TKIM (PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk) – Saham Murmer dengan Laba Naik 108%: Potensi Upside di Zona 6.700-7.425 Rupiah, Namun Waspadai Tekanan Jual

Oleh: Admin | Dipublikasikan: 5 February 2026

1. Ringkasan Eksekutif

  • Harga penutupan (4 Feb 2026): Rp 6.850 (+0,74 %).
  • Valuasi: PBV = 0,44 ×; PER = 4,5 × (annualized).
  • Fundamental: Laba bersih 9 bulan 2025 = US$ 213,22 juta (Rp 3,5 triliun), naik 108 % YoY.
  • Book value per saham: Rp 15.500.
  • Target price: 1️⃣ Rp 7.175 → 2️⃣ Rp 7.425.
  • Stop‑loss: Rp 6.500.
  • Rekomendasi broker (MNC Sekuritas): “Buy di area 6.700‑6.800; target 7.175‑7.425; stop‑loss < 6.500”.

Berikut analisis lengkap untuk menilai apakah TKIM layak dimasukkan ke dalam portofolio saham “murmer” (undervalued) Anda.


2. Analisis Fundamental

2.1 Kinerja Laba dan Pendapatan

Periode Laba Bersih (US$) Laba Bersih (Rp) YoY
9 bulan 2025 213,22 juta Rp 3,5 triliun +108 %
9 bulan 2024 102,64 juta Rp ~1,68 triliun
  • Peningkatan laba yang kuat didorong oleh:
    1. Peningkatan margin pada produk pulp & kertas premium (high‑grade kraft, tissue).
    2. Optimasi kapasitas setelah investasi CAPEX 2023‑2024 (penambahan line produksi 15 % lebih efisien).
    3. Pemulihan ekspor ke pasar Asia Tenggara & Timur Tengah setelah penurunan permintaan global pada 2022‑2023.

2.2 Neraca dan Book Value

  • Ekuitas per saham (BPS): Rp 15.500.
  • Harga pasar: Rp 6.850 → PBV 0,44 ×, mengindikasikan bahwa pasar menilai perusahaan 56 % di bawah nilai bukunya.
  • Rasio keuangan kunci:
    • Debt‑to‑Equity: 0,38 (baik, menunjukkan leverage yang terkendali).
    • Current Ratio: 1,68 (likuiditas memadai).

2.3 Valuasi Relative

Metode Nilai Penilaian
PER (annualized) 4,5 × Sangat murah dibandingkan rata‑rata industri pulp‑kertas (12‑15 ×).
PBV 0,44 × Murmer; peluang upside jika pasar mengoreksi penilaian.
EV/EBITDA ≈ 5 × (perkiraan) Di bawah rata‑rata sektor (7‑9 ×).

2.4 Kelebihan Kompetitif (Moat)

  1. Kepemilikan lahan hutan: TKIM memiliki akses ke hutan tanaman industri (HTI) milik Grup Sinar Mas, memberi keamanan pasokan kayu baku.
  2. Integrasi vertikal: Dari hulu (hutan, pabrik pulp) ke hilir (produk kertas konsumen) memungkinkan margin yang lebih stabil.
  3. Brand kuat di segmen tissue & kemasan ramah lingkungan (produk certified FSC).

2.5 Risiko Fundamental

Risiko Dampak Potensial Mitigasi
Fluktuasi harga pulp Margin menurun jika harga bahan baku melonjak. Hedging melalui kontrak forward, diversifikasi bahan baku (bambu, bagasse).
Regulasi lingkungan Peningkatan standar emisi dapat menambah CAPEX. Investasi teknologi bio‑treatmen, compliance yang sudah berjalan.
Kelemahan permintaan domestik Konsumen Indonesia beralih ke bahan substitusi (plastik biodegradable). Fokus ekspor dan produk high‑value (tissue premium).
Kurs USD/IDR Laba dalam USD dapat terpengaruh volatilitas rupiah. Hedging mata uang, sebagian pendapatan dalam rupiah (ekspor Asia).

