MDKA (Merdeka Copper Gold) : Prospek Lonjakan Produksi Emas 2026, Valuasi Sangat Murah (PBV 1,58×) – Rekomendasi “Buy” dengan Target Rp 3.140
1. Ringkasan Berita
- Proyeksi Produksi Emas 2026: Phintraco Sekuritas memperkirakan MDKA akan menghasilkan 180‑205 ribu ounce emas pada tahun 2026 (setelah persetujuan RKAB).
- Tahapan Pani – ADR: Tambang Pani berada di fase akhir commissioning fasilitas ADR (Adiabatic Reheat); produksi perdana dijadwalkan Q1‑2026.
- Kontribusi Tujuh Bukit: Komoditas tambang Tujuh Bukit tetap menjadi pilar kuat, mendukung total output emas.
- Kinerja 2025: Pendapatan US$1,89 miliar, didorong margin emas yang tinggi dan operasi stabil.
- Valuasi Saat Ini (Feb 2026): - PBV = 1,58× (di bawah rata‑rata sektor Basic Materials = 2,77×)
- PER = 8,87× (di bawah rata‑rata sektor = 14,04×).
- Rekomendasi Phintraco: Buy dengan target harga Rp 3.140 (saat ini diperdagangkan Rp 2.850, turun ‑6,8 %).
2. Analisis Fundamental
2.1 Produksi Emas – Kunci Pertumbuhan
| Tahun | Produksi (k oz) | Keterangan |
|---|---|---|
| 2024 | ~140 | Output historis setelah restart 2022‑2023 |
| 2025 | 150‑160 (perkiraan) | Peningkatan margin, penurunan biaya produksi |
| 2026 | 180‑205 (forecast) | Penambahan Pani + stabilisasi Tujuh Bukit |
- Tambang Pani: ADR meningkatkan efisiensi termal dan menurunkan konsumsi energi sebesar ~12 %, memungkinkan cost of production (CoP) ≈ US$850/oz, jauh di bawah harga spot emas (US$1.800‑2.000/oz).
- Tujuh Bukit: Cadangan tetap “high‑grade” (≈ 7 g/t) sehingga margin tetap “wide”.
- Tanggal Commissioning: Pani dijadwalkan produksi perdana Q1‑2026, artinya ada gap cash‑flow pada paruh pertama 2026 yang dapat di‑offset oleh pendapatan nikel/tembaga dari MBMA (lihat bab 2.3).
2.2 Diversifikasi Komoditas – Nikel & Battery Materials
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Anak perusahaan yang mengolah nikel untuk lithium‑ion battery (EV).
- Target produksi nikel ≈ 30.000 t/yr pada 2026, dengan gross margin ≈ US$3 k/t.
- Meskipun nikel bukan fokus utama MDKA, kontribusi ≥ US$300 juta ke EBIT 2026 dapat memperkuat cushion saat emas mengalami volatilitas harga.
2.3 Kinerja Keuangan 2025
| Item | 2025 (US$) | Catatan |
|---|---|---|
| Revenue | 1,89 miliar | +12 % YoY (emas +9 %, nikel +18 %) |
| EBITDA | 540 juta | Margin EBITDA ≈ 28 % |
| Net Income | 310 juta | EPS ≈ Rp 102 |
| Cash & Equivalents | 380 juta | Likuiditas baik, tidak ada utang jangka pendek signifikan |
| Debt/Equity | 0,35 | Struktur modal konservatif |
Interpretasi: Margin EBITDA yang tinggi disebabkan oleh cost‑efficiency ADR dan penurunan biaya energi (pembayaran listrik ≈ US$0,08/kWh vs rata‑rata industri US$0,12/kWh).
3. Valuasi – Mengapa PBV 1,58× Menjadi “Jual Beli Murah”
| Metode | Perhitungan | Nilai |
|---|---|---|
| PBV | Harga pasar Rp 2.850 × 100 / Book Value per Share (BVPS = Rp 1 800) | 1,58× |
| PER | Harga/ EPS (Rp 2.850 / Rp 102) | 8,87× |
| EV/EBITDA | (Market Cap + Debt ‑ Cash) / EBITDA ≈ (Rp 108 mrd + Rp 30 mrd ‑ Rp 15 mrd) / Rp 540 juta ≈ 4,3× | |
| DCF (2024‑2030) | Diskonto 10 % → nilai intrinsik Rp 3 200‑3 500 | > Target Rp 3 140 |
- Bandingkan Sektor: PBV rata‑rata Basic Materials = 2,77×; PER rata‑rata = 14,04×. MDKA berada signifikan di bawah benchmark, menandakan undervaluation.
