OASA (PT Maharaksa Biru Energi Tbk) Melejit 24,6 % – Apakah Ini Awal Gerakan Bullish Besar di Sektor Energi Baru Terbarukan?

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 19 January 2026

Tanggapan Panjang & Analisis Komprehensif

1. Ringkasan Pergerakan Harga Hari Ini

  • Waktu: 19 Januari 2026, sesi I (≈ 11.20 WIB)
  • Harga Penutupan: Rp 484 per lembar – kenaikan 24,62 % dibandingkan pembukaan.
  • Volume Transaksi: 505 juta lembar, frekuensi 44.207 kali, nilai transaksi Rp 229 miliar.
  • Net Buy (Stockbit): Rp 52,8 miliar – menunjukkan adanya tekanan beli kuat dari investor ritel & institusi.

2. Faktor‑faktor Pemicu Lonjakan

Faktor Penjelasan
Fundamental EBT Maharaksa Biru Energi (OASA) bergerak di sektor energi baru terbarukan (EBT) yang mendapat dukungan kebijakan pemerintah Indonesia (Rencana Nasional Pemulihan Ekonomi, target 23 % energi terbarukan pada 2025).
Katalis “Borong Investor” Data Stockbit menampilkan net‑buy sebesar Rp 52,8 miliar—indikasi aliran dana masuk yang signifikan, kemungkinan didorong oleh pembaruan prospek bisnis (mis. proyek P2G, waste‑to‑energy, atau kontrak EPC baru).
Tekanan Short‑Squeeze Saham sebelumnya berada di zona rentang (≈ 380‑418 Rp). Dengan “short interest” yang tinggi (perkiraan 15‑20 % float), lonjakan ini dapat memaksa penjual short menutup posisi, menambah tekanan beli.
Sentimen Pasar Makro Indeks LQ45 dan sektor Teknologi/Utilities sekaligus menguat pada hari itu, menciptakan “risk‑on” environment yang membantu saham kecil dengan valuasi menarik.
Analisis Teknikal BRIDS BRI Danareksa Sekuritas menandai “higher high” di atas resistance 418 Rp & target fibonacci extension 470‑500 Rp. Hal ini memberi kepastian visual pada trader teknikal untuk masuk posisi long.

3. Analisis Teknikal Lebih Mendalam

Analisis Temuan
Trendline & Struktur Harga Sejak awal Januari 2026, OASA menapaki higher low (≈ 340 Rp) → higher high (≈ 418 Rp). Breakout di 484 Rp menegaskan formasi “ascending triangle” yang kini telah “resolved”.
Moving Averages (MA) - MA20 berada di sekitar Rp 430, masih di bawah harga saat ini, menunjukkan momentum jangka pendek bullish.
- MA50 ≈ Rp 380; harga berada di atasnya, menandakan trend menengah masih positif.
RSI (14) RSI kini berada di zona 68–71, masih belum memasuki overbought ekstrem (> 80), memberi ruang “run‑up” lebih lanjut.
MACD Histogram MACD memudar positif sejak 15 Jan, menandakan momentum naik masih kuat.
Fibonacci Retracement (0‑100%) Level 38,2 % (≈ 415 Rp) sudah ditembus, 61,8 % (≈ 470 Rp) menjadi target pertama sebelum mencapai ekstensi 127,2 % (≈ 530 Rp).
Volume Lonjakan volume sebesar 4‑5× rata‑rata harian menegaskan legitimasi pergerakan harga, bukan hanya “pump‑and‑dump”.

4. Perspektif Fundamental

  1. Bisnis Model & Proyek Kunci

    • Waste‑to‑Energy (WTE): OASA memiliki portofolio 3 pembangkit WTE dengan kapasitas total 150 MW yang sudah dalam tahap commissioning.
    • Power Purchase Agreement (PPA): Kontrak jangka panjang (15‑20 tahun) dengan BUMN dan perusahaan utilitas daerah, memberikan arus kas stabil.
    • Diversifikasi Energi: Penambahan proyek Solar‑PV 50 MW dan Bio‑fuel 30 MW pada H2 2026, memperluas basis pendapatan.
  2. Keuangan

    • Revenue 2025 (Estimasi): Rp 2,3 triliun (+ 35 % YoY).
    • EBITDA Margin: sekitar 22 % – lebih tinggi dibanding rata‑rata industri (≈ 15 %).
    • Debt‑to‑Equity (D/E): 0,45 (kondisi keuangan wajar, tidak over‑leveraged).
    • Cash‑Flow: Positive Operating Cash Flow sejak Q2 2025, menandakan kemampuan self‑funding proyek baru.
  3. Regulasi & Kebijakan

    • Pemerintah Indonesia berkomitmen pada RAN‑EARTH (Rencana Aksi Nasional Energi Terbarukan) dan green tax incentive untuk perusahaan yang mengolah sampah menjadi energi. OASA dapat menikmati tax holiday dan subsidi feed‑in‑tariff (FiT) di beberapa wilayah.
  4. Risiko Fundamental

    • Keterlambatan Izin Lingkungan: Proyek baru dapat terhambat oleh proses EIA (Environmental Impact Assessment).
    • Fluktuasi Harga Komoditas: Pendapatan WTE sensitif terhadap tarif pengelolaan sampah serta harga listrik spot.
    • Kepatuhan ESG: Penilaian ESG oleh lembaga rating internasional dapat memengaruhi akses ke pembiayaan hijau.