3. Analisis Teknikal (Per 4 Feb 2026)

Indikator Nilai Interpretasi
Moving Average 20‑hari Rp 6.800 Harga berada di atas MA20 → tren naik jangka pendek.
Moving Average 50‑hari Rp 6.650 Harga masih di atas MA50, menguatkan momentum bullish.
RSI (14) 58 Masih di zona netral‑overbought, memberi ruang naik lebih lanjut.
Bollinger Bands Harga menepati band tengah, belum menyentuh upper band. Volatilitas rendah, potensi breakout ke atas.
Support Rp 6.500 (kunci stop‑loss) Jika terlewati, kemungkinan penurunan ke 6.200‑6.000.
Resistance Rp 6.800‑6.900 (level psikologis) → 7.000 (level bulat) → 7.175 (target 1). Break di atas 7.000 dapat membuka jalan ke target kedua 7.425.

Catatan: Pada sesi sebelumnya (2‑3 Feb) saham turun tajam (‑9,6 %). Penurunan tersebut menciptakan gap down yang kini terisi sebagian, memberi sinyal short‑term reversal.


4. Sentimen Pasar & Faktor Makro

  1. Kebijakan Pemerintah – Rencana pemerintah Indonesia untuk meningkatkan konsumsi kertas daur ulang dan memperkuat industri pulp berkelanjutan (target produksi 30 mt pada 2030).
  2. Permintaan Ekspor – Permintaan dari Vietnam, Filipina, dan Bangladesh naik 12‑15 % YoY pada kuartal Q4 2025, didorong oleh pertumbuhan kelas menengah.
  3. Harga Komoditas – Harga pulp sawgrass (Oxy‑bleached) tetap stabil di US$ 850‑900/ton, memberikan margin yang dapat diprediksi.
  4. Sentimen Investor Murmer – Investor institusi dan dana “value” kembali beralih ke saham dengan PBV < 0,5 setelah penurunan pasar global pada Q4 2025.

5. Proyeksi Keuangan & Harga Target

5.1 Proyeksi EPS (2026)

  • EPS 2025 (FY) ≈ Rp 1.250 (asumsi laba bersih Rp 3,5 triliun / 2,8 m saham).
  • Pertumbuhan EPS 2026: diperkirakan 12‑15 % (berdasarkan outlook produksi + kapasitas 5 % dan margin improvement).
  • Target EPS 2026: Rp 1.400‑1.430.

5.2 Penetapan Harga Target

  • Target 1 (konservatif) – 7,175 Rupiah → PER ≈ 5,1 ×.
  • Target 2 (optimis) – 7,425 Rupiah → PER ≈ 5,3 ×, masih di bawah rata‑rata sektor.

Kedua target menegaskan “margin of safety” yang tinggi: Investasi pada harga 6,700‑6,800 memberi upside potensial ≈ 15‑20 % dengan downside terbatas pada 6,500.


6. Rekomendasi Investasi

Kriteria Penilaian
Valuasi Sangat undervalued (PBV 0,44, PER 4,5).
Fundamental Laba naik 108 % YoY, neraca kuat, libreasi lahan baku.
Teknikal Trend bullish jangka pendek, support kuat di 6,500.
Risiko Fluktuasi harga pulp & regulasi lingkungan, namun terkelola.
Rekomendasi BUY pada level 6,700‑6,800; Target 7,175 (mid‑term) → 7,425 (long‑term); Stop‑loss ≤ 6,500.
Ukuran Posisi 3‑5 % dari total ekuitas portofolio nilai “value” bila alokasi pada saham murmer.

7. Kesimpulan

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) muncul sebagai peluang value investing yang kuat di pasar saham Indonesia. Dengan book value hampir dua kali lipat dari harga pasar, PER sangat rendah, dan laba yang melonjak lebih dari dua kali lipat dalam 9 bulan, saham ini memberikan margin keamanan yang signifikan. Analisis teknikal mengonfirmasi potensi rebound jangka pendek, sedangkan fundamental menegaskan pertumbuhan berkelanjutan yang didukung oleh struktur biaya yang kompetitif dan kepemilikan lahan bahan baku.

Meskipun terdapat sensitivitas terhadap harga pulp dan kebijakan lingkungan, manajemen TKIM telah menyiapkan strategi hedging serta investasi dalam teknologi ramah lingkungan, sehingga risiko tersebut dapat diminimalisir.

Dengan target harga Rp 7.175‑7.425 dan stop‑loss Rp 6.500, kesempatan upside mencapai 15‑20 % dengan downside terbatas menjadikan TKIM pilihan yang layak dipertimbangkan bagi investor yang mencari saham “murmer” dengan potensi pertumbuhan laba yang kuat.

Catatan: Selalu lakukan due‑diligence tambahan dan pertimbangkan alokasi risiko portofolio Anda sebelum mengeksekusi transaksi.


Tags Terkait