Latest News

22 Jul 2022

Kejujuran

by: Anci Web

Tingkatan sebuah kejujuran adalah :

  • Saya jujur karena menguntungkan bagi keadaan saat ini/lebih menguntungkan secara keseluruhan (Li).
  • Saya jujur karena saya ingin orang lain juga jujur (Yi).
  • Saya jujur karena saya harus hidup sebagai orang jujur (Ren).
  • Li = Didunia ini orang pada berteriak-teriak ingin meminta kebenaran / kejujuran, namun masalahnya tidak semua orang mampu menerimanya/menanggungnya.
    Dalam contoh, seorang pasien menanyakan ke dokter mengenai sakitnya, dan dokter melihat kondisi kalau pasien tersebut tidak akan mampu / menerima kejujuran & malah akan makin memperparah sakitnya, jadi dokter tersebut menjawab "Kamu baik-baik saja".
    Disini pertimbangan dokter tersebut bermain dalam artian utilitarian yaitu antara jujur dan tidak jujur mana yg akan memberikan benefit lebih secara  keseluruhan.

    Yi =  Mengajarkan kejujuran ke anak karena kamu ingin agar sianak bisa jujur sama kamu. dan kalau kamu berbohong keanak, maka anak tersebut nantinya akan sulit percaya omongan kamu dimasa yang akan datang.

    Ren = Sebuah level kejujuran yang tertinggi yang harus diajarkan ke anak, dimana anak akan belajar dan tahu bahwa kejujuran itu terletak pada niat didalam diri, soal cara selalu harus disesuaikan dengan keadaan.

    22 Jul 2022

    Menyerah dan Merelakan

    by: Anci Web

    "Nothing is Imposible"

    "Never give up"

    "Jangan menyerah"

    "Winners never quit, Quitters never win"

    "Loosers said it may be done but it must be difficult, Champions said it may be difficult but sure it can be done"

    Apakah semua quote di atas itu benar ? Dari sejak kecil sampai dewasa, kita selalu didoktrin oleh orang tua, motivator, film-film dan orang di sekitar kita bahwa menyerah itu sumber dari segala kegagalan. Cukup lama juga kata-kata never give up atau whatever the price itu saya amini sampai kemudian terbesit suatu pikiran yang mempertanyakan kebenaran anggapan ini.

    Bahwa kadang menyerah itu bukan selalu berarti pengecut, bukan berarti looser, kadang menyerah justru berarti Merelakan dan Menyadari.

    Merelakan impian dan ego kita untuk dikoreksi. Menyadari bahwa sesuatu yang kamu kejar belum tentu yang terbaik yang direncanakan Tuhan untukmu. Menyerah bisa jadi sebuah turning point, menyadari bahwa kita selama ini mengambil jalan yang salah dan memutar mobil kita ke arah yang benar. Menyadari bahwa mungkin kamu memimpikan impian yang salah, mungkin karena itu juga Tuhan memberimu kegagalan demi kegagalan, bukan untuk mendewasakanmu tapi untuk membuka mata dan telingamu akan rencana lain yang sudah Ia persiapkan.

    22 Jul 2022

    Pemimpin Bersikap

    by: Anci Web

    Pepatah mengatakan, mereka yang memerintah harus mendengar namun berlagak tuli, harus melihat namun berlagak buta.

    Kaisar Kang Xi berkata, "Ketika negara memilih pejabat, moralitas/integritas dan kedermawanan seseorang yg harus diutamakan, talenta dan keahliannya bisa dinomor duakan. Pejabat yang memiliki hati dan integritas bisa mempelajari keahlian ataupun mencari pembantu yg ahli namun sejarah telah sering membuktikan bahwa mengangkat pejabat yang handal tapi lalim akan membuat petaka besar nantinya."

    Kaisar Qian Long berkata, "Dalam sebuah keluarga, kemakmuran dan kebahagian keluarga tersebut dalam terlihat dari istri dan anak-anaknya, jika sang istri selalu tampil cantik dan menggunakan perhiasan dan anak-anaknya mereka terlihat gemuk dan tersenyum artinya sang kepala keluarga telah melakukan tugasnya dengan baik, begitu pula dengan memerintah kekaisaran, Kaisar adalah kepala keluarga dan rakyat dinasti adalah istri dan anak-anaknya, kepala keluarga harus bekerja keras menyediakan penghidupan dan memastikan anak dan istrinya sehat dan cukup makan."