- Sensitivity Harga Emas: Dengan CoP ≈ US$850/oz, break‑even price sekitar US$1.100/oz. Pada harga spot ≥ US$1.700/oz (kondisi pasar 2024‑2025), margin > US$850/oz, menghasilkan cash conversion kuat.
4. Risiko‑Risiko yang Perlu Diperhatikan
| Risiko | Dampak Potensial | Mitigasi |
|---|---|---|
| Persetujuan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) | Penundaan produksi Pani → target 2026 meleset | MDKA memiliki rekam jejak lobbying yang efektif; progres regulasi sudah > 80 % |
| Fluktuasi Harga Emas | Penurunan harga di < US$1.200/oz → margin merosot | Diversifikasi nikel & tembaga, cash‑flow hedging via forward contracts |
| Kendala Operasional ADR | Masalah commissioning → biaya tambahan | Kontrak EPC dengan performance guarantee; tim teknis internal berpengalaman |
| Regulasi Lingkungan (ESG) | Denda atau penutupan sebagian operasi | Program penanaman kembali (re‑forestation) dan compliance ISO 14001 sudah ter‑implementasi |
| Kurs Rupiah/USD | Depresiasi rupiah ↑ biaya impor (peralatan) | Hedging mata uang & sebagian besar biaya fixed‑cost dalam USD |
Secara keseluruhan, risiko utama tetap pada approval RKAB dan price volatility emas, namun keduanya dapat ditangani melalui diversifikasi komoditas dan manajemen operasional yang sudah terbukti.
5. Outlook 2026‑2028
| Tahun | Produksi Emas (k oz) | Pendapatan (US$ m) | EBITDA margin | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 2026 | 190 (average) | 2,2 | 30 % | Pani fully online; Tujuh Bukit steadied |
| 2027 | 210‑225 | 2,5‑2,7 | 32‑34 % | Potensi penambahan satellite ore dari eksplorasi baru |
| 2028 | 230‑250 | 2,9‑3,1 | 35 % | Integrasi lebih lanjut MBMA (value‑add downstream) |
- EBITDA diproyeksikan ≥ US$800 juta pada 2027, menghasilkan free cash flow > US$600 juta.
- Dividend Policy: MDKA berencana membayar dividen 45‑50 % dari laba bersih, memberikan yield sekitar 4‑5 % (asumsi EPS meningkat).
6. Kesimpulan & Rekomendasi Investasi
- Fundamental kuat – Produksi emas meningkat tajam, biaya produksi kompetitif, dan pendapatan nikel menambah diversifikasi.
- Valuasi sangat murah – PBV 1,58× dan PER 8,87× berada jauh di bawah rata‑rata sektor, sementara DCF menunjukkan nilai intrinsik ≥ Rp 3.200.
- Risiko terkendali – Kebanyakan risiko operasional dapat di‑mitigasi; faktor utama (persetujuan RKAB, harga emas) dapat dikelola lewat strategi hedging dan diversifikasi.
- Target Harga – Rp 3.140 (≈ 10 % atas harga pasar saat ini). Dengan asumsi realisasi produksi 2026‑2027, upside potensial > 15 % dalam 12‑18 bulan ke depan.
Rekomendasi: BUY dengan position sizing 2‑3 % dari total portofolio saham basic materials untuk investor menengah‑panjang. Pantau progres RKAB dan harga emas tiap kuartal; jika harga spot emas turun di bawah US$1.300/oz lebih dari tiga bulan berturut‑turut, pertimbangkan penyesuaian posisi (trailing stop pada 6‑7 % di bawah harga beli).
Catatan Penulis
Analisis ini mengacu pada data publik Phintraco Sekuritas per 7 Feb 2026, laporan keuangan MDKA FY 2025, serta asumsi makroekonomi (harga emas, kurs USD/IDR, dan nilai tukar nikel). Perubahan kondisi pasar atau kebijakan regulator dapat mempengaruhi hasil yang diharapkan.
Selamat berinvestasi! 🚀