Analisis Komprehensif Rekomendasi Saham Pilihan untuk Trading 26 Februari 2026: Peluang, Risiko, dan Strategi
1. Pendahuluan
Hari Kamis, 26 Februari 2026, diproyeksikan menjadi hari bullish bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah penutupan sebelumnya menguat 0,5 % ke level 8.322,2. Kenaikan tersebut selaras dengan sentimen positif di pasar Asia‑Pasifik, yang dipicu oleh reli benchmark Wall Street pasca laporan laba kuat dari Nvidia dan Oracle.
Dalam konteks tersebut, tiga sekuritas terkemuka – Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, dan MNC Sekuritas – memberikan daftar saham “pilihan” beserta level‑target, support, resistance, serta stop‑loss. Berikut kami rangkum, analisis, dan beri pandangan strategis untuk para trader yang ingin mengeksekusi posisi intraday atau swing singkat pada sesi tersebut.
2. Ringkasan Sentimen Makro & Teknikal Pasar
| Faktor | Dampak pada IHSG & Saham Pilihan |
|---|---|
| Sentimen US Tech (Nvidia, Oracle) | Memicu aliran “risk‑on”, menguatkan sektor teknologi dan memperlebar likuiditas di emerging market termasuk Indonesia. |
| Data Ekonomi Domestik (inflasi, PMI) | Masih dalam zona toleransi; tidak ada kejutan makro signifikan, sehingga pergerakan lebih dipengaruhi oleh alur teknikal dan aliran dana luar. |
| Kurs Rupiah | Stabil di kisaran Rp15.200‑15.300/USD; mengurangi tekanan bagi saham ekspor (mis. INCO, EMAS) dan memperkuat daya beli domestik. |
| Volume Pasar | Menunjukkan peningkatan partisipasi institusional; konfirmasi penting bagi level‑support/resistance yang ditetapkan sekuritas. |
Kesimpulan: Kondisi makro‑fundamental netral‑positif memberikan ruang bagi short‑term traders untuk mengincar target teknik tanpa harus khawatir tentang volatilitas ekstrim.
3. Analisis Rekomendasi Mandiri Sekuritas
| Saham | Harga Penutupan | Target | Stop‑Loss | Catatan Teknis |
|---|---|---|---|---|
| EXCL | 3.360 | 3.440 (+2,4 %) | 3.300 (-1,8 %) | Resistance di 3.440, support kuat di 3.300. Grafik harian menampilkan pola “ascending triangle” dengan breakout kemungkinan di atas 3.380. |
| HMSP | 890 | 915 (+2,8 %) | 880 (-1,1 %) | Formasi “banda Bollinger” menyempit, menandakan pending breakout. Volume naik pada level 900 dapat menjadi konfirmasi. |
| INCO | 7.350 | 7.500 (+2,0 %) | 7.275 (-1,0 %) | Saham berada di zona “bullish flag” pada 4‑hari; kelanjutan ke atas diiringi volume pembeli yang stabil. |
Kelebihan: Rekomendasi jelas dengan risk‑reward > 1,5. Semua saham berada di sektor defensif/commodity yang biasanya kurang dipengaruhi oleh news global, cocok untuk trader yang menghindari “noise” teknologi.
Kekurangan: Target relatif konservatif; bila momentum pasar lebih kuat, potensi upside bisa melewati target sehingga trader perlu menyesuaikan trailing stop.
4. Analisis Rekomendasi BNI Sekuritas
| Saham | Area Beli | Target | Cut‑Loss | Observasi |
|---|---|---|---|---|
| PANI | Break 9.950 | 10.075‑10.200 | < 9.850 | Saham berada di zona “range‑breakout”. CTA (cumulative tick) menunjukkan tekanan beli meningkat. |
| JPFA | 2.390‑2.410 | 2.470‑2.530 | < 2.380 | Pola “double bottom” pada 4‑hari menguatkan potensi rebound. |
| BULL | 520‑535 | 550‑570 | < 520 | Saham menguat setelah laporan earnings baik; momentum masih hijau. |
| EMAS | 8.225‑8.300 | 8.400‑8.550 | < 8.150 | Harga emas spot global menguat, mendukung EMAS secara teknikal. |
| ENRG | 1.530‑1.545 | 1.570‑1.620 | < 1.510 | Sektor energi masih tertekan, namun ada potensi rebound dari “oversold” pada RSI. |
| RAJA | 4.640‑4.720 | 4.800‑4.850 | < 4.630 | Momentum positif setelah akuisisi strategis; support kuat di 4.640. |
Kelebihan:
- Diversifikasi sektor (pertambangan, energi, konsumer, keuangan) memberi peluang bagi berbagai profil risiko.
- Penetapan area beli memungkinkan entry “gradual” daripada satu titik harga saja, mengurangi slippage.
Kekurangan:
- Target yang relatif lebar (mis. PANI 10.075‑10.200) menuntut trader menyesuaikan ukuran posisi atau menggunakan scaling‑out.
- Beberapa saham (ENRG) masih dalam fase “recovery” yang rawan reversals; perlu konfirmasi volume sebelum masuk.
5. Analisis Rekomendasi MNC Sekuritas
| Saham | Buy on Weakness (Range Beli) | Target | Stop‑Loss |
|---|---|---|---|
| ADMR | 2.090‑2.120 | 2.190, 2.230 | < 2.010 |
| ANTM | 4.400‑4.420 | 4.550, 4.680 | < 4.340 |
| ARCI | 1.830‑1.865 | 1.980, 2.100 | < 1.805 |
| HRUM | 1.130‑1.205 | 1.290, 1.310 | < 1.105 |
Pendekatan “Buy on Weakness” mengandalkan wave theory (Elliott) yang menandakan saham berada pada fase koreksi (gelombang C atau IV) dan siap melanjutkan tren utama.