    22 Jul 2022

    Mengajarkan kejujuran ke anak

    by: Anci Web

    Zeng Zi adalah seorng murid confusius, pada saat "musim semi dan musim gugur" Zeng Zi tinggal di daerah yg masuk dalam wilayah kerajaan Lu bersama istri dan seorang anaknya.

    Pada suatu haru, Istri Zeng Zi sedang akan berangkat kepasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Belum jauh dia berjalan tiba-tiba putra mereka yang masih berusia 4 tahun menangis dan merengek untuk meminta ikut pergi kepasar.

    Karena anaknya masih cukup kecil dan juga pasarnya cukup jauh dari tempat tinggal mereka maka Ibunya tidak berniat membawa anaknya serta karena hanya akan merepotkan.

    Akhirnya untuk menenangkan putranya itu si ibu berkata, "Kamu tunggu dirumah saja, ibu akan segera kembali. Kalau kamu jadi anak baik dan mau menurut maka nanti pulang ibu akan menyembelih babi yg kita pelihara dirumah kita dan membuatkan makanan lezat untukmu."

    Cara ini ternyata berhasil, anaknya segera menganguk dan kembali masuk kedalam rumah mereka dan membiarkan ibunya berangkat kepasar.

    Ketika sang Ibu kembali dari pasar, Zeng Zi telah kembali pulang dari sawah dan kemudian si anak segera menghampiri ibunya dan menagih janjinya.

    Si ibu berusaha untuk mengulur-ulur waktu dan mengacuhkan permintaan anaknya.

    Zeng Zi kemudian bertanya soal ini pada anaknya yg mengatakan bahwa ibunya berjanji akan menyembeli seekor babi dan memasakan makanan yang lezat untuknya ketika kembali dari pasar.

    Zeng Zi lalu segera pergi kekandang babi dibelakang rumah mereka dan mengambil seekor babi yang mereka pelihara.

    Dimasa itu babi termasuk harta berharga/barang mewah, orang awam umumnya hanya menyembeli babi apabila ada sebuah perayaan khusus semisal acara pernikahan, kelahiran anak, lulus ujian kekaisaran, dsbnya. Memiliki babi didalam rumah/memelihara babi dianggap sebagai sebuah status.

    Melihat hal ini sang istri segera menghampiri Zeng Zi dan berkata, "Suamiku, kita hanya memiliki seekor babi ini saja unutk tahun ini, apabila kau sembelih sekarang maka pada perayaan nanti kita tidak akan memiliki daging yg dapat kita gunakan. Mengapa kamu menanggap serius ucapanku yang hanya kugunakan untuk menenangkan anak kita ?"

    Zeng Zi berkata, "Kita sebagai orang tua tidak boleh berbohong pada anak kita. Mereka masih muda dan mereka biasanya akan mencontoh tindakan orang tuanya, mereka tidak paham instruksi/omongan kita tapi pasti akan mencontoh apa yang kita lakukan pada mereka. Kalau kita membohonginya sekarang maka artinya kita mengajari anak kita untuk menipu orang lain dikemudian hari. Walaupun kamu berkata demikian hanya untuk menenangkannya namun akhirnya dia akan merasa bahwa kamu hanya menipunya dan dia tidak akan lagi dapat mempercayai kata-kata orang tuanya. Jika sudah begitu maka kita akan sangat sulit sekali untuk mengajari anak kita mengenai apa yang baik atau benar dgn apa yang tidak. Sebagai orang tua kita harus memberikan contoh terlebih dahulu sebelum meminta anak kita melakukannya, apabila kita sudah menipunya dan meminta dia untuk jujur apakah mungkin dia akan melakukannya dikemudian hari ?"

    Istri Zeng Zi berpikir bahwa apa yang dikatakan Zeng Zi itu benar, akhirnya dia mau membantu suaminya untuk memotong babi itu dan memasakan sebuah makanan lezat kesukaan anaknya.

    Zeng Zi menunjukan dgn tindakan dan bukah hanya perkataan saja, untuk bisa mengajarkan kebajkan pada semua orang termasuk pada anak-anak, seseorang harus mencontohkan bagaimana hal itu bisa dilakukan.

    Setiap orang tua harus memiliki kredibilitas dan integritas yang sama seperti Zeng Zi karena mereka akan dapat memberikan contoh yg baik dengan tindakan-tindakan mereka dan ini akan berpengaruh pada anak-anak mereka dan juga masyarakat secara luas.

