Gold Under Pressure: Mengapa Keputusan ECB Menahan Momentum Harga Emas dan Apa Proyeksi Pasar Hingga Akhir 2026

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 6 February 2026

1. Ringkasan Keputusan ECB & Reaksi Harga Emas

Tanggal Keputusan ECB Tingkat Suku Bunga (Deposit / Refinancing / Marginal) Harga Emas Spot (EUR) Harga Emas Spot (USD) Pergerakan Harian
 5 Feb 2026   Mengunci kebijakan moneter (status‑quo)   2,00 % / 2,15 % / 2,40 %   4 115,47 EUR / ≈ US$ 4 850   ‑2,1 % vs penutupan hari sebelumnya 
 31 Jan 2026   Sebelum keputusan (harapan cut)   2,00 % / 2,15 % / 2,40 %   ≈ 4 200 EUR / ≈ US$ 5 000   ‑ 

Keputusan “hold” ECB pada 5 Feb 2026 memang sudah diprediksi luas oleh pasar. Namun, bukannya memicu rebound pada logam mulia, harga emas malah tetap tertekan, mencatat penurunan > 2 % dalam satu hari perdagangan.


2. Mengapa Keputusan ECB Berpengaruh pada Emas?

2.1 Suku Bunga & Yield Obligasi Euro‑zona

  • Yield obligasi pemerintah Jerman (Bund) 10‑tahun turun tipis menjadi 2,78 % pada 5 Feb, menandakan pasar memperkirakan risiko inflasi masih tinggi.
  • Spread EUR/USD menurun (EUR menguat) menurunkan cost of carry untuk pemegang emas yang dibeli dalam USD, sehingga mengurangi insentif spekulatif.

2.2 Kebijakan Stimulus vs. Pengetatan

  • ECB mengakhiri siklus tightening untuk pertama kalinya dalam tiga kuartal berturut‑turut.
  • Meskipun suku bunga tidak naik, kebijakan “hold” masih menandakan kekhawatiran inflasi yang belum turun ke target 2 %, menahan ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut.

2.3 Dolar AS & Euribor

  • Dolar AS masih dalam fase penguatan (Fed menahan suku bunga pada 5,25 % – 5,50 %).
  • Hubungan terbalik tradisional gold‑dollar tetap berlaku: dolar yang kuat menekan harga emas yang biasanya dinyatakan dalam USD.

3. Faktor‑faktor Lain yang Menekan Harga Emas

Faktor Dampak Keterangan
Inflasi Euro‑zona Tekanan naik CPI Euro‑zona Q4‑2025 = 3,9 % YoY, masih di atas target.
Kebijakan Fiskal UE Positif bagi pertumbuhan Pengeluaran pertahanan + infrastruktur meningkatkan permintaan domestik, menyeimbangkan tekanan inflasi.
Geopolitik Ambiguitas Konflik di Timur Tengah menurunkan permintaan fisik (industri perhiasan) sementara meningkatkan permintaan safe‑haven—efek net masih belum jelas.
Supply Chain Logam Mulia Steady Penambangan di Australia & Kanada tetap stabil; tidak ada gangguan besar.
ETF & Posisi Futures Penurunan net long Data CFTC menunjukkan net short posisi futures emas meningkat 1,5 % pada minggu pertama Februari.
Permintaan Asia Menurun Data China menunjukkan penurunan impor emas fisik 8 % YoY karena kebijakan kredit yang ketat.

4. Proyeksi JPMorgan & Analisis Konsensus

  • JPMorgan (Feb 2026): Target US$ 6 300 per oz pada akhir tahun 2026 – +30 % dari level spot saat ini.
  • Basis proyeksi:
    1. Diversifikasi institusional yang terus berlanjut, terutama di ETF, dana pensiun, dan sovereign wealth funds.
    2. Kelemahan inflasi di wilayah utama (Euro‑zona, AS, Jepang) yang diproyeksikan turun di bawah 2,5 % pada Q3‑2026.
    3. Penurunan yields obligasi secara bertahap menurunkan kesempatan biaya pembiayaan emas.
Lembaga Target 2026 (USD/oz) Metode
JPMorgan 6 300 Model makro‑fundamental + alokasi portofolio
Goldman Sachs 5 800 Skenario “soft landing” ekonomi global
Citi 5 500 Analisis teknikal (trend line)
FXCM 5 200 Sentimen pasar Futures (COT)

Konsensus median (tanpa outlier) berada di kisaran US$ 5 500‑5 800 per oz untuk akhir 2026.