Catatan khusus:
- ADMR dan HRUM berada di sektor konsumer dan keuangan yang sensitif terhadap data inflasi. Jika CPI Indonesia melampaui ekspektasi, support dapat teruji.
- ANTM dan ARCI berada di sektor pertambangan; harga komoditas global (tembaga, nikel) tetap menjadi faktor utama.
Kelebihan: Target ganda (mis. 2.190 / 2.230) memberi ruang untuk trailing saat harga menembus target pertama.
Kekurangan: Pendekatan teknikal yang kompleks (wave analysis) dapat menimbulkan interpretasi subjektif; trader pemula sebaiknya menunggu konfirmasi breakout di atas range beli.
6. Evaluasi Risiko & Manajemen Posisi
-
Risk‑Reward Ratio (RRR)
- Mayoritas rekomendasi menampilkan RRR antara 1,5 : 1 hingga 2 : 1. Pastikan ukuran posisi tidak melebihi 2 % dari total modal per trade, mengingat volatilitas intraday dapat melewati level stop‑loss secara cepat.
-
Volatilitas Intraday
- Pasar indeks mengindikasikan VIX regional yang masih pada level moderat (≈ 15‑18). Namun, saham dengan kapitalisasi kecil (mis. BULL, HRUM) dapat mengalami lonjakan > 3 % dalam satu sesi.
-
Koridor Likuiditas
- Pilih saham dengan average daily volume (ADV) > 500 ribu lembar untuk menghindari slippage pada order limit. EXCL, INCO, dan ANTM berada di atas ambang ini; saham seperti RAJA berada di batas bawah.
-
Kebijakan Stop‑Loss
- Hard stop yang ditetapkan sekuritas (mis. 3.300 untuk EXCL) harus dihormati. Trailing stop + 5 % di atas entry dapat mengunci profit bila momentum tetap kuat.
-
Diversifikasi
- Menggabungkan rekomendasi dari ketiga sekuritas memberi pengelompokan sektor yang seimbang:
- Komoditas: EXCL, INCO, ANTM, ARCI
- Keuangan/Bank: ADMR, HRUM
- Konsumer & Industri: PANI, JPFA, BULL, RAJA
- Batasi exposure pada satu sektor maksimal 30 % dari total alokasi harian.
- Menggabungkan rekomendasi dari ketiga sekuritas memberi pengelompokan sektor yang seimbang:
7. Rekomendasi Praktis untuk Trader
| Langkah | Aksi |
|---|---|
| 1. Pre‑Market Scan | Periksa harga pembuka IHSG, volume index, dan berita ekonomi (mis. CPI, data manufaktur). |
| 2. Konfirmasi Teknis | Gunakan chart 5‑menit + 30‑menit: pastikan harga menembus level entry dengan volume > 1,5× rata‑rata. |
| 3. Entry | - Buy on Weakness: Tempatkan order limit pada rentang support yang disebut (mis. ADMR 2.090‑2.120). - Spec/Breakout: Entry market setelah penembusan kuat (mis. PANI > 9.950). |
| 4. Position Sizing | Hitung lot berdasarkan risk per trade = 1‑2 % modal. Contoh: Modal Rp100 jt → risiko Rp1‑2 jt → stop‑loss 100 pips → 10‑20 lot (tergantung harga saham). |
| 5. Monitoring | - Pasang alert pada target pertama. - Jika target pertama tercapai, pindahkan stop‑loss ke breakeven dan pertimbangkan partial close 50 % untuk mengunci profit. |
| 6. Exit | - Target akhir (mis. 3.440 EXCL) atau trailing stop 5‑7 pips di atas level tertinggi. - Jika harga kembali menembus support yang ditetapkan, keluar full untuk melindungi modal. |
| 7. Review | Catat alasan entry/exit, performa vs. target, dan pelajaran yang didapat. Ini penting untuk meningkatkan probabilitas di sesi berikutnya. |
8. Kesimpulan
- Sentimen pasar pada 26 Februari 2026 mengarah bullish, dipicu oleh alur positif di Wall Street dan data domestik yang tidak mengejutkan.
- Mandiri Sekuritas memberikan tiga pilihan dengan target terukur dan stop‑loss yang ketat—cocok untuk trader yang mengutamakan risk control.
- BNI Sekuritas menawarkan enam saham dalam rentang sektor luas, memberi peluang entry bertahap dan target yang fleksibel.
- MNC Sekuritas menekankan strategi Buy on Weakness berbasis wave analysis, ideal bagi trader yang nyaman dengan analisa teknikal lanjutan.
Secara keseluruhan, portofolio rekomendasi mencakup kombinasi saham defensif (EXCL, INCO, ANTM) dan siklus‑siklus (PANI, BULL, RAJA) yang dapat menyesuaikan diri dengan pergerakan pasar menengah‑jangka. Dengan manajemen risiko yang disiplin—menetapkan stop‑loss sesuai rekomendasi, menyesuaikan ukuran posisi, serta mengawasi volume‑price action—trader dapat mengeksekusi peluang ini dengan probabilitas keberhasilan yang lebih tinggi.
Catatan akhir: Analisis di atas bersifat informasi publik dan bukan saran investasi pribadi. Selalu lakukan due diligence dan pertimbangkan profil risiko Anda sebelum membuka posisi.
Semoga trading pada tanggal 26 Februari 2026 berjalan menguntungkan! 🚀📈