    Confucius berkata, "Tuluslah dan jujurlah dalam berkata-kata, berhati-hatilah dan serius dalam bertindak maka kamu akan dapat hidup diantara manusia barbar, namun jika kamu tidak tulus dan tidak dapat dipercaya serta ceroboh dalam bertindak maka bagaimanakah kamu dapat dihormati bahkan oleh anak-anakmu sendiri ?"

    19 Jul 2022

    Lukman Al-Hakim

    by: Anci Web

    Pada suatu ketika ada seorang pemuda yang tertangkap perompak laut dan kemudian dijual sebagai budak.

    Pemuda ini kemudian dibeli oleh seorang saudagar kaya yang sangat menyukai ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan. Dia membeli si pemuda ini karena dilihatnya wajahnya dan tatapan mata si Pemuda yang tidak seperti layaknya budak belian lainnya.

    Pada suatu hari si tuan berkata pada si pemuda untuk menyembelih seekor kambing dan membawakan padanya bagian yg terburuk dari kambing itu.

    Si pemuda melakukan hal tersebut dan kemudian membawakan hati dan lidah dari kambing yg disembelihnya.

    Si tuan kemudian menyuruhnya kembali untuk menyembelih kambing yang lainnya dan membawakan bagian yang terbaik dari kambing itu.

    Si pemuda melakukannya dan kemudian kembali mebawakan hati dan lidah dari kambing kedua yang disembelihnya.

    Si tuan terkejut dan bertanya mengapa si pemuda membawakan hal yang sama sebagai bagian yang terbaik dan terburuk.

    Si pemuda menjawab bahwa orang yang baik maka hati dan lidahnya adalah bagian yang terbaik dari dirinya sedankan orang yang tidak baik maka hati dan lidahnya adalah bagian yang terburuk.

    Si tuan tersenyum dan mengagumi kebijaksanaan dari si Pemuda. Si tuan memberikan kepercayaan sangat besar pada sipemuda ini dan membuatnya menjadi orang yang juga kaya.

    Setelah beberapa belas tahun berlalu si pemuda telah tumbuh menjadi seorang yang dewasa dan kemudian memiliki seorang anak.

    Suatu kali anaknya mengalami dilema dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia khawatir mengenai efek dari tindakannya.

    Ayahnya ingin mengajarinya sesuatu mengenai dunia, dia lalu mengajak anaknya pergi berkeliling desa dengan membawa seekor keledai.

    Awalnya sang anak dibiarkan duduk diatas keledai itu dan kemudian si Ayah yang memegang tali kekang keledai dan menuntunnya.

    Ketika mereka melewati pasar didesar itu banyak orang mencibir dan mengatakan bahwa si anak tidak tahu diri bahwa seharusnya si ayahlah yang duduk diatas keledai dan si anak yg berjalan dan menutun keledainya.

    Mereka kemudian pulang dan si ayah berkata bahwa besok mereka akan pergi lagi kepasar didesa itu namun kali ini si ayah yg akan duduk diatas keledai dan sianak yg berjalan.

    Keesokan harinya begitulah mereka pergi ke pasar didesa yang sama, namun kali ini ada lagi orang-orang yg mencibir bahwa si ayah sungguh kejam, anaknya yg masih kecil disuruhnya berjalan dan menuntun keledai sementara dia enak-enakan duduk.

    Mereka kemudian kembali pulang dan si ayah berkata bahwa besok mereka akan pergi lagi kepasar namun kali ini mereka membawa keledai dan tidak akan mendudukinya, dua-duanya akan berjalan kaki sambil menutun keledai.

    Begitulah mereka keesokan harinya kembali ke pasar didesa itu dan keduanya berjalan kaki sambil menuntuun keledai mereka. Lalu ada orang-orang yang mencibir bahwa mereka berdua sungguh bodoh, memiliki keledai tapi tidak ditunggangi malah dituntun sementara mereka berjalan.

    Mereka kemudian kembali pulang dan berkata bahwa besok mereka akan pergi lagi kepasar namun kali ini kedua-duanya duduk diatas keledai mereka.

    Begitulah mereka pergi keesokan harinya kepasar didesa itu dan sekali lagi ada orang-orang yang mencibir betapa kejamnya mereka menyiksa binatang keledai yang tampak kelelahan akibat ditunggangi ayah dan anak itu.

    Setelah selesai kembalilah mereka kerummah.

