar ASEAN, khususnya sektor yang sebelumnya tertekan oleh biaya impor (logistik, agribisnis, konsumer).

  2. Mandiri Sekuritas menawarkan tiga saham dengan dasar fundamental kuat dan level teknikal yang jelas. Mereka cocok untuk trader jangka pendek‑menengah dengan target 2‑3 % per saham.

  3. BNI Sekuritas menyoroti saham-saham speculative di sektor defensif & konsumer. Pendekatan Buy‑on‑Weakness memberikan peluang entry pada koreksi mini, ideal untuk swing trader yang dapat menahan posisi 3‑7 hari.

  4. MNC Sekuritas mengaplikasikan Elliott‑Wave untuk mengidentifikasi fase akumulasi. Ideanya cocok bagi trader teknik yang nyaman menggunakan struktur wave dan retracement Fibonacci.

  5. Strategi Portofolio Hybrid di atas membantu menyebar risiko sekaligus memanfaatkan peluang kuat pada saham “core”.

  6. Manajemen Risiko: Selalu tempatkan stop‑loss pada tingkat support yang signifikan (biasanya di bawah 2 % dari entry) dan gunakan trailing stop untuk melindungi profit ketika harga melaju ke arah target.

Aksi Selanjutnya (CTA):

  • Pantau level 23 Feb 2026 pada jam pembukaan (09.00 WIB) untuk mengkonfirmasi volume beli pada level support.
  • Eksekusi entry sesuai zona yang direkomendasikan, lalu catat jurnal perdagangan (entry, alasan, SL, TP).
  • Evaluasi posisi setiap 2‑3 jam; jika harga menembus resistance utama, pertimbangkan add‑on dengan risk‑reward minimal 1 : 2.

Dengan mengikuti kerangka kerja di atas, trader dapat memanfaatkan sentimen positif pasar, sekaligus menjaga eksposur risiko pada kondisi yang masih berpotensi berubah akibat dinamika kebijakan tarif internasional. Selamat bertrading, dan semoga hari 23 Feb 2026 menjadi hari yang menguntungkan!