5. Implikasi Bagi Investor

5.1 Strategi Jangka Pendek (0‑6 bulan)

  1. Hedging dengan Futures – Karena net short masih dominan, kontrak futures bulan Maret‑April dapat dipertimbangkan untuk melindungi eksposur fisik.
  2. Pilih kontrak opsi put – Strike US$ 5 000 dengan premium rendah (≈ 3 % dari nilai kontrak) untuk melindungi downside.

5.2 Strategi Jangka Menengah (6‑18 bulan)

  1. ETF Emas (GLD, IAU) – Alokasi 5‑10 % dari portofolio ekuitas untuk menambah diversifikasi defensif.
  2. Physical Gold (bar/coin) – Beli secara bertahap (dollar‑cost averaging) ketika spot < US$ 5 000, mengingat target jangka panjang masih > US$ 6 000.

5.3 Strategi Jangka Panjang (> 2 tahun)

  1. Diversifikasi geografis – Tambahkan exposure ke silver dan platinum, yang cenderung lebih sensitif pada pertumbuhan industri.
  2. Investasi di perusahaan penambang – Saham Barrick, Newmont, atau Polymetal menawarkan leveraged upside terhadap harga emas.

6. Risiko‑Risiko Kunci yang Bisa Membalik Proyeksi

Risiko Dampak Potensial Probabilitas (2026)
Kenaikan suku bunga Fed (lebih dari 25 bps) Penguatan USD, penurunan harga emas Medium‑High
Kebijakan proteksionis UE (tarif terhadap China) Penurunan permintaan fisik di Asia Medium
Krisis energi di Eropa (Pasokan gas terbatas) Inflasi kembali naik, ECB terpaksa tighten Low‑Medium
Peningkatan permintaan fisik (India/China) Lonjakan harga spot Low‑Medium

7. Kesimpulan

  1. Keputusan ECB “hold” tidak cukup kuat untuk mengubah arah pasar emas dalam jangka pendek. Penurunan > 2 % pada 5‑6 Feb 2026 mencerminkan dominasi faktor eksternal (USD kuat, sentimen spekulatif bearish).
  2. Fundamental jangka menengah tetap mendukung kenaikan harga: inflasi yang melambat, diversifikasi portofolio institusional, dan potensi penurunan yields obligasi.
  3. Proyeksi JPMorgan (US$ 6 300) berada di ujung atas spektrum konsensus; realisasi target tersebut memerlukan:
    • Penurunan signifikan pada suku bunga Fed/ECB,
    • Penurunan volatilitas nilai tukar USD/EUR,
    • Peningkatan permintaan fisik di Asia.
  4. Rekomendasi untuk investor: gunakan kombinasi hedging jangka pendek dan alokasi ETF/physical gold jangka menengah‑panjang, sambil memantau indikator kebijakan moneter AS sebagai driver utama pergerakan harga emas ke akhir 2026.

8. Daftar Pustaka & Sumber Data (per 6 Feb 2026)

  1. Kitco News – “Gold price slides after ECB holds rates” (6 Feb 2026).
  2. ECB Press Release – “Monetary policy decision, 5 Feb 2026”.
  3. JPMorgan Global Markets Research – “Gold Outlook 2026” (1 Feb 2026).
  4. CFTC Commitment of Traders (COT) Report – Futures Positions, week ending 3 Feb 2026.
  5. Eurostat – CPI Euro‑zona, Q4 2025.
  6. Federal Reserve – FOMC Statement, 2 Feb 2026.
  7. World Gold Council – “Gold Demand Trends 2025‑2026” (Desember 2025).

Catatan: Semua angka disajikan dalam nilai penutupan pasar pada hari kerja terakhir sebelum publikasi. Harga spot dalam EUR dikonversi ke USD menggunakan nilai tukar spot EUR/USD = 1,1815 (per 5 Feb 2026).


Pendekatan selanjutnya: Lakukan scenario analysis (baseline, bearish, bullish) tiap kuartal untuk menilai dampak kebijakan moneter global pada harga emas, dan sesuaikan alokasi portofolio sesuai toleransi risiko masing‑masing investor.


Dibuat oleh: Tim Analisis Pasar Komoditas – investor.id, 6 Feb 2026.