    Setelah itu sang ayah berkata pada sianak, "Kau lihatlah apapun yg kita lakukan selalu saja ada yg mencibir mengenai tindakan kita. Ketahuilah anakku bahwa di dunia ini tidak ada orang yang akan selalu setuju dgn semua tindakan dan perkataanmu. Akan ada selalu yg mendukung dan tidak mendukung apapun yg engkai lakukan."

    Sang anak kemudian bertanya, "Jika begitu maka apa yang terbaik yg aku harus lakukan ?"

    Sang ayah menjawab, "Sesungguhnya tiada terlepas manusia dari penilaian-penilaian manusia lainnya, maka orang yang berakal tiada mengambil pertimbangan dari hal tersebut melainkan hanya kepada kebenaran saja. Siapa yang mengenal kebenaran maka itulah yg akan ditimbangnya dalam setiap perlakuan dan perkataan."

    Sang anak paham dgn apa yang harus dilakukannya dan tidak lagi memiliki dilema dalam mengambil keputusan.

    Sang anak tumbuh dewasa dan kemudian mencoba mencari penghidupan, dia telah melakukan banyak hal namun tampaknya tidak memberikan hasil. Dia merasa berduka dan khawatir tidak mampu untuk menghidupi dirinya dan keluargannya kelak dan harus meminta-minta pada keluarganya.

    Sang Ayah berkata, "Wahai anakku, carilah rejeki yang halal agar kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiada lah orang yg menjadi fakir itu kalau mereka berusaha kecuali karena 3 hal yaitu tipis imannya, lemah akalnya dan hilang/buruk kepribadiannya. Lebih celaka dari 3 hal tersebut adalah mereka yang menganggap enteng/remeh ketiga hal ini."

    19 Jul 2022

    Strategi perang

    by: Anci Web

  • Jika bisa menang maka seranglah.
  • Jika tidak bisa menyerang maka bertahanlah.
  • Jika tidak bisa bertahan maka menghindarlah.
  • Jika tidak bisa menghindar maka mundurlah.
  • JIka tidak bisa mundur maka seranglah.
  • 22 Apr 2022

    Karma

    by: Anci Web

    Karma itu bukan masalah benar atau salah, karma adalah masalah aksi-reaksi.

    Ada aksi maka akan ada reaksi. Ada sebab maka akan ada akibat. Karma adalah mengenai tindakan dan perbuatan bukan soal baik dan buruk. Baik dan buruk itu manusia yang memberi nilai dan alam tidak pernah memberikan nilai baik dan buruk.

    Sesuatu yg kita anggap buruk mungkin sebenarnya baik dan sebaliknya yang kita anggap baik sebenarnya buruk, baik dan buruk hanya persepsi tergantung bagaimana kita memandangnya.

    Mikroba, bakteri, dan lain sebagainya yang dianggap buruk karena kita melihat dari kepentingan kita, namun jika dilihat dari siklus alam mereka diperlukan untuk recycle materi-materi organik agar kehidupan dapat berjalan normal. Tanpa mereka maka sampah tidak akan membusuk dan tidak ada daur ulang lapisan tanah.

    Karma itu bukan Result melainkan adalah tindakan, bukan hasil akhir tetapi adalah awal tindakan.
    Karma artinya perbuatan/tindakan, Yang terjadi/hasilnya disebut buah dari karma.

    Benih tanaman yang digunakan walaupun sama namun kalau ditanam ditanah yang berbeda hasilnya akan berbeda. Namun proses tumbuhnya dan yang mempengaruhinya akan tetap sama saja.

    Sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan maka akan ada akibatnya.
    Dan sekecil apapun hal yang terjadi pasti ada sebabnya.

    19 Jan 2022

    Kebenaran Absolut

    by: Anci Web

    Kebenaran yang absolut adalah hukum alam yang universal, perhatikan bagaimana jalan alam dan adaptasi jalan alam itu dalam kehidupan manusia maka itulah yang absolut.

    Apa yang dianugerahkan langit disebut alam.
    Mengikuti sesuatu yang alami adalah jalan.
    Mengembangkan dan menjelaskan jalan disebut pendidikan.
    Jalan tidak boleh diabaikan meskipun hanya sesaat.
    Jika sesuatu bisa diabaikan maka itu bukan jalan.
    Mengerti hal ini adalah kebijaksanaan, Mengamalkannya adalah kebajikan.

    11 Nov 2021

    The Watchmaker Theory

    by: Anci Web

    Dua orang penjelajah bernama A dan B menelusuri rimba belantara Afrika menemukan taman yang indah ditengah belantara. Namun mereka tidak menemukan siapa pun disitu. Otomotis keduanya bertanya-tanya, lalu siapa yang membuat dan merawat taman ini?