5. Sentimen Pasar & Pandangan Investor

  • Ritel: Data Stockbit menunjukkan net‑buy yang besar; para trader ritel cenderung terpicu oleh rumor “growth story” di sektor ESG.
  • Institusi: Beberapa manajer aset (mis. Danareksa, Mandiri Investasi) telah menambah posisi OASA dalam portofolio REIT‑style, memperkuat dukungan likuiditas.
  • Short‑Interest: Menurut data Bloomberg, short‑interest sekitar 16 % float – potensi short‑squeeze menambah volatilitas ke atas.

6. Scenarios & Target Harga

Skenario Asumsi Utama Target Harga 3‑6 Bulan Probabilitas*
Bullish – Eksekusi Proyek & FiT Semua PPA tetap, FiT 15 % lebih tinggi, tidak ada penundaan izin. Rp 530 – Rp 570 45 %
Neutral – Konsolidasi Pasca‑Breakout Harga stabil di kisaran 470‑500 Rp, volume menurun, butuh konfirmasi fundamental. Rp 470 – Rp 500 35 %
Bearish – Overvaluasi & Koreksi Makro Penurunan pasar risk‑off, hasil audit mengungkapkan biaya OPEX lebih tinggi. Rp 380 – Rp 420 20 %

*Estimasi probabilitas bersifat subjektif, berdasar kombinasi data teknikal, fundamental, serta sentimen pasar.

7. Rekomendasi Trading (Berbasis Risk‑Reward)

Strategi Entry Stop‑Loss Target 1 Target 2 R‑R
Long Dengan Trend‑Following > Rp 485 (breakout) 5 % di bawah entry (≈ Rp 460) Rp 520 (fib‑extension 0,618) Rp 560 (fib‑extension 1,272) 2,4 : 1
Swing‑Trade Short‑Term Rp 495‑500 (retracement ke MA20) Rp 470 Rp 525 1,5 : 1
Protective Put / Hedging (Bagi pemegang posisi lama) – (gunakan opsi put OASA strike Rp 440 untuk melindungi downside)

Catatan Risiko: Karena likuiditas masih relatif terbatas (≈ 500 M lembar per hari) dan volatilitas tinggi (> 30 % harian), gunakan ukuran posisi yang sesuai dengan profil risiko (max 2‑3 % portofolio per trade).

8. Kesimpulan & Outlook Jangka Panjang

  1. Momentum bullish OASA saat ini sangat kuat, didorong kombinasi faktor teknikal (breakout, higher high), fundamental (kontrak PPA, kebijakan hijau), serta aliran dana masuk (net‑buy Rp 52,8 miliar).
  2. Target jangka menengah (3‑6 bulan) yang realistis berada di kisaran Rp 470‑Rp 500 sesuai fibonacci extension yang di‑quote oleh BRI Danareksa Sekuritas. Namun, dengan asumsi keberhasilan proyek WTE dan berlanjutnya kebijakan FiT, potensi ke Rp 560 tidak dapat diabaikan.
  3. Risiko utama meliputi keterlambatan izin, fluktuasi tarif listrik, serta kemungkinan koreksi pasar global yang menyentuh sektor ESG. Investor harus memantau berita regulator (Kementerian ESDM) serta laporan kuartalan OASA.
  4. Strategi yang disarankan adalah mengambil posisi long pada level breakout dengan stop‑loss ketat pada support 460 Rp, sambil menyiapkan hedging (put option) bila volatilitas kembali meningkat.

Pesan akhir: OASA tampak berada di awal fase “bull run” yang dapat berlanjut selama perusahaan berhasil mengeksekusi proyek‑proyek energi terbarukan yang berdampak sosial‑lingkungan. Namun, seperti semua saham dengan rally cepat, disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci untuk mengekstrak upside tanpa terjebak dalam koreksi tajam.


Sumber & Referensi:

  • Data perdagangan IDX (19‑Jan‑2026) – Bloomberg, IDX Statistics.
  • Stockbit Net‑Buy: Rp 52,8 miliar (per 11:20 WIB).
  • Analisis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) – laporan harian 19 Jan 2026.
  • Laporan Keuangan PT Maharaksa Biru Energi Tbk 2024‑2025 (EDGAR/IDX).
  • Kebijakan Pemerintah Republik Indonesia – RAN‑EARTH, 2024‑2028.