    A
    mengeluarkan teori: Oh, pastilah ada seorang tukang kebun yang bekerja di taman ini!
    B
    menyangkal dan berdebat bahwa hal itu tidak mungkin, sebab bila memang ada, maka siapa dan untuk apa membuat taman di tengah rimba belantara.

    Maka keduanya memutuskan berkemah untuk memuaskan rasa penasaran. Sepanjang malam mereka berjaga dan mengamat-amati untuk menemukan si tukang kebun. Berhari-hari lamanya dan sang tukang kebun tak muncul-muncul-muncul juga. Akhirnya A berkata: oh pastilah si tukang kebun datang dan bekerja dengan bersembunyi-sembunyi! 

    Dan keduanya memutuskan memasang pagar berduri mengelilingi taman itu. Hingga tidak ada satupun orang yang bisa masuk tanpa merusaknya. Kembali mereka menunggu, berjaga dan mengamat-amati berhari-hari lamanya. Namun tak ada satupun orang muncul dan tak ada pula tanda pagar dirusak.

    A pun bingung. Lalu dia menyimpulkan: tidaklah mungkin bahwasanya taman seindah ini ada tanpa ada yang merawatnya, pastilah ada tukang kebun! walau tak-terlihat, tak-terasa, tak-terdengar, tak-teraba, dan tak-terasa oleh panca indra kita!

    B yang lebih bingung lalu bertanya: kalau begitu apakah bedanya tukang kebun yang tak-terlihat, tak-terasa, tak-terdengar, tak-teraba dengan tukang kebun yang tak ada?

    19 Mei 2020

    Bahagia dan Derita

    by: Anci Web

    Apa itu sengsara dan derita?

    Pertama saya tidak memaknai sengsara dan derita sebagai ketiadaan dari bahagia dan sejahtera. Mungkin ada yang akan berkata: Bung, darimana anda tahu anda bahagia kalau anda tak pernah menderita, darimana anda tahu anda susah kalau anda tak pernah senang. Kita tidak perlu menjebak diri dalam dualitas itu.

    Pertama, tentu ketika kita ngomong soal definisi kebahagiaan sebagai rush of emotions, kita bakal terjebak dalam konsep "kebahagiaan" dan "penderitaan" sebagai KONSEP YANG ABSTRAK. Kenapa? Karena pada hakikatnya manusia adalah mahluk berhasrat. dari titik ini kita dapat maknai bahwa kebahagiaan adalah ketika hasrat manusia terpenuhi dan penderitaan adalah ketika hasrat manusia tidak terpenuhi.

    HASILNYA TENTULAH SUBYEKTIF SEKALI!
    Karena pada dasarnya hasrat semua orang berbeda. hasilnya apa yang kita maknai "kebahagiaan" dan "penderitaan" bakal menjadi sesuatu yang semu dan sangat personal. 

    "Penderitaan" dan "kebahagiaan" adalah sesuatu yang obyektif. Bagaimana bisa? karena saya TIDAK MENGANGGAP "kebahagiaan" dan "penderitaan" HANYA SEKEDAR rush of emotions. saya melihat "kebahagiaan" dan "penderitaan" sebagai "WELLNESS OF BEING". dalam artian "kebahagiaan" ada ketika terpenuhinya hakikat seseorang sebagai manusia, hakikat kemanusiaannya, secara obyektif, baik dalam artian fisik maupun mental, dan ketidak bahagiaan adalah ketika WELLNESS OF BEING itu tak terpenuhi.

    Saya persingkat dengan analogi seperti ini: buat saya "Hidup susah dan tidak makan kenyang berhari-hari." itu BUKAN PENDERITAAN!

    PENDERITAAN ADALAH
    ketika seorang janin di aborsi sebelum dia sempat lahir. Hingga dia tidak pernah menjadi manusia. Bukan karena dia tidak punya kesempatan, tapi karena tidak diberi kesempatan. Sama seperti balita kecil yang mengais-ngais bak sampah dan berebut makanan dengan segerombolan anjing hanya untuk hidup. Itulah PENDERITAAN. PENDERITAAN terjadi ketika seorang terjebak dalam keadaan dimana seluruh eksistensinya sebagai manusia turun hingga dia gagal menjadi manusia yang utuh. Keadaan yang tidak manusiawi dan mengingkari hakikatnya sebagai